[{"content":"JagoFoto.com - Lensa manual focus klasik masih memiliki tempat istimewa di hati para fotografer, terutama bagi pecinta karakter gambar yang unik. Salah satu lensa legendaris yang masih banyak digunakan hingga saat ini adalah Nikon 180mm f/2.8 ED AIS. Meski tergolong lensa lama, kualitas optiknya tetap mampu bersaing dengan lensa modern.\nArtikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari spesifikasi, kualitas gambar, hingga tips penggunaan lensa manual ini.\nApa Itu Lensa Manual Focus? Lensa manual focus adalah jenis lensa yang mengharuskan fotografer mengatur fokus secara manual menggunakan focus ring, bukan otomatis seperti lensa autofocus.\nKeunggulan lensa manual:\nKontrol fokus lebih presisi Cocok untuk fotografi artistik Lebih tahan lama Kekurangannya:\nButuh skill dan latihan Kurang praktis untuk objek bergerak cepat Sejarah Nikon 180mm f/2.8 ED AIS Lensa Nikon 180mm f/2.8 ED AIS merupakan salah satu lensa telephoto legendaris dari brand Nikon. Lensa ini populer sejak era kamera film dan dikenal karena kualitas optiknya yang tajam.\nVersi ED (Extra-low Dispersion) hadir untuk mengurangi aberasi kromatik, menjadikannya salah satu lensa terbaik di kelasnya pada masanya.\nSpesifikasi dan Teknologi ED Berikut spesifikasi utama lensa ini:\nFocal Length: 180mm Aperture: f/2.8 Tipe Fokus: Manual Focus Teknologi: ED (Extra-low Dispersion) Mount: Nikon F Mount Teknologi ED membantu mengurangi chromatic aberration, sehingga hasil foto lebih tajam dan warna lebih akurat.\nDesain dan Build Quality Lensa ini memiliki desain kokoh khas lensa klasik Nikon:\nMaterial metal (solid dan tahan lama) Focus ring halus dan presisi Skala fokus manual yang jelas Build quality yang kuat membuat lensa ini masih banyak digunakan hingga sekarang.\nKualitas Gambar Salah satu keunggulan utama Nikon 180mm f/2.8 ED adalah kualitas gambarnya:\nSharpness tinggi bahkan di aperture besar Kontras yang kuat Warna natural khas lensa vintage Lensa ini sangat cocok untuk fotografer yang mencari karakter gambar klasik namun tetap tajam.\nKarakter Bokeh dan Depth of Field Dengan aperture f/2.8, lensa ini mampu menghasilkan:\nBokeh lembut dan creamy Pemisahan subjek yang baik Depth of field yang tipis Hal ini menjadikannya favorit untuk fotografi portrait.\nPerforma di Berbagai Kondisi Cahaya Lensa ini cukup baik digunakan di berbagai kondisi:\nLow light: tetap tajam meski tanpa autofocus Outdoor: hasil warna lebih hidup Backlight: cukup tahan flare Namun, karena manual focus, penggunaan di kondisi minim cahaya membutuhkan teknik yang lebih matang.\nKegunaan Lensa (Genre Fotografi) Lensa 180mm ini cocok digunakan untuk:\nPortrait photography → menghasilkan background blur yang indah Wildlife photography → jarak jauh tetap tajam Sports photography → dengan teknik fokus yang baik Kompatibilitas Kamera Nikon Lensa ini kompatibel dengan berbagai kamera Nikon:\nKamera DSLR Nikon Kamera mirrorless Nikon (dengan adapter) Pada kamera modern, fitur seperti focus assist sangat membantu penggunaan manual focus.\nPerbandingan dengan Lensa Autofocus Manual Focus Autofocus Lebih presisi Lebih cepat Lebih murah Lebih mahal Karakter klasik Modern \u0026amp; praktis Jika Anda mengejar kecepatan, autofocus lebih unggul. Namun jika mengutamakan kualitas dan karakter, manual focus tetap menarik.\nHarga dan Value di Pasaran Di pasar bekas, harga lensa ini relatif terjangkau dibanding kualitasnya.\nKelebihan:\nHarga lebih murah dari lensa modern Kualitas optik masih sangat bagus Cocok untuk kolektor dan fotografer serius Tips Menggunakan Lensa Manual Focus Agar hasil maksimal, berikut tips penting:\nGunakan tripod untuk stabilitas Manfaatkan fitur focus assist pada kamera Latih kecepatan fokus manual Gunakan aperture besar untuk efek bokeh Perhatikan jarak fokus minimum FAQ (Pertanyaan Umum) Apakah lensa ini cocok untuk pemula? Ya, tapi membutuhkan latihan untuk menguasai manual focus.\nApakah masih worth it di tahun sekarang? Masih sangat worth it, terutama untuk fotografi portrait dan artistic.\nApakah bisa digunakan di kamera mirrorless? Bisa, dengan bantuan adapter Nikon F ke mirrorless.\nKesimpulan Nikon 180mm f/2.8 ED adalah lensa manual focus legendaris yang masih relevan hingga saat ini. Dengan kualitas gambar yang tajam, bokeh yang indah, dan build quality yang kokoh, lensa ini menjadi pilihan menarik bagi fotografer yang ingin mengeksplorasi fotografi manual.\nJika Anda mencari lensa tele dengan karakter unik dan harga terjangkau, lensa ini layak untuk dipertimbangkan.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/lensa-nikon-180mm-f2.8-ed","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Lensa \u003cstrong\u003emanual focus\u003c/strong\u003e klasik masih memiliki tempat istimewa di hati para fotografer, terutama bagi pecinta karakter gambar yang unik. Salah satu lensa legendaris yang masih banyak digunakan hingga saat ini adalah \u003cstrong\u003eNikon 180mm f/2.8 ED AIS\u003c/strong\u003e. Meski tergolong lensa lama, kualitas optiknya tetap mampu bersaing dengan lensa modern.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eArtikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari spesifikasi, kualitas gambar, hingga tips penggunaan lensa manual ini.\u003c/p\u003e\n\u003chr\u003e\n\u003ch2 id=\"apa-itu-lensa-manual-focus\"\u003eApa Itu Lensa Manual Focus?\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eLensa manual focus adalah jenis lensa yang mengharuskan fotografer mengatur fokus secara manual menggunakan \u003cstrong\u003efocus ring\u003c/strong\u003e, bukan otomatis seperti lensa autofocus.\u003c/p\u003e","title":"Review Lensa Manual Focus Nikon 180mm f/2.8 ED AIS: Spesifikasi, Kelebihan, dan Tips Fotografi"},{"content":"JagoFoto.com - 7Artisan adalah salah satu lensa full frame yang murah tapi tidak murahan. Kenapa demikian? Karena ternyata dia memiliki sejumlah hal menarik yang tidak kalah dengan jajaran lensa 85mm lainnya.\nSaya sendiri sengaja membeli lensa ini untuk kegiatan foto sport.\nSaya tidak menyangka saya bisa mendapatkan hasil yang bagus.\nLensa ini memudahkan saya mengambil gambar dengan jarak yang cukup dekat.\nMeski demikian bokeh yang dihasilkan tidak se-bokeh dari pada hasil dari lensa nikon 180mm saya.\nTidak heran karena itu memang dipengaruhi oleh jarak objek foto untuk mendapatkan frame yang sama.\nReview lensa 7artisan 85mm f/1.8 Berikut pendapat saya mengenai lensa ini setelah menggunakannya beberapa hari dan membandingkannya dengan lensa nikon 180mm saya.\nCatatan: saya tidak pernah menggunakan lensa Sony sama sekali. Jadi saya tidak bisa membandingkannya dengan karakter sony.\nKarakter warna Saturasi warna normal Kontras dikurangi Ketajaman CA (chromatic aberation) sangat tipis. Hampir tidak kelihatan meskipun di F/1.8 Sangat tajam meskipun di F/1.8 Tidak ada vignette yang terasa. Kecepatan fokus Mencari fokus untuk orang yang sedang berlari sangat cepat. Saya bisa burst dari kejauhan sampai di melewati saya. Bagaimana settingan kamera saya untuk digunakan bersama lensa 7artisan 85mm ini? Masih dengan kemera ZV-E10 yang saya gunakan saat ini. Lensa ini memiliki kecepatan yang sangat baik, tidak heran sih karena sony memang memiliki auto fokus dengan teknologi phase detection, bukan contrast detection.\nKecepatan untuk mendapatkan fokus orang yang sedang berlari kencang.\nSettingan kamera ZV-E10 yang saya gunakan:\nDiafragma : f/2.0 atau f/1.8 Drive mode : AFC (Auto focus continous) Shot mode : Burst (H / H+) Picture style : Standard (Contrast -1, Saturation +1, Sharpeness +2) : Ini saya gunakan ketika ambience kebiruan atau kekuningan (pagi atuu sore) Vivid (Contrast -3, Saturation +1, Sharpeness +2) : Ini saya gunakan ketika ambience normal hanya jika perlu. Dengan ini saya bisa menambah saturasi pada foto. DRO : auto Silent Mode : on Kesimpulan Saya tidak menyesal membeli lensa ini untuk kebutuhan foto sport saya. Saya mendapatkan foto dengan warna dan ketajaman yang sangat bagus dengan kamera sony apsc saya.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/pengalaman-menggunakan-lensa-7artisan-85mm/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - 7Artisan adalah salah satu lensa full frame yang murah tapi tidak murahan. Kenapa demikian? Karena ternyata dia memiliki sejumlah hal menarik yang tidak kalah dengan jajaran lensa 85mm lainnya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSaya sendiri sengaja membeli lensa ini untuk kegiatan foto sport.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSaya tidak menyangka saya bisa mendapatkan hasil yang bagus.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eLensa ini memudahkan saya mengambil gambar dengan jarak yang cukup dekat.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMeski demikian bokeh yang dihasilkan tidak se-bokeh dari pada hasil dari lensa nikon 180mm saya.\u003c/p\u003e","title":"Pengalaman Menggunakan Lensa 7artisan 85mm"},{"content":"Fotografi olahraga atau foto sport adalah salah satu genre fotografi yang paling menantang. Momen terjadi sangat cepat, gerakan tidak terduga, dan fotografer dituntut untuk menangkap aksi dalam hitungan detik. Karena itu, pemilihan kamera menjadi faktor krusial.\nSalah satu kamera yang cukup populer di kalangan pemula hingga content creator adalah Sony ZV-E10. Kamera ini dikenal sebagai kamera vlogging, namun banyak juga yang mulai menggunakannya untuk fotografi, termasuk foto sport.\nPertanyaannya: apakah Sony ZV-E10 benar-benar cocok untuk fotografi olahraga?\nArtikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari performa, kelebihan, kekurangan, hingga setting terbaik untuk memaksimalkan kamera ini dalam memotret aksi cepat.\nApa Itu Foto Sport dan Tantangannya Foto sport adalah jenis fotografi yang berfokus pada menangkap momen aksi dalam olahraga, seperti sepak bola, basket, balap, atau lari.\nKarakter utama foto sport:\nSubjek bergerak cepat Momen tidak bisa diulang Membutuhkan timing yang presisi Kondisi cahaya sering berubah Tantangan terbesar dalam foto sport:\nMotion blur (gambar blur karena gerakan) Autofocus yang tidak mampu mengikuti subjek Shutter terlalu lambat Jarak subjek yang jauh Karena itu, kamera untuk foto sport idealnya memiliki:\nAutofocus cepat dan akurat Burst shooting tinggi Performa ISO yang baik Dukungan lensa telephoto Spesifikasi Sony ZV-E10 untuk Fotografi Aksi Sony ZV-E10 hadir dengan spesifikasi yang cukup menarik untuk kelas entry-level:\nSensor APS-C 24.2 MP Continuous shooting hingga 11 fps ISO hingga 32.000 (expandable) Autofocus real-time tracking dan eye AF Shutter speed hingga 1/4000 detik Dari spesifikasi ini, terlihat bahwa secara teori, kamera ini sudah mampu menangani fotografi aksi, terutama untuk pemula dan semi-profesional.\nNamun, spesifikasi saja tidak cukup—yang terpenting adalah performa di lapangan.\nAutofocus dan Burst: Apakah Cukup Cepat? Salah satu keunggulan utama Sony ZV-E10 adalah sistem autofocus-nya.\nAutofocus Kamera ini dilengkapi dengan:\nReal-time tracking Eye autofocus (untuk manusia dan hewan) AF-C (continuous autofocus) Dalam kondisi cahaya yang cukup, autofocus mampu mengikuti subjek dengan baik, bahkan saat bergerak cepat seperti pemain sepak bola atau pelari.\nNamun, ada beberapa keterbatasan:\nKurang konsisten di kondisi low light Kadang kehilangan fokus jika objek terlalu kecil atau jauh Burst Shooting Dengan kemampuan hingga 11 fps, kamera ini cukup cepat untuk menangkap rangkaian aksi.\nKelebihan:\nCocok untuk menangkap momen penting Membantu memilih frame terbaik Kekurangan:\nBuffer terbatas (tidak bisa terus-menerus dalam waktu lama) Membutuhkan kartu memori cepat Kesimpulan: cukup untuk kebutuhan sport ringan hingga menengah, tapi belum level profesional.\nKelebihan Sony ZV-E10 untuk Foto Sport Berikut beberapa keunggulan utama kamera ini:\n1. Ringan dan Portabel Bobot ringan membuatnya nyaman dibawa saat memotret event olahraga.\n2. Autofocus Cepat di Kelasnya Untuk kamera entry-level, performa AF sangat baik.\n3. Harga Terjangkau Dibanding kamera sport profesional, harganya jauh lebih murah.\n4. Kualitas Gambar Baik Sensor APS-C menghasilkan gambar tajam dengan dynamic range yang cukup luas.\n5. Fleksibel (Hybrid Camera) Selain foto sport, juga bisa digunakan untuk video dan konten kreatif.\nKekurangan Sony ZV-E10 untuk Foto Sport Meski memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan:\n1. Tidak Ada IBIS (Stabilisasi Internal) Tanpa stabilisasi di body, hasil foto bisa blur jika teknik tidak tepat.\n2. Tidak Ada Viewfinder Sulit digunakan di kondisi cahaya terang karena hanya mengandalkan layar.\n3. Buffer Terbatas Saat burst panjang, kamera bisa melambat.\n4. Rolling Shutter Pada mode elektronik, gerakan cepat bisa terlihat sedikit distorsi.\n5. Kurang Optimal di Low Light Noise akan muncul jika ISO terlalu tinggi.\nLensa Terbaik untuk Foto Sport Body kamera saja tidak cukup—lensa memegang peran besar dalam fotografi sport.\nLensa yang direkomendasikan: Telephoto (70–200mm atau lebih) Lensa 85mm Zoom fleksibel untuk berbagai jarak Autofocus cepat Kenapa telephoto penting? Karena dalam olahraga, fotografer sering tidak bisa mendekati subjek.\nPilihan umum: 70-200mm (serbaguna) 70-350mm (jangkauan jauh) 100-400mm (untuk outdoor sport) Tips:\nPilih lensa dengan aperture besar (f/2.8 jika memungkinkan) Pastikan autofocus lensa cepat Setting Sony ZV-E10 untuk Foto Sport Agar hasil maksimal, gunakan setting berikut:\n1. Mode Kamera Gunakan:\nShutter Priority (S) atau Manual (M) 2. Shutter Speed Minimal 1/1000 detik Untuk olahraga cepat: 1/2000 detik 3. Aperture f/2.8 – f/5.6 (tergantung lensa) 4. ISO Sesuaikan dengan kondisi cahaya Usahakan tidak terlalu tinggi 5. Autofocus Mode: AF-C Area: Tracking atau Flexible Spot 6. Drive Mode Continuous Shooting (Hi+) 7. White Balance Auto (cukup aman) Teknik Foto Sport dengan ZV-E10 Selain setting, teknik juga sangat penting.\n1. Panning Mengikuti gerakan subjek untuk menghasilkan efek dinamis.\n2. Antisipasi Momen Jangan tunggu aksi terjadi—prediksi sebelumnya.\n3. Gunakan Burst Mode Ambil banyak frame untuk mendapatkan momen terbaik.\n4. Fokus pada Mata atau Wajah Untuk hasil yang lebih hidup.\n5. Pilih Posisi Strategis Cari sudut yang memberikan view terbaik.\nApakah Sony ZV-E10 Layak untuk Fotografi Sport? Jawabannya: YA, dengan catatan.\nCocok untuk: Pemula Hobi fotografi olahraga Content creator Fotografi sport ringan Kurang cocok untuk: Profesional sport photography Event besar dengan kebutuhan ekstrem Kondisi low light berat Kesimpulan akhir: Sony ZV-E10 adalah kamera yang cukup mumpuni untuk foto sport di level pemula hingga menengah. Dengan autofocus yang cepat, burst yang cukup, dan kualitas gambar yang baik, kamera ini bisa menjadi pilihan entry-level yang solid.\nNamun, untuk hasil maksimal, kombinasi dengan lensa yang tepat dan teknik fotografi yang baik sangatlah penting.\nPenutup Jika kamu sedang mencari kamera terjangkau untuk mulai belajar foto sport, Sony ZV-E10 bisa menjadi pilihan yang sangat menarik. Walaupun bukan kamera khusus olahraga, performanya sudah cukup untuk menangkap momen aksi dengan baik.\nKunci utamanya bukan hanya pada kamera, tetapi juga:\npemilihan lensa setting yang tepat latihan dan pengalaman Dengan kombinasi tersebut, kamu tetap bisa menghasilkan foto sport yang tajam, dramatis, dan profesional.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/sony-zv-e10-foto-sport/","summary":"\u003cp\u003eFotografi olahraga atau foto sport adalah salah satu genre fotografi yang paling menantang. Momen terjadi sangat cepat, gerakan tidak terduga, dan fotografer dituntut untuk menangkap aksi dalam hitungan detik. Karena itu, pemilihan kamera menjadi faktor krusial.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSalah satu kamera yang cukup populer di kalangan pemula hingga content creator adalah Sony ZV-E10. Kamera ini dikenal sebagai kamera vlogging, namun banyak juga yang mulai menggunakannya untuk fotografi, termasuk foto sport.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePertanyaannya: apakah Sony ZV-E10 benar-benar cocok untuk fotografi olahraga?\u003c/p\u003e","title":"Sony ZV-E10 untuk Foto Sport: Review, Kelebihan, dan Setting Terbaik"},{"content":"Saya baru-baru ini membaca sebuah artikel yang menjelaskan bahwa ada tiga jenis hobi yang diperlukan untuk menjalani hidup yang lebih bermakna. Fotografi adalah salah satu hobi paling populer saat ini, dipraktikkan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Tapi bagaimana fotografi bisa memperkaya hidup kita?\nTiga Jenis Hobi yang Penting Hobi bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga membantu kita menjaga keseimbangan hidup dengan memberikan struktur, tujuan, dan pertumbuhan pribadi. Dalam kehidupan yang seimbang, seseorang sebaiknya memiliki hobi dalam tiga kategori utama:\nOlahraga atau aktivitas fisik Ekspresi kreatif Pengejaran intelektual Ketiga jenis hobi ini berkontribusi terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang.\n1. Olahraga Aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Berolahraga meningkatkan suasana hati, ketajaman berpikir, dan kesehatan mental secara keseluruhan. Namun, olahraga tidak harus berupa latihan intensif di gym. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau berenang sudah cukup memberikan manfaat kesehatan tanpa risiko cedera yang tinggi.\n2. Kreativitas Selain kesehatan fisik, manusia juga membutuhkan cara untuk mengekspresikan diri secara kreatif. Seni visual, musik, menulis, atau bentuk seni lainnya membantu mengolah emosi, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kebahagiaan. Hobi kreatif memberikan rasa tujuan dan kepuasan, memungkinkan seseorang menyalurkan ide dan perasaan ke dalam karya mereka.\n3. Pengejaran Intelektual Otak juga perlu tetap aktif dan terlatih. Hobi intelektual menjaga ketajaman berpikir, rasa ingin tahu, dan keterlibatan seseorang dengan dunia di sekitarnya. Kegiatan seperti membaca, mempelajari keterampilan baru, atau bermain teka-teki dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan daya ingat.\nFotografi: Hobi yang Menggabungkan Semua Aspek Fotografi adalah satu-satunya hobi yang mencakup ketiga kategori ini secara bersamaan. Fotografi bukan hanya sebuah seni, tetapi juga melibatkan aktivitas fisik dan pemikiran intelektual, menjadikannya pilihan yang ideal bagi siapa saja yang menginginkan hobi yang menyeluruh.\n1. Fotografi Sebagai Aktivitas Fisik Beberapa jenis fotografi menuntut pergerakan fisik yang cukup intens. Fotografi jalanan dan urban mengharuskan seseorang berjalan berjam-jam untuk mendapatkan komposisi yang menarik. Fotografi lanskap dan satwa liar sering kali melibatkan pendakian atau trekking ke lokasi terpencil. Bahkan fotografi outdoor biasa pun mendorong seseorang untuk lebih banyak menghabiskan waktu di alam, mendapatkan manfaat dari udara segar dan sinar matahari.\n2. Fotografi Sebagai Sarana Kreativitas Fotografi adalah bentuk seni yang memungkinkan seseorang mengekspresikan perspektif unik mereka. Dengan memahami teknik pencahayaan, komposisi, dan warna, seorang fotografer dapat menciptakan gambar yang menggambarkan emosi dan cerita. Selain itu, fotografi menawarkan kebebasan dalam bereksperimen, menjadikannya hobi yang menyenangkan dan tanpa tekanan.\n3. Fotografi Sebagai Latihan Mental Fotografi juga merupakan latihan intelektual yang terus berkembang. Seorang fotografer perlu mempelajari teknik baru, memahami cara kerja peralatan, dan mengeksplorasi karya fotografer lain. Selain itu, fotografi sering kali mengarah pada pengetahuan tambahan dalam bidang lain. Misalnya, seorang fotografer alam mungkin mempelajari jenis tumbuhan dan ekosistem, sementara fotografer perjalanan dapat mendalami budaya, sejarah, atau arsitektur.\nKesimpulan Sangat sedikit hobi yang sekompleks dan seholistik fotografi. Hobi ini menggabungkan aktivitas fisik, kreativitas, dan stimulasi intelektual dalam satu kegiatan yang memuaskan. Bahkan, fotografi sering kali mendorong seseorang untuk mengembangkan hobi tambahan, seperti mendaki untuk mendapatkan foto lanskap yang menakjubkan atau mempelajari sejarah untuk mendukung fotografi arsitektur.\nBaik sebagai hobi utama maupun sebagai bagian dari rangkaian minat lainnya, fotografi memiliki kemampuan luar biasa untuk memperkaya hidup seseorang. Dengan fotografi, Anda tetap aktif, berpikir, dan berkreasi—sambil memperkuat hubungan dengan dunia di sekitar Anda. Itulah mengapa fotografi bisa menjadi satu-satunya hobi yang Anda butuhkan.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/mengapa-hobi-fotografi/","summary":"\u003cp\u003eSaya baru-baru ini membaca sebuah artikel yang menjelaskan bahwa ada tiga jenis hobi yang diperlukan untuk menjalani hidup yang lebih bermakna. Fotografi adalah salah satu hobi paling populer saat ini, dipraktikkan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Tapi bagaimana fotografi bisa memperkaya hidup kita?\u003c/p\u003e\n\u003ch3 id=\"tiga-jenis-hobi-yang-penting\"\u003eTiga Jenis Hobi yang Penting\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eHobi bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga membantu kita menjaga keseimbangan hidup dengan memberikan struktur, tujuan, dan pertumbuhan pribadi. Dalam kehidupan yang seimbang, seseorang sebaiknya memiliki hobi dalam tiga kategori utama:\u003c/p\u003e","title":"Mengapa Fotografi Adalah Satu-Satunya Hobi yang Anda Butuhkan"},{"content":"Memotret pada saat cahaya sudah redup akan menghasilkan foto yang agak gelap. Nah di situ kita butuh untuk menaikkan ISO pada kamera. Supaya foto jadi lebih terang.\nNamun seperti yang diketahui bahwa efek setelah menaikkan ISO itu akan menyebabkan foto noise.\nBuat yang tidak tahu, noise itu adalah bintik-bintik hitam/merah/biru/putih pada gambar.\nPenyebab noise adalah kamera tidak mampu lagi untuk mendefinisikan warna yang ditangkapnya.\nBegitupun yang saya alami selama memotret orang lari di sore hari.\nTerkadang saya mendapatkan foto yang memiliki noise yang sangat parah.\nJadinya kualitas foto jadi berkurang.\nUntuk itu untuk mengatasi hal tersebut saya harus melakukannya melalui post process.\nFoto akan diedit sedemikian rupa hanya untuk menghilangkan noise pada foto.\nTetapi sekarang sudah jaman AI. Banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat foto jadi lebih keren.\nSalah satunya adalah dengan menggunakan:\nGoogle Files untuk preview foto lalu gunakan fungsi edit foto (AI Enhance) TopazLabs Denoise Foto di atas saya ambil menggunakan settingan ISO 8000.\nPertama saya selalu preview foto melalui layar handphone/tab. Jika noise nya sangat parah saya langsung edit melalui Google untuk memperbaiki warna. Dan jika masih terdapat noise, langsung lempar ke TopazLabs denoise untuk menghilangkan noisenya. Tapi apabila hasil nya terlalu AI, blend foto hasil Topaz dengan foto sebelumnya, kurangi opacity supaya terlihat natural.\nDengan settingan itu saya tidak perlu lagi edit secara manual pada aplikasi gimp/photoshop untuk menghilangkan noise pada foto.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/menghilangkan-noise-foto-sport/","summary":"\u003cp\u003eMemotret pada saat cahaya sudah redup akan menghasilkan foto yang agak gelap. Nah di situ kita butuh untuk menaikkan ISO pada kamera. Supaya foto jadi lebih terang.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eNamun seperti yang diketahui bahwa efek setelah menaikkan ISO itu akan menyebabkan foto noise.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBuat yang tidak tahu, noise itu adalah bintik-bintik hitam/merah/biru/putih pada gambar.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003ePenyebab noise adalah kamera tidak mampu lagi untuk mendefinisikan warna yang ditangkapnya.\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eBegitupun yang saya alami selama memotret orang lari di sore hari.\u003c/p\u003e","title":"Tips Menghilangkan Noise Pada Foto Sport"},{"content":"JagoFoto.com - Sejak kembali memotret orang di area outdoor, saya melihat banyak sekali fotografer yang menggunakan kamera Nikon.\nAwalnya saya mengira itu karena memang orangnya suka pakai nikon.\nTapi ternyata tidak. Tidak sedikit fotografer yang dulunya menggunakan Sony kini beralih ke Nikon. Pasalnya satu per satu teman saya sesama pengguna sony kini beralih ke Nikon.\nLalu saya mencari tahu apa alasannya dan saya pun menemukannya. Saya akan menjelaskannya dalam bentuk kelebihan dan kekurangan berikut.\nKelebihan Nikon untuk fotoyu Warna Orang memilih menggunakan kamera nikon karena Nikon memiliki warna yang matang. Tidak heran sih dari dulu nikon tuh memang juara buat foto outdoor.\nFoto langsung jadi di kamera, tanpa perlu edit tambahan lagi.\nKalau ada yang tanya warna apa yang disukai orang?\nWarna yang memiliki kontras yang bagus antara Shadow dan Midtone.\nDi nikon, area midtone ke shadow dibuat kontras tetapi detail tetap terjaga. Area shadow ini bisa dilihat pada pakaian yang berwarna hitam yang digunakan orang, hitamnya beneran hitam. Tidak ada color cast (kebiruan atau kekuningan). Hitam nya tuh kontas banget.\nSedangkan pada area midtone (skintone) nya terangkat. Sehigga orang akan memiliki warna kulit yang lebih cerah, tetapi warnanya tidak berubah, hanya dicerahkan saja.\nBurst Mode Karena memotret sport itu butuh menangkap moment yang banyak, Nikon memiliki fitur burst mode yang sangat tangguh.\nSekali jepret kita bisa memiliki sekitar 50 file.\nSiap-siap banjir file.\nBerpindah dari mode foto ke video cepat Ada loh fotografer yang workflow nya itu ambil video + foto.\nAda juga yang sementara ambil video slowmo sambil sesekali tetap mengambil gambarnya melalui tangkapan layar video itu.\nJadi sekali bikin video slow mo + dapat foto.\nKekurangan menggunakan nikon untuk Fotoyu Fokus ke objek tidak lengket Fokus ke objek biasa berpindah-pindah, tidak lengket seperti sony.\nMeskipun fokusnya cukup cepat, banyak juga fotografer yang mengeluhkan ini.\nHasil foto dari video slow mo agak kecil Jika mengambil foto dari tangkapan video slow mo kita aka mendapatkan foto dengan ukuran FULLHD saja (1920x1080).\nRekomendasi Kamera NIKON Jika kamu ingin membeli kamera Nikon, untuk saat ini coba cari saja Nikon Z, di antaranya:\nZ5 mark ii (Rp. 28.000.000) Z6 mark ii (Rp. 24.000.000) Z6 mark iii (Rp. 39.000.000) Z50 (apsc) (Rp. 13.000.000) Tugas pribadi Setelah saya mengetahui beberapa karakter warna dari foto-foto dari kamera nikon seperti:\nKontras di area shadow mantap Tidak ada color cast Area skin tone terjaga baik Saya memiliki tugas untuk diri saya sendiri yaitu bagaimana cara mendapatkan warna nikon untuk kamera Sony yang saya miliki.\nSemoga saya bisa mendapatkannya.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/kenapa-banyak-pakai-nikon-fotoyu/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Sejak kembali memotret orang di area outdoor, saya melihat banyak sekali fotografer yang menggunakan kamera Nikon.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAwalnya saya mengira itu karena memang orangnya suka pakai nikon.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTapi ternyata tidak. Tidak sedikit fotografer yang dulunya menggunakan Sony kini beralih ke Nikon. Pasalnya satu per satu teman saya sesama pengguna sony kini beralih ke Nikon.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eLalu saya mencari tahu apa alasannya dan saya pun menemukannya. Saya akan menjelaskannya dalam bentuk kelebihan dan kekurangan berikut.\u003c/p\u003e","title":"Kenapa Banyak Fotografer Pakai Nikon untuk Fotoyu"},{"content":"JagoFoto.com - Sekarang banyak orang yang komplain tentang fotografer yang memotret wajahnya lalu unggah ke internet.\nBuat kamu fotografer yang produktif dan ingin upload foto itu ke internet/sosmed, kamu bisa menambahkan efek blur pixelete pada wajah orang itu.\nCukup menggunakan aplikasi GIMP. Caranya sangat mudah dan gratis.\nCara Membuat Wajah Blur Pixelate Menggunakan GIMP GIMP (GNU Image Manipulation Program) adalah aplikasi pengolah gambar gratis yang dapat digunakan untuk mengedit foto, termasuk membuat efek blur pixelate pada wajah untuk menjaga privasi.\nLangkah-langkah Edit Wajah Pixelate di GIMP: Buka Foto Jalankan GIMP, lalu buka foto yang ingin diedit melalui menu File \u0026gt; Open.\nPilih Area Wajah Gunakan alat seleksi seperti Rectangle Select Tool, Ellipse Select Tool, atau Free Select Tool untuk menyeleksi area wajah yang ingin diblur.\nTerapkan Efek Pixelate Setelah area wajah terseleksi, klik menu Filters \u0026gt; Blur \u0026gt; Pixelize.\nAtur Tingkat Pixel Pada jendela Pixelize, sesuaikan ukuran pixel sesuai kebutuhan. Semakin besar nilai pixel, semakin tidak jelas wajah yang ditampilkan.\nTerapkan dan Simpan Klik OK untuk menerapkan efek, lalu simpan hasil edit melalui File \u0026gt; Export As.\nDengan langkah-langkah ini, wajah pada foto akan terlihat terpixelasi sehingga identitas tetap terlindungi.\nGIMP cocok digunakan untuk kebutuhan dokumentasi, publikasi, maupun media sosial.\nSemoga bermanfaat\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/cara-edit-foto-wajah-blur-pixelete/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Sekarang banyak orang yang komplain tentang fotografer yang memotret wajahnya lalu unggah ke internet.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBuat kamu fotografer yang produktif dan ingin upload foto itu ke internet/sosmed, kamu bisa menambahkan efek blur pixelete pada wajah orang itu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eCukup menggunakan aplikasi GIMP. Caranya sangat mudah dan gratis.\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"cara-membuat-wajah-blur-pixelate-menggunakan-gimp\"\u003eCara Membuat Wajah Blur Pixelate Menggunakan GIMP\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eGIMP (GNU Image Manipulation Program) adalah aplikasi pengolah gambar gratis yang dapat digunakan untuk mengedit foto, termasuk membuat efek blur pixelate pada wajah untuk menjaga privasi.\u003c/p\u003e","title":"Cara Edit Foto Wajah Blur Pixelete"},{"content":"JagoFoto.com - Jadi saya menemukan sebuah resep untuk membuat foto auto terang / cerah saat memotret olahraga outdoor dengan keadaan cuaca lagi mendung.\nCukup setting kamera seperti ini:\nSpeed minimal 1/800s Aperture sesuaikan, saya suka menggunakan F/2.8 ISO auto WB Kelvin 5000 shift ke kuning 1 step biar tidak bluewish Metering Mode Matrix Resep biar terang cukup set ini:\nDRO (level 5) biar semua shadow keangkat Exposure Componsation +0.3 Picture Style Vivid (Contrast 0, Saturation -1, Sharpeness 0) Nanti hasilnya kira-kira seperti ini\nFoto ini baru saja diambil pada pagi hari dalam keadaan cuaca sedang mendung.\nSebenarnya untuk masalah gelap atau terangnya foto sih itu cuma di exposure nya saja.\nSemoga bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/cara-membuat-foto-terang-mendung/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Jadi saya menemukan sebuah resep untuk membuat foto auto terang / cerah saat memotret olahraga outdoor dengan keadaan cuaca lagi mendung.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eCukup setting kamera seperti ini:\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eSpeed minimal 1/800s\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eAperture sesuaikan, saya suka menggunakan F/2.8\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eISO auto\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eWB Kelvin 5000 shift ke kuning 1 step biar tidak bluewish\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eMetering Mode Matrix\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eResep biar terang cukup set ini:\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eDRO (level 5) biar semua shadow keangkat\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eExposure Componsation +0.3\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ePicture Style Vivid (Contrast 0, Saturation -1, Sharpeness 0)\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eNanti hasilnya kira-kira seperti ini\u003c/p\u003e","title":"Resep Cara Membuat Foto (Sport) Terang Saat Mendung Fotoyu"},{"content":"JagoFoto.com - Setelah memotret saya biasanya mengupload foto di fotoyu menggunakan Chromium/Chrome.\nBukan Firefox atau lainnya. Kenapa? Karena proses render foto ternyata sedikit lebih cepat di Chrome.\nJika foto / video saya berhasil dibeli, saya biasanya edit terlebih dahulu.\nBukan edit sampai fotonya berubah.\nTetapi cukup edit minor saja, seperti:\ncontrast white balance saturasi sharpening hapus objek mengganggu Nah untuk itu saya hanya menggunakan aplikasi ini saja:\nDarktable Darktable adalah versi gratis dari Lightroom.\nMeskipun aplikasi ini akan sangat powerfull untuk edit file RAW, tetapi cukup bisa membuat file JPG saya menjadi lebih baik.\nGIMP Setelah diexport dari Darktable saya biasa lanjut di GIMP untuk menghilangkan objek yang tidak perlu.\nDan jika perlu melakukan lagi sedikit sharpening.\nKdenlive Untuk video saya cukup export file video menggunakan KDEnlive.\nAplikasi ini udah cukup powerful untuk melakukan:\nPemotongan video Sharpen video Ubah speed video Perlu diingat jika ingin upload video hires di Fotoyu kita hanya bisa set video itu menjadi 30 detik dengan ukuran 70MB.\nDemikian artikel tentang aplikasi untuk edit foto dan video yang biasa saya gunakan untuk fotoyu.\nSemoga membantu.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/aplikasi-untuk-edit-foto-video-fotoyu/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Setelah memotret saya biasanya mengupload foto di fotoyu menggunakan Chromium/Chrome.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBukan Firefox atau lainnya. Kenapa? Karena proses render foto ternyata sedikit lebih cepat di Chrome.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJika foto / video saya berhasil dibeli, saya biasanya edit terlebih dahulu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBukan edit sampai fotonya berubah.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTetapi cukup edit minor saja, seperti:\u003c/p\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003econtrast\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ewhite balance\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003esaturasi\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003esharpening\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003ehapus objek mengganggu\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eNah untuk itu saya hanya menggunakan aplikasi ini saja:\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"darktable\"\u003eDarktable\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eDarktable adalah versi gratis dari Lightroom.\u003c/p\u003e","title":"Aplikasi Untuk Edit Foto Video Fotoyu"},{"content":"JagoFoto.com - Di sini saya ingin membagikan settingan kamera yang saya gunakan saat memotret spot di lapangan.\nSaya biasanya memotret outdoor untuk kegiatan seperti lari, jogging, sepeda.\nKondisi cahaya pada saat pemotretan biasanya dilakukan pada pagi hari dan sore hari.\nDimana pada pagi hari dilakukan pada saat sebelum matahari terbit hingga matahari terik. Antara jam 5:30 sampai 8.00 pagi.\nSedangkan pada sore hari dilakukan pada saat matahari masih terik hingga matahari sudah terbenam. Antara jam 4.30 sampai 6.00 sore.\nPreferensi fotografer Di fotoyu orang bebas membeli foto mana yang disukai.\nFotografer pun bebas untuk menentukan bagaimana style mereka.\nMulai dari warna foto, efek foto, hingga cara pengambilan gambar.\nSaya sendiri mulai dari yang standar saja.\nSaya menyukai hal-hal yang natural.\nMulai dari pemilihan white balance hingga pengaturan picture style.\nSaya kurang menyukai warna-warna yang aneh, karena itu tidak sesuai dengan hati saya.\nYang penting gambar terlihat contrast saja, wajah orang terlihat jelas.\nSetting kamera untuk fotoyu Pengaturan kamera untuk mengambil foto Berikut pengaturan kamera saya:\nSet mode M Set Speed minimal 1/800 atau lebih cepat jika cahaya semakin terang Gunakan bukaan terbesar pada lensa, saya biasa gunakan f/2.8 Set ISO Auto, biar tidak repot. Set White balance Kelvin (cara yang benar adalah perhatikan warna hitam itu mesti hitam dan putih itu mesti putih). Set Picture style Potrait (Contast +2, Saturasi 0, Sharpen 0) Ukuran foto S (6 mp) + JPG Standard Pengaturan kamera untuk mengambil Video slow mo Di kamera Sony gunakan mode SnQ, dimana pengaturannya akan mengikuti exposure sama seperti menggunakan mode Foto.\nJadi pengaturan video untuk slow mo sama saja seperti pengambilan foto.\nPengaturan kamera saya tidak macam-macam kan. Tidak perlu ribet.\nCukup ambil gambar sebaik mungkin. Temukan moment terbaik.\nJika kamu suka dengan fotomu, semoga orang lain juga menemukan fotomu dan membelinya di fotoyu.\nDemikian artikel tentang pengaturan kamera untuk fotoyu. Semoga membantu.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/setting-kamera-fotoyu/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Di sini saya ingin membagikan settingan kamera yang saya gunakan saat memotret spot di lapangan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSaya biasanya memotret outdoor untuk kegiatan seperti lari, jogging, sepeda.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKondisi cahaya pada saat pemotretan biasanya dilakukan pada pagi hari dan sore hari.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDimana pada pagi hari dilakukan pada saat sebelum matahari terbit hingga matahari terik. Antara jam 5:30 sampai 8.00 pagi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSedangkan pada sore hari dilakukan pada saat matahari masih terik hingga matahari sudah terbenam. Antara jam 4.30 sampai 6.00 sore.\u003c/p\u003e","title":"Setting Kamera Fotoyu"},{"content":"JagoFoto.com — Selain menjual foto, ternyata video juga bisa dijual di Fotoyu.\nBanyak fotografer belum sadar bahwa video sederhana pun laku keras, terutama video slow motion yang sering dipakai sebagai stock footage.\nSaya sendiri awalnya cuma iseng ambil footage orang jogging, lari santai, atau sekadar berjalan di taman—eh, ternyata laku juga.\nPemilik bisnis kecil, kreator konten, sampai pengguna media sosial sering membeli video pendek untuk story Instagram, WhatsApp, TikTok, dan materi promosi ringan.\nJadi kalau kamu ingin mulai menjual video, khususnya slow mo, saya bagikan pengalaman dan langkah-langkahnya.\n1. Pastikan Kamera Kamu Bisa Merekam Video Slow Motion Saat ini saya menggunakan Sony ZV-E10, kamera favorit banyak content creator dan videografer pemula.\nDengan lensa manual pun, kamera ini cukup kuat untuk menghasilkan footage cinematic tanpa ribet.\nMode slow mo-nya sudah diproses langsung di kamera, jadi kamu tidak perlu buka aplikasi editing seperti CapCut atau Premiere Pro setiap kali selesai merekam.\nIni sangat menghemat waktu produksi, apalagi kalau targetmu adalah membuat banyak stock video untuk dijual di Fotoyu.\n2. Gunakan Kartu Memori yang Mendukung Perekaman Video Cepat Salah satu masalah paling umum: kamera tiba-tiba berhenti merekam atau muncul warning “recording stopped due to slow memory card”. Ini bukan error kamera—ini karena kartu memori tidak mendukung video bitrate tinggi.\nGunakan memori yang punya kecepatan baca–tulis tinggi, misalnya:\nLexar Professional 128GB Sandisk Extreme Pro (opsional untuk alternatif) Kartu dengan speed tinggi dibutuhkan untuk merekam 120fps atau 100fps tanpa dropped frames.\nKalau memorinya lambat, hasil bisa patah-patah atau file tidak bisa disimpan.\nJangan sampai footage yang sudah capek-capek kamu ambil malah tidak usable.\n3. Kenapa Video Slow Motion Lebih Mudah Laku? Pengalaman saya menunjukkan bahwa slow mo adalah jenis video yang:\nmudah diambil tampilannya langsung terlihat “cinematic” sangat disukai pembeli Pembeli biasanya tidak terlalu paham teknis, tapi mereka tahu video yang eye-catching.\nGerakan yang melambat membuat gambar terlihat lebih dramatis dan profesional—makanya slow mo jadi tipe stock footage paling sering dibeli.\nFormat yang paling laku:\n120fps slow motion 100fps slow motion Secara visual mirip, tapi untuk hasil paling halus, saya pribadi pilih 120fps.\nDurasi 6–7 detik sudah cukup. Setelah diproses di kamera, durasi outputnya jadi sekitar 30 detik slow motion, cocok dengan batas upload Fotoyu.\n4. Kenapa Harus Rekam 6–7 Detik Saja? Fotoyu punya batasan:\nukuran file maksimal ±70MB durasi maksimal ±30 detik Kalau hasil slow mo kamu melebihi itu, file akan gagal diupload.\nDengan merekam klip 6–7 detik (pre-slowmo), durasi akhirnya otomatis aman tanpa harus dipotong lagi.\nIni juga membantu kamu membuat workflow produksi yang cepat dan efisien.\n5. Setting Slow Motion di Kamera Sony (ZV-E10 \u0026amp; sejenisnya) Inilah setting yang saya pakai dan selalu berhasil:\nUbah sistem dari PAL ke NTSC Pilih mode SnQ (Slow \u0026amp; Quick Motion) Atur ISO ke Auto agar exposure stabil Mode shooting Manual atau Shutter Speed Priority (S Mode) Rekam 6–7 detik untuk hasil akhir sekitar 30 detik slow mo Setting ini membantu menjaga frame rate stabil, exposure tetap bagus, dan file tidak terlalu besar.\nCocok untuk kamu yang ingin membuat footage berkualitas tanpa editing rumit.\nItulah pengalaman saya membuat dan menjual video slow motion di Fotoyu.\nTekniknya simpel, alatnya tidak harus mahal, dan yang penting adalah konsisten membuat konten.\nKalau kamu baru mulai, jangan takut coba.\nKadang video yang menurut kita “biasa aja” justru yang paling banyak dibeli.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/menjual-video-slowmo-fotoyu/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e — Selain menjual foto, ternyata \u003cstrong\u003evideo\u003c/strong\u003e juga bisa dijual di Fotoyu.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBanyak fotografer belum sadar bahwa video sederhana pun \u003cem\u003elaku keras\u003c/em\u003e, terutama \u003cstrong\u003evideo slow motion\u003c/strong\u003e yang sering dipakai sebagai \u003cstrong\u003estock footage\u003c/strong\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSaya sendiri awalnya cuma iseng ambil footage orang jogging, lari santai, atau sekadar berjalan di taman—eh, ternyata laku juga.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePemilik bisnis kecil, kreator konten, sampai pengguna media sosial sering membeli video pendek untuk \u003cstrong\u003estory Instagram, WhatsApp, TikTok\u003c/strong\u003e, dan materi promosi ringan.\u003c/p\u003e","title":"Cara Menjual Video Slow Motion di Fotoyu: Panduan Lengkap untuk Pemula"},{"content":"JagoFoto.com - Kalau kamu tertarik untuk mengambil foto olahraga seperti lari, sepeda, atau jogging, maka memilih lensa yang tepat benar‐benar bisa bikin perbedaan besar.\nBerdasarkan pengalaman saya mencoba beberapa lensa dan membaca banyak panduan ahli, saya akan berbagi apa yang penting diketahui, kesalahan yang saya lakukan sendiri, dan rekomendasi konkret lensa yang bisa kamu pertimbangkan.\nApa yang perlu dipertimbangkan Dulu saya datang ke lomba lari dengan lensa “biasa saja”, lalu foto banyak yang buram atau subjeknya terlalu kecil—frustrasi banget. Dari situ saya menyimpulkan beberapa hal berikut:\nRentang panjang fokus (focal length): Karena olahraga lari/se­peda sering terjadi jarak variatif (ada yang dekat, ada yang jauh), lensa zoom yang punya panjang misalnya 70-200 mm atau bahkan sampai 400-600 mm akan sangat berguna. Panduan menyebut bahwa zoom panjang membantu “menempel” aksi dari jauh. Aperture (bukaan lensa): Semakin besar bukaan (angka f kecil—contoh f/2.8) semakin banyak cahaya masuk, semakin cepat shutter bisa dipakai untuk “membekukan” aksi. Ada catatan bahwa untuk olahraga indoor atau kondisi cahaya kurang, lensa f/2.8 sangat direkomendasikan. Autofokus + stabilisasi: Olahraga = gerak cepat. Lensa dengan AF cepat \u0026amp; akurat serta stabilisasi optik (image stabilization) punya nilai tambah besar. Panduan menyebut fitur stabilisasi sangat membantu. Bobot \u0026amp; mobilitas: Karena kamu bisa berlari atau mengejar subjek, lensa terlalu berat bisa jadi beban. Saya pernah membawa lensa super-tele yang berat \u0026gt;2 kg—kan pegal. Jadi keseimbangan antara performa dan bobot penting. Kesalahan yang pernah saya lakukan Waktu pertama kali saya foto lari malam hari (lampu stadion agak gelap), saya pakai lensa zoom biasa f/4-5.6. Hasilnya banyak motion blur karena bukaan kecil dan shutter speed nggak cukup cepat. Jadi saya belajar: “oh, kalau cahaya kurang, butuh lensa lebih terang atau ISO tinggi.” Saya juga pernah memilih lensa super zoom panjang sekali (misalnya 400-600mm) untuk lomba lari sekitar lintasan pendek (~100 m) — tapi ternyata jadi “terlalu jauh” dari subjek dan susah framing. Jadi: jangan selalu maksimum zoom, sesuaikan dengan kondisi lokasi. Terlalu fokus ke lensa saja, lupa bahwa posisi dan timing juga penting. Lensa bagus pun jika kamu di posisi yang salah, bisa gagal. Jadi belajar ke mana arah lari/sepeda dulu, baru zoom. Rekomendasi 8 lensa bagus untuk foto olahraga Berikut beberapa lensa yang saya pilih berdasarkan performa, rentang zoom, dan kisaran kebutuhan (dari “cukup bagus” sampai “serius profesional”). Pastikan kompatibel dengan body kamera kamu (Canon, Nikon, Sony, dll).\nCanon 70‑200mm f/2.8 IS II L klasik zoom f2.8 Canon\nRp 14.500.000,00\nSony FE 70‑200mm f/2.8 GM OSS II klasik zoom f2.8 Sony\nRp 37.500.000,00\nSigma 70‑200mm f/2.8 DG OS HSM Sports alternatif zoom f2.8 Sigma\nRp 24.971.846,28\nCanon RF 100‑500mm F4.5‑7.1 L IS USM super tele Canon RF\nRp 57.601.000,00\nTamron 50‑400mm F4.5‑6.3 Di III VC VXD zoom rentang panjang budget Tamron\nRp 19.999.000,00\nLensa Sony FE 50-150mm f/2 GM versatile untuk semua kebutuhan\nRp 59.999.000,00\nCanon EF 200mm f/2.0 L IS USM lensa profesional dengan efek bokeh yang khas\nRp 85.990.000,00\nSony FE 85mm f/1.4 GM lensa sport untuk jarak tembak dekat\nRp 15.000.000,00\nDan berikut ringkasannya:\nCanon 70‑200mm f/2.8 IS II L: Rentang zoom “standar” untuk banyak jenis olahraga, bukaan f/2.8 bagus untuk cahaya kurang, sangat direkomendasikan. Sony FE 70‑200mm f/2.8 GM OSS II: Versi untuk sistem mirrorless Sony; performa tinggi juga. Sigma 70‑200mm f/2.8 DG OS HSM Sports: Alternatif lebih “terjangkau” jika budget terbatas tapi tetap ingin f/2.8. Canon RF 100‑500mm F4.5‑7.1 L IS USM: Untuk situasi dimana kamu jauh dari aksi (misalnya lintasan sepeda, outdoor lapangan luas). Aperture agak lebih “sempit” (f/4.5-7.1) jadi harus cahaya terang. Tamron 50‑400mm F4.5‑6.3 Di III VC VXD: Pilihan zoom panjang dengan harga lebih terjangkau, baik untuk outdoor siang hari—tetapi jika malam atau indoor kondisi sulit. Lensa Sony FE 50-150mm f/2 GM: Versatile untuk semua kebutuhan, wide, potrait, tele. Canon EF 200mm f/2.0 L IS USM: Lensa profesional dengan efek bokeh yang khas. Sony FE 85mm f/1.4 GM: Lensa sport untuk jarak tembak dekat. Rekomendasi lensa second untuk yang budget friendly Berikut beberapa lensa yang sangat cocok digunakan untuk foto sport buat yang budget terbatas.\nSecond Sony 85mm f/1.8 Paling banyak dipakai fotografer untuk jarak dekat\nRp 4.000.000,00\nSecond Canon 135mm f/2 L Bisa dipakai dengan kamera DSLR jadul canon\nRp 5.000.000,00\nSecond Vilrox 75mm f/1.2 Sedikit agak mahal tapi worted buat yang suka foto malam\nRp 7.500.000,00\nBaru Sirui Sniper 75mm f/1.2 (khusus APSC) Alternatif Viltrox\nRp 6.400.000,00\nSecond Nikon 70-200 f/2.8 VR II Banyak yang pakai ini di kamera Nikon Z dengan bantuan adapter. Cepat dan hasil hasilnya memuaskan\nRp 15.000.000,00\nTips praktis yang saya pakai Jika saya harus memilih satu lensa cukup untuk banyak situasi (lari, sepeda, outdoor) maka saya gunakan 70-200 mm f/2.8. Ini \u0026ldquo;sweet spot\u0026rdquo; untuk fleksibilitas. Untuk lomba lari malam hari atau kondisi cahaya rendah—pastikan ISO kamera kamu bisa naik dan shutter speed minimal ~1/1000 detik supaya kering gerak. Jika lensa bukaannya f/4 atau lebih kecil, bisa terpaksa naik ISO tinggi dan kualitas bisa turun. Untuk sepeda di lintasan jauh atau outdoor besar: gunakan zoom panjang (misalnya 100-400 atau 150-600) sehingga subjek “besar” di frame. Tapi jangan memilih zoom terlalu panjang jika aksi terjadi dekat kamu—subjek bisa muncul terlalu besar atau keluar frame. Latihan “tracking” autofocus dan continuous autofocus (AF-C) sangat penting: saya punya banyak foto yang out-of-focus karena AF masih mode tunggal (AF-S) dan subjek bergerak cepat. Selalu siapkan baterai ekstra dan kartu memori cepat: olahraga menghasilkan banyak frame cepat (burst mode). Memanfaatkan posisi: saya pernah berdiri di sudut lintasan-sepedaan agar background bersih dan tidak banyak gangguan. Pilihan latar/komposisi bisa membuat foto lebih kuat. Jangan lensa aja yang mahal—latihannya juga. Lensa bagus tapi framing jelek atau timing buruk ya tetap hasilnya kurang maksimal. Saya harap ini membantu kamu memilih lensa yang cocok untuk foto olahraga (lari, sepeda, jogging) dan menghindari beberapa jebakan yang saya alami sendiri.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/rekomendasi-lensa-foto-sport/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Kalau kamu tertarik untuk mengambil foto olahraga seperti lari, sepeda, atau jogging, maka memilih lensa yang tepat benar‐benar bisa bikin perbedaan besar.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBerdasarkan pengalaman saya mencoba beberapa lensa dan membaca banyak panduan ahli, saya akan berbagi \u003cstrong\u003eapa yang penting diketahui\u003c/strong\u003e, \u003cstrong\u003ekesalahan yang saya lakukan sendiri\u003c/strong\u003e, dan \u003cstrong\u003erekomendasi konkret lensa\u003c/strong\u003e yang bisa kamu pertimbangkan.\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"apa-yang-perlu-dipertimbangkan\"\u003eApa yang perlu dipertimbangkan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eDulu saya datang ke lomba lari dengan lensa “biasa saja”, lalu foto banyak yang buram atau subjeknya terlalu kecil—frustrasi banget. Dari situ saya menyimpulkan beberapa hal berikut:\u003c/p\u003e","title":"Rekomendasi Lensa untuk Foto Sport (Lari, Sepeda, dll)"},{"content":"jagofoto.com - Beberapa tahun lalu, saya pernah ikut memotret acara lari marathon di tengah kota.\nAwalnya saya kira, tinggal datang, arahkan kamera, jepret, dan selesai.\nTapi ternyata, foto yang saya hasilkan waktu itu\u0026hellip; ya ampun, flat banget.\nPara pelari terlihat kecil, pencahayaan nggak pas, dan background-nya cuma aspal polos yang nggak bercerita sama sekali. Dari situ saya sadar — menentukan spot foto itu krusial banget sebelum mulai motret.\nSekarang, setiap kali saya mau motret kegiatan olahraga di jalanan — entah itu marathon, fun run, atau sekadar latihan komunitas sepeda — saya selalu mulai dengan satu hal: survey lokasi.\nIni kedengarannya sepele, tapi ini yang membedakan foto biasa dengan foto yang “wah”.\nMencari Spot Foto yang Pas Langkah pertama: cari tahu dulu rute acaranya. Saya biasanya buka situs atau akun media sosial penyelenggara, karena mereka sering bagiin peta rute peserta.\nDari situ, saya tandai beberapa titik yang kira-kira punya potensi bagus — misalnya area tikungan, jembatan, atau tempat yang punya elemen kota yang kuat seperti gedung atau mural warna-warni.\nSaya pernah salah perhitungan waktu motret fun run di CFD Jakarta.\nWaktu itu saya berdiri di titik yang “menurut saya” ramai.\nTapi ternyata, rutenya malah belok ke arah lain! Alhasil, saya cuma dapat beberapa pelari tersesat dan banyak foto kosong.\nSejak itu, saya selalu datang lebih awal buat ngecek langsung lokasi dan memastikan dari mana arah pelari datang.\nSatu lagi yang penting: perhatikan arah matahari. Kalau kamu motret pagi hari, usahakan posisi kamu menghadap sedikit serong ke arah datangnya cahaya.\nJangan langsung ke arah matahari, nanti wajah subjek bakal gelap dan bayangannya panjang banget.\nTapi jangan juga membelakangi cahaya sepenuhnya, nanti hasilnya terlalu datar.\nSpot Foto yang Bagus untuk fotografer Kalau ngomongin spot, saya punya beberapa favorit pribadi yang hampir selalu berhasil:\nZebra cross. Ini klasik banget.\nGaris-garis putihnya kasih dimensi yang keren dan natural leading line.\nPlus, biasanya pelari atau pesepeda otomatis fokus waktu lewat situ, jadi ekspresinya dapet banget.\nBackground gedung. Cocok banget kalau kamu mau nuansa urban.\nGedung tinggi bikin foto terasa megah dan modern.\nTapi hati-hati dengan refleksi cahaya kaca, kadang bisa bikin overexposed kalau nggak disetel dengan benar.\nJembatan. Baik jembatan kecil maupun besar, keduanya bisa jadi spot keren karena punya perspektif garis yang kuat.\nSaya pernah ambil foto pelari dari bawah jembatan layang, hasilnya dramatis banget — kayak film dokumenter.\nPepohonan. Kalau kamu pengin vibe yang lebih natural, carilah area dengan deretan pohon.\nCahaya yang nyaring dari sela daun bisa jadi efek bokeh alami.\nBonusnya, tempat ini juga teduh, jadi kamu bisa motret lebih lama tanpa kepanasan.\nTikungan. Ini favorit saya untuk menangkap momen dinamis.\nSaat pelari atau pesepeda belok, tubuh mereka biasanya condong, menciptakan garis gerak yang keren banget di foto.\nJembatan penyeberangan / fly over Kamu bisa mendatkan spot foto keren dengan menggunakan hi angle.\nJangan sungkan untuk menyapa pelari yang melintasi kamu dari bawah.\nTips Mendapatkan Spot foto yang Keren untuk fotografer Nah, biar hasil jepretan makin “hidup”, ini beberapa trik yang saya pelajari dari pengalaman — sebagian lewat kegagalan juga, hehe:\nCari background yang bercerita. Jangan cuma bagus, tapi relevan. Misalnya, kalau event-nya bertema “lari untuk lingkungan”, spot dengan pepohonan atau taman lebih cocok daripada gedung beton. Perhatikan warna sekitar. Hindari background yang warnanya sama dengan baju pelari. Kontras yang jelas bikin subjek lebih menonjol. Manfaatkan elemen kota. Pagar, rambu lalu lintas, bahkan orang-orang yang menonton di pinggir jalan bisa menambah konteks. Jangan takut memasukkan sedikit “kekacauan” ke frame — itu justru bikin foto terasa nyata. Datang lebih awal. Selain untuk survei, kamu bisa coba-coba beberapa angle sebelum ramai. Kadang angle paling menarik justru bukan yang kita rencanakan di awal. Gunakan lensa tele atau zoom sedang. Ini penting kalau kamu ingin menangkap ekspresi tanpa harus berdiri terlalu dekat. Tapi kalau kamu mau hasil yang terasa “dekat dan personal”, lensa fix 35mm atau 50mm bisa banget. Saya masih ingat waktu akhirnya berhasil motret di spot zebra cross dengan latar belakang gedung tinggi.\nCahaya pagi masuk dari sisi kanan, dan di frame ada pelari yang lagi lompat kecil menghindari genangan air.\nSatu klik — dan hasilnya jadi salah satu foto favorit saya sampai sekarang.\nPada akhirnya, fotografi olahraga jalanan bukan cuma soal kecepatan shutter atau setting kamera.\nIni soal cerita di balik setiap momen yang kamu tangkap.\nSpot yang kamu pilih bisa mengubah foto biasa jadi foto yang punya emosi, yang bikin orang berhenti scrolling dan bilang, “Wow, ini keren banget.”\nJadi, jangan asal jepret.\nNikmati prosesnya, eksplor spot yang belum tentu populer, dan biarkan kota jadi kanvasmu.\nKadang, momen terbaik datang dari tempat yang nggak kamu sangka.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/memilih-spot-foto-sport/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"/\"\u003ejagofoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Beberapa tahun lalu, saya pernah ikut memotret acara lari marathon di tengah kota.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAwalnya saya kira, tinggal datang, arahkan kamera, jepret, dan selesai.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTapi ternyata, foto yang saya hasilkan waktu itu\u0026hellip; ya ampun, flat banget.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePara pelari terlihat kecil, pencahayaan nggak pas, dan background-nya cuma aspal polos yang nggak bercerita sama sekali. Dari situ saya sadar — menentukan \u003cem\u003espot foto\u003c/em\u003e itu krusial banget sebelum mulai motret.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSekarang, setiap kali saya mau motret kegiatan olahraga di jalanan — entah itu marathon, fun run, atau sekadar latihan komunitas sepeda — saya selalu mulai dengan satu hal: \u003cstrong\u003esurvey lokasi\u003c/strong\u003e.\u003c/p\u003e","title":"Tips Memilih Spot Foto Sport (Lari, Jogging, Sepeda) untuk Fotografer"},{"content":"Dari Hobi Jadi Cuan: Fotografi Lari di Fotoyu JagoFoto.com Jujur aja, dulu saya nggak pernah kepikiran kalau motret orang lari bisa jadi sumber penghasilan. Saya memang suka fotografi, tapi biasanya motret landscape atau street photography. Sampai suatu hari, saya datang ke acara lari tahunan di kota saya dan iseng bawa kamera. Saya lihat banyak fotografer di sepanjang rute, memotret pelari dengan serius. Rasa penasaran muncul, dan akhirnya saya ngobrol dengan salah satu dari mereka.\nDia cerita soal Fotoyu, aplikasi tempat fotografer bisa mengunggah foto-foto peserta event olahraga dan menjualnya. Ternyata, para pelari sering mencari foto diri mereka saat beraksi, entah buat kenang-kenangan atau untuk diunggah ke media sosial. Dari situ, saya mulai kepikiran: Kenapa nggak coba aja?\nLangkah Pertama: Menyiapkan Peralatan Jangan salah, motret orang lari itu tantangannya beda dibanding motret landscape atau potret biasa. Kecepatan jadi kunci. Kalau nggak siap, hasilnya bisa nge-blur atau momennya terlewat. Saya belajar ini dengan cara yang cukup menyebalkan: foto pertama saya hampir semuanya buram! Dari situ saya sadar, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan:\nGunakan Kamera yang Bisa Menangkap Gerakan Cepat\nKalau pakai DSLR atau mirrorless, atur shutter speed minimal 1/500 detik supaya gerakan pelari tetap tajam. Kalau bisa lebih cepat (1/1000 detik), lebih aman. Kalau pakai HP, pastikan mode burst atau sport mode aktif.\nLensa Tele atau Zoom Wajib Punya\nNggak semua event mengizinkan fotografer masuk ke jalur lari, jadi lensa tele (70-200mm) sangat membantu. Dengan ini, saya bisa motret dari kejauhan tanpa mengganggu pelari.\nGunakan Mode Continuous Autofocus (AF-C atau AI Servo)\nIni pelajaran penting yang saya dapat setelah foto pertama saya blur semua. Autofocus ini membantu kamera tetap fokus ke subjek yang bergerak cepat.\nPilih Spot yang Strategis\nJangan berdiri di sembarang tempat. Biasanya, saya cari lokasi di tikungan, garis finish, atau bagian rute dengan latar belakang menarik. Tikungan bagus karena pelari cenderung melambat, jadi lebih mudah mendapatkan ekspresi wajah mereka.\nCara Mendapatkan Foto yang Dijamin Laku Setelah beberapa kali motret event lari, saya mulai paham kalau nggak semua foto bakal laku. Ada beberapa trik yang saya pelajari supaya hasil jepretan saya lebih diminati:\n1. Tangkap Emosi dan Ekspresi Foto pelari yang paling banyak dibeli bukan sekadar foto keren, tapi yang punya emosi. Pelari yang tersenyum, mengangkat tangan saat melewati garis finish, atau menunjukkan ekspresi puas biasanya lebih menarik perhatian.\n2. Untuk foto Event Lari Pastikan Nomor Dada Terlihat Jelas Ini penting banget! Peserta biasanya mencari foto mereka berdasarkan nomor dada (bib number). Kalau nomor nggak kelihatan, mereka nggak bisa menemukan foto mereka di Fotoyu. Biasanya, saya ambil foto dari depan atau samping dengan sudut yang tetap menampilkan nomor dada.\n3. Gukanan lensa dengan bukaan tinggi untuk mendapatkan efek blur background Orang biasa suka jika dirinya saja yang fokus sebagai objek foto, tanpa ada gangguan di belakangnya. Untuk mendapatkan efek ini kamu butuh menggunakan lensa tele dengan bukaan yang besar. Contohnya 85mm f/1.4, 135mm f/2.8, atau yang paling banyak digunakan adalah 70-200 f/2.8.\n4. Ambil Banyak Foto Sekaligus (Burst Mode) Dalam satu detik, ekspresi wajah bisa berubah total. Makanya, saya selalu gunakan burst mode (memotret beberapa foto dalam sekali tekan). Dari 10 foto, biasanya ada 1-2 yang sempurna.\n5. Jika kamera support, jalankan mode video untuk menangkap moment berlari Beberapa kamera terbaru saat ini sudah bisa mendukung video. Contohnya Nikon Z6, dengan Z6 kita bisa merekam video, sambil sekali-sekali menekan tombol shutter untuk merekam gambar. Jadi keluarannya adalah kita mendapatkan video + foto sekaligus. Keren banget deh kamera nikon ini.\n6. Jangan hanya foto orang berlari Disini kita butuh menjadi fotografer yang pandai melihat dan menankap moment. Temukan moment-moment menarik selama kamu berada di spot foto. Bisa saja orang lewat sambil mengendarai sepeda, skuter, sepatu roda, atau kegiatan lainnya. Karena bisa saja ketika dia membuka aplikasi fotoyu mereka akan mendapatkan fotonya di sana.\nMengunggah ke Fotoyu dan Mulai Menjual Setelah dapat stok foto, langkah berikutnya adalah mengunggahnya ke Fotoyu. Ini prosesnya cukup simpel:\nBuat akun di Fotoyu dan daftarkan diri sebagai fotografer. Upload foto-foto terbaik dengan mode bulk. Isi deskripsi lokasi dan tentukan harga foto sesuai keinginan, minimal Rp. 9.000 per foto. Tunggu pembelian dari user—begitu mereka menemukan foto mereka, mereka bisa langsung membelinya! Setelah foto terbeli, tunggu notifikasi di aplikasi dan bersiaplah untuk mengirim file foto/video hires (high resolution) ke pembeli. Saya pernah agak malas menambahkan tag, dan hasilnya? Foto saya nggak ada yang laku. Setelah mulai lebih teliti, jumlah pembelian meningkat drastis.\nTips Supaya Bisa Konsisten Mendapat Penghasilan Setelah beberapa bulan aktif di Fotoyu, saya mulai menyadari pola yang bikin penghasilan lebih stabil. Beberapa hal yang bisa membantu:\n✅ Ikuti Banyak Event – Semakin banyak acara yang didatangi, semakin banyak peluang untuk menjual foto. Saya biasanya cek kalender event olahraga di daerah saya dan langsung daftar sebagai fotografer.\n✅ Bangun Branding sebagai Fotografer Event Lari – Saya mulai dikenal oleh komunitas lari lokal karena rutin hadir di acara mereka. Kadang, bahkan ada peserta yang langsung menghubungi saya untuk memesan foto!\n✅ Gunakan Media Sosial untuk Promosi – Saya sering unggah beberapa foto di Instagram dan tag akun penyelenggara atau peserta. Ini bisa menarik perhatian mereka untuk membeli foto di Fotoyu.\n✅ Pelajari Tren Foto yang Disukai – Ada event yang lebih ramai peminatnya dibanding yang lain. Biasanya, saya cari tahu event mana yang paling banyak pesertanya dan fokus di sana.\nKesimpulan: Fotografi Lari Bisa Jadi Sumber Penghasilan Nyata Dari awalnya cuma iseng motret event lari, sekarang saya bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari Fotoyu. Memang butuh usaha, terutama di awal saat masih belajar teknik dan mencari event. Tapi begitu terbiasa, ini bisa jadi peluang yang menguntungkan, terutama buat yang hobi fotografi.\nJadi, kalau kamu suka motret dan sering datang ke event olahraga, kenapa nggak coba aja? Siapa tahu dari hobi bisa jadi sumber cuan!\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/menghasilkan-uang-dari-fotoyu/","summary":"\u003ch2 id=\"dari-hobi-jadi-cuan-fotografi-lari-di-fotoyu\"\u003eDari Hobi Jadi Cuan: Fotografi Lari di Fotoyu\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003ca href=\"/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e Jujur aja, dulu saya nggak pernah kepikiran kalau motret orang lari bisa jadi sumber penghasilan. Saya memang suka fotografi, tapi biasanya motret landscape atau street photography. Sampai suatu hari, saya datang ke acara lari tahunan di kota saya dan iseng bawa kamera. Saya lihat banyak fotografer di sepanjang rute, memotret pelari dengan serius. Rasa penasaran muncul, dan akhirnya saya ngobrol dengan salah satu dari mereka.\u003c/p\u003e","title":"Cara Menghasilkan Uang dari Fotografi Lari dengan Fotoyu"},{"content":"Membeli kamera mirrorless dengan anggaran terbatas memang bisa jadi tantangan, apalagi kalau kamu baru memulai hobi fotografi atau sedang mencari kamera yang ringan dan praktis buat travelling. Waktu pertama kali saya nyari kamera di bawah 5 juta, rasanya sedikit frustasi.\nHarga mirrorless bisa mahal, apalagi untuk merek-merek besar seperti Sony atau Fujifilm.\nTapi, setelah browsing di berbagai forum fotografi dan tanya-tanya teman, ternyata ada beberapa pilihan yang gak kalah oke untuk harganya.\nSalah satu yang menarik perhatian saya saat itu adalah Canon EOS M10.\nKamera ini sering direkomendasikan untuk pemula.\nFiturnya nggak terlalu wah kalau dibandingkan dengan model yang lebih mahal, tapi untuk kebutuhan sehari-hari atau buat belajar, cukup banget.\nDengan sensor APS-C 18 megapiksel dan kemampuan ISO hingga 12800, hasil fotonya jernih dan tajam, bahkan di kondisi cahaya yang minim.\nSalah satu hal yang bikin saya suka, bodinya ringan dan ukuran layarnya yang bisa dilipat ke atas bikin gampang buat selfie atau vlogging.\nTapi, jangan cuma lihat spesifikasi doang.\nWaktu itu, saya sempat kebawa hype dan hampir beli tanpa mikirin lensa kit yang disertakan.\nSeringnya, lensa kit standar yang disertakan (biasanya 15-45mm) udah oke untuk foto landscape atau potret, tapi kalau kamu mau eksplorasi lebih, siap-siap investasi lagi di lensa tambahan.\nItu salah satu pelajaran penting yang saya dapetin: jangan lupakan biaya lensa! Kamera bagus tapi kalau lensanya nggak mendukung gaya fotografi kamu, hasilnya nggak akan maksimal.\nSelain Canon, Sony Alpha a5000 juga jadi kandidat kuat di daftar saya.\nWaktu saya coba punya teman, meski model ini udah agak lama, kualitasnya masih relevan buat pemula.\nKamera ini punya sensor APS-C 20.1 megapiksel dan sistem autofokus yang lumayan cepat.\nYang paling saya suka, layar LCD-nya bisa di-flip buat selfie atau vlog, dan walaupun fiturnya minimalis, tetap mendukung Wi-Fi untuk transfer gambar ke ponsel.\nTapi, yang perlu diingat, kamera ini nggak punya hot shoe buat pasang flash eksternal, jadi kalau kamu suka foto di kondisi low-light atau butuh flash tambahan, kamu bakal sedikit terbatas.\nSelama riset, ada juga beberapa kamera mirrorless lain seperti Panasonic Lumix DMC-GF8 yang cukup sering direkomendasikan.\nLumix punya keunggulan di video recording, terutama dengan format 1080p yang stabil.\nBodinya kompak, dan kameranya cukup tahan banting buat kamu yang suka bawa kamera kemana-mana.\nTapi, buat foto, hasilnya menurut saya nggak se-sharp Canon atau Sony di kisaran harga yang sama.\nLumix lebih unggul buat yang doyan bikin vlog atau konten video ringan.\nBerdasarkan pengalaman, kalau kamu lagi nyari kamera mirrorless di bawah 5 juta, fokus aja ke kebutuhan kamu.\nKalau lebih sering foto-foto sehari-hari atau traveling, cari yang ringan dan portabel kayak Canon EOS M10 atau Sony a5000.\nTapi kalau lebih condong ke konten video, Panasonic Lumix bisa jadi pilihan yang lebih pas.\nDan jangan lupa, cek harga second! Banyak kamera bekas dengan kondisi yang masih bagus dan harga jauh lebih terjangkau.\nSatu hal yang perlu kamu ingat juga, meskipun kameranya di bawah 5 juta, kualitas fotonya tetap bisa luar biasa kalau kamu paham cara menggunakannya.\nKadang-kadang, masalah bukan di kameranya, tapi di teknik kita mengambil gambar.\nJadi, sebelum buru-buru upgrade, manfaatkan dulu apa yang kamu punya, pelajari teknik komposisi dan pencahayaan, karena itu yang bakal bikin hasil fotomu jauh lebih baik!\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/kamera-mirrorless-terbaik-dibawah-5-juta/","summary":"\u003cp\u003eMembeli kamera mirrorless dengan anggaran terbatas memang bisa jadi tantangan, apalagi kalau kamu baru memulai hobi fotografi atau sedang mencari kamera yang ringan dan praktis buat travelling.\nWaktu pertama kali saya nyari kamera di bawah 5 juta, rasanya sedikit frustasi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eHarga mirrorless bisa mahal, apalagi untuk merek-merek besar seperti Sony atau Fujifilm.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTapi, setelah browsing di berbagai forum fotografi dan tanya-tanya teman, ternyata ada beberapa pilihan yang gak kalah oke untuk harganya.\u003c/p\u003e","title":"Kamera Mirrorless Terbaik dibawah 5 Juta"},{"content":"JagoFoto.com - Apakah Anda ingin memiliki foto profil WhatsApp yang menarik dan mencerminkan kepribadian Anda?\nFoto profil WhatsApp adalah cara yang bagus untuk memberikan kesan pertama yang baik kepada kontak Anda.\nDalam artikel ini, kami akan memberikan tips tentang cara mengganti foto profil WhatsApp, memilih foto diri yang menarik, dan mengungkapkan manfaat dari penggunaan foto profil yang tepat.\nFoto Diri WhatsApp yang Memikat Ketika memilih foto diri untuk digunakan sebagai foto profil WhatsApp, pilih foto yang memperlihatkan kepribadian Anda dengan baik.\nPilihlah foto yang menggambarkan kebahagiaan, kepercayaan diri, atau kegiatan yang Anda sukai.\nPastikan foto tersebut berkualitas baik, tajam, dan jelas agar dapat dikenali dengan mudah oleh kontak Anda.\nFoto profil wa kosong itu\u0026hellip; Coba deh bayangkan kamu punya usaha yang ingin kamu kembangkan, terus kamu pasang foto profil wa kosong di sana.\nTentu itu tidak bagus untuk personal brand kamu.\nOrang tentu ingin tahu dengan siapa dia ingin berinteraksi. Maka sebaiknya kamu mengganti foto profil whatsapp dengan benar.\nCara Mengganti Foto Profil WhatsApp Mengganti foto profil WhatsApp sangatlah mudah. Berikut adalah langkah-langkahnya:\nBuka aplikasi WhatsApp di ponsel Anda. Masuk ke tab \u0026ldquo;Pengaturan\u0026rdquo; atau \u0026ldquo;Profil\u0026rdquo;. Pilih opsi \u0026ldquo;Edit Foto Profil\u0026rdquo; atau \u0026ldquo;Ganti Foto Profil\u0026rdquo;. Pilih foto dari galeri atau ambil foto baru. Sesuaikan foto dengan area yang diinginkan. Simpan perubahan dan foto profil baru Anda akan muncul. Tips Memilih Foto Profil WhatsApp yang Menarik Gunakan foto yang memiliki cahaya yang baik. Hindari foto yang terlalu gelap atau terlalu terang. Pilih pose dan ekspresi wajah yang menarik. Perlihatkan senyuman atau ekspresi yang sesuai dengan kepribadian Anda. Perhatikan latar belakang foto. Pastikan latar belakang tidak mengalihkan perhatian dari diri Anda. Sesuaikan foto dengan format persegi. WhatsApp secara otomatis memotong foto menjadi format persegi untuk digunakan sebagai foto profil. Eksperimen dengan filter atau pengeditan foto ringan untuk meningkatkan tampilan foto. Manfaat Menggunakan Foto Profil WhatsApp Identitas yang jelas: Dengan menggunakan foto profil, kontak Anda dapat mengidentifikasi Anda dengan mudah, terutama jika mereka belum memiliki nomor telepon Anda tersimpan. Kesan positif: Foto profil yang menarik dan tepat dapat memberikan kesan positif kepada orang lain, mencerminkan kepribadian Anda, dan membuat Anda lebih mudah diingat. Personalisasi komunikasi: Dengan menggunakan foto profil, percakapan WhatsApp menjadi lebih personal dan hangat, mengingatkan orang lain tentang Anda sebagai individu unik. Meningkatkan kepercayaan: Dengan menampilkan foto diri yang asli dan terbaru, Anda dapat membangun kepercayaan dengan kontak WhatsApp Anda, terutama dalam konteks bisnis atau profesional. Contoh Foto profil wa keren foto profil wa keren berwajah bule menghadap ke samping sambil mengenakan headset blueetooth\nfoto profil wa pria latar belakang putih\nfoto profil wa perempuan sambil selfie\nfoto profil wa couple bersama pacar\nfoto profil wa keren perempuan dengan pose aesthetic\nDengan mengikuti tips ini dan memilih foto profil WhatsApp yang tepat, Anda dapat menciptakan kesan yang menarik dan meningkatkan komunikasi dengan kontak Anda.\nJangan ragu untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan kepribadian Anda melalui foto profil WhatsApp yang menarik.\nDemikianlah informasi seputar foto profil WhatsApp, tips memilih foto profil yang menarik, dan manfaat menggunakan foto profil yang tepat.\nSelamat mengganti foto profil WhatsApp Anda dan menunjukkan diri Anda dengan bangga!\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/foto-profil-wa/","summary":"\u003cp\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e - Apakah Anda ingin memiliki foto profil WhatsApp yang menarik dan mencerminkan kepribadian Anda?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eFoto profil WhatsApp adalah cara yang bagus untuk memberikan kesan pertama yang baik kepada kontak Anda.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam artikel ini, kami akan memberikan tips tentang cara mengganti foto profil WhatsApp, memilih foto diri yang menarik, dan mengungkapkan manfaat dari penggunaan foto profil yang tepat.\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"foto-diri-whatsapp-yang-memikat\"\u003eFoto Diri WhatsApp yang Memikat\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"foto profil wa\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/foto-profil-wa-keren.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKetika memilih foto diri untuk digunakan sebagai foto profil WhatsApp, pilih foto yang memperlihatkan kepribadian Anda dengan baik.\u003c/p\u003e","title":"Foto Profil Wa: Kumpulan Tips, Trik dan Referensi"},{"content":"JagoFoto - Apakah Anda penasaran dengan arti sebenarnya dari foto close up?\nDalam dunia fotografi, foto close up adalah teknik yang memungkinkan kita untuk menangkap detail-detail menarik dari suatu objek dengan jarak yang sangat dekat.\nDalam artikel ini, kita akan menjelajahi makna dan keindahan di balik foto close up serta bagaimana teknik ini dapat menciptakan hasil yang memukau.\nFoto close up artinya Foto close up adalah tentang memfokuskan perhatian pada objek utama dan mengambil gambar dengan detail yang luar biasa.\nDalam foto close up, objek yang dipotret diambil dari jarak sangat dekat, sehingga memungkinkan kita untuk melihat setiap rincian dengan jelas.\nDalam hal ini, foto close up memungkinkan kita untuk mengeksplorasi keindahan yang tersembunyi dan memperhatikan hal-hal kecil yang mungkin terlewatkan dalam pandangan sehari-hari.\nTeknik foto close up Teknik foto close up sangat berguna dalam banyak genre fotografi.\nDalam potret, foto close up memungkinkan kita untuk menyoroti ekspresi wajah dan menangkap emosi dengan lebih intens.\nKita dapat melihat setiap kerutan, mata yang berbinar, atau senyuman yang tulus dengan kejelasan yang luar biasa.\nDalam fotografi alam, foto close up memungkinkan kita untuk memperhatikan keindahan detail tumbuhan, tekstur kulit binatang, atau tetesan embun di daun dengan kejernihan yang menakjubkan.\nUntuk menciptakan foto close up yang menarik, dibutuhkan peralatan yang tepat.\nKamera dengan kemampuan makro atau lensa dengan focal length yang lebih panjang akan memungkinkan kita untuk mendapatkan detail yang tajam dan dekat.\nPencahayaan yang baik juga sangat penting dalam foto close up untuk menyoroti detail dengan sempurna dan menciptakan efek dramatis.\nNamun, teknik dan peralatan saja tidak cukup.\nFotografi close up juga membutuhkan kesabaran, kejelian, dan kreativitas.\nMemilih sudut yang tepat, mengatur komposisi yang menarik, dan fokus yang akurat adalah beberapa faktor yang perlu diperhatikan.\nSelain itu, eksperimen dengan kedalaman bidang, bokeh, dan pencahayaan dapat memberikan dimensi baru pada foto close up Anda.\nDalam era digital saat ini, foto close up semakin populer dan mudah diakses oleh banyak orang.\nHampir setiap orang memiliki kamera di dalam genggaman mereka melalui smartphone.\nIni memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menggali potensi foto close up.\nDengan mengikuti tips dan trik yang ada, serta melatih mata dan keterampilan fotografi, Anda dapat menghasilkan foto close up yang menakjubkan.\nContoh foto close up Kesimpulan Dalam kesimpulannya, foto close up adalah teknik fotografi yang memungkinkan kita untuk menjelajahi keindahan dalam detail.\nDengan memperhatikan objek secara mendalam, kita dapat menangkap esensi, ekspresi, dan keindahan yang tersembunyi.\nDalam dunia yang penuh dengan kesibukan, foto close up mengajak kita untuk melambat, mengamati, dan menghargai keindahan yang sering terlewatkan.\nJadi, ambil kamera Anda, pilih objek yang menarik, dan mulailah mengeksplorasi keajaiban foto close up.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/apa-itu-foto-close-up/","summary":"\u003cp\u003eJagoFoto - Apakah Anda penasaran dengan arti sebenarnya dari foto close up?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam dunia fotografi, foto close up adalah teknik yang memungkinkan kita untuk menangkap detail-detail menarik dari suatu objek dengan jarak yang sangat dekat.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam artikel ini, kita akan menjelajahi makna dan keindahan di balik foto close up serta bagaimana teknik ini dapat menciptakan hasil yang memukau.\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"foto-close-up-artinya\"\u003eFoto close up artinya\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"foto close up wajah\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/foto-close-up-wajah.webp\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eFoto close up adalah tentang memfokuskan perhatian pada objek utama dan mengambil gambar dengan detail yang luar biasa.\u003c/p\u003e","title":"Apa Itu Foto Close Up: Menggali Kecantikan Melalui Lensa yang Dekat"},{"content":"Pengenalan istilah rule of third Dalam dunia fotografi dan videografi, ada prinsip komposisi yang penting untuk menciptakan gambar atau video yang menarik dan estetis.\nSalah satu prinsip yang umum digunakan adalah \u0026ldquo;Rule of Third\u0026rdquo; atau aturan ketiga. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian, penerapan, dan pentingnya Rule of Third dalam fotografi dan videografi.\nPengertian Rule of Third Rule of Third adalah aturan komposisi yang membagi bingkai gambar atau layar video menjadi sembilan bagian dengan menggunakan dua garis horizontal dan dua garis vertikal yang membentuk kotak-kotak kecil. Titik temu garis pada persimpangan kotak-kotak tersebut merupakan area fokus yang ideal untuk meletakkan subjek utama atau elemen penting dalam komposisi. Penerapan Rule of Third dalam Fotografi dan Videografi Dalam fotografi, Rule of Third digunakan untuk menempatkan subjek utama di salah satu persimpangan garis atau mengarahkan garis-garis penting sejajar dengan garis pembagi untuk menciptakan keseimbangan visual. Dalam videografi, Rule of Third digunakan untuk menempatkan elemen penting dalam bingkai video, mengarahkan gerakan kamera, atau membangun komposisi yang seimbang secara visual. Pentingnya Penggunaan Rule of Third Rule of Third membantu menciptakan komposisi yang menarik dan seimbang secara visual, menghindari kesan gambar atau video yang terlalu terpusat atau monoton. Menggunakan Rule of Third membantu memandu mata penonton untuk menjelajahi seluruh bingkai gambar atau layar video dengan lebih dinamis. Penggunaan Rule of Third juga dapat memperkuat kesan ruang dan kedalaman dalam gambar atau video. Contoh foto rule of third Dalam artikel ini, kita sudah membahas pengertian, penerapan, contoh, dan pentingnya Rule of Third dalam fotografi dan videografi.\nMemahami konsep dan menguasai penggunaan Rule of Third akan membantu Anda menciptakan komposisi visual yang menarik, seimbang, dan memikat dalam foto dan video Anda.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/rule-of-third-adalah/","summary":"\u003ch2 id=\"pengenalan-istilah-rule-of-third\"\u003ePengenalan istilah rule of third\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eDalam dunia fotografi dan videografi, ada prinsip komposisi yang penting untuk menciptakan gambar atau video yang menarik dan estetis.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSalah satu prinsip yang umum digunakan adalah \u0026ldquo;Rule of Third\u0026rdquo; atau aturan ketiga. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian, penerapan, dan pentingnya Rule of Third dalam fotografi dan videografi.\u003c/p\u003e\n\u003ch3 id=\"pengertian-rule-of-third\"\u003ePengertian Rule of Third\u003c/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e\u003cstrong\u003eRule of Third adalah\u003c/strong\u003e aturan komposisi yang membagi bingkai gambar atau layar video menjadi sembilan bagian dengan menggunakan dua garis horizontal dan dua garis vertikal yang membentuk kotak-kotak kecil.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eTitik temu garis pada persimpangan kotak-kotak tersebut merupakan area fokus yang ideal untuk meletakkan subjek utama atau elemen penting dalam komposisi.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"titik temu komposisi foto rule of third\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/foto-potrait-cowok-hitam-putih.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e","title":"Rule of Third: Pengertian, Penerapan, dan Pentingnya dalam Fotografi dan Videografi"},{"content":"JagoFoto - Shutterstock adalah platform terkemuka dalam industri stok foto yang menyediakan berbagai jenis konten visual kepada pengguna di seluruh dunia.\nSalah satu kategori yang ditawarkan oleh Shutterstock adalah \u0026ldquo;Foto Editorial\u0026rdquo;.\nDalam artikel ini, kita akan membahas secara singkat perbedaan antara foto editorial dan foto komersial di Shutterstock, serta deskripsi tentang foto editorial dan perbedaannya dengan ilustrasi di platform ini.\nDaftar Isi Perbedaan antara Foto Editorial dan Foto Komersial di Shutterstock Perbedaan antara Editorial dan Ilustrasi di Shutterstock Deskripsi Foto Editorial Shutterstock Bagaimana cara mengisi deskripsi foto editorial untuk shutterstock Contoh deskripsi foto editorial shutterstock Kelebihan mengupload foto editorial shutterstock Akhir kata Perbedaan antara Foto Editorial dan Foto Komersial di Shutterstock Foto Komersial: Foto komersial di Shutterstock digunakan untuk tujuan pemasaran, iklan, atau promosi produk, layanan, dan merek. Mereka biasanya memerlukan model release dan property release jika ada orang atau properti yang dikenali dalam foto.\nFoto Editorial: Foto editorial di Shutterstock digunakan untuk keperluan berita, editorial, dan dokumentasi. Mereka tidak memerlukan model release atau property release karena fokusnya adalah pada keaslian momen dan kejadian yang terjadi di dunia nyata.\nPerbedaan antara Editorial dan Ilustrasi di Shutterstock Editorial: Foto editorial menampilkan peristiwa, tokoh, atau isu-isu aktual dengan pendekatan dokumenter yang memaparkan kejadian sebagaimana adanya. Ilustrasi: Ilustrasi di Shutterstock adalah gambar-gambar yang dibuat secara artistik dan kreatif untuk mewakili konsep, ide, atau cerita yang tidak dapat difoto secara langsung. Deskripsi Foto Editorial Shutterstock Foto editorial Shutterstock adalah kumpulan gambar yang menyoroti peristiwa, berita terkini, tokoh publik, dan isu-isu penting di dunia saat ini. Foto editorial Shutterstock memberikan gambaran yang objektif dan faktual tentang berbagai topik seperti politik, budaya, olahraga, lingkungan, dan banyak lagi. Foto editorial Shutterstock digunakan oleh media, penerbit, dan individu yang ingin mengilustrasikan berita dan konten editorial mereka dengan gambar yang relevan dan berkualitas. Bagaimana cara mengisi deskripsi foto editorial untuk shutterstock Untuk mengisi deskripsi foto editorial lakukan dengan cara ini.\nFormat penulisan caption untuk foto editorial bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu :\nTempat - tanggal foto + penjelasan Penjelasan + tempat - tanggal foto Untuk tanggal foto tulis dengan format seperti ini :\nBisa dengan tanggal (ddmmyyyy) Bisa bulan dan tahun saja (mmyyyy) Contoh deskripsi foto editorial shutterstock Anda mendapatkan foto orang yang sementara menyapu jalan\nJadi, rangkai kalimat tentang itu dan ditambahkan dengan tanggal+bulan+tahun.\nJadi, judul foto bisa dibuat seperti ini :\nPemandangan Kota Makassar di Pantai Losari saat event pertemuaan bangsa bangsa. Makassar, Indonesia - Juli 2020. Makassar, Indonesia - 23 May 2023, Presiden Barrack Obama sedang melakukan kunjungan di pasar Pabaeng-baeng Makassar. Pastikan anda menulis deskripsi dalam bahasa Inggris.\nKelebihan mengupload foto editorial shutterstock Foto editorial cukup gampang untuk didapatkan. Asalkan foto anda memuat berita maka anda bisa upload foto tersebut ke shutterstock.\nAnda tidak perlu pusing untuk meminta model release jika ada orang di dalam foto editorial.\nAnda hanya perlu fokus pada berita apa yang ingin disampaikan dan tunggu sampai foto anda terjual.\nJika kebetulan suatu hari merupakan hari dimana banyak yang mencari foto tentang deskripsi yang anda tulis pada foto editorial dan hanya anda yang memiliki fotonya maka peluang terbelinya foto anda akan menjadi sangat tinggi dengan nilai jual foto yang biasanya.\nAkhir kata Dalam artikel ini, kami telah membahas perbedaan antara foto editorial dan foto komersial di Shutterstock, serta memberikan deskripsi tentang foto editorial dan perbedaannya dengan ilustrasi di platform ini.\nMemahami perbedaan ini akan membantu Anda dalam memilih dan menggunakan foto yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda di Shutterstock.\nDaftar Shutterstock sekarang dan hasilkan uang sendiri dengan menjual foto-foto dari hasil jepretan sendiri.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/perbedaan-editorial-dan-commercial-shutterstock/","summary":"\u003cp\u003eJagoFoto - \u003ca href=\"http://jagofoto.com/cara-daftar-shutterstock-di-android/\"\u003eShutterstock adalah\u003c/a\u003e platform terkemuka dalam industri stok foto yang menyediakan berbagai jenis konten visual kepada pengguna di seluruh dunia.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSalah satu kategori yang ditawarkan oleh Shutterstock adalah \u0026ldquo;Foto Editorial\u0026rdquo;.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam artikel ini, kita akan membahas secara singkat perbedaan antara foto editorial dan foto komersial di Shutterstock, serta deskripsi tentang foto editorial dan perbedaannya dengan ilustrasi di platform ini.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"perbedaan editorial dan commercial shutterstock\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/perbedaan-editorial-dan-commercial-shutterstock.webp\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cdiv\u003e\n  \u003ch2\u003eDaftar Isi\u003c/h2\u003e\n  \u003cnav id=\"TableOfContents\"\u003e\n  \u003cul\u003e\n    \u003cli\u003e\u003ca href=\"#perbedaan-antara-foto-editorial-dan-foto-komersial-di-shutterstock\"\u003ePerbedaan antara Foto Editorial dan Foto Komersial di Shutterstock\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n    \u003cli\u003e\u003ca href=\"#perbedaan-antara-editorial-dan-ilustrasi-di-shutterstock\"\u003ePerbedaan antara Editorial dan Ilustrasi di Shutterstock\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n    \u003cli\u003e\u003ca href=\"#deskripsi-foto-editorial-shutterstock\"\u003eDeskripsi Foto Editorial Shutterstock\u003c/a\u003e\n      \u003cul\u003e\n        \u003cli\u003e\u003ca href=\"#bagaimana-cara-mengisi-deskripsi-foto-editorial-untuk-shutterstock\"\u003eBagaimana cara mengisi deskripsi foto editorial untuk shutterstock\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n        \u003cli\u003e\u003ca href=\"#contoh-deskripsi-foto-editorial-shutterstock\"\u003eContoh deskripsi foto editorial shutterstock\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n      \u003c/ul\u003e\n    \u003c/li\u003e\n    \u003cli\u003e\u003ca href=\"#kelebihan-mengupload-foto-editorial-shutterstock\"\u003eKelebihan mengupload foto editorial shutterstock\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n    \u003cli\u003e\u003ca href=\"#akhir-kata\"\u003eAkhir kata\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n  \u003c/ul\u003e\n\u003c/nav\u003e\n\u003c/div\u003e\n\n\u003ch2 id=\"perbedaan-antara-foto-editorial-dan-foto-komersial-di-shutterstock\"\u003ePerbedaan antara Foto Editorial dan Foto Komersial di Shutterstock\u003c/h2\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003e\u003cstrong\u003eFoto Komersial\u003c/strong\u003e: Foto komersial di Shutterstock digunakan untuk tujuan pemasaran, iklan, atau promosi produk, layanan, dan merek.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eMereka biasanya memerlukan model release dan property release jika ada orang atau properti yang dikenali dalam foto.\u003c/p\u003e","title":"Perbedaan Editorial dan Commercial Shutterstock"},{"content":"JagoFoto.com - Shutterstock adalah salah satu platform terkemuka untuk menjual dan membeli konten visual, seperti foto, video, dan vektor.\nJika Anda seorang fotografer, videografer, atau desainer grafis yang ingin memonetisasi karya Anda, menjadi kontributor Shutterstock adalah pilihan yang bagus.\nArtikel ini akan memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara mendaftar Shutterstock di perangkat Android Anda.\n1. Buka Aplikasi Shutterstock Buka Google Play Store di perangkat Android Anda. Cari aplikasi Shutterstock dan instal di perangkat Anda. Setelah berhasil diinstal, buka aplikasi tersebut. 2. Buat Akun Setelah membuka aplikasi Shutterstock, Anda akan disambut dengan tampilan beranda. Klik tombol \u0026ldquo;Daftar atau Sign Up\u0026rdquo; untuk membuat akun baru. Isi formulir pendaftaran dengan informasi yang diminta, seperti nama, alamat email, dan kata sandi. Pastikan untuk memilih opsi \u0026ldquo;Kontributor\u0026rdquo; atau \u0026ldquo;Contributor\u0026rdquo; saat diminta. 3. Verifikasi Email Setelah menyelesaikan proses pendaftaran, Anda akan menerima email verifikasi dari Shutterstock. Buka email tersebut dan ikuti instruksi untuk memverifikasi akun Anda. 4. Lengkapi Profil Anda Setelah berhasil memverifikasi email, buka aplikasi Shutterstock di perangkat Android Anda. Masuk ke akun Anda dengan menggunakan alamat email dan kata sandi yang Anda daftarkan. Pilih opsi \u0026ldquo;Profil\u0026rdquo; atau \u0026ldquo;Profile\u0026rdquo; di menu utama. Isi informasi profil Anda, seperti nama lengkap, alamat, dan informasi pembayaran. Informasi pembayaran bisa dimasukkan lain waktu saja atau setelah anda mendapatkan minimal payout 35 dollar pada akun anda.\n5. Unggah Karya Anda Setelah profil Anda lengkap, Anda dapat mulai mengunggah karya Anda. Pilih opsi \u0026ldquo;Unggah\u0026rdquo; atau \u0026ldquo;Upload\u0026rdquo; di menu utama. Pilih jenis konten yang ingin Anda unggah, seperti foto, video, atau vektor. Ikuti petunjuk untuk mengunggah karya Anda, termasuk memberikan deskripsi, kategori, dan kata kunci yang relevan. 6. Tunggu Persetujuan Setelah mengunggah karya Anda, Shutterstock akan melakukan proses peninjauan untuk memastikan kualitas dan kepatuhan terhadap pedoman mereka. Tunggu hingga karya Anda disetujui sebelum dapat ditawarkan untuk dijual di platform. Waktu tunggu bisa dalam satu jam sampai 5 hari. Akun Shutterstock pemula\n7. Kelola dan Pantau Karya Anda Setelah karya Anda disetujui, Anda dapat menggunakan aplikasi Shutterstock di perangkat Android Anda untuk mengelola dan memantau kinerja karya Anda. Gunakan fitur seperti analitik, penjualan, dan pengelolaan portofolio untuk melacak penjualan dan mendapatkan wawasan tentang karya Anda. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat mendaftar sebagai kontributor di Shutterstock melalui perangkat Android Anda.\nPastikan untuk mengunggah karya berkualitas tinggi dan mengoptimalkan deskripsi serta kata kunci untuk meningkatkan peluang penjualan.\nSelamat berkontribusi dan semoga sukses dalam menjual karya Anda melalui Shutterstock!\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/cara-daftar-shutterstock-di-android/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Shutterstock adalah salah satu platform terkemuka untuk menjual dan membeli konten visual, seperti foto, video, dan vektor.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJika Anda seorang fotografer, videografer, atau desainer grafis yang ingin memonetisasi karya Anda, menjadi kontributor Shutterstock adalah pilihan yang bagus.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eArtikel ini akan memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara mendaftar Shutterstock di perangkat Android Anda.\u003c/p\u003e\n\u003ch3 id=\"1-buka-aplikasi-shutterstock\"\u003e1. Buka Aplikasi Shutterstock\u003c/h3\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eBuka Google Play Store di perangkat Android Anda.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eCari aplikasi \u003ca href=\"https://submit.shutterstock.com/?ref=196073556\"\u003eShutterstock\u003c/a\u003e dan instal di perangkat Anda.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eSetelah berhasil diinstal, buka aplikasi tersebut.\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"daftar shutterstock contributor\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/daftar-shutterstock-contributor.webp\"\u003e\u003c/p\u003e","title":"Cara Daftar Shutterstock di Android: Panduan Lengkap"},{"content":"JagoFoto.com - Kamera handphone telah menjadi alat fotografi yang populer dan praktis dalam kehidupan sehari-hari.\nDengan kemajuan teknologi, kamera handphone saat ini dilengkapi dengan berbagai fitur dan pengaturan yang dapat membantu menghasilkan foto yang lebih baik.\nJika Anda ingin mempelajari cara setting kamera handphone Anda agar menghasilkan foto yang lebih baik, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan:\nPahami Fitur Kamera Handphone Anda Setiap handphone memiliki antarmuka dan pengaturan kamera yang berbeda.\nMulailah dengan memahami fitur-fitur kamera yang ada pada handphone Anda.\nKenali pengaturan dasar seperti mode pemotretan, pengaturan flash, pengaturan fokus, dan pengaturan eksposur.\nDengan memahami fitur-fitur tersebut, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan kamera handphone Anda.\nGunakan Mode Pemotretan yang Tepat Kamera handphone umumnya dilengkapi dengan berbagai mode pemotretan seperti mode otomatis, HDR, potret, panorama, dan lain-lain.\nKetahui fungsionalitas masing-masing mode dan pilihlah mode yang sesuai dengan subjek atau situasi yang ingin Anda abadikan.\nMisalnya, mode potret cocok untuk mengambil foto manusia dengan efek bokeh, sementara mode panorama berguna untuk memotret pemandangan yang luas.\nPerhatikan Pencahayaan Pencahayaan adalah salah satu faktor penting dalam menghasilkan foto yang baik. Jika memungkinkan, pilihlah kondisi pencahayaan yang baik seperti cahaya alami atau pencahayaan yang cukup di dalam ruangan. Hindari mengambil foto dalam kondisi pencahayaan yang terlalu redup atau terlalu terang. Anda juga dapat menggunakan pengaturan eksposur pada kamera handphone untuk menyesuaikan pencahayaan sesuai kebutuhan.\nAtur Kebutuhan Fokus Fokus yang tepat dapat membuat foto terlihat lebih tajam dan jelas. Jika handphone Anda memiliki fitur fokus otomatis (AF), pastikan untuk mengatur fokus pada subjek utama Anda sebelum mengambil foto. Beberapa handphone juga memiliki fitur sentuh untuk mengatur fokus pada area yang diinginkan. Eksperimen dengan fokus pada subjek yang berbeda untuk menciptakan efek yang diinginkan.\nAktifkan Grid untuk Komposisi Komposisi yang baik dapat membuat foto lebih menarik dan seimbang secara visual. Aktifkan fitur grid pada kamera handphone Anda, yang biasanya berupa garis-garis yang membagi layar menjadi bagian-bagian yang sama. Gunakan garis-garis grid sebagai panduan untuk meletakkan subjek utama atau elemen penting pada posisi yang tepat, seperti pada titik persilangan atau pada garis-garis yang menarik.\nEksplorasi Pengaturan Lanjutan Selain pengaturan dasar, beberapa handphone juga memiliki pengaturan lanjutan yang dapat Anda eksplorasi. Misalnya, Anda dapat mencoba pengaturan white balance untuk menyesuaikan suhu warna dalam foto, pengaturan ISO untuk mengontrol kepekaan sensor kamera terhadap cahaya, atau pengaturan kontras dan kecerahan untuk mengoptimalkan tampilan foto Anda.\nManfaatkan Aplikasi Edit Foto Setelah Anda mengambil foto dengan kamera handphone, Anda dapat memanfaatkan aplikasi edit foto untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil foto Anda.\nTerdapat berbagai aplikasi edit foto yang tersedia, baik secara gratis maupun berbayar.\nPilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan gunakan fitur-fitur editing seperti cropping, penyesuaian warna, penajaman, dan lain-lain untuk meningkatkan kualitas foto Anda.\nPraktik dan Eksperimen Terakhir, praktiklah pengaturan dan teknik yang telah Anda pelajari dengan secara teratur.\nLuangkan waktu untuk mengambil foto-foto dalam berbagai kondisi pencahayaan dan situasi yang berbeda.\nDengan berlatih dan bereksperimen, Anda akan semakin memahami kamera handphone Anda dan dapat menghasilkan foto yang lebih baik dari waktu ke waktu.\nDengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat meningkatkan kualitas foto yang dihasilkan oleh kamera handphone Anda.\nIngatlah bahwa fotografi adalah tentang kreativitas dan eksplorasi, jadi jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan menemukan gaya fotografi Anda sendiri.\nSelamat mencoba!\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/cara-setting-kamera-handphone/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Kamera handphone telah menjadi alat fotografi yang populer dan praktis dalam kehidupan sehari-hari.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDengan kemajuan teknologi, kamera handphone saat ini dilengkapi dengan berbagai fitur dan pengaturan yang dapat membantu menghasilkan foto yang lebih baik.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJika Anda ingin mempelajari cara setting kamera handphone Anda agar \u003ca href=\"http://jagofoto.com/cara-berfoto-agar-hasilnya-bagus/\"\u003emenghasilkan foto yang lebih baik\u003c/a\u003e, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan:\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"pahami-fitur-kamera-handphone-anda\"\u003ePahami Fitur Kamera Handphone Anda\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eSetiap handphone memiliki antarmuka dan pengaturan kamera yang berbeda.\u003c/p\u003e","title":"Cara Setting Kamera Handphone: Tips untuk Menghasilkan Foto yang Lebih Baik"},{"content":"JagoFoto.com - Berfoto adalah cara yang indah untuk mengabadikan momen-momen berharga dalam hidup kita.\nNamun, terkadang kita ingin menghasilkan foto-foto yang lebih dari sekadar dokumentasi.\nKita ingin foto-foto tersebut terlihat bagus, menarik, dan mencerminkan keindahan subjek yang kita abadikan.\nJika Anda ingin tahu cara berfoto agar hasilnya bagus, berikut adalah beberapa tips dan teknik yang perlu Anda ketahui:\nPahami Kamera Anda Sebelum memulai berfoto, penting untuk memahami fungsi-fungsi dasar kamera Anda. Pelajari bagaimana mengatur fokus, mengatur eksposur, dan memilih mode yang sesuai dengan kondisi pencahayaan. Dengan memahami kamera Anda, Anda akan dapat mengoptimalkan penggunaan alat fotografi Anda.\nPerhatikan Pencahayaan Pencahayaan adalah salah satu faktor paling penting dalam menghasilkan foto yang bagus. Pahami bagaimana cahaya mempengaruhi hasil foto Anda. Pilih waktu yang tepat untuk berfoto, seperti golden hour (waktu matahari terbit atau terbenam) ketika cahaya lembut dan hangat. Jika Anda berada di dalam ruangan, manfaatkan pencahayaan alami sebanyak mungkin atau gunakan lampu tambahan untuk menciptakan pencahayaan yang baik.\nKomposisi yang Menarik Komposisi adalah cara Anda mengatur elemen-elemen dalam bingkai foto. Gunakan aturan-aturan komposisi seperti rule of thirds, leading lines, atau framing untuk menciptakan tampilan yang menarik dan seimbang. Eksperimen dengan sudut pengambilan gambar yang berbeda untuk menciptakan efek visual yang menarik.\nFokus yang Tepat Pastikan Anda mengatur fokus dengan baik pada subjek utama Anda. Fokus yang tepat akan membuat subjek terlihat jelas dan tajam. Anda dapat menggunakan fokus otomatis (AF) atau fokus manual (MF) tergantung pada situasi dan preferensi Anda.\nEksperimen dengan Perspektif Cobalah melihat subjek dari sudut yang tidak biasa atau tidak lazim. Jangan takut untuk berjongkok, membungkuk, atau mencari sudut pandang yang unik. Perspektif yang berbeda dapat menciptakan foto yang menarik dan tidak biasa.\nJaga Kestabilan dengan Tripod atau Teknik Stabilisasi Agar foto Anda tidak terlihat buram, jaga kestabilan kamera Anda. Gunakan tripod untuk memastikan ketajaman dan kestabilan foto, terutama dalam kondisi pencahayaan rendah atau saat menggunakan shutter speed lambat. Jika Anda tidak memiliki tripod, Anda bisa mencoba teknik stabilisasi seperti menempatkan kamera di permukaan yang stabil atau mengandalkan penopang alami seperti dinding atau pohon.\nEksperimen dengan Pengaturan Kamera Jangan ragu untuk menjelajahi pengaturan kamera Anda. Cobalah bermain dengan mode manual untuk mengontrol eksposur, ISO, shutter speed, dan aperture. Dengan memahami pengaturan-pengaturan ini, Anda dapat menghasilkan efek yang diinginkan dan menyesuaikan pengaturan kamera dengan kondisi pencahayaan yang berbeda.\nEdit dengan Bijak Setelah Anda mengambil foto-foto Anda, jangan takut untuk melakukan sedikit editing. Pengeditan dapat membantu meningkatkan tampilan foto Anda dan memberikan sentuhan kreatif. Gunakan aplikasi pengeditan foto yang sesuai dengan kebutuhan Anda, tetapi jangan berlebihan. Ingatlah untuk tetap mempertahankan keaslian foto dan jangan merubahnya secara berlebihan.\nPraktik yang Konsisten Seperti halnya keterampilan lainnya, fotografi juga membutuhkan latihan yang konsisten.\nTerus berlatih dan eksperimen dengan teknik-teknik yang baru Anda pelajari.\nSemakin Anda berfoto, semakin Anda akan memahami preferensi dan gaya pribadi Anda dalam fotografi.\nDengan mengikuti tips dan teknik di atas, Anda dapat meningkatkan kualitas foto-foto Anda dan menghasilkan hasil yang lebih baik secara konsisten.\nIngatlah bahwa fotografi adalah tentang bereksperimen dan mengekspresikan kreativitas Anda.\nSelamat berfoto!\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/cara-berfoto-agar-hasilnya-bagus/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Berfoto adalah cara yang indah untuk mengabadikan momen-momen berharga dalam hidup kita.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eNamun, terkadang kita ingin menghasilkan foto-foto yang lebih dari sekadar dokumentasi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKita ingin foto-foto tersebut terlihat bagus, menarik, dan mencerminkan keindahan subjek yang kita abadikan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJika Anda ingin tahu cara berfoto agar hasilnya bagus, berikut adalah beberapa tips dan teknik yang perlu Anda ketahui:\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"pahami-kamera-anda\"\u003ePahami Kamera Anda\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eSebelum memulai berfoto, penting untuk memahami fungsi-fungsi dasar kamera Anda. Pelajari bagaimana mengatur fokus, mengatur eksposur, dan memilih mode yang sesuai dengan kondisi pencahayaan. Dengan memahami kamera Anda, Anda akan dapat mengoptimalkan penggunaan alat fotografi Anda.\u003c/p\u003e","title":"Cara Berfoto Agar Hasilnya Bagus dan Aesthetic"},{"content":"Filter IG telah menjadi fenomena yang populer di platform media sosial Instagram.\nItu adalah alat yang digunakan untuk memberikan efek visual dan transformasi pada foto, memberikan tampilan yang unik dan menarik. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang filter IG, bagaimana mereka bekerja, dan cara Anda dapat menggunakannya untuk meningkatkan foto-foto Anda.\nApa itu Filter IG? Filter IG adalah preset atau pengaturan khusus yang dapat diterapkan pada foto Anda di Instagram.\nFilter ig bisa mengubah tampilan foto dengan penyesuaian warna, kontras, kecerahan, saturasi, dan elemen visual lainnya.\nFilter ini menciptakan nuansa tertentu, seperti tampilan vintage, warna pastel, atau efek film, yang memberikan sentuhan kreatif pada foto Anda.\nBagaimana Menggunakan Filter IG? Untuk menggunakan filter IG, Anda perlu mengunduh aplikasi pihak ketiga yang menyediakan filter dan preset khusus. Beberapa aplikasi populer yang dapat Anda gunakan adalah VSCO, Lightroom Mobile, atau aplikasi filter Instagram sendiri. Setelah mengunduh aplikasi, Anda dapat mengimpor foto Anda dan menerapkan filter yang diinginkan dengan satu sentuhan.\nMemilih Filter yang Sesuai Pilihan filter sangatlah luas, dan penting untuk memilih filter yang sesuai dengan gaya dan estetika yang Anda inginkan. Ada berbagai jenis filter, termasuk filter yang menghadirkan tampilan vintage, filter yang menonjolkan warna-warna cerah, atau filter yang memberikan kesan film. Eksperimen dengan berbagai filter dan temukan yang paling cocok dengan foto Anda dan gaya visual yang ingin Anda sampaikan.\nPenyesuaian Filter Banyak aplikasi filter juga menyediakan pengaturan lanjutan yang memungkinkan Anda menyesuaikan intensitas filter. Anda dapat mengubah kecerahan, kontras, saturasi, dan parameter lainnya untuk mendapatkan hasil yang sempurna sesuai dengan preferensi Anda. Dengan menyesuaikan pengaturan ini, Anda dapat menciptakan tampilan yang lebih personal dan unik.\nKonsistensi Visual Jika Anda ingin menciptakan tampilan yang konsisten pada feed Instagram Anda, penting untuk memilih beberapa filter yang cocok dan menggunakannya secara konsisten pada foto-foto Anda. Ini membantu menciptakan identitas visual yang kuat dan memperkuat merek pribadi Anda di platform.\nKreativitas dan Eksplorasi Penggunaan filter IG bukanlah aturan yang baku, tetapi lebih merupakan alat untuk mengekspresikan kreativitas Anda. Eksperimen dengan berbagai filter, mencampur dan mencocokkan, atau membuat filter kustom Anda sendiri untuk memberikan sentuhan pribadi pada foto-foto Anda. Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan melihat apa yang paling sesuai dengan gaya Anda.\nContoh filter ig terbaru Berikut adalah beberapa filter IG terbaru yang populer saat ini:\nFilter IG Neon Filter IG Vintage Glam Filter IG Dreamy Pastels Filter IG Cinematic Filter IG Moody Filter IG Summer Vibes Filter IG Glitter Glam Filter IG Earthy Tones Filter IG Minimalist Filter IG Soft \u0026amp; Airy Filter-filter ini memberikan tampilan yang segar dan menarik pada foto-foto Anda di Instagram. Anda dapat menemukan filter-filter ini dengan menjelajahi aplikasi IG atau menggunakan aplikasi pihak ketiga yang menyediakan filter-filter khusus untuk Instagram.\nPastikan untuk mencoba berbagai filter dan menyesuaikannya dengan foto Anda untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan preferensi dan gaya Anda. Filter IG terbaru seringkali mengikuti tren visual yang sedang populer, jadi pastikan Anda tetap up-to-date dengan tren dan filter terbaru yang muncul di Instagram.\nDalam menggunakan filter IG, penting untuk tetap memperhatikan kualitas foto asli dan menghindari mengandalkan sepenuhnya pada filter. Filter harus digunakan sebagai alat untuk meningkatkan foto Anda, bukan untuk menyembunyikan kekurangan. Tetaplah kreatif, bermain-mainlah dengan filter, dan temukan tampilan yang paling memadai dengan gaya dan preferensi Anda sendiri.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/filter-ig-terbaru/","summary":"\u003cp\u003eFilter IG telah menjadi fenomena yang populer di platform media sosial Instagram.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eItu adalah alat yang digunakan untuk memberikan efek visual dan transformasi \u003ca href=\"https://jagofoto.com/dimensi-pada-fotografi/\"\u003epada foto\u003c/a\u003e, memberikan tampilan yang unik dan menarik. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang filter IG, bagaimana mereka bekerja, dan cara Anda dapat menggunakannya untuk meningkatkan foto-foto Anda.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"filter ig terbaru\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/filter-ig-terbaru.webp\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"apa-itu-filter-ig\"\u003eApa itu Filter IG?\u003c/h2\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eFilter IG adalah preset atau pengaturan khusus yang dapat diterapkan pada foto Anda di Instagram.\u003c/p\u003e","title":"Filter IG Terbaru"},{"content":"JagoFoto - Apakah Anda pernah melihat video menarik di cerita Instagram (IG) seseorang dan ingin menyimpannya?\nAnda mungkin bertanya-tanya apakah ada cara untuk mengunduh video story IG agar dapat dinikmati kembali di kemudian hari. Artikel ini akan membahas tentang cara download video story IG dan memberikan tips berguna seputar hal ini.\nMari kita mulai!\nPengenalan tentang Video Story IG Instagram Story adalah fitur populer yang memungkinkan pengguna membagikan foto dan video singkat dalam waktu terbatas, biasanya hanya 24 jam.\nVideo story IG dapat berisi momen-momen berharga, kreativitas, atau konten menarik lainnya yang ingin Anda simpan untuk ditonton ulang.\nMengapa Mengunduh Video Story IG? Ada beberapa alasan mengapa Anda mungkin ingin mengunduh video story IG:\nMengabadikan momen: Video story IG sering kali berisi momen berharga yang ingin Anda simpan sebagai kenangan. Menyimpan konten inspiratif: Anda mungkin menemukan video yang sangat inspiratif dan ingin menyimpannya untuk tujuan referensi atau pembelajaran. Berbagi ulang dengan izin: Dalam beberapa kasus, Anda mungkin ingin berbagi kembali video story IG seseorang dengan izin dari pemiliknya, misalnya untuk tujuan promosi atau menghargai karya kreatif mereka. Cara Download Video Story IG Untuk mengunduh video story IG, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:\nGunakan aplikasi pihak ketiga: Ada beberapa aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan Anda mengunduh video story IG. Cari aplikasi terpercaya yang sesuai dengan perangkat Anda, unduh, dan ikuti petunjuk yang disediakan.\nSitus web pengunduh online: Terdapat juga situs web pengunduh online yang memungkinkan Anda mengunduh video story IG dengan memasukkan tautan (URL) video tersebut. Cari situs web yang dapat diandalkan, ikuti instruksi yang diberikan, dan unduh video sesuai kebutuhan Anda.\nEkstensi browser: Beberapa ekstensi browser juga dapat membantu Anda mengunduh video story IG langsung dari halaman web Instagram. Cari ekstensi yang sesuai dengan browser Anda, instal, dan ikuti petunjuk yang diberikan.\nTips Berguna untuk Download Video Story IG Berikut adalah beberapa tips berguna untuk mengunduh video story IG:\nPerhatikan hak cipta: Pastikan Anda hanya mengunduh dan menggunakan video story IG sesuai dengan aturan hak cipta. Jika ingin berbagi ulang, pastikan mendapatkan izin dari pemiliknya.\nGunakan aplikasi dan situs web yang terpercaya: Selalu pilih aplikasi dan situs web yang terpercaya untuk mengunduh video story IG. Perhatikan ulasan pengguna sebelum menginstal atau menggunakan layanan tersebut.\nPertimbangkan privasi: Selalu menghormati privasi pengguna lain dan tidak menggunakan video story IG mereka tanpa izin.\nDengan mengikuti panduan ini, Anda dapat mengunduh video story IG denga nmudah dan menjaga etika dalam penggunaan konten orang lain.\nJangan lupa, saat menggunakan video story IG dari orang lain, berikan penghargaan kepada pemiliknya dan beri tahu mereka jika Anda berniat untuk berbagi ulang.\nSelamat menikmati video-story IG yang Anda unduh!\nArtikel ini menyajikan panduan informatif tentang cara download video story IG.\nDengan mengikuti langkah-langkah yang tepat dan menjunjung etika penggunaan konten orang lain, Anda dapat menikmati kembali momen berharga dan konten inspiratif yang dibagikan di Instagram Story.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/download-video-story-ig/","summary":"\u003cp\u003eJagoFoto - Apakah Anda pernah melihat video menarik di cerita Instagram (IG) seseorang dan ingin menyimpannya?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAnda mungkin bertanya-tanya apakah ada cara untuk mengunduh video story IG agar dapat dinikmati kembali di kemudian hari. Artikel ini akan membahas tentang cara download video story IG dan memberikan tips berguna seputar hal ini.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMari kita mulai!\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"download video story ig\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/scroll-aesthetic-photo-instagram.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"pengenalan-tentang-video-story-ig\"\u003ePengenalan tentang Video Story IG\u003c/h2\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eInstagram Story adalah fitur populer yang memungkinkan pengguna membagikan foto dan video singkat dalam waktu terbatas, biasanya hanya 24 jam.\u003c/p\u003e","title":"Cara Mudah Download Video Story IG"},{"content":"Fotografi pernikahan adalah seni yang memungkinkan kita untuk mengabadikan momen-momen paling berharga dalam kehidupan seseorang.\nDengan teknik dan keahlian yang tepat, seorang fotografer pernikahan dapat menciptakan gambar-gambar yang tak terlupakan dari perayaan cinta ini.\nDalam artikel ini, kami akan menjelajahi pentingnya fotografi pernikahan.\nKeindahan Fotografi Pernikahan Fotografi pernikahan memiliki daya tarik dan pesona sendiri.\nMelalui lensa kamera, momen-momen emosional, senyuman, dan cinta yang terpancar dalam setiap pernikahan dapat diabadikan secara indah.\nFoto-foto pernikahan mengambil alih peran sebagai bukti visual tentang cinta dan kebahagiaan yang dirayakan oleh pasangan pengantin dan keluarga mereka.\nTugas utama fotografer akan bagaimana kreativitas fotografer untuk berkomunikasi dan menangkap moment tersebut.\nMenentukan Gaya / style Foto wedding Salah satu aspek penting dalam fotografi pernikahan adalah menentukan gaya yang sesuai dengan preferensi pasangan pengantin.\nBeberapa gaya yang populer termasuk tradisional, jurnalistik, editorial, atau campuran dari berbagai gaya tersebut.\nPenting untuk memahami preferensi pasangan pengantin dan menyesuaikan pendekatan fotografi agar sesuai dengan keinginan mereka.\nIni akan memudahkan anda ketika memilih pose pernikahan terbaik untuk klien anda.\nMenjaga Keaslian dan Kreativitas Keaslian maksudnya bagaimana cara fotografer menangkap moment terbaik saat memotret pada saat prewedding hingga pada event pernikahan berlangsung.\nFotografi pernikahan yang sukses tidak hanya menangkap momen-momen klasik seperti upacara dan pertukaran cincin, tetapi juga menangkap momen spontan dan emosional yang terjadi di sekitar pernikahan.\nFotografer pernikahan yang baik dapat menggabungkan keaslian dan kreativitas dalam setiap gambar yang mereka buat, menciptakan hasil akhir yang unik dan bermakna kepada setiap klien.\nSehingga setiap foto yang ditempel pada album pernikahan nantinya akan menjadi cerita terbaik bagi para pasangan pengantin.\nMempersiapkan Peralatan yang Tepat Seorang fotografer pernikahan yang profesional harus mempersiapkan peralatan fotografi yang tepat. Kamera dengan resolusi tinggi, lensa dengan rentang yang sesuai, dan peralatan pencahayaan yang memadai akan memastikan bahwa setiap momen berharga dapat diabadikan dengan kualitas terbaik.\nPeralatan cadangan juga penting untuk mengantisipasi kemungkinan kegagalan teknis.\nDengan memahami beberapa tips di atas maka fotografer pernikahan setidaknya bisa mempersiapkan diri untuk menciptakan foto terbaik saat melakukan dokumentasi wedding kepada klien nya.\nSemoga bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/fotografi-pernikahan/","summary":"\u003cp\u003eFotografi pernikahan adalah seni yang memungkinkan kita untuk mengabadikan\nmomen-momen paling berharga dalam kehidupan seseorang.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDengan teknik dan\nkeahlian yang tepat, seorang fotografer pernikahan dapat menciptakan\ngambar-gambar yang tak terlupakan dari perayaan cinta ini.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam artikel ini,\nkami akan menjelajahi pentingnya fotografi pernikahan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"momen bahagia fotografi pernikahan\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/fotografi-pernikahan.webp\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"keindahan-fotografi-pernikahan\"\u003eKeindahan Fotografi Pernikahan\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eFotografi pernikahan memiliki daya tarik\ndan pesona sendiri.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMelalui lensa kamera, momen-momen emosional, senyuman,\ndan cinta yang terpancar dalam setiap pernikahan dapat diabadikan secara\nindah.\u003c/p\u003e","title":"Mengabadikan Momen Bahagia: Fotografi Pernikahan yang Mempesona"},{"content":"Canon 750D dan 760D merupakan dua DSLR entry-level baru yang dirilis pada awal tahun 2015 oleh Canon. Kedua kamera dalam jajaran EOS, Canon 750D dan 760D, mampu menghasilkan gambar yang bagus dengan detail.\nKedua kamera duduk di bagian atas kisaran pemula. Namun, ada perbedaan tertentu antara kedua DSLR entry-level ini.\nKedua kamera menargetkan audiens yang berbeda, keduanya identik di sebagian besar fiturnya. Perbedaan yang jelas dari mereka, Canon 750D dan 760D, merupakan istilah yang mengacu pada Canon 750D dirancang untuk pemula sedangkan 760D dirancang untuk pengguna yang lebih berpengalaman.\nBagaimana cara memilih kamera digital? Apa saja fitur penting dari kamera digital?\nReview Canon 750D – Spesifikasi dan Fitur Sensor dan Kualitas Gambar Canon 750D memiliki sensor APS-C 24 megapiksel yang ditenagai oleh prosesor DIGIC 6. Ukuran prosesor, merupakan istilah yang mengacu pada 22,3 x 14,9 mm.\nResolusi maksimum yang dapat diambil adalah 6000 x 4000 piksel, yang memberikan detail gambar yang bagus dan ukuran cetak yang lebih besar. Rasio aspek yang didukung adalah 1:1, 4:3, 3:2, dan 16:9.\nRentang sensitivitas ISO kamera ini adalah 100 – 12800. Terdapat fitur untuk memperluas ISO hingga 25600, yang bisa digunakan untuk situasi cahaya sangat redup.\nGambar dapat disimpan dalam format RAW berkualitas tinggi, sehingga dapat diproses pasca sesuai dengan format yang dibutuhkan.\nSistem Fokus Otomatis Canon 750D juga menyertakan sistem AF fase 19 titik. Saat jendela bidik digunakan, sistem AF membuat gambar di dalamnya.\nKamera mampu memilih sendiri sistem AF dari 19 titik, atau dapat diatur secara manual menggunakan mode titik tunggal atau Zona AF. Zone AF memiliki 5 grup titik untuk dipilih dan satu titik memungkinkan kita memilih dari semua 19 titik satu per satu.\nDi Canon 750D, saat fitur live view digunakan, gambar ditampilkan di layar. Selain itu, Canon 750D memiliki sistem Hybrid CMOS AF III baru yang dilengkapi dengan deteksi wajah, Pelacakan AF, dan mode zona fleksibel).\nContinuous AF juga tersedia untuk video dan juga untuk pra-fokus pada gambar.\nLensa Canon 750D mendukung dudukan lensa Canon EF/EF-S. Ada sekitar 250 lensa yang mampu menopang dudukan ini.\nCanon 750D tidak mampu memberikan stabilisasi gambar, namun ada sekitar 83 lensa yang hadir dengan fitur ini. Selain itu, meskipun Canon 750D tidak dilengkapi dengan seal cuaca, ada 45 lensa yang dilengkapi dengan seal cuaca.\nFitur Pemotretan Canon 750D dapat memotret dengan kecepatan terus menerus 5 frame per detik. Tarif ini cukup baik untuk fotografi olahraga.\nLayar dan Jendela bidik Layar kamera ini adalah TFT Clear View II dengan ukuran tiga inci dan resolusi 1040 titik. Ini juga sensitif terhadap sentuhan.\nLayarnya mampu mendukung dan aspek rasio 3:2. Jendela bidik adalah jendela bidik optik yang menggunakan desain cermin penta.\nIni lebih murah daripada kamera desain prisma penta yang ditemukan di DSLR profesional. Namun, pengorbanannya adalah kualitas gambar.\nPrisma penta memberikan bidikan gambar yang lebih realistis daripada cermin penta. Dengan Canon 750D, 95% gambar yang akan ditangkap dapat dilihat melalui viewfinder.\nLayar dengan sambungan artikulasinya dapat dilihat dalam berbagai sudut. Selanjutnya, cahaya terang pada layar memang menyebabkan pantulan; oleh karena itu, gambar dapat dilihat.\nDalam live view, layar dapat digunakan untuk trip shutter serta mengatur titik AF. Layar vari-angle memungkinkan pengguna untuk melihat pengaturan tombol dari berbagai sudut.\nSetting dapat dilakukan dengan menggunakan tombol yang tersedia pada kamera atau dengan menggunakan layar sentuh.\nPenyimpanan dan Transfer File Terdapat satu slot penyimpanan yang dapat ditopang oleh kamera ini. Format kartu penyimpanan yang didukung adalah SD, SDHC, dan SDXC.\nCanon 750 hadir dengan Wi-Fi dan NFC, yang memungkinkan kamera terhubung dengan perangkat seperti smartphone. Ini juga memiliki fitur dengan penggunaan NFC untuk mentransfer gambar dari satu kamera ke kamera lain hanya dengan menyentuh logo NFC.\nMenghubungkan kamera dengan perangkat yang mendukung NFC sangatlah mudah. Menghubungkan ponsel non-NFC juga mudah karena kita hanya perlu memasukkan kata sandi satu kali.\nIni akan mengaktifkan fitur seperti rana, apertur, dan kontrol sensitivitas dari jarak jauh melalui telepon itu sendiri. Juga, ada lampu untuk menunjukkan kapan Wi-Fi aktif.\nFitur spesial Wi-Fi ditunjukkan melalui indikator di bagian atas kamera. Kamera ini juga mampu mendukung jack mic eksternal untuk mendukung perekaman audio berkualitas tinggi.\nItu juga mampu mendukung banyak lensa.\nDimensi dan Berat Kamera ini tidak sekokoh DSLR profesional lainnya. Namun, tahan lama dengan penggunaan fiberglass, polikarbonat, dan paduan aluminium pada bodinya.\nSelain itu, untuk cengkeraman yang kokoh, terdapat area bertekstur pada kamera. Kamera terasa aman dan nyaman di tangan.\nUlasan Canon 760D – Spesifikasi dan Fitur Sensor dan Kualitas Gambar Canon 760D terdiri dari sensor APS-C 24 megapiksel yang digerakkan oleh prosesor Digic 6. Peningkatan megapiksel, umumnya, memberikan lebih banyak detail, tetapi juga dapat meningkatkan tingkat kebisingan.\nNamun, Canon 760D melakukan pekerjaan yang baik di area ini karena masalah ini diselesaikan dalam versi ini. Nilai ISO berkisar antara 100-12800 dan dapat diperluas hingga 25600.\nKamera mampu mengatur sensitivitas dari 100-6400. Rentang ISO film, merupakan istilah yang mengacu pada 100-6400 dan dapat diperluas hingga 12800.\nSistem Fokus Otomatis Canon 760D juga memiliki sistem autofokus Hybrid CMOS AF III yang digunakan untuk kontras dan fase autofokus saat menggunakan opsi live-view pada kamera. Tampilan langsung dan mode video keduanya memiliki kemampuan fokus otomatis servo.\nFokus otomatis terus menerus digunakan untuk melakukan pra-fokus pada gambar dan juga dengan mode video. Ini juga mencakup sistem AF fase 19 titik.\nSaat jendela bidik digunakan, sistem AF dapat membuat gambar di dalamnya. Di kamera ini pun, sistem AF dapat dipilih oleh kamera itu sendiri dari 19 titik, atau dapat diatur secara manual menggunakan mode single point atau Zone AF.\nSelain itu, AF zona memiliki 5 grup titik untuk dipilih dan satu titik memungkinkan kita memilih dari semua 19 titik satu per satu.\nLensa Canon 760D mendukung dudukan lensa Canon EF/EF-S. Ada sekitar 250 lensa yang mampu menopang dudukan ini.\nCanon 760D tidak dapat memberikan stabilisasi gambar, tetapi ada sekitar 83 lensa yang disertakan dengan fitur ini. Seperti Canon 750D, Canon 760D juga tidak dilengkapi dengan seal cuaca, tetapi ada 45 lensa yang dilengkapi dengan seal cuaca.\nFitur Pemotretan Pemotretan beruntun dapat didukung hingga 5 frame per detik. Film dapat direkam dalam full HD pada 1920X1080.\nFilm dapat disimpan dalam mode codec MP4 dan H.264. Durasi perekaman dihitung pada 29 menit dan 59 detik dan, ketika batas waktu ini terlampaui atau terlampaui 4GB, file baru akan dibuat.\nCanon 760D juga memiliki layar LCD sekunder di atas kamera. Ini menunjukkan informasi yang berguna seperti tingkat paparan dan tingkat baterai.\nIni berguna karena mengkonsumsi lebih sedikit daya daripada layar utama.\nLayar dan Jendela bidik Layar 760D sangat responsif. Menu cepat dan utama dapat dikontrol dengan satu sentuhan.\nPinch zoom dapat digunakan untuk memeriksa ketajaman gambar. Jendela bidik memiliki sensor untuk mendeteksi saat kamera dekat dengan mata.\nSensor ini kemudian secara otomatis mematikan layar. Layar Canon 760D sangat jernih kecuali jika terkena kondisi sangat terang.\nLayar dapat digunakan dalam berbagai sudut untuk pemotretan kreatif. Fitur rana sentuh dapat digunakan untuk memfokuskan dan melepaskan rana dengan ketukan di layar.\nJendela bidik juga dilengkapi untuk menampilkan level elektronik.\nPenyimpanan dan Transfer File Hanya ada satu slot untuk penyimpanan di kamera ini. Seperti beberapa kamera kelas atas yang mampu menawarkan penyimpanan cadangan untuk ruang ekstra, kamera ini juga mampu mendukung kartu memori format SD, SDHC, SDXC.\nWi-Fi dan NFC dapat digunakan untuk menghubungkan kamera ke perangkat lain. Ini bisa dilakukan untuk mentransfer gambar dan juga mengontrol kamera dari jarak jauh dari smartphone.\nFitur spesial Kamera Canon 760D memiliki port mikrofon eksternal untuk rekaman audio yang lebih baik tetapi tidak memiliki port untuk headphone. Fitur khusus lain dari kamera ini adalah level elektronik, yang menunjukkan apakah cakrawala dimiringkan atau tidak.\nJuga, mode aktif Wi-Fi dapat dilihat di pelat LCD atas. Selain itu, kamera dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan smartphone melalui Wi-Fi.\nBanyak fitur kamera penting juga dapat dikontrol dari jarak jauh.\nDimensi dan Berat Canon 760D juga memiliki pegangan yang nyaman, dan dapat dengan mudah dibawa dalam jangka waktu lama, bahkan saat lensa terpasang. Tapi, untuk kamera SLR, Canon 760D tergolong kecil.\nApa perbedaan antara Canon 750D dan 760D? {{- .Inner -}}\nCanon 760D memiliki level elektronik, yang mampu menunjukkan apakah cakrawala datar atau tidak.\nLCD monokrom sekunder, merupakan istilah yang mengacu pada fitur lain yang ada di Canon 760D saat membandingkan kedua kamera. Ini menunjukkan banyak informasi berguna yang diperlukan untuk membuat gambar yang berkualitas.\nIni menggunakan lebih sedikit daya sehingga masa pakai baterai dapat diperpanjang saat diperlukan.\nOrientasi tombol dan dial berbeda di kedua kamera.\nCanon 760D mematikan layar utama dengan menggunakan sensor saat mata mendekati jendela bidik yang merupakan fitur keren.\nCanon 750D memiliki indikator Wi-Fi untuk menunjukkan penggunaan Wi-Fi sedangkan saat Wi-Fi aktif, Canon 760D menunjukkannya di pelat LCD atas.\nHarga Canon 760D lebih mahal dari Canon 750D.\nCanon 750D dirancang untuk pemula, sedangkan Canon 760 D untuk pengguna berpengalaman.\nCanon 750D \u0026amp; Canon 760D Pro dan Kontra Kedua kamera nyaman di tangan dan user-friendly juga. Pengaturan hanya dengan satu ketukan dan telah dirancang dengan cara yang mudah digunakan.\nKami juga dapat memperbesar gambar dan memeriksa ketajamannya. Layar vari-angle memungkinkan pemotretan kreatif dan kita juga dapat melihat layar dari berbagai sudut.\nFitur hebat lainnya, merupakan istilah yang mengacu pada mengatur titik AF dan perjalanan rana dari layar itu sendiri. Kelemahan dari Canon 750D adalah jendela bidik optik menampilkan gambar yang sama meskipun beberapa pengaturan telah diubah seperti eksposur.\nCanon 750D tidak dilengkapi dengan level elektronik untuk menentukan apakah cakrawala lurus atau tidak. Selain itu, jendela bidik hanya menampilkan 95% dari layar yang diambil yang dapat menambahkan latar belakang yang tidak diinginkan ke tepinya.\nCanon 760D memiliki LCD sekunder dan tombol kontrol cepat. Level Elektronik juga merupakan fitur yang hebat, jadi kita tahu bahwa cakrawala itu lurus.\nKontrol sentuh dengan kombinasi tombol memberikan kontrol yang bagus atas kamera. Kelemahan dari kamera ini adalah kecepatan pemotretan beruntun 5 bingkai per detik, dan cakupan 95% dapat berakhir dengan latar belakang yang tidak diinginkan.\nSebagai kesimpulan, ini adalah kamera yang bagus untuk fotografer yang tidak berpengalaman, kontrol sentuh yang dikombinasikan dengan tombol memberikan kontrol yang bagus. Kualitas gambarnya juga bagus terdiri dari detail dan warna yang menarik.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/kamera-canon-750d-760d/","summary":"\u003cp\u003eCanon 750D dan 760D merupakan dua DSLR entry-level baru yang dirilis pada awal tahun 2015 oleh Canon. Kedua\nkamera dalam jajaran EOS, Canon 750D dan 760D, mampu menghasilkan gambar yang bagus dengan detail.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKedua kamera duduk di bagian atas kisaran \u003ca href=\"https://jagofoto.com/belajar-fotografi\"\u003epemula\u003c/a\u003e. Namun, ada perbedaan tertentu antara kedua DSLR entry-level ini.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKedua kamera menargetkan audiens yang berbeda, keduanya identik di sebagian besar fiturnya. Perbedaan yang jelas\ndari mereka, Canon 750D dan 760D, merupakan istilah yang mengacu pada Canon 750D dirancang untuk pemula\nsedangkan 760D dirancang untuk pengguna yang lebih berpengalaman.\u003c/p\u003e","title":"Review dan Rekomendasi Kamera Canon 750d 760d"},{"content":"JagoFoto.com - Saat ini, seringkali kita diminta untuk menyerahkan pas foto dengan spesifikasi yang tepat, termasuk ukuran dan latar belakang yang ditentukan.\nDalam artikel ini, kita akan membahas tentang kode warna latar belakang pas foto dan pentingnya memahami persyaratan yang berlaku.\nDari kode latar biru pas foto hingga kode latar warna merah pas foto, mari kita jelajahi detailnya untuk memastikan pas foto kita memenuhi persyaratan yang diberlakukan.\nKode Warna Latar Belakang Pas Foto Kode Latar Biru Pas Foto: Untuk latar belakang biru, penggunaan kode warna #0090ff adalah salah satu pilihan yang umum digunakan. Kode warna ini mewakili nuansa biru cerah yang sering digunakan sebagai latar belakang dalam pas foto. Kode Latar Warna Merah Pas Foto: Untuk latar belakang merah, kode warna #db1514 dapat digunakan. Kode warna ini mewakili nuansa merah yang kaya dan menonjol yang sering digunakan sebagai latar belakang dalam pas foto. Hex Warna Merah dan Biru Pas Foto Hex Warna Merah Pas Foto: Dalam format hex, warna merah pas foto dapat dinyatakan sebagai #db1514. Ini adalah kode yang sering digunakan untuk menciptakan latar belakang merah dalam pas foto. Hex Warna Biru Pas Foto: Dalam format hex, warna biru pas foto dapat dinyatakan sebagai #0090ff. Ini adalah kode yang sering digunakan untuk menciptakan latar belakang biru dalam pas foto. Kode Warna Khusus untuk Profesi Tertentu Kode Warna Kung Pas Foto Polisi: Dalam beberapa kasus, seperti pas foto polisi, ada kode warna khusus yang ditetapkan untuk latar belakang. Namun, kode warna ini dapat bervariasi tergantung pada kebijakan dan persyaratan dari lembaga yang bersangkutan. Disarankan untuk menghubungi otoritas yang berwenang untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kode warna khusus ini. Kode Warna Latar Belakang Foto secara Umum Kode warna latar belakang foto tidak terbatas pada biru dan merah saja. Terdapat berbagai pilihan warna yang dapat digunakan sesuai kebutuhan, seperti putih, abu-abu, hijau, dan sebagainya. Namun, penting untuk memastikan bahwa warna latar belakang yang dipilih sesuai dengan persyaratan yang diminta.\nMengetahui dan memahami kode warna latar belakang pas foto merupakan langkah penting dalam memenuhi persyaratan yang diberlakukan.\nPastikan untuk selalu memeriksa persyaratan yang diberikan oleh lembaga atau instansi terkait sebelum mengedit pas foto Anda. Menggunakan kode warna yang tepat akan membantu Anda memastikan bahwa pas foto Anda memenuhi standar yang diharapkan.\nDemikianlah informasi mengenai kode warna pas foto dan latar belakang yang relevan.\nDengan memahami dan mematuhi persyaratan ini, Anda dapat memastikan pas foto Anda memenuhi standar yang diperlukan.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/kode-warna-pas-foto-merah-biru/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Saat ini, seringkali kita diminta untuk menyerahkan pas foto dengan spesifikasi yang tepat, termasuk ukuran dan latar belakang yang ditentukan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam artikel ini, kita akan membahas tentang kode warna latar belakang pas foto dan pentingnya memahami persyaratan yang berlaku.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDari kode latar biru pas foto hingga kode latar warna merah pas foto, mari kita jelajahi detailnya untuk memastikan pas foto kita memenuhi persyaratan yang diberlakukan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"kode warna pas foto biru dan merah\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/kode-warna-pas-foto-merah-biru-kuning-abu-abu-hitam-putih.webp\"\u003e\u003c/p\u003e","title":"Memahami Kode Warna Latar Belakang Pas Foto (Biru dan Merah)"},{"content":"JagoFoto.com - Setiap fotografer pasti ingin mempunyai foto yang bagus. Untuk mendapatkan hal tersebut tidak mudah, kita harus berlatih dan berlatih. Salah satunya dengan menambah referensi bacaaan dan referensi foto-foto menarik, anda bisa meningkatkan kualitas foto anda.\nPernahkah anda mendengar orang mengatakan,\n\u0026ldquo;apa yang kamu lihat itu mempengaruhi style foto kamu\u0026rdquo;\nSaya menangkap kalimat tersebut merasa bahwa referensi foto-foto yang kita lihat akan menambah kemampuan kita dalam melihat suatu objek. Contoh paling mudah adalah dengan memperhatikan foto-foto menarik di instagram dengan berbagai hastag.\nTangkap dalam-dalam bagaimana foto tersebut disajikan lalu simpan dalam ingatan. Suatu hari anda akan melakukan shot yang sama pada tempat yang sama. Dan review apakah hasilnya bisa sebaik yang anda pernah lihat tersebut.\nJika anda senang dengan foto-foto landscape atau pemandangan, carilah hastag foto-foto landscape menarik semisal #siksakamera #landscapephotomags #telkomselmerahputih dan lain-lain. Dengan memfollow hastag tersebut anda akan terbiasa untuk melihat foto-foto yang menarik.\nBisa juga dengan membeli majalah fotografi, atau dengan berkunjung ke pameran-pameran foto.\nHal semacam ini bukan hanya karangan orang biasa, sebab beberapa orang telah membuktikannya. Secara psikologis ternyata mampu membentuk karakter si fotografer. Memperbaiki referensi foto-foto akan membuat karya foto anda semakin baik.\nSemakin banyak foto referensi yang anda lihat, maka semakin tertanam dalam otak anda tentang bagaimana semestinya foto dibuat. Bukan sekedar menekan shutter speed saja.\nNah, apakah anda mempraktekkan hal yang sama dengan ini? Jika anda belum mempraktekkan hal ini, coba beri tahu saya bagaimana cara anda mengembangkan teknik berfotografi anda.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/mengembangkan-skill-fotografi/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Setiap fotografer pasti ingin mempunyai foto yang bagus. Untuk\nmendapatkan hal tersebut tidak mudah, kita harus berlatih dan berlatih. Salah\nsatunya dengan menambah referensi bacaaan dan referensi foto-foto menarik, anda\nbisa meningkatkan kualitas foto anda.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePernahkah anda mendengar orang mengatakan,\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003e\u0026ldquo;apa yang kamu lihat itu mempengaruhi style foto kamu\u0026rdquo;\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eSaya menangkap kalimat tersebut merasa bahwa referensi foto-foto yang kita\nlihat akan menambah kemampuan kita dalam melihat suatu objek. Contoh paling\nmudah adalah dengan memperhatikan foto-foto menarik di instagram dengan\nberbagai hastag.\u003c/p\u003e","title":"Cara Mengembangkan Skill Fotografi"},{"content":"Kenapa memotret dengan file RAW? JagoFoto.com - Untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal, kamera digital mirrorless dan dslr sudah mendukung format file foto RAW.\nDalam fotografi RAW adalah format file yang akan merekam semua data gambar yang direkam oleh sensor kamera tanpa melakukan rendering ke format lain seperti .JPG.\nKetika merekam dalam bentuk JPG, informasi yang didapatkan sudah terkompresi dan kamu kehilangan beberapa informasi seperti dynamic range dari foto tersebut.\nKarena informasi tersebut sudah terkompresi, maka file yang didapatkan juga lebih sedikit.\nFormat RAW memungkinkan kamu untuk menghasilkan file foto yang memiliki kualitas gambar yang lebih bagus daripada format JPG.\nPenggunaan file RAW biasanya dilakukan untuk merekam gambar yang serius membuat foto, kebutuhan profesional, atau ingin melakukan develop terhadap fotonya nanti.\nBerikut alasan kenapa kamu harus menggunakan format RAW saat memotret.\nDaftar Isi Kenapa memotret dengan file RAW? Format RAW memungkinkan kamu mendapatkan kualitas gambar terbaik yang bisa dihasilkan kamera Format RAW akan merekam rentan kecerahan yang lebih bagus Mudah mengoreksi under exposure dengan format RAW Dengan format RAW udah mengkoreksi white balance Format RAW memungkinkan kamu mendapatkan detail foto yang lebih baik Lebih mudah mengedit file foto Mendapatkan hasil print foto yang lebih baik RAW memungkinkan kamu untuk memilih output color space Mengedit banyak file RAW lebih ringan Format RAW adalah pilihan para profesional Format RAW memungkinkan kamu mendapatkan kualitas gambar terbaik yang bisa dihasilkan kamera Inilah keuntungan dari memotret dengan file RAW. Ketika merekam dengan format RAW sensor akan merekam semua data yang didapatkannya. Kemudian file tersebut dapat diedit lebih lanjut lebih leluasa melalui software edit foto seperti photoshop dan Lightroom.\nBerbeda ketika kamu merekam dengan JPG, dimana kamera yang melakukan proses kompresi file RAW yang didapatkan kemudian menyimpannya dalam bentuk JPG saja, sedangkan RAWnya dibuang.\nFormat RAW akan merekam rentan kecerahan yang lebih bagus Rentan kecerahan ini adalah rentan jarak yang bisa dihasilkan dari hitam ke putih dalam sebuah gambar. Semakin lebar jaraknya maka semakin lembut transisi yang didapatkan.\nSemakin lembut menjadikan file foto lebih bagus, tidak pecah dynamic range nya.\nJPG atau jpeg merekam rentan brightness sebanyak 256 level, sedangkan RAW merekam antara 4.096 sampai 16.384 level. Inilah yang disebut dengan \u0026ldquo;bit\u0026rdquo;. Kalau JPG merekam dalam 8 bit, sedangkan RAW merekam dalam 12 sampai 14 bit.\nSemakin tinggi bit maka semakin leluasa kamu untuk mengedit foto kamu lebih lanjut dalam hal kecerahannya/penghasilan warnanya.\nMudah mengoreksi under exposure dengan format RAW Tentu saja kamu ingin mendapatkan hasil yang terbaik dari kamera kamu bukan!\nAnda mungkin pernah mengejar moment sehingga harus menggunakan shutter speed yang lebih cepat, sehingga foto yang kamu dapatkan tampak lebih gelap dari normalnya.\nDengan menggunakan RAW maka kamu bisa mengkoreksi foto tersebut lebih baik. Data yang tersimpan pada foto yang direkam sedikit lebih gelap bisa diangkat dengan RAW.\nDengan format RAW udah mengkoreksi white balance Ketika kita merekam dengan JPG, white balance sudah ditentukan paten oleh kamera.\nSedangkan dengan RAW white balance bisa kamu tentukan sendiri, sebab data mentah yang dimiliki belum dibuang.\nDengan white balance yang tepat akan membuat hasil foto kamu lebih bagus, natural sesuai keinginan kamu.\nFormat RAW memungkinkan kamu mendapatkan detail foto yang lebih baik Ketika memotret dengan RAW kamu memiliki akses mengkoreksi sharpen dan noise menggunakan software Lightroom. Anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik.\nMengoreksi noise yang muncul pada foto bisa diperbaiki dengan mudah dengan format file RAW.\nLebih mudah mengedit file foto Jika kamu berpikiran untuk mengedit foto dengan beberapa versi. Maka RAW memungkinkan kamu untuk mereset settingan editan foto kamu dengan mudah lalu memulai edit dari awal lagi.\nBerbeda dengan JPG dimana dalam melakukan editing foto kamu pasti harus kembali ke satu settingan standar yang sudah pakem. Seperti white balance yang standar akan susah untuk diubah ke white balance yang lain, sebab kamu sudah kehilangan data white balance yang mentah.\nMendapatkan hasil print foto yang lebih baik Untuk mendapatkan file foto yang lebih baik, kita kadang bermasalah dengan gradasi foto yang muncul. Dengan RAW kamu akan mendapatkan hasil hasil print foto yang lebih normal, terbebas dari gradasi foto yang pecah.\nRAW memungkinkan kamu untuk memilih output color space Misalnya kamu menginginkan keluaran warna adobe RGB, atau kamu menginginkan keluaran warna sRGB saja. RAW memungkinkan kamu memilih keluaran warna tersebut.\nAdobe RGB terkenal dengan penghasilan warnanya yang lebih luas daripada sRGB.\nAdobe RGB biasanya digunakan untuk kebutuhan print foto yang diinginkan untuk menghasilkan rentan warna yang lebar. Dengan rentan warna yang lebar itu kita bisa menghasilkan foto yang lebih detail dan natural.\nTetapi kembali ke printer yang digunakan, jika printer yang digunakan hanya mampu mencetak RGB, maka meskipun file kita menggunakan file adobe RGB maka hasilnya tidak akan semaksimal printer yang mampu mencetak warna adobe RGB yang sangat luas tersebut.\nMengedit banyak file RAW lebih ringan Dengan menggunakan Lightrom atau Aperture, kamu bisa mengedit banyak file RAW sekaligus. Anda tinggal melakukan satu settingan foto yang diinginkan, kemudian samakan settingan file RAW yang lain dengan mengcopy settingan file foto yang awal tadi lalu mempastekan settingannya ke file foto yang lain.\nFormat RAW adalah pilihan para profesional Jika kamu memiliki klien foto, misalnya foto prewedding, sangat disarankan untuk memotret dengan format RAW. Sebab nanti pada saat pengeditan foto kita bisa lebih leluasa menentukan finishing foto yang paling pas. Dengan RAW kamu memiliki kontrol yang lebih leluasa di tangan kamu.\nDari kesemua kelebihan RAW di atas terdapat pula konsekuensi yang dihasilkan seperti ukuran file yang lebih besar. Sehingga jika kamu memiliki banyak file RAW di komputer kamu ini akan memakan banyak spasi hardisk kamu.\nItulah keuntungan dari menggunakan file RAW untuk mendapatkan hasil maksimal dari foto kamu.\nApakah kamu sering menggunakan format RAW juga saat memotret?\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/alasan-memotret-dengan-format-raw-file/","summary":"\u003ch2 id=\"kenapa-memotret-dengan-file-raw\"\u003eKenapa memotret dengan file RAW?\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal, kamera digital mirrorless dan dslr sudah mendukung format file foto RAW.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eDalam fotografi RAW adalah format file yang akan merekam semua data gambar yang direkam oleh sensor kamera tanpa melakukan rendering ke format lain seperti .JPG.\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eKetika merekam dalam bentuk JPG, informasi yang didapatkan sudah terkompresi dan kamu kehilangan beberapa informasi seperti dynamic range dari foto tersebut.\u003c/p\u003e","title":"10 Alasan Kenapa Sebaiknya Memotret Dengan Format RAW File"},{"content":"JagoFoto.com - Foto aesthetic merupakan foto apa saja yang kelihatan bagus dan tidak dibuat dengan asal-asalan. Kata aesthetic ini baru hype saat perkembangan konten-konten di sosial media seperti instagram dan tiktok.\nSaat scroll layar handphone, banyak orang posting foto yang bagus-bagus. Foto-foto tersebut bisa dibilang aesthetic, atau juga biasa saja.\nBiasanya foto yang aesthetic ini selalu dibarengi dengan hasil edit yang bagus dengan menambahkan efek blur, hitam putih dan lain-lain.\nPada artikel ini akan dijelaskan tentang cara membuat foto aesthetic yang keren serta tips-tips penting yang perlu diperhatikan supaya foto yang dihasilkan bisa terlihat eyecatching dan instagramable di sosial media.\nHal yang perlu diperhatikan untuk membuat foto aesthetic yang keren Adapun hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat foto yang aesthetik adalah sebagai berikut :\nSubjek dan objek foto yang minimalis Gunakan satu tone saja Jangan gunakan kamera depan, tapi gunakan kamera belakang hp saja untuk mendapatkan hasil resolusi yang maksimal Pose foto yang keren Untuk mendapatkan pose foto yang keren, coba beberapa trik berikut :\nFoto setengah wajah Foto bagian kedua mata Anda saja Experesi yang menggemaskan dari wajah dan seluruh kepala Foto setengah badan Anda dari angle bawah dan ambil background langit biru Foto candid yang tidak sadar akan kamera Foto bagian tubuh tertentu juga bisa dilakukan, asalkan komposisi fotonya bagus. Setelah itu edit foto anda dengan trik berikut :\nJangan gunakan saturasi tinggi saat edit foto Gunakan filter-filter di aplikasi sosial media Tambahkan efek noise, supaya hasilnya seperti foto lama Tutorial membuat foto aesthetic untuk sosial media Berikut tutorial membuat foto yang esthetik :\nPilih tempat atau lokasi foto yang menarik, seperti sudut ruangan. Ambil gambar dengan vertikal, bukan horizontal. Tentukan pose foto yang menarik yang jarang orang gunakan Edit foto Referensi contoh foto aesthetic yang kekinian untuk instagram Berikut berbagai contoh foto aesthetik dari instagram, wa, pinterset, tiktok dan sosial media lainnya.\nfoto aesthetic dengan mengambil bagian tangan saja sambil memegang bunga di taman\nalat tulis juga bisa digunakan untuk mengambil foto yang aesthetic, sangat cocok diposting di sosial media seperti wa dan instagram.\npose foto setengah badan yang aesthetic sambil memegang secangkir kopi.\npose foto yang aesthetic membuat cewek ini kelihatan keren dan eye catching di timeline sosial media.\nJika niat banget, silahkan membuat foto aesthetic seperti ini. Syaratnya modelnya harus menggunakan gaun, dan turun ke dalam air. Pastikan menggunakan hp yang anti air saat mengambil gambar. Lalu maksimalkan di editan gambarnya.\nFoto aesthetic juga bisa dilakukan dengan mengambil kaki saja, tetapi sesuaikan dengan kondisi dan background foto dan mood modelnya.\nBahkan bentuk alami seperti ini bisa membuat foto kamu menjadi lebih aesthetic loh. Mata memang harus jeli melihat objek.\nAkhirnya, demikian tips, trik dan tutorial foto aesthetik lengkap.\nSelamat mencoba\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/foto-aesthetic-tutorial/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Foto aesthetic merupakan foto apa saja yang kelihatan bagus dan tidak dibuat dengan asal-asalan. Kata aesthetic ini baru hype saat perkembangan konten-konten di sosial media seperti instagram dan tiktok.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSaat scroll layar handphone, banyak orang posting foto yang bagus-bagus. Foto-foto tersebut bisa dibilang aesthetic, atau juga biasa saja.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"tangan scroll instagram foto aesthetic keren\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/scroll-aesthetic-photo-instagram.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBiasanya foto yang aesthetic ini selalu dibarengi dengan hasil edit yang bagus dengan menambahkan efek blur, hitam putih dan lain-lain.\u003c/p\u003e","title":"Membuat Foto Aesthetic yang Keren di Social Media"},{"content":"JagoFoto.com - Kalau sebelumnya sudah dijelaskan tentang beberapa referensi pose berfoto pria, pada artikel ini akan dijelaskan tentang cara pose foto wanita yang keren.\nIni bisa jadi referensi bagi anda yang mungkin kesusahan mencari pose foto kekinian yang unik ala selegram. Apalagi buat yang menggunakan hijab, mungkin foto-foto di bawah bisa dikembangkan lagi. Karena akan dijelaskan tips cara mengimprove pose-pose tersebut.\nJadi simak saja penjelasan bersama dengan contoh fotonya.\nGaya foto kekinian sendirian Pose foto sendirian ala penari balet dilakukan pada sore hari di atas dermaga sambil menunggu sunset. Beberapa tambahan seperti efek pelangi akan menambah efek dramatis pada foto ini.\nFoto ini sangat powerfull karena terkesan sangat menjiwai.\nPose foto ala selebgram Untuk pose ala selegram instagram, pastikan gunakan pakaian yang simple saja. Latar belakang juga cari yang simple saja.\nGunakan warna yang kontras, seperti warna biru ketemu dengan kuning, merah dan kuning, kuning dan ung, hijau dan kuning, hitam dan putih, dan lain sebagainya.\nPose foto aesthetic Pose foto seperti ini bisa dilakukan jika mood model sedang cocok untuk itu dan pastikan pakaian harus mendukung. Sebenarnya foto aesthetic itu sederhana saja, tidak perlu aksesoris yang ribet sehingga terlihat minimalis.\nGaya berfoto yang keren untuk wanita berhijab Pencahayaan pada foto ini sangat alami. Pose menghadap ke samping dengan tambahan cahaya artifial dari samping akan menambah dimensi foto.\nGaya berfoto yang keren untuk wanita berhijab dari belakang seperti ini sangat cocok dilakukan di taman atau di tempat wisata.\nPastikan menggunakan setelan/pakaian yang pas sehingga tetap terlihat aesthetic.\nGaya foto kekinian hijab instagram seperti ini sangat instagramable banget. Pose duduk sambil memperlihatkan sebagian wajah dari samping dengan sedikit tersenyum dan difoto dari belakang.\nPastikan memilih lokasi foto yang menarik seperti di pinggir pantai, tebing, hutan, atau tengah perkotaan.\nPose foto indoor Mengambil foto di dalam ruangan juga butuh trik. Tidak asal duduk atau berdiri lalu foto.\nUntuk mengambil foto cewek yang menarik di indoor bisa dilakukan dengan tips berikut :\nCara tempat sepi Cari lokasi yang aesthetic Temukan benda-benda menarik di sekitar Lihat arah cahaya Berpose di dekat jendela atau pintu Duduk di kursi di dengan mengenakan sweater putih dengan aksesoris kaos kaki natal dan topi kupluk.\nPose foto outdoor Kamu bisa berpose tanpa memiliki aksesoris apapun, cukup mainkan rambut, pakaian, atau tempat sekitar. Seperti contoh di atas si cewek berpose sangat keren di tengah padang rumput ilalang di sore hari.\nPose foto di mall Jangan lewatkan pose keren seperti ini jika sedang belanja di tempat yang memiliki tumpukan barang-barang. Pose seakan-akan kamu ingin mengambil barang. Ini akan memberikan cerita yang menarik di fotomu nanti.\nPose foto sambil pegang tas Foto sambil menggunakan tas itu harus benar-benar matching dengan dress atau pakaian yang kamu gunakan. Jadi ketika dilihat dari atas sampai bawah tetap enak. Backpose wajib dilakukan jika kamu menggunakan backpack bukan selempang.\nPose foto di cafe Siapa sih cewek yang tidak suka ke cafe. Entah tujuannya memang ingin minum kopi, teh, atau minuman ringan lainnya pasti tidak ingin ketinggalan untuk mendapatkan foto keren.\nJika ingin mendapatkan pose foto terbaik di cafe, carilah bagian sudutnya jika memungkinkan temukan jendela di sana. Jika jendela bisa dibuka, bukalah lalu menghadap ke luar sambil pegang minuman yang sudah dipesan lalu mintalah temanmu untuk memotret mu.\nSelain cara di atas, coba juga pose galau seperti ini.\nAkhir kata Demikian tips singkat tentang pose foto cewek. Semoga menginspirasi.\nFoto didapatkan dari Unsplash, Pexels, dan Pixabay.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/referensi-pose-berfoto-wanita/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Kalau sebelumnya sudah dijelaskan tentang beberapa referensi \u003ca href=\"https://jagofoto.com/gaya-berfoto-pria-terbaik-kekinian-instagram/\"\u003epose berfoto pria\u003c/a\u003e, pada artikel ini akan dijelaskan tentang cara pose foto wanita yang keren.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eIni bisa jadi referensi bagi anda yang mungkin kesusahan mencari pose foto kekinian yang unik ala selegram. Apalagi buat yang menggunakan hijab, mungkin foto-foto di bawah bisa dikembangkan lagi. Karena akan dijelaskan tips cara mengimprove pose-pose tersebut.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJadi simak saja penjelasan bersama dengan contoh fotonya.\u003c/p\u003e\n\u003ch3 id=\"gaya-foto-kekinian-sendirian\"\u003eGaya foto kekinian sendirian\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"gaya foto kekinian sendirian wanita\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/gaya-foto-kekinian-sendirian.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e","title":"Referensi Pose Berfoto Wanita"},{"content":"JagoFoto.com - asanya memotret model pria terbatas untuk menunjukkan bentuk badan yang kekar atau sixpack. Tetapi dunia sosial media menuntut setiap orang untuk bisa menampilkan hal-hal yang keren.\nSetiap orang ingin tampil keren saat difoto, bukan hanya cewek, cowok pun demikian.\nAtau jika anda kerja di studio foto, memotret laki-laki itu mungkin agak kaku. Terkadang posenya itu-itu saja.\nJika anda ingin memotret teman atau klien anda yang cowok, lakukan beberapa tips pose di bawah ini.\nTips gaya berpose pria yang keren Masukkan tangan ke kantong celana Keempat jari dimasukkan ke kantong celana, sedangkan jempol dikeluarkan.\nIni adalah pose standar untuk membuat pria terlihat cool, semua bentuk badan cocok untuk melakukan pose ini.\nMenyilangkan kedua tangan ke dada Pose ini cocok untuk memberikan kesan business look dan edgy.\nGaya berfoto ini cocok dilakukan untuk pria yang kesulitan untuk berpose macam-macam.\nBerpura-pura memegang aksesoris yang digunakan Anda bisa mencoba memegang jam tangan, topi, kacamata atau apapun.\nBersandar di dinding Pose ini gunanya untuk memberikan kesan rileks pada cowok.\nTidak selamanya sudut pengambilan gambar diambil dari depan, coba explore berbagai angle foto yang menarik.\nBerjalan dengan angkuh Mintalah teman cowok anda untuk berjalan ke depan anda dengan angkuh.\nUntuk memaksimalkannya akan lebih baik jika diambil dari low angle, sehingga kesan angkuhnya makin berasa.\nPegang jaket di belakang Pose yang simple jika dia memiliki jaket atau jas.\nMintalah untuk melepas jasnya, kemudian pegang di belakang punggung.\nUrai rambut Pose ini akan memberikan kesan maskulin dan santai bagi cowok yang memiliki rambut.\nAnda tentu tidak perlu meminta pose ini kepada lelaki yang tidka punya rambut / gundul.\nTangan di dada Pose ini tidak biasa dilakukan, tetapi efeknya akan memberikan percaya diri kepada cowok loh.\nAnda bisa memotret model dengan setengah badan saja.\nBerfoto bersama benda favorit Seorang lelaki tentu punya hobi, misalnya bola, motor, sepeda, dan lain sebagainya.\nDengan memakai benda favorit tersebut maka akan menceritakan sesuatu ke foto yang dibuat. Foto yang dibuat akan lebih personal.\nMintalah berdiri memegang benda tersebut, atau gaya apapun. Karena benda yang dipegangnya sudah cukup untuk membuat foto akan jadi sangat berati.\nUntuk memaksimalkan fotonya, pilih juga lokasi yang sesuai. Misal main bola, coba foto di lapangan bola, jangan cuma difoto di pekarangan rumah.\nFokus pada garis rahang Di sini anda hanya cukup fokus foto pada kepala sampai pundak saja.\nFoto tegak lurus tepat dari depan anda.\nAnda bisa menggunakan lighting tambahan untuk membuat garis rahang terlihat tegas.\nDuduk sambil menyandarkan siku di atas paha Kemudian ambil fotonya dengan angle sedikit lebih rendah dari eye level.\nPose ini juga pas untuk membuat foto aesthetic yang keren.\nPose berpikir Cukup duduk lalu letakkan tangan di dagu atau bersandar lalu letakkan telunjuk di dahi.\nPose menyilangkan kaki Anda juga bisa meminta model pria untuk menyilangkan kaki.\nUsahakan menggunakan properti seperti sambil membaca koran, atau lain sebagainya.\nDuduk dengan membalikkan kursi ke belakang Cukup banyak artis yang melakukan pose ini.\nPose foto kekinian bertepuk tangan Anda juga bisa menggabungkan pose ini sambil melakukan pose bersandar.\nAkhir kata Demikian tips pose cowok yang bisa anda lakukan. Semoga menginspirasi.\nFoto diambil dari Pexels.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/gaya-berfoto-pria-terbaik-kekinian-instagram/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - asanya memotret model pria terbatas untuk menunjukkan bentuk badan yang kekar atau sixpack. Tetapi dunia sosial media menuntut setiap orang untuk bisa menampilkan hal-hal yang keren.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSetiap orang ingin tampil keren saat difoto, bukan hanya cewek, cowok pun demikian.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAtau jika anda kerja di studio foto, memotret laki-laki itu mungkin agak kaku. Terkadang posenya itu-itu saja.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJika anda ingin memotret teman atau klien anda yang cowok, lakukan beberapa tips pose di bawah ini.\u003c/p\u003e","title":"15 Gaya Berfoto Pria Terbaik yang Keren dan Kekinian di Instagram"},{"content":"JagoFoto.com - Ketajaman atau sharpness adalah satu hal yang penting dalam fotografi.\nKetajaman foto menandakan bahwa dalam memotret anda sudah benar.\njagofoto\nNamun orang pada umumnya menganggap ketajaman itu ketika foto diperbesar tetap kelihatan tajam. Ini pendapat yang tidak salah.\nKarena untuk mendapatkan foto yang tajam itu kita harus melakukan berbagai macam, mulai dari memilih lensa yang baik, hingga memperbaiki teknik memotret.\nMenurut pengalaman saya ketajaman foto dipengaruhi oleh beberapa hal berikut.\nKualitas lensa Lensa yang mahal akan menghasilkan kualitas gambar yang sangat tajam.\nTajam dalam hal ini maksud saya adalah foto tersebut tidak terdapat efek yang mengurangi ketajaman pada hasil gambar.\nSeperti lensa yang murah pada umumnya akan menghasilkan efek chromatic aberation atau ca pada foto.\nIni disebabkan oleh elemen pada kamera tersebut yang kurang bagus.\nElemen-elemen tersebut terdiri dari bebeapa elemen lensa yang saling bersusun untuk menangkap cahaya yang masuk ke lensa.\nPada beberapa lensa fix pada umumnya memiliki ketajaman yang lebih daripada lensa zoom.\nSebab di dalam lensa fix tersebut tidak terdapat banyak elemen.\nSehingga cahaya yang masuk hanya melalui beberapa bagian saja sebelum sampai ke sensor untuk direkam.\nHal lain adalah pentingnya merawat lensa agar tetap bersih, jauh dari jamur.\nJamur yang ada pada lensa hanya akan membuat hasil foto tidak tajam. Jamur itu mahluk hidup. Dia akan tumbuh dan berkembang ketika menemukan habitat yang lembab.\nSelain jamur ada juga fog.\nFog adalah hal yang paling fatal didapatkan pada sebuah lensa.\nJika lensa sudah mengalami fog, maka tidak ada jalan lain selain menggantinya.\nMembersihkannya sudah tidak mungkin, sebab fog itu akan muncul di lensa selamanya.\nFog biasanya terjadi pada lensa-lensa jadul yang sudah tidak terawat.\nKualitas sensor Pentingnya kita untuk merawat kamera ini sangat perlu.\nContohnya, jangan menyimpan kamera di tempat yang lembab, tempat lembab akan membuat tumbuhnya jamur.\nJamur yang tumbuh bisa membuat sensor anda menjadi kurang ketajamannya, bahkan jika makin parah dampaknya bisa permanen pada kamera anda.\nSalah satu saran terbaik yang pernah saya dapatkan adalah jangan menyimpan kamera di dalam lemari pakaian.\njagofoto\nSebab disanalah jamur paling cepat tumbuh.\nUsahakan menyimpan kamera dan peralatan fotografi anda pada sebuah drybox khusus kamera. kemudian letakkan di tempat yang kering.\nKemampuan fotografer dalam menguasai alat (kamera) yang dimiliki Penguasaan terhadap alat adalah yang hal dasar dalam teknis fotografi.\nKetika menguasai alat yang kita miliki maka foto yang akan dihasilkan akan efektif.\nMisalnya saja ketajaman foto bisa dipengaruhi oleh karena lensa kotor, atau filter yang dipasangkan kotor.\nMeskipun hasilnya tidak langsung kelihatan tetapi mempreview gambarnya di komputer maka kekurangtajaman tersebut akan terlihat.\nItu hanyalah contoh kecil dari kekeliruan yang didapatkan ketika tidak menguasai alat kita. Masih banyak contoh lain ketika di lapangan.\nKetajaman pada hasil cetakan foto Ketika memutuskan untuk mencetak foto, pada foto digital dikenal dengan istilah dpi (dot per inchi).\nUkuran inilah yang akan menunjukkan seberapa besar maksimal foto anda bisa cetak.\nAnda bisa melihatnya pada properties file size anda di photoshop.\nKemudian jika foto anda memang kecil, jangan mencetaknya dengan ukuran yang lebih besar dari semestinya.\nIni hanya akan membuat foto anda terlihat pixelete.\nPixelete akan menampilkan foto yang tidak tajam pada sebuah cetakan foto.\nKesimpulan Nah itulah hal-hal yang mempengaruhi ketajaman pada sebuah foto.\nMulai dari lensa, sensor kamera, sampai pada hasil cetakan foto.\nJika anda hendak mendapatkan hasil masimal dari foto anda, silahkan cek lagi hal-hal di atas terhadap kemera anda.\nSemoga artikel ini bermanfaat. Silahkan tambahkan pendapat anda jika ada yang kurang.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/hasil-foto-kurang-tajam/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Ketajaman atau sharpness adalah satu hal yang penting dalam fotografi.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eKetajaman foto menandakan bahwa dalam memotret anda sudah benar.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ejagofoto\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eNamun orang pada umumnya menganggap ketajaman itu ketika foto diperbesar tetap kelihatan tajam. Ini pendapat yang tidak salah.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"penyebab hasil foto kurang tajam\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/hasil-foto-kurang-tajam.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena \u003ca href=\"https://jagofoto.com/membuat-foto-taja/\"\u003euntuk mendapatkan foto yang tajam\u003c/a\u003e itu kita harus melakukan berbagai macam, mulai dari memilih lensa yang baik, hingga memperbaiki teknik memotret.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMenurut pengalaman saya ketajaman foto dipengaruhi oleh beberapa hal berikut.\u003c/p\u003e","title":"Penyebab Hasil Foto Kurang Tajam"},{"content":"JagoFoto.com - Meskipun perkembangan trend kamera mirrorless sangat pesat, orang masih banyak yang mencari kamera dslr. Produsen kamera pun masih terus menciptakan berbagai tipe kamera dslr.\nKamera DSLR adalah alat yang sangat penting bagi para fotografer dan videografer untuk mengekspresikan kreativitas mereka.\nDalam artikel ini, kami akan membahas tentang kamera DSLR terbaik yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pemula hingga profesional.\nKami akan meninjau beberapa merek terkenal seperti Canon dan Sony, serta memberikan rekomendasi untuk tipe kamera yang bagus dan terjangkau.\nJadi, jika Anda mencari kamera DSLR terbaik untuk kegiatan foto dan video Anda, simak artikel ini dengan seksama.\nDaftar Isi Kamera DSLR Terbaik untuk Pemula Tipe Kamera Canon yang Bagus Kamera DSLR Canon Terbaik Kamera Sony Terbaik Kamera DSLR Terbaik dan Murah Kamera DSLR Profesional Terbaik Kamera DSLR 4K Murah Terbaik Kamera DSLR yang Bagus untuk Foto dan Video Daftar Rekomendasi kamera dslr jadul terbaik untuk pemula Canon eos 1300d Nikon d5200 Nikon d3400 Canon eos 200d Nikon d610 Nikon d90 Daftar Rekomendasi kamera dslr profesional terbaik Nikon d750 Canon eos 6d mark ii Canon eos 7d mark ii Pentax k-1 Tips memilih kamera dslr terbaik Akhir kata Kamera DSLR Terbaik untuk Pemula Bagi para pemula yang ingin memulai perjalanan mereka dalam dunia fotografi, pemilihan kamera DSLR yang tepat sangat penting.\nDalam artikel ini, kami akan merekomendasikan beberapa kamera DSLR terbaik untuk pemula, seperti\nNikon D3500, Canon EOS Rebel T7, dan Sony Alpha a6000. Kami akan menjelaskan fitur-fitur yang memudahkan pemula dalam mengambil foto berkualitas tinggi.\nTipe Kamera Canon yang Bagus Dalam artikel ini, kami juga akan memberikan informasi tentang tipe kamera Canon yang bagus untuk berbagai keperluan fotografi.\nKami akan membahas kamera-kamera seperti\nCanon EOS R5 untuk fotografi profesional, Canon EOS 250D untuk pemula, dan Canon EOS M50 untuk fotografi dan vlogging. Setiap tipe kamera memiliki kelebihan dan fitur yang khusus sesuai dengan kebutuhan pengguna.\nKamera DSLR Canon Terbaik Canon merupakan salah satu merek kamera yang terkenal dan diakui dalam industri fotografi.\nDalam artikel ini, kami akan membahas kamera DSLR Canon terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan Anda. Kami akan meninjau berbagai model, seperti\nCanon EOS 5D Mark IV, Canon EOS 90D, dan Canon EOS Rebel T7i. Kami akan menjelaskan fitur-fitur unggulan dan alasan mengapa kamera-kamera ini dianggap sebagai pilihan terbaik.\nKamera Sony Terbaik Selain merek Canon, Sony juga dikenal dengan kamera-kamera DSLR berkualitas tinggi.\nDalam artikel ini, kami akan merekomendasikan beberapa kamera DSLR Sony terbaik, seperti\nSony Alpha a7 III, Sony Alpha a7S III, dan Sony Alpha a9 II. Kami akan menjelaskan fitur-fitur unggulan dan alasan mengapa kamera-kamera ini dianggap sebagai pilihan terbaik bagi pengguna yang mencari performa dan kualitas gambar yang superior.\nKamera DSLR Terbaik dan Murah Kami juga akan menyajikan pilihan kamera DSLR terbaik yang menawarkan kualitas dan performa yang baik dengan harga yang terjangkau.\nDalam artikel ini, kami akan merekomendasikan kamera-kamera seperti\nNikon D5600, Canon EOS Rebel SL3, dan Sony Alpha a6100. Kami akan menjelaskan mengapa kamera-kamera ini menjadi pilihan populer bagi pengguna dengan anggaran terbatas.\nKamera DSLR Profesional Terbaik Bagi para fotografer profesional yang membutuhkan kamera yang mampu menghasilkan kualitas gambar yang superior dan performa yang andal, pilihan kamera DSLR yang tepat sangat penting. Dalam artikel ini, kami akan meninjau beberapa kamera DSLR profesional terbaik, seperti Nikon D850, Canon EOS-1D X Mark III, dan Sony Alpha a7R IV. Kami akan menjelaskan mengapa kamera-kamera ini dianggap sebagai pilihan terbaik untuk kegiatan profesional.\nKamera DSLR 4K Murah Terbaik Jika Anda mencari kamera DSLR dengan kemampuan merekam video 4K yang berkualitas, namun tetap terjangkau, kami akan merekomendasikan beberapa pilihan terbaik.\nDalam artikel ini, kami akan membahas kamera-kamera seperti\nPanasonic Lumix G7, Canon EOS M50 Mark II, dan Sony Alpha a6400. Kami akan menjelaskan mengapa kamera-kamera ini dianggap sebagai pilihan terbaik dalam kategori kamera DSLR 4K yang murah.\nKamera DSLR yang Bagus untuk Foto dan Video Apakah Anda mencari kamera DSLR yang dapat menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi?\nDalam artikel ini, kami akan merekomendasikan beberapa pilihan kamera yang cocok untuk kedua kegiatan tersebut.\nKami akan membahas kamera-kamera seperti\nCanon EOS 6D Mark II, Nikon D750, dan Sony Alpha a7 III. Anda akan mendapatkan informasi tentang fitur-fitur yang memungkinkan Anda mengambil foto dan merekam video dengan hasil yang luar biasa.\nDaftar Rekomendasi kamera dslr jadul terbaik untuk pemula Yang dibutuhkan oleh seorang fotografer pemula hanyalah kamera yang bisa dioperasikan dengan mudah.\nBerikut beberapa kamera yang rekomended buat pemula.\nCanon eos 1300d Sangat mudah digunakan untuk para pemula. Banyak fotografer yang memulai motret dengan kamera canon karena setting kamera yang mudah.\nTetapi seiring waktu, kemampuan sudah bertambah, jam terbang untuk motret jadi lebih tinggi, maka mereka mengganti kamera ini dengan kamera yang bisa memenuhi kebutuhannya.\nKamera ini sangat cocok untuk pemula yang ingin belajar fotografi dasar, mengenal fungsi kamera dan cara kerja kamera.\nDengan harga yang murah, yaitu sekitar 5 jutaan dan bisa didapatkan dengan harga second sekitar 3 sampai 4 jutaan maka kamera ini layak untuk dipertimbangkan\nNikon d5200 Sama seperti canon eos 1300, kalau ini kamera entry level buatan nikon.\nAda fitur yang membedakan antara kedua kamera tersebut, yaitu kamera nikon 5200 layarnya bisa diputar, sehingga bisa digunakan untuk selfie. Atau untuk mengambil gambar dari angle kamera yang sulit dijangkau dengan lebih mudah.\nBanyak yang bilang kekurangan kamera nikon itu sulit digunakan. Tetapi menurut saya, malah lebih mudah.\nKamera pertama saya adalah nikon, dan saya lebih memahami sistem nikon daripada canon. Saat saya menggunakan kamera canon, saya malah bingung mengoperasikan setiap tombolnya.\nJadi untuk hal tersebut tidak masalah sama sekali. Ditambah makin banyak tutorial di youtube tentang cara mengoperasikan kamera, saya rasa jaman sekarang kita tidak lagi kesulitan untuk mengoperasikan sebuah kamera.\nMengenai kesulitan dan kemudahan mengoperasikan tiap merk kamera, itu bergantung pada kebiasaan saja.\nNikon d3400 Meskipun masih memiliki sensor apsc, kelebihan kamera nikon ini adalah memiliki resolusi 24 mega pixel.\nResolusi yang besar memungkinkan kita untuk memiliki ukuran foto yang sangat besar.\nResolusi kamera yang umum digunakan saat ini adalah 16 megapixel. Dengan resolusi 24 mp, kita bisa menghasilkan foto yang lebih besar. Sangat cocok digunakan untuk membuat foto keluarga yang dicetak besar.\nCanon eos 200d Varian kamera ini memiliki tampilan yang retro, klasik. Cocok untuk anak muda yang ingin memiliki kamera dslr yang keren.\nJika dibawa jalan-jalan atau traveling juga sangat bagus karena ukuran body yang lumayan lebih kecil dari kamera dslr pada umumnya.\nUntuk memaksimalkan kebutuhan tersebut, layar kamera ini bisa diputar. Jadi bisa digunakan untuk berselfie bersama teman-teman.\nNikon d610 Nikon d610 merupakan salah satu kamera dslr terbaik yang ditujukan bagi pemula yang ingin merasakan sensasi kamera pro.\nNikon d610 dibekali dengan sensor full frame dari nikon.\nUntuk menghasilkan foto yang bagus dengan kamera ini, pastikan anda menggunakan lensa premium dari nikon.\nBerbagai kondisi pemotretan juga bisa dilakukan. Kekurangannya hanya terdapat pada kurang cepat untuk memotret secara continue (fps rendah).\nTetapi hampir segala fitur kamera pro bisa anda dapatkan melalui kamera ini.\nNikon d90 Nikon d90 merupakan kamera semi pro yang sangat dipuja-puja di jamannya, yaitu sekitar tahun 2010 - 2014.\nKamera ini sangat bisa diandalkan untuk segala kondisi pemotretan. Waktu itu banyak teman-teman yang mulai terjun di dunia foto jurnalis menggunakan kamera ini.\nDengan modul bluetooth, foto yang ada di kamera bisa ditransfer langsung ke kamera atau media lain.\nKekurangan kamera ini cukup banyak seperti, kamera ini belum full frame, dan resolusi foto yang dihasilkan maksimal 12 megapixel.\nJika anda membeli kamera ini di tahun ini mungkin hanya akan mendapatkannya dengan kondisi second hand, tapi dengan harga yang sangat murah.\nSaya memasukkan ini di rekomendasi terakhir karena kamera ini masih banyak yang cari, dan ternyata kemera ini nyaman untuk digenggam. Memang bodynya berat, tetapi anda dapat merasa seperti memegang kamera profesional terbaik.\nDaftar Rekomendasi kamera dslr profesional terbaik Untuk yang ingin terjun di dunia fotografi komersial profesional, spesifikasi kamera yang dibutuhkan tentu banyak.\nContohnya, kebutuhan untuk kamera yang memiliki resolusi yang tinggi, kemampuan fokus kamera yang cepat, kemudahan menggunakan kamera yang lebih baik, dan tentu hasil foto yang lebih tajam untuk kepuasa klien.\nMaka tidak ada salahnya untuk melirik beberapa kamera berikut.\nNikon d750 Jika anda melihat merek kamera nikon dengan angka 3 digit, maka kamera tersebut termasuk di kategori kamera semi pro dan pro.\nKamera nikon d750 merupakan dslr terbaik yang bisa memenuhi segala kebutuhan fotografer profesional untuk membuat foto komersil.\nKamera ini sangat bagus digunakan untuk memotret di kondisi low light/ minim cahaya. Foto yang dihasilkan terbilang tajam meskipun berada di tempat gelap, berkat iso yang bisa dinaikkan lebih tinggi tanpa menimbulkan efek noise pada foto.\nBerbagai mode foto bisa di setting secara custom untuk kebutuhan tertentu. Anda bisa setting kamera ini untuk mode foto yang sering anda gunakan, misalnya anda sering memotret landscape dengan settingan tertentu, maka anda tidak perlu melakukan setting ulang kamera saat berada di lokasi cukup putar dial kamera ke custom setting yang sudah anda set sebelumnya.\nJika kurang jelas, anda bisa baca buku petunjuk kamera ini.\nCanon eos 6d mark ii Canon 6d diciptakan sebagai pesaing berat nikon d750.\nKeduanya sama-sama memiliki sensor full frame dan bisa menghasilkan foto yang tajam meskipun berada di kondisi low light/minim cahaya.\nKamera ini sangat direkomendasikan untuk yang ingin terjun di bidang wedding dan prewedding fotografi.\nDan dengan menggunakan lensa premium dari canon, anda bisa mendapatkan hasil foto yang sangat tajam dengan hasil yang memuaskan dan tanpa kehilangan satu moment berharga.\nBanyak teman-teman saya yang bekerja sebagai fotografer wedding menggunakan kamera ini, dan setelah saya melihat hasilnya benar-benar bagus banget hasilnya.\nCanon eos 7d mark ii Canon 7d mark 2 baru hadir di pasaran setelah versi pertama 7d dikeluarkan canon. Banyak fotografer memilih kamera canon 7d karena terkenal dengan kemampuannya untuk merekam gambar yang baik.\nDengan bekal sensor cmos 20 mega pixel dan iso yang bisa dinaikkan sampai 16000, dan dengan sensor terbaru canon digic 6, eos 7d bisa menjadi salah satu pilihan terbaik.\nAnda bisa memaksimalkan kamera ini dengan membeli berbagai aksesoris kamera canon sesuai dengan kebutuhan anda. Seperti lensa dan flash lighting kamera.\nPentax k-1 Buat yang cari kamera dengan sensor tajam dan tahan di segala medan, tidak ada salahnya melirik kamera pentax k-1 ini.\nKamera pentax sangat terkenal dengan ketahanannya untuk memotret di segala medan, baik itu di gurun, laut, darat, dan tentu bisa menghasilkan foto yang memukau.\nKekurangan yang bisa dirasakan ketika membeli kamera ini adalah aksesoris yang terbatas.\nDi indonesia, mungkin anda akan sulit menemukan aksesoris tambahan seperti lensa, atau flash external untuk kamera pentax, kecuali anda menemukannya di toko tertentu.\nTips memilih kamera dslr terbaik Sebelum membeli kamera dslr, pastikan anda sudah melakukan berbagai macam riset. Mulai dari tanya ke teman-teman terdekat, komunitas foto, atau mencari review di youtube.\nDan yang paling penting adalah sesuaikan dengan kebutuhan anda saat ini dan maksimalkan dengan budget yang anda miliki.\nAkhir kata Dalam artikel ini, kami telah memberikan informasi tentang kamera DSLR terbaik dalam berbagai kategori, termasuk merek, tipe, kebutuhan pengguna, dan anggaran.\nDengan mempertimbangkan rekomendasi ini, Anda dapat membuat keputusan yang tepat saat membeli kamera DSLR yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda.\nApakah Anda seorang pemula yang ingin mempelajari fotografi atau seorang profesional yang mencari kamera dengan performa tinggi, pastikan untuk melakukan riset dan mempertimbangkan faktor-faktor yang relevan sebelum membeli kamera DSLR.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/kamera-dslr-terbaik/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Meskipun perkembangan trend \u003ca href=\"https://jagofoto.com/kelebihan-dan-kekurangan-kamera-mirrorless/\"\u003ekamera\nmirrorless\u003c/a\u003e\nsangat pesat, orang masih banyak yang mencari kamera dslr. Produsen kamera pun\nmasih terus menciptakan berbagai tipe kamera dslr.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKamera DSLR adalah alat yang sangat penting bagi para fotografer dan videografer untuk mengekspresikan kreativitas mereka.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam artikel ini, kami akan membahas tentang kamera DSLR terbaik yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pemula hingga profesional.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKami akan meninjau beberapa merek terkenal seperti Canon dan Sony, serta memberikan rekomendasi untuk tipe kamera yang bagus dan terjangkau.\u003c/p\u003e","title":"10+ Kamera DSLR Terbaik: Pilihan Teratas untuk Semua Kebutuhan Fotografi dan Videografi"},{"content":"JagoFoto.com - Jika anda ingin belajar fotografi secara otodidak, ada beberapa hal yang sebaiknya anda ketahui supaya anda bisa memahami dan bisa menciptakan foto keren dengan kamera yang anda miliki.\nSaya juga waktu awal belajar fotografi melakukannya secara otodidak. Saya diperkenalkan fotografi oleh teman saya yang dulu satu-satunya orang yang memiliki kamera dslr di kampus.\nWaktu awal menggunakan kamera dslr senang saja melihat hasilnya di layar lcd kamera.\nFotonya bisa tajam, objek yang jauh terlihat dekat dengan menggunakan lensa zoom, menghasilkan foto pemandangan yang indah di tepi pantai dan lain sebagainya.\nDulu tutorial fotografi di youtube tidak banyak. Hanya satu atau dua saja dan itu-itu saja.\nTapi lihat sekarang, banyak sekali tutorial tentang fotografi yang bisa didapatkan di youtube.\nDisini saya ingin membagikan beberapa hal yang saya catat sewaktu belajar fotografi secara otodidak.\nSemoga bermanfaat..\nKuasai fungsi kamera secara manual Ini adalah yang sangat penting, memiliki kamera bukan hanya digunakan untuk menjepret secara auto.\nUntuk bisa menciptakan foto yang unik, keren dan sesuai konsep, maka kita harus mempelajari bagaimana settingan kamera secara manual.\nMulai dari exposure, metering, white balance, sampai pemilihan lensa yang tepat.\nMisalnya, anda ingin membuat foto potrait di sore hari tapi langitnya agak mendung, pasti hasil fotonya akan terlihat flat, atau white balancenya jadi kacau.\nJika sudah begitu anda harus menyiasati dengan menemukan setting white balance yang tepat, dan lain sebagainya.\nIntinya jangan gunakan kamera terus terusan dengan mode auto.\nKomposisi fotografi itu sangat penting Di situs ini mungkin pernah anda membaca quote saya yang mengatakan\nKomposisi itu tidak ada dalam bundle kamera.\nKomposisi itu tentang bagaimana kreatifitas kita sebagai fotografer.\nDulu waktu pertama punya kamera sendiri saya asal jepret saja. Saya tidak terlalu mementingkan komposisi foto, yang penting bagus saja dilihat di view finder, saya jepret saja.\nSetelah saya bandingkan dengan hasil foto teman-teman, ternyata foto saya tidak ada apa-apanya.\nTernyata banyak sekali hal yang bisa diexplore jika mempelajari komposisi foto yang baik.\nMisalnya, menentukan angle foto yang keren. Mulai dari high angle, eye level, low angle, dan frog eye.\nJika foto diambil dengan berbagai sudut, maka kesan foto yang dihasilkan akan berbeda-beda.\nKuasai penggunaan lensa yang tepat Saya memilik beberapa jenis lensa, mulai yang focal lenght nya pendek sampai yang panjang, lensa fix dan lensa vario.\nSaat hunting, saya biasanya membawa satu atau dua jenis lensa saja.\nSaya tidak membawa semua lensa saya di tas, karena akan memberatkan dan kemungkinan bakalan tidak terpakai.\nJadi sebelum berangkat hunting kita sudah harus tahu foto apa yang ingin dibuat.\nSering-sering hunting Hunting menjadi hal yang dirindukan.\nEntah itu sendiri atau hunting bareng teman kampus atau komunitas.\nMendatangi tempat baru, atau memotret teman kampus yang cantik dan ingin sekali jadi model. *entah sekarang masih ada gak yang seperti itu… Hehe\nDengan semakin banyak hunting, membuat kita harus kreatif membuat foto yang keren.\nIkut komunitas Dulu komunitas foto di tempat saya banyak sekali.\nHampir setiap minggu selalu ada event foto. Mulai dari event foto model, street, atau landscape.\nSemuanya have fun di sana.\nSesekali pernah mendapat juara ketika hunting bareng, kebetulan fotonya dinilai bagus oleh juri fotonya.\nManfaat ikut komunitas adalah:\nKita bisa kenal banyak orang Bisa sharing ilmu Bisa mengukur seberapa bagus foto kita Mendapat job foto dan dibayar Tunjukkan fotomu Setelah memiliki ratusan atau ribuan foto, pilihlah beberapa yang kamu anggap bagus.\nTempatkan foto terbaik kamu di komputer pada folder tersendiri.\nSaya biasa membuat folder foto terbaik jika saya memiliki foto yang bagus setelah hunting.\nSetelah itu saya juga sangat senang menjukkannya pada khalayak.\nSaya pernah mengikuti beberapa pameran foto di kota tempat saya tinggal, dan mendapatkan respon yang positif dari orang yang melihat hasil foto saya.\nJaman sekarang pameran foto bisa dilakukan di mana saja, asal punya akun media sosial.\nJangan simpan foto anda terus di hardisk, coba dishare ke media sosial.\nDan lihat bagaimana tanggapan orang-orang.\nAnda mungkin mendapatkan beberapa pujian, komentar atau masukan terhadap fotomu.\nJadikan itu sebagai motivasi untuk terus menciptakan foto yang keren.\nExplore terus Seorang fotografer pasti sangat suka di satu genre foto.\nSaya sangat suka foto landscape.\nSaya memaksimalkan gear yang saya miliki untuk menciptakan foto landscape yang bagus. Saya mendatangi tempat-tempat yang bagus untuk diexplore.\nBegitupun anda yang mungkin senang untuk foto model, foto macro, foto makanan, dan lain-lain, maksimalkan effort anda untuk terus menggali hal yang baru tentang genre yang anda tekuni.\nDengan begitu akan terasa pencapaian anda di satu genre foto tertentu.\nNama anda sebagai fotografer bisa besar jika anda memiliki satu keahlian di genre tertentu.\nBahkan anda bisa mendapat job foto jika ada klien yang menyukai karya anda.\nIntinya jangan mudah puas dengan apa yang sudah dicapai saat ini. Fotografi itu luas, explore terus.\nAkhir kata Jika semua hal di atas anda lakukan, saya yakin anda akan menguasai fotografi secara otodidak dengan efektif.\nSaatnya take action, ambil kamera anda sekarang dan keluarlah hunting!\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/belajar-fotografi-otodidak/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Jika anda ingin belajar fotografi secara otodidak, ada beberapa hal yang sebaiknya anda ketahui supaya anda bisa memahami dan bisa menciptakan foto keren dengan kamera yang anda miliki.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSaya juga waktu awal \u003ca href=\"https://jagofoto.com/belajar-fotografi/\"\u003ebelajar fotografi\u003c/a\u003e melakukannya secara otodidak. Saya diperkenalkan fotografi oleh teman saya yang dulu satu-satunya orang yang memiliki kamera dslr di kampus.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eWaktu awal menggunakan \u003ca href=\"https://jagofoto.com/kelebihan-dan-kekurangan-kamera-dslr/\"\u003ekamera dslr\u003c/a\u003e senang saja melihat hasilnya di layar lcd kamera.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"belajar fotografi otodidak\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/fotografer-belajar-fotografi-otodidak.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eFotonya bisa tajam, objek yang jauh terlihat dekat dengan menggunakan lensa zoom, menghasilkan foto pemandangan yang indah di tepi pantai dan lain sebagainya.\u003c/p\u003e","title":"Cara Belajar Fotografi Otodidak"},{"content":"JagoFoto.com - Mungkin beberapa di antara anda yang sedang belajar fotografi terkadang mendapatkan warna foto yang masih tidak bagus, tidak sesuai selera.\nNah, kali ini saya ingin menunjukkan settingan kamera dslr nikon yang bagus, dan mungkin akan sesuai juga dengan keinginan anda.\nSaya sendiri memilih settingan ini karena saya merasa ini yang paling sesuai dengan saya.\nDi sini saya menggunakan kamera nikon d5100, dengan lensa standar saja (18-55)\n1. Setting White balance Gunakan auto white balance.\nDengan auto white balance, biarkan kamera memproses gambar kondisi pencahayaan sekitar.\nJika hasilnya tidak sesuai keinginan anda, gunakan pengaturan white balance sesuai kebutuhan dan kondisi sekitar.\nSelengkapnya tentang White balance kamera.\n2. Setting Picture style / picture control Di antara semua picture style, saya menggunakan mode portrait dengan settingan di bawah ini.\nSharpening (7) Contrast (+1) Brightness (0) Saturation (+1) Hue (0) Settingan di atas adalah kuncinya.\nSetelah saya mencoba mode ini saya pun menggunakannya pada setiap kali saya memotret.\nBaik ketika memotret model, memotret landscape, dan lain-lain.\nWarna yang dihasilkan saya suka, kontrasnya terasa lembut.\n3. Aktifkan dynamic range auto (DRO) pada kamera Supaya shadow tetap dapat, dan highlight terjaga.\nPengaturan ini cukup bermanfaat. Dengan mengaktifkan dynamic range auto pada kamera nikon maka prosesor kamera akan merekam gambar dengan dynamic range yang tinggi untuk direkam dalam mode jpg.\nSedangkan jika direkam pada mode raw, akan sama saja jika tidak mengaktifkan fitur ini.\nKarena raw sifatnya menyimpan data gambar secara mentah.\n4. Bersihkan lensa sebelum memotret Sebelum memotret, pastikan lensa yang terpasang pada body kamera anda itu bersih, jangan sampai ada bekas sidik jari, atau embun. Karena embun sedikit pun bisa menyebabkan foto menjadi tidak tajam. Dan warnanya pasti sedikit berubah.\nTips PRO : Gunakan produk dan aksesoris merek kamera anda secara keseluruhan, mulai dari kamera body, lensa-lensa premium, flash lighting, dan lain-lain untuk mendapatkan hasil foto yang memuaskan.\njagofoto.com\nAkhir kata Nah itulah settingan saya untuk mendapatkan warna foto yang selalu bagus pada kamera dslr nikon apsc.\nSettingan ini biasa saya gunakan untuk kondisi foto outdoor dan indoor.\nPengaturan ini juga bisa anda coba pada kamera DSLR merk Nikon anda yang lain, siapa tahu anda menyukainya.\nSelamat mencoba, semoga bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/setting-kamera-dslr/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Mungkin beberapa di antara anda yang sedang \u003ca href=\"https://jagofoto.com/belajar-fotografi/\"\u003ebelajar fotografi\u003c/a\u003e terkadang mendapatkan warna foto yang masih tidak bagus, tidak sesuai selera.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eNah, kali ini saya ingin menunjukkan settingan kamera dslr nikon yang bagus, dan mungkin akan sesuai juga dengan keinginan anda.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSaya sendiri memilih settingan ini karena saya merasa ini yang paling sesuai dengan saya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"cara setting kamera dslr nikon\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/memotret-menggunakan-lensa-135mm.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDi sini saya menggunakan kamera nikon d5100, dengan lensa standar saja (18-55)\u003c/p\u003e","title":"Cara Setting Kamera DSLR untuk Hasil Foto Memuaskan"},{"content":"JagoFoto.com - Chromatic aberration (CA) adalah distorsi warna yang tidak diinginkan yang terkadang Anda perhatikan pada bagian tepi foto Anda.\nCA terjadi karena warna cahaya memiliki panjang gelombang yang berbeda, yang berarti lensa kamera Anda membiaskannya sedikit berbeda.\nChromatic aberration atau biasa disebut dengan CA terjadi karena kualitas lensa yang kurang bagus dalam merekam cahaya.\nHasilnya pada pinggiran atau tepi objek yang difoto biasanya muncul efek berwarna, seperti ungu, atau merah, atau hijau.\nsepintas tidak kelihatan tetapi ketika foto diperbesar maka akan terdapat garis berwarna biru, merah, hijau di pinggir objek\nCara mengatasi efek Chromatic Aberration saat memotret Saat memotret mungkin anda tidak melihat efek CA sampai anda membukanya di layar monitor.\nMaka dari itu pada saat memotret gunakan beberapa trik berikut yang bisa mengurangi Chromatic Abberation, di antaranya :\nGunakan aperture / bukaan lensa yang sempit. Misalnya anda menggunakan F/1.4, dan mendapatkan CA di pinggir objek, maka coba gunakan F/2.8 atau 5.6 saja. Lensa vario / lensa zoom yang terlalu panjang bisa membuat CA pada foto diakibatkan element di dalam lensa yang terlalu banyak. Gunakan lensa yang berkualitas tinggi. Cara mengatasi Chromatic Aberration foto dengan Photoshop Dalam video ini dari Jimmy McIntyre, kita belajar cara mudah untuk meminimalkan keberadaan penyimpangan kromatik.\nhttps://www.youtube.com/watch?v=oP5KyOOZmA8\ncara mudah menghilangkan chromatic aberration pada foto dengan photoshop\nTidak ada penyesuaian yang tepat untuk penataan warna dalam metode ini;\nSebaliknya, ia hanya menggandakan foto, menggunakan gaussian blur dengan radius 20 piksel (yang harus Anda sesuaikan tergantung pada ukuran foto Anda), dan kemudian mengatur blending mode blurry layer ke \u0026lsquo;color.\u0026rsquo;\nHal ini menghilangkan CA pada foto tetapi efeknya secara global, jadi langkah selanjutnya adalah membuat layer mask sehingga Anda dapat mengontrol di mana Anda ingin efek diterapkan.\nAkhir kata Semoga artikel ini membantu anda untuk mengatasi Chromatic aberration pada foto anda.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/chromatic-aberration-adalah/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e -  Chromatic aberration (CA) adalah distorsi warna yang tidak diinginkan yang terkadang Anda perhatikan pada bagian tepi foto Anda.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eCA terjadi karena warna cahaya memiliki panjang gelombang yang berbeda, yang berarti lensa kamera Anda membiaskannya sedikit berbeda.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eChromatic aberration atau biasa disebut dengan CA terjadi karena kualitas lensa yang kurang bagus dalam merekam cahaya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eHasilnya pada pinggiran atau tepi objek yang difoto biasanya muncul efek berwarna, seperti ungu, atau merah, atau hijau.\u003c/p\u003e","title":"Apa itu Chromatic Aberration atau CA Pada Fotografi"},{"content":"JagoFoto.com - Berbicara tentang fotografi, kita selalu diperlihatkan dengan beberapa urusan teknis dalam fotografi. Salah satunya adalah saturasi foto.\nSaturasi foto adalah elemen penting dalam menciptakan tampilan visual yang menarik dan mengekspresikan suasana yang diinginkan.\nSaturasi foto adalah nilai kepekatan yang diberikan pada setiap warna pada foto. Semakin tinggi nilai yang diberikan pada saturasi foto maka warna yang akan dihasilkan akan menjadi lebih \u0026ldquo;mencolok\u0026rdquo;, dan semakin rendah nilainya maka warnanya menjadi \u0026ldquo;jenuh\u0026rdquo;.\njagofoto.com\nDalam artikel ini, kami akan membahas tentang bagaimana meningkatkan atau menurunkan saturasi foto, efek yang dapat dihasilkan melalui saturasi, keseimbangan saturasi warna, serta penerapan saturasi foto dalam fotografi landscape.\nMari kita lanjutkan dan jelajahi lebih lanjut.\nDaftar Isi Meningkatkan Saturasi Foto Menurunkan Saturasi Foto Efek Saturasi pada Foto Keseimbangan Saturasi Warna Saturasi Foto Alami Saturasi Foto dalam Fotografi Landscape Pengaturan saturasi di aplikasi photoshop dan lightroom Penyebab foto over saturasi Cara setting saturasi foto di kamera DSLR dan Mirrorless Cara edit saturasi foto yang pas dengan Photoshop Akhir kata Meningkatkan Saturasi Foto Meningkatkan saturasi foto adalah teknik yang digunakan untuk memberikan kehidupan dan kecerahan pada warna-warna dalam gambar. Dengan memperkuat saturasi, warna-warna akan menjadi lebih tajam, cerah, dan menonjol. Ini dapat membuat foto terlihat lebih berani dan mencolok. Penggunaan perangkat lunak pengeditan foto seperti Adobe Photoshop atau Lightroom dapat membantu meningkatkan saturasi secara selektif, sehingga memungkinkan kontrol yang lebih baik pada setiap elemen warna dalam foto.\nMenurunkan Saturasi Foto Menurunkan saturasi foto adalah langkah yang diambil untuk menciptakan tampilan yang lebih lembut dan tenang. Dalam beberapa kasus, warna yang terlalu kuat atau terlalu cerah dapat mengganggu komposisi atau menghasilkan kesan yang tidak diinginkan. Dengan mengurangi saturasi, foto dapat memiliki nuansa yang lebih alami dan lebih netral. Ini dapat menciptakan suasana yang lebih lembut, atau memberikan tampilan retro yang klasik.\nEfek Saturasi pada Foto Efek saturasi pada foto dapat menciptakan perbedaan yang signifikan dalam suasana dan pesan yang ingin disampaikan melalui gambar. Saturasi yang tinggi dapat memberikan kesan yang kuat, ceria, dan penuh energi, sementara saturasi yang rendah menciptakan kesan yang tenang, misterius, atau bahkan melankolis. Dalam mengedit foto, eksperimen dengan tingkat saturasi yang berbeda dapat membantu mengekspresikan suasana yang diinginkan.\nKeseimbangan Saturasi Warna Keseimbangan saturasi warna adalah penting dalam menciptakan tampilan yang harmonis dan seimbang dalam foto. Memiliki saturasi yang terlalu tinggi pada satu warna tertentu dapat menghasilkan tampilan yang tidak alami dan mempengaruhi kesan keseluruhan foto. Dalam mengedit, pastikan untuk menjaga keseimbangan saturasi warna dengan memeriksa setiap elemen warna secara keseluruhan, sehingga warna-warna saling melengkapi dan menciptakan keseimbangan yang menyenangkan.\nSaturasi Foto Alami Saturasi foto alami mengacu pada tampilan yang mempertahankan keaslian warna sejati dalam gambar. Tujuan dari saturasi foto alami adalah untuk memperkuat dan mempertahankan keindahan warna-warna yang ada dalam kondisi pencahayaan asli. Hal ini penting terutama dalam fotografi lanskap, di mana warna-warna alam menjadi fokus utama dalam menciptakan pengalaman visual yang menakjubkan.\nSaturasi Foto dalam Fotografi Landscape Dalam fotografi landscape, saturasi foto dapat memainkan peran penting dalam menghadirkan keindahan alam yang luar biasa. Dengan memperkuat saturasi warna dalam elemen alam seperti langit biru, pepohonan hijau, atau bunga-bunga yang berwarna cerah, foto landscape dapat menjadi lebih menarik dan memukau. Penting untuk menjaga keseimbangan dan keaslian warna alam dalam menciptakan hasil yang memukau dan memikat.\nPengaturan saturasi di aplikasi photoshop dan lightroom Jika anda pernah membuka photoshop dan lightroom, tool ini biasa disandingkan dengan opsi Vibrance dan Hue.\nVibrance adalah nilai warna yang diberikan pada area tertentu saja, bukan secara global seperti saturasi.\nSedangkan HUE, merupakan nilai untuk mengubah saturasi, misalnya warna merah bisa diubah menjadi warna orange, hijau, biru, dan lain sebagainya. Selama warna itu masih bisa diubah semaksimal mungkin.\nSemakin tinggi saturasi foto yang diberikan, istilahnya adalah over saturasi, sedangkan jika foto saturasinya kurang maka istilahnya low saturasi/saturation/lowsat.\nFoto yang memiliki saturasi tinggi cenderung membuat mata sakit.\nCoba bandingkan foto-foto di bawah. Mana yang kira-kira membuat mata anda nyaman melihatnya.\nfoto over saturasi dan foto saturasi normal\nPada foto di atas bisa dilihat betapa warna foto yang dihasilkan membuat mata jadi sakit. Bahkan bisa dibilang norak lah ya.\nPenyebab foto over saturasi Saturasi foto bisa disebabkan oleh karena settingan kamera dan cara edit kita yang tidak terkontrol.\nSelain itu monitor yang digunakan juga harus bagus, supaya didapatkan hasil foto yang benar-benar baik.\nKarena jika anda mengedit menggunakan monitor yang kurang bagus, maka bisa saja anda melihatnya sudah normal, tetapi ketika dibuka di device lain, warnanya malah jadi over saturated.\nSebelum anda memotret, cobalah lihat dulu kondisi objek yang ingin difoto, apakah objek tersebut memiliki saturasi yang tinggi atau tidak.\nMaksud saya adalah anda bisa melihat pakaian yang digunakan orang yang ingin anda foto.\nJika pakaiannya terlalu ngejreng, maka silahkan setting di kamera anda dengan menurunkan saturasinya step by step sampai didapatkan contoh foto yang normal dan tidak sakit mata.\nAtau saat anda memotret landscape sunset, silahkan lihat area sekitar misalnya area langit di sekitar matahari terlalu saturasi atau kurang saturasinya.\nMaka anda sesuaikan di kamera anda dulu.\nCara setting saturasi foto di kamera DSLR dan Mirrorless Masuk ke bagian setting Pilih picture style yang diinginkan misalnya standart, potrait, natural, vivid, lanscape dan lain-lain. Lebih detail tentang picture style tersebut silahkan turunkan atau naikkan settingan saturasinya. Biasanya kan terdapat pilihan brigness, contrast dan saturation, nah pilih saturation. Lakukan beberapa shot sambil melihat hasilnya di kamera anda sampai didapat saturasi foto yang pas Untuk memudahkan anda dalam editing foto nantinya, silahkan gunakan file RAW dengan begitu anda akan lebih mudah mengatur saturasi warna yang pas melalui komputer.\nCara edit saturasi foto yang pas dengan Photoshop Pada artikel sebelumnya saya sudah menulis tentang cara meningkatkan saturasi foto yang baik dengan selective color.\nSaya menyarankan anda untuk melakukan cara yang sama untuk anda yang ingin mendapatkan hasil foto dengan saturasi tinggi tanpa harus membuat foto jadi over saturated.\nSelain itu anda juga bisa mengedit secara manual dengan masuk ke pilihan Image \u0026gt; adjusment \u0026gt; Vibrance dan Hue/Saturation.\nSaran saya mainkan Vibrance saja dulu, karena vibrance akan menaikkan area warna di sekitarnya saja, bukan secara global seperti saturation.\njagofoto.com\nAkhir kata Saturasi foto adalah elemen yang kuat dalam menciptakan tampilan visual yang menarik dan mengekspresikan suasana yang diinginkan.\nDalam artikel ini, kami telah membahas tentang bagaimana meningkatkan atau menurunkan saturasi foto, efek saturasi yang dapat dihasilkan, pentingnya keseimbangan saturasi warna, serta penerapan saturasi dalam fotografi landscape.\nDengan menguasai teknik-teknik ini, Anda dapat menciptakan foto-foto yang menakjubkan dan memikat dengan kekuatan saturasi yang tepat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/saturasi-foto-adalah/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e -  Berbicara tentang fotografi, kita selalu diperlihatkan dengan beberapa urusan teknis dalam fotografi. Salah satunya adalah saturasi foto.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSaturasi foto adalah elemen penting dalam menciptakan tampilan visual yang menarik dan mengekspresikan suasana yang diinginkan.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eSaturasi foto adalah nilai kepekatan yang diberikan pada setiap warna \u003ca href=\"https://jagofoto.com/dimensi-pada-fotografi/\"\u003epada foto\u003c/a\u003e. Semakin tinggi nilai yang diberikan pada saturasi foto maka warna yang akan dihasilkan akan menjadi lebih \u0026ldquo;mencolok\u0026rdquo;, dan semakin rendah nilainya maka warnanya menjadi \u0026ldquo;jenuh\u0026rdquo;.\u003c/p\u003e","title":"Pengertian dan Cara Setting Saturasi Foto Supaya Terlihat Enak"},{"content":"JagoFoto.com - Saat anda membeli kamera digital seperti dslr atau mirrorless. Di dalamnya sudah include fitur untuk metering.\nMetering yaitu bagaimana cara kita mengukur exposure yang tepat pada objek yang ingin difoto.\nJadi saat melakukan metering kamera kita bisa mengetahui berapa speed, aperture dan iso yang digunakan pada kamera sehingga foto bisa pas exposurennya.\nDalam mempelajari metering kita harus mengetahui sifat cahaya.\nTerdapat 2 jenis cahaya yaitu, yaitu insident light dan reflected light.\nInsident light yaitu cahaya yang langsung jatuh ke objek, sedangkan reflected light yaitu cahaya yang jatuh ke objek kemudian dipantulkan ke kamera untuk diukur dari kamera.\nUntuk mengukur insident light kita menggunakan alat yang bernama external light meter.\nKenapa external metering?\nKarena external light meter memiliki semacam bulat berwarna putih. Nah bagian tersebut akan mengukur berapa besaran cahaya yang diterima pada suatu objek yang ingin difoto, kemudian memberitahukan kita settingan exposure yang sebaiknya di set di kamera (ISO, Aperture dan Speed).\nSedangkan.\nUntuk mengukur reflected light, kita hanya perlu menggunakan metering yang ada di kamera kita.\nBaik kamera digital maupun kamera analog memiliki sistem metering pada objek secara reflected light.\nMetering pada kamera tidak bisa mengenali seberapa besar cahaya yang jatuh ke objek, dia juga tidak bisa mengenali warna, warna putih akan dianggap over exposure, dan warna hitam akan dianggap under exposure. Ini dipengaruhi dari bentuk dan scene objek kita.\nBahkan pada beberapa area metering in camera bisa meleset yang menyebabkan foto menjadi tidak akurat tonalnya.\nContohnya warna merah tidak terlalu merah, atau biru langit malah terlalu kebiruan/gelap.\nLantas, mana yang lebih akurat, metering kamera atau metering external? Jawabannya adalah metering external.\nAlasannya simple, karena metering external akan menyesuaikan cahaya yang jatuh ke objek dengan exposure yang dibutuhkan kamera.\nSedangkan saat menggunakan in camera metering, exposure yang dihasilkan belum tentu tepat karena cahaya yang terlihat pada scene/frame foto adalah cahaya yang dipantulkan ke kamera, bukan diterima langsung.\nCahaya yang dipantulkan tersebut akan dikalkulasikan kembali sebagai pengaturan exposure yang tepat menurut kamera.\nMakanya banyak profesional sampai saat ini masih menggunakan metering external daripada metering kameranya, meskipun kameranya sudah canggih betul.\nPenjelasan tentang in camera metering / metering kamera digital Karena metering in camera ini memiliki sistem reflected light, maka semua objek yang ditangkap pada scene akan dirata-ratakan ke abu-abu 18 % (persen).\nWarna putih akan dianggap over, sedangkan warna hitam akan dianggap under.\nWarna-warna yang ada memiliki tingkat saturasi dan value yang berbeda-beda pula. Misalnya dari warna merah muda ke warna merah tua, biru langit sampai biru malam.\nItu semua memiliki nilai exposure yang berbeda-beda ketika dilakukan meteringnya melalui metering bawaan kamera.\nSekali lagi, metering kamera akan selalu mengukur secene nya ke middle grey, atau 18% abu-abu.\nContoh metering pada kamera Pada artikel tentang metering kamera sebelumnya, kita sudah mengenal 3 macam mode metering yaitu, spot, center weight, dan matrix/evaluative.\nNah, mode metering ini gunanya untuk mengukur berapa exposure yang dibutuhkan saat kamera diarahkan pada sebuah scene.\n\u0026lsquo;Titik-titik\u0026rsquo; yang muncul akan mengukur berapa besaran reflected light yang dipantulkan benda.\nKemudian kamera akan merata-ratakan ke 18 persen grey cahaya yang ditangkapnya tersebut melalui area pada titik-titik itu. Jika ternyata reflected light yang didapatkan terlalu terang, maka akan diturunkan ke 18% mendekati grey, begitupun sebaliknya.\nJika tonalnya pas abu-abu, maka itu dianggap exposure yang pas oleh kamera.\nCoba lihat beberapa gambar di bawah, menggunakan metering bawaan kamera.\nSettingan yang digunakan yaitu Aperture Value, set di F/5.6\nexposure yang didaptkan iso 800, 1/60\nYang pertama menggunakan metering spot, area tengah dianggap gelap. Maka dinaikkan oleh kamera. Sehingga membuat area background nya yang putih menjadi over exopsure.\nexposure yang didapatkan, iso 320, 1/60\nYang kedua menggunakan center weighed, area tengah dan sekitarnya terlihat pas.\nexposure yang didaptkan, iso 125, 1/60s.\nYang terakhir menggunakan matrix/evaluatif, semua area diukur, termasuk area putih area putih dianggap over exposure maka digelapkan sedikit sehingga membuat area objek utama di tengah menjadi lebih gelap.\nNah saat menggunakan metering external, mungkin hasil metering di atas tidak ada yang sama. Disini saya tidak memiliki metering external (karena tidak punya alatnya), tapi saya pikir exposurenya kira-kira berada antara foto ke-2 dan foto ke-3.\nKarena semestinya apa yang kita lihat akan sama juga yang ditangkap oleh kamera.\nApakah kita tidak bisa menangkap foto yang bagus dengan menggunakan metering kamera? Bisa! Bisa sekali. Asal tau caranya.\nKan ujungnya sama-sama kita akan mendapatkan exposure yang pas.\nHasil exposure yang didapatkan pada kamera external bisa diaplikasikan pada kamera kita.\nJadi untuk mendapatkan exposure yang baik pada kamera ada 3 opsi, yaitu :\nGunakan kartu 18% grey Kartu ini digunakan saat ingin memotret, cari exposure yang tepat menggunakan kartu tersebut. Setelah mendapatkan pengukuran exposurenya, lalu set exposure tersebut sebagai pengaturan exposure kamera anda.\nCari objek yang kira-kira mendekati middle grey lalu metering ke situ, lock terus komposisikan ulang objek anda pada scene/frame anda. Gunakan exposure compensasion atau ev pada kamera Sedikit repot, jika anda melihat review hasil foto anda agak terang atau agak gelap, berikan kompensasi ke (-) minus atau (+) plus.\nAkhir kata Semoga anda bisa memahami apa yang dijelaskan dalam artikel ini.\nPada akhirnya dengan mempelajari metering, kita bisa menangkap objek dengan exposure yang tepat sebagaimana yang kita lihat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/metering-kamera-digital/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e -  Saat anda membeli kamera digital seperti \u003ca href=\"https://jagofoto.com/kelebihan-dan-kekurangan-kamera-dslr/\"\u003edslr\u003c/a\u003e atau \u003ca href=\"https://jagofoto.com/kelebihan-dan-kekurangan-kamera-mirrorless/\"\u003emirrorless\u003c/a\u003e. Di dalamnya sudah include fitur untuk metering.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eMetering yaitu bagaimana cara kita mengukur exposure yang tepat pada objek yang ingin difoto.\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eJadi saat melakukan metering kamera kita bisa mengetahui berapa speed, aperture dan iso yang digunakan pada kamera sehingga foto bisa pas exposurennya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam mempelajari metering kita harus mengetahui sifat cahaya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTerdapat 2 jenis cahaya yaitu, yaitu \u003cstrong\u003einsident light\u003c/strong\u003e dan \u003cstrong\u003ereflected light.\u003c/strong\u003e\u003c/p\u003e","title":"Apa itu Metering pada Kamera Digital?"},{"content":"JagoFoto.com - Sering kita melakukan perjalanan ke suatu tempat dengan tujuan travelling/rekreasi atau jalan-jalan, kita pasti tidak lupa untuk membawa kamera.\nGunanya untuk mendatkan foto yang keren saat travelling.\nAda yang membawa kamera seperti kamera hp/pocket, dan ada pula yang membawa kamera beserta alat fotografi yang lengkap seperti DSLR beserta lensa dan berbagai aksesoris kamera.\nMelihat hal seperti ini, tidak ada salahnya memang. Setiap orang berhak melakukan apa yang ingin dia lakukan karena fotografi adalah kesenangan sendiri buat setiap orang.\nNamun ada hal yang bisa saya garis bawahi yaitu\nAntara membuat karya fotografi dengan dokumentasi foto.\nDi antara keduanya saya rasa agak berbeda jika dilihat dari segi hasil foto yang akan dibuat.\nMeskipun keduanya bisa masuk ke dalam kategori karya fotografi tetapi peruntukannya akan terasa perbedaannya.\nDimana karya fotografi dibuat dengan begitu matang dan penuh perencanaan, sedangkan foto dokumentasi khusus yang awam selama travelling dibuat hanya asal-asalan saja. Jepret-jepret objek yang terlihat bagus saja.\nApakah itu salah?\nTidak sama sekali. Kembali ke tujuan awal kita memotret.\nMaksud saya dalam sebuah karya fotografi dituntut penguasaan teknis yang matang sebelum membuat foto.\nDikaitkan dengan jalan-jalan, ketika melakukan traveling ke suatu tempat, hendaknya sudah memikirkan dengan matang dua hal berikut ini.\nPertama, yaitu ingin membuat foto sebagai karya fotografi, atau yang Kedua, bepergian memang fokus pada traveling, soal fotografi itu soal paling terakhir.\nJika bepergian dengan tujuan memotret/hunting foto, sebelumnya kita sudah dilakukan survey tempat yang akan didatangi, bagaimana lokasi disana, keadaan alam, cuaca, lokasi pemotretan yang ingin diambil.\nSemua itu sudah dipikir matang-matang.\nSehingga nantinya foto yang diambil dapat maksimal dan memuaskan. Waktu yang digunakan untuk memotret akan sangat banyak dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk menikmati perjalanannya.\nBerbeda dengan bepergian untuk traveling/jalan-jalan Mereka yang berniat demikian akan sangat menikmati perjalanannya.\nSehingga hasil foto yang dihasilkan hanya sekedar sebuah dokumentasi saja, namun tidak menutup kemungkinan menjadi sebuah karya fotografi yang bagus juga.\nTetapi sebagian besar waktu yang digunakan adalah untuk melakukan traveling.\nCara mendapatkan foto bagus saat sedang traveling Jika anda sayang akan biaya yang dikeluarkan sudah mahal-mahal tetapi tidak menjamin bakalan mendapatkan foto bagus, caranya sangat mudah yaitu sewa saja jasa fotografer.\nMereka akan mengabadikan tiap moment anda, sedangkan anda fokus menikmati waktu jalan-jalan anda. Apakah itu bersama pasangan keluarga atau sendiri saja.\nAkhir kata Sebagai kesimpulan dan saran, bepergian kemana saja itu akan sangat menyenangkan jika didukung dengan niat yang sungguh untuk menikmati suasana refreshing.\nDengan begitu maka maksimalkan waktu selama traveling, nikmatilah, tidak usah terlalu pikirkan tentang fotografi, karena foto yang dihasilkan hanya sekedar foto dokumentasi saja.\nFoto bagus yang didapatkan hanya sekedar bonus saja.\nYang penting adalah selama traveling itu dinikmati, bukan setiap moment dijadikan menjadi karya fotografi. Sekian.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/fotografi-dan-travelling/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Sering kita melakukan perjalanan ke suatu tempat dengan tujuan travelling/rekreasi atau jalan-jalan, kita pasti tidak lupa untuk membawa kamera.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eGunanya untuk mendatkan foto yang keren saat travelling.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAda yang membawa kamera seperti kamera hp/pocket, dan ada pula yang membawa kamera beserta alat fotografi yang lengkap seperti DSLR beserta lensa dan berbagai aksesoris kamera.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"jalan-jalan dan fotografi travel nikon canon sony muhammad rafiuddin muhammadrafiuddin.net photography fotografi indonesia makassar kamera photography fotografi keren videografi teknik dasar fotografi fotografi pemula komunitas fotografi materi fotografi teknik fotografi model id photographer macam macam teknik fotografi teknik fotografi hp teknik fotografi dasar blog fotografi sejarah fotografi di indonesia teknik fotografi dslr majalah national geographic indonesia fotografi tutorial fungsi fotografi 100 trik fotografi\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/pexels-photo-378152.jpeg\" title=\"jalan-jalan dan fotografi\"\u003e\u003c/p\u003e","title":"Fotografi dan Travelling"},{"content":"JagoFoto.com - Metering kamera digital adalah salah satu hal yang perlu dikuasai ketika belajar fotografi.\nKenapa ini sangat penting?\nKarena ini akan menentukan bagaimana kita menentukan exposure kamera yang dibutuhkan untuk memotret objek yang ingin kita foto.\nSebelum masuk ke inti pembahasan, saya ingin memberitahukan terlebih dahulu bahwa fotografer itu harus ketahui dengan benar apa yang ingin difoto.\nSebab seorang fotografer sejatinya itu melukis cahaya.\nObjek yang ada di sekitar yang disinari cahaya, dikomposisikan dengan baik kemudian dijepret dengan exposure yang diinginkan oleh kita.\nKalau kita paham tentang ini maka semestinya kamera mengikuti kemauan kita, bukan sebaliknya.\nPerlu diingat bahwa tidak selamanya apa yang dihasilkan kamera itu sesuai dengan keinginan. Meskipun pengukurannya terhadap cahayanya sudah tepat.\nAnda paham yang saya maksud?\nMisalnya begini deh\u0026hellip;\nDi sekitar anda terdapat sebuah jendela dengan cahaya matahari yang datang dari luar. Di dekat jendela ada seorang model yang sedang duduk menghadap ke luar.\nYang mana yang akan anda foto?\nKalau saya sih orangnya. Saya ingin memotret memperlihatkan wajahnya dengan baik.\nKemudian saya menggunakan setting kamera auto.\nTernyata hasilnya over exposure. Orangnya tidak terexpose dengan baik. Detail dari wajahnya tidak kelihatan.\nKemudian saya menggunakan mode semi auto (p, s/tv, a). Dan saya masih belum sreg dengan hasilnya.\nTerakhir saya menggunakan mengatur metering dari kamera.\nSaya menggunakan metering spot untuk mengambil detail wajahnya dengan sempurna dan saya mengabaikan exposure yang ada di sekitarnya. Entah itu bagian luar akan over exposure atau bagian dalam ruangan yang terlalu gelap. Pokoknya wajahnya harus saya dapatkan dengan baik.\nOke. Akhirnya saya mendapatkan foto yang sempurna. Sesuai dengan keinginan saya.\nmetering spot tepat ke wajah cewek itu\nNah, sampai disini apakah anda sudah paham?\nSaya pikir anda sudah paham. Betapa pentingnya mengetahui bagaimana metering ini bekerja.\nOke tanpa basa basi lagi begini cara menggunakan metering kamera yang benar.\nJenis metering kamera Nama dari jenis metering mungkin berbeda-beda setiap kamera. Namun anda bisa melihat dari icon yang disediakan.\nMisalnya kamera Nikon, memiliki 3 buah metering yaitu matrix, center-weighted, dan spot. Sedangkan metering kamera Canon ada 4 jenis yaitu evaluative, center weighed avrage, partial, dan spot. Kamera Sony memiliki 3 metering yaitu, multi, center dan spot.\nNah, meskipun berbeda-beda, tetapi fungsinya mirip-mirip saja. Inilah metering kamrea yang selalu ada pada semua kamera digital dslr, mirrorless, dan medium format.\nMatrix metering Matrix metering sangat cocok digunakan untuk memotret objek yang memiliki scene pencahayaan yang extreme. Misalnya foto di tengah kota saat siang hari/terik matahari, atau foto objek yang mendapat cahaya yang terlalu kontras (terlalu terang dan terlalu gelap).\nMaka kamera akan mengukur secara keseluruhan exposure yang dibutuhkan pada scene tersebut.\nMenggunakan matrix meninimalisir anda kehilangan banyak detail pada frame anda.\nCenter weight metering Center weight metering digunakan untuk mengukur rata-rata exposure yang dibutuhkan pada area di sekitar objek diukur mulai di bagian tengah sampai area area setengah lingkaran. Center weight tidak akan menghitung exosure pada objek yang ada di luar area lingkarannya.\nCenter weight ini cocok digunakan untuk memotret objek yang terpapar cahaya rata pada bagian tengah saja. Sehingga yang dihasilkan foto tetap dalam keadaan exposure yang pas.\nMisalnya, foto di atas panggung/stage photography, dengan fokus kepada penyanyi atau satu pemain musik saja.\nSpot metering Spot metering merupakan area terkecil untuk memerintahkan kamera mengukur area tertentu. Spot metering ditandai dengan satu titik saja dan dapat dilihat langsung pada bagian view finder kamera. Ketika shutter ditekan setengah maka biasanya akan muncul satu titik merah.\nDimana titik itu ditempatkan maka disitu kamera akan menghitung exposure yang pas. Tanpa memperdulikan area disekitarnya lagi.\nUntuk kasus foto di atas tadi saya menggunakan spot metering untuk expose tepat diwajahnya saja.\nBelajar metering kamera yang benar Mengingatkan lagi, bahwa metering digunakan untuk mengukur daerah sekitar sehingga pas menurut hitungan kamera. Jika tidak puas dengan hasilnya, silahkan atur sesuai keinginan dengan menurunkan atau menaikkan kompensasi.\nApa itu kompensasi? Kompensasi adalah nilai yang plus minus yang diberikan terhadap hasil perhitungan exposure. Biasanya pada kamera dslr ditandai dengan -3 -2 -1 0 +1 +2 dan +3.\nPada kamera sony a7 tombol ini ada di bagian pojok kanan atas kamera.\nMetering objek sesuai keinginan\nBiasanya orang menggunakan pencet setengah pada tombol rana untuk mengunci exposure. Kemudian dijepret.\nNamun ada juga pengaturan kamera yang membolehkan metering diatur melalui tombol lain yaitu tombol ael (auto exposure lock).\narahkan ke mode AEL, kemudian tombol ini digunakan untuk mengunci exposure yang diinginkan sebelum memotret objek.\nDengan menekan tombol ini kita bisa melakukan metering terlebih dahulu pada area tertentu yang ingin ditangkap dengan baik exposurenya kemudian sambil terus menekan tombol ael, maka kita mencari frame yang frame yang pas lalu menekan shutter.\nAnda mungkin pernah melihat fotografer membidik objek lain terlebih dahulu sebelum membidik objek utamanya lalu menekan shutter.\nNah yang mereka lakukan itu adalah melakukan metering terhadap keadaan sekitar.\nMencari metering yang pas untuk menciptakan exposure yang pas pada fotonya nanti.\nContoh foto dengan berbagai macam metering multi metering\ncenter weight metering\nspot metering\nAkhir kata Demikian tips dan cara menggunakan metering pada kamera digital yang benar.\nSebenarnya cara di atas semuanya lengkap sudah dibahas pada buku manual kamera anda, cuma banyak orang yang malas membaca buku tersebut.\nDengan memahami fungsi setiap metering maka anda bisa menciptakan foto yang luar biasa dan sesuai keinginan anda.\nKarena sejatinya fotografer itu melukis cahaya.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/cara-menggunakan-metering-kamera-digital-dslr/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e -  Metering kamera digital adalah salah satu hal yang perlu dikuasai ketika belajar fotografi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKenapa ini sangat penting?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena ini akan menentukan bagaimana kita menentukan exposure kamera yang dibutuhkan untuk memotret objek yang ingin kita foto.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSebelum masuk ke inti pembahasan, saya ingin memberitahukan terlebih dahulu bahwa fotografer itu harus \u003cstrong\u003eketahui dengan benar apa yang ingin difoto\u003c/strong\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSebab seorang fotografer sejatinya itu melukis cahaya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eObjek yang ada di sekitar yang disinari cahaya, dikomposisikan dengan baik kemudian dijepret dengan exposure yang diinginkan oleh kita.\u003c/p\u003e","title":"Tips Metering Kamera Digital untuk Hasil Foto yang Optimal"},{"content":"JagoFoto.com - Ketika saya masih belajar untuk memotret foto landscape ada banyak hal yang saya pelajari.\nBelajar dari pengalaman, kali ini saya ingin membagikan beberapa saran terbaik untuk fotografer pemula yang baru mulai motret foto landscape.\nApa saja hal tersebut?\n1. Buatlah foto lebih banyak, lebih sering di lokasi kamu Ketika kamu sampai di satu lokasi pemotretan lanskap.\nJangan hanya tinggal di satu spot saja. Cobalah untuk explore tempat tersebut. Kamu pasti akan mendapatkan foto yang lebih menarik ketimbang foto-foto yang sering kamu lihat di sosial media.\nBuatlah foto yang banyak bukan hanya di satu spot tersebut. Dan jika memungkinkan, sering-seringlah kembali ke spot itu. Kamu akan mendapatkan moment yang berbeda dari sebelumnya. Entah itu dari arah cahaya, atau kondisi cuaca.\nDengan begitu foto lanskap yang kamu hasilkan akan lebih beragam.\n2. Tinggal lebih lama di lokasi Ketika kamu memotret untuk mengejar sunset, jangan buru-buru pulang.\nTinggallah sedikit lebih lama.\nKamu akan mendapatkan moment blue hour dimana foto kamu akan terlihat dominan biru oleh cahaya matahari yang mulai terbenam.\n3. Berbalik ke sisi yang berbeda, siapa tahu dapat objek yang keren Saat sedang asyik mengambil gambar di satu angle, cobalah melihat ke sisi yang berbeda.\nBerbaliklah ke kanan, kiri, bahkan ke belakang kamu. Siapa tahu kamu mendapatkan moment yang bagus seperti cahaya matahari yang dramatis, dan lain sebagainya.\n4. Set kamera untuk memotret dengan format RAW Keuntungan memotret raw adalah opsi untuk mengedit foto akan jadi lebih banyak.\nFoto yang dihasilkan dari format raw adalah file mentah. Artinya harus diedit lagi. Warnanya kadang mati, flat, tidak ada kontras, saturasi yang kurang.\nMeski begitu dengan melakukan hal itu kamu akan dipaksa untuk mengetahui apa itu exposure, apa itu kontras, apa itu saturasi, vibrance, tonal dan lain sebagainya.\nBerbeda dengan format jpg yang opsinya hanya terbatas sekali.\nDengan mengedit raw, anda bisa latihan untuk belajar untuk edit foto sendiri sesuai keinginan mu.\nKamu bisa atur mulai exposure, saturasi, ketajaman, kontras dan lain sebagainya.\nSehingga hasil foto lanskap yang kamu dapatkan akan lebih maksimal.\n5. Shot dengan angle yang extreme Mungkin kamu bisa mulai dengan menurunkan tripod serendah mungkin, atau menaikkan tripod setinggi mungkin.\nHal itu akan membuat kamu mendapatkan hasil foto dengan angle foto yang berbeda. Hasil foto kamu pun menjadi terlihat stand out dari foto orang lain.\nCobalah lebih dekat dengan objek, kamu akan mendapatkan perspektif yang berbeda dari sebelumnya.\n6. Foto landscape terbaik itu direncanakan Mungkin tidak banyak dari kita melakukan hal ini. Datang ke satu tempat lalu hunting sana sini. Tanpa mengatahui baik lokasi tersebut.\nJika itu yang anda lakukan itu tidak salah.\nNamun akan lebih baik jika terlebih dahulu sebelumnya melakukan riset.\nRiset yang dilakukan simple saja seperti\nmengetahui objek apa saja yang difoto dimana spot foto terbaik dari lokasi yang ingin didatangi hal apa saja yang akan ditemui di lapangan kapan waktu terbaik untuk memotret lanskap di lokasi tersebut dan lain sebagainya Dengan begitu persiapan kamu untuk membuat foto lanskap akan jauh lebih baik.\n7. Fokus pada foreground Foreground maksudnya objek terdekat yang ada di depan kamera.\nPada fotografi lanskap ada 3 titik fokus yaitu foreground, mid ground dan background.\nSilahkan mulai memfokuskan perhatian pada objek yang ada di depan anda. Mungkin itu hanya sebuah batu, atau pohon, atau desir ombak di pantai.\nMungkin itu adalah hal yang kecil tetapi foto yang kamu hasilkan akan menjadi lebih menarik.\nIni juga bisa menjadi saran bagi kamu yang kesulitan untuk mencari objek yang menarik untuk difoto.\nTemukan objek menarik, unik, lucu, keren lalu tentukan angle yang tepat untuk memotretnya.\n8. Putar kamera dari landscape ke vertical/potrait Kamu tidak selamanya harus memotret dengan mode landscape. Cobalah putar kamera di tripod kemudian komposisikan foto dengan perspektif vertikal.\nIni akan menjadikan kamu mendapatkan foto yang lebih unik.\nEfek dari komposisi foto vertikal adalah foto kita bisa dilihat dari atas ke bawah, atau sebaliknya dari bawah ke atas.\nCoba saja, siapa tahu komposisi foto yang kamu dapatkan akan jauh lebih menarik.\n9. Nikmati prosesnya Jangan risau ketika mendapatkan foto yang kurang bagus.\nJangan risau jika mendapatkan cuaca yang buruk ketika sudah di lokasi.\nNikmati prosesnya ketika kamu berjalan jauh ke lokasi membawa gear yang berat.\nNikmati pemandangan indah yang ada di lokasi.\nNikmati prosesnya ketika kamu mengedit foto di rumah.\nNikmati prosesnya sampai kamu mencetak dan menggantungnya di dinding rumah kamu.\nNikmati saja prosesnya.\nKarena memotret lanskap itu bukan sesuatu yang harus dibuat dengan cepat. Memotret lanskap itu butuh proses yang lama bukan hanya sekedar memotret.\nLanskap itu bukan sekedar memotret di satu tempat ke tempat lain, melainkan bagaimana kamu bisa menikmati setiap proses yang kamu alami.\nAkhir kata Semoga beberapa saran di atas bisa membantu anda dalam melakukan fotografi landscape photography.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/saran-terbaik-fotografer-landscape-pemula/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Ketika saya masih \u003ca href=\"https://jagofoto.com/apa-itu-foto-landscape/\"\u003ebelajar untuk memotret foto landscape\u003c/a\u003e ada banyak hal yang saya pelajari.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"fotografer landscape\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/fotografer-lanskap.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBelajar dari pengalaman, kali ini saya ingin membagikan beberapa saran terbaik untuk fotografer pemula yang baru mulai motret foto landscape.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eApa saja hal tersebut?\u003c/p\u003e\n\u003ch3 id=\"1-buatlah-foto-lebih-banyak-lebih-sering-di-lokasi-kamu\"\u003e1. Buatlah foto lebih banyak, lebih sering di lokasi kamu\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eKetika kamu sampai di satu lokasi pemotretan lanskap.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJangan hanya tinggal di satu spot saja. Cobalah untuk explore tempat tersebut. Kamu pasti akan mendapatkan foto yang lebih menarik ketimbang foto-foto yang sering kamu lihat di sosial media.\u003c/p\u003e","title":"9 Saran Terbaik Bagi Fotografer Pemula untuk Membuat Foto Landscape Lebih Keren"},{"content":"JagoFoto.com - Guys, long exposure merupakan salah satu teknik dasar dalam fotografi.\nPrinsip kerja teknik long exposure adalah kamera akan merekam 1 gambar menggunakan waktu exposure 30 detik atau lebih.\nMeskipun terbilang dasar, masih banyak pula yang belum mengetahui secara benar. Penerapan teknik ini paling banyak dilakukan oleh mereka yang hobi melakukan foto pemandangan/landscape.\nMemotret dengan long exposure membutuhkan kesabaran.\nMengambil gambar di suatu tempat dengan teknik ini membuat saya berada di sana dalam waktu yang lama untuk menanti sebuah foto berhasil diambil dari kamera saya.\nSebab kadang juga moment yang tidak tepat dalam mengabadikan gambar membuat saya ingin kembali lagi di tempat yang sama.\nKali ini saya akan menuliskan beberapa hal yang mesti diperhatikan saat atau sebelum melakukan foto long exposure.\n1. Pada malam hari | foto bintang-bintang Salah satu kegemaran para landscaper adalah mengambil foto di malam hari. Dimana menunjukkan lokasi suatu tempat di malam hari, dengan objek utama yaitu bintang di langit.\nAda 3 pilihan foto long exposure yang bisa dibuat di malam hari yaitu memotret milky way, star trail, atau light trail\nMilky Way Milky way singkatnya adalah foto gugusan bintang yang berbentuk seperti aliran sungai di atas langit. Mengambil gambar milkyway tidak bisa dianggap mudah, butuh persiapan yang matang terlebih dahulu.\nDi Indonesia milky way akan sulit kelihatan saat kamu berada di daerah perkotaan, cobalah berkunjung ke daerah pedesaan yang mana cahaya lampu masih sangat minim.\nContoh foto milky way, memotret gugusan bintang\nCara paling gampang untuk melihat rasi bintang/milky way adalah menginstall aplikasi pembaca rasi bintang ke smartphone kamu.\nUntuk memotret foto milky way, kamera diletakkan di tripod lalu merekam bintang gugusan bintang yang muncul di langit dengan waktu yang tidak lebih dari 30 detik atau lebih singkat.\nMengapa 30 detik saja?\nSebab bintang itu bergerak. Meskipun tidak dapat kita lihat sekilas mata, tetapi kamera akan merekamnya.\nDan pada saat diperbesar, foto akan menujukkan pergerakan bintang itu. Jika mengambilnya terlalu lama, hasilnya menjadi tidak bagus.\nPada umumnya pertama kamera disetting pada bukaan terbesar (angka terkecil, misal f/2.8), kemudian dilanjutkan dengan mengatur kecepatan maksimum misalnya 30 detik saja, dan terakhir ISO yang digunakan akan menyesuaikan dengan speed dan bukaan tadi.\nJangan lupa set mode file gambar ke mode RAW untuk mendapat hasil yang lebihmaksimal.\nPertama, komposisikan dulu foto yang akan kamu ambil. Tentukan angle terbaik.\nKemudian, posisikan kamera di atas tripod yang kokoh agar tidak goyang.\nTerakhir tekan shutter, disarankan untuk selalu menggunakan remote shutter release.\nKemampuan kamera dalam memotret malam dapat diuji dengan memainkan ISO nya.\nJika kamera kamu banyak menghasilkan noise maka kamera kamu memiliki kualitas ISO yang kurang baik.\nStar Trail Memotret dengan speed yang lebih dari 30 detik akan menghasilkan foto bintang yang bergerak. Orang barat menyebutnya dengan star trail.\nBerbeda dengan milky way tadi, pada foto star trail kamu harus merekam gambar dengan waktu yang lebih dari 5 menit.\nBahkan untuk bisa menunjukkan star trail yang bagus, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam.\nContoh foto star trail keren\nBagi kamu yang penasaran bagaimana mengambil foto star trail, berikut pengaturan kameranya. Lakukan percobaan single shot dulu. Komposisikan foto, set angle terbiak, set di infinity, gunakan F/4, speed 30 detik, sedangkan ISO nya mengikuti. Dimulai dengan ISO 800, kalau masih gelap naikkan lagi ISO nya. Setelah mendapat satu exposure yang diinginkan, dimana bintang nya kelihatan dan foreground juga aman, maka kamu lanjutkan dengan melakukan set continous shot mode pada kamera. Tekan shutter release dan pasang pada mode holdnya. Sehingga membuat kamera terus mengambil gambar setelah exposure pertama selesai. Kalau kamu menset kamera pada exposure 30 detik, maka setelah satu exposure dilakukan kamera akan otomatis melakukan exposure selanjutnya. Hitung waktu awal kamu mengambil gambar jika sudah sampai 15 menit, kamu boleh menghentikan pengambilan gambarnya. Maka kamu akan mendapatkan 30 frame gambar. Selanjutnya dari gambar itu kamu harus dimasukkan ke photoshop atau software pengolah foto khusus star trail, seperti star stax yang biasa saya gunakan. Maka setelah kamu mengedit foto itu kalau dirasa masih belum sempurna bentuk lingkaran bintangnya kamu harus melakukan shot ulang dengan mengulangi cara di atas tapi dengan menambah waktu menjadi 1 jam. Light Trail contoh foto light trail landscape\nTernyata selain bintang-bintang, kamu yang berada di perkotaan juga bisa kreatif dengan memotret light trail.\nMemotret light trail bisa kalian lakukan dengan mengambil cahaya kendaraan yang ada di kota.\nTekniknya sama seperti memotret milky way, cukup 30 detik saja guys, selama jalan yang kamu foto itu lancar, tidak padat seperti di Jakarta pukul 8 malam hari.\nBaca juga :: Tips Memaksimalkan Foto Landscape\n2. Pada saat hari sedang mendung Selanjutnya pada saat cuaca mendung, hari-hari yang cerah namun tidak menampakkan matahari yang menyengat, hanya ada gumpalan awan di langit, kadang membuat jiwa para landscaper terpanggil.\ncontoh foto landscape long exposure saat mendung by @rafi_45\nAngin yang meniupkan gumpalan awan itu serasa ingin direkam pergerakannya ke dalam kamera. Pada awal saya melakukan foto long exposure saya sering sekali melakukan percobaan exposure terhadap keadaan langit dan awan yang ada di sana.\nSaya meletakkan kamera lalu mengkomposisikan foto dengan prioritas utama merekam pergerakan awan.\nfoto dermaga saat mendung\nSeiring waktu saya pun menilai bahwa waktu yang pas di saat sebelum senja terbenam adalah ketika mendapatkan cuaca yang mendung dan banyak awan.\nDan ini terjadi pada menjelang akhir tahun dan di awal tahun.\nPada waktu-waktu tersebut musim hujan sudah dekat, angin membawa awan mendung, bergerak lambat dan rasanya ingin merekam saja.\nfoto long exposure hitam putih by @rafi_45\nUntuk settingan kamera yang digunakan saya harus menggunakan filter seperti Filter ND 400, GND 0.6 hard, GND 0.9 Soft.\nKetiga filter ini adalah yang menjadi favorit saya untuk membuat foto long exposure di saat cuaca mendung.\nSettingan kamera seperti biasa dengan set F/11, ISO 100, dan Speed mengikuti, bisanya yang menjadi favorit saya antar 2 menit sampai 4 menit exposure. Tidak lupa saya menggunakan tripod yang kokoh biar gambar tidak shake.\n3. Sore hari saat senja Mungkin sebagian orang paling banyak menghabiskan waktunya untuk memotret di waktu sore hari karena ini yang setidaknya paling mudah untuk dilakukan di Indonesia. Kita bisa melihat foto-foto yang bertebaran di Instagram.\nfoto by @rafi_45\nDi Indonesia sendiri kita bisa melihat begitu banyak foto sunrise/sunset yang diambil menggunakan teknik long exposure.\nPengambilan gambar long exposure di sore hari sangat bagus hasilnya jika menggunakan filter tambahan seperti GND dan little stopper.\nLittle stopper gunanya untuk menurunkan intensitaas cahaya yang masuk ke kamera sedangkan gnd untuk mengurangi cahaya pada bagian langit.\nfoto long exposure menggunakan filter gnd by @rafi_45\nSelain GND, bisa juga diganti dengan menggunakan GND reverse, dimana gunanya untuk mengurangi besarnya intensitas cahaya yang masuk terutama dari matahari jika matahari itu berada di horizon (sudah akan terbenam)\nfoto by @rafi_45\nUntuk settingan kamera sama seperti bagian ke-2 di atas.\nKesimpulan Dari penjelasan di atas, dapat ditemukan 2 waktu pengambilan yaitu saat malam hari dan saat hari cerah.\nYang sering saya lakukan adalah siang hari, saya memaksimalkan filter yang saya punyai, sebab dengan filter itu sangat membantu dalam membuat foto long exposure.\nKalau kamu suka memotret malam kamu tidak butuh filter, cukup membawa kamera, shutter release, dan tripod saja.\nSilahkan dipraktekkan. Jika masih kurang lengkap, koment di bawah ya. :)\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/waktu-membuat-foto-long-exposure-siksa-kamera/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Guys, long exposure merupakan salah satu teknik dasar dalam fotografi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePrinsip kerja teknik long exposure adalah kamera akan merekam 1 gambar menggunakan waktu exposure 30 detik atau lebih.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMeskipun terbilang dasar, masih banyak pula yang belum mengetahui secara benar. Penerapan teknik ini paling banyak dilakukan oleh mereka yang hobi melakukan foto pemandangan/landscape.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eMemotret dengan long exposure membutuhkan kesabaran.\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eMengambil gambar di suatu tempat dengan teknik ini membuat saya berada di sana dalam waktu yang lama untuk menanti sebuah foto berhasil diambil dari kamera saya.\u003c/p\u003e","title":"Waktu yang Tepat untuk Membuat Foto Long Exposure Ala Siksa Kamera"},{"content":"JagoFoto.com - Saat melakukan edit foto terkadang kita ingin meningkatkan saturasi dari warna tersebut. Mungkin karena warnanya yang kurang ngejreng, atau ingin agar warna tersebut benar-benar stand out.\nSaturasi foto adalah intensitas warna. Semakin tinggi nilai saturasi, maka warna foto akan cenderung semakin kelihatan ngejreng.\nMisalnya, warna merah jika dinaikkan saturasinya akan menjadi terlalu terang dan bikin sakit mata, sebaliknya jika saturasi diturunkan maka warnanya akan memudar.\nPada saat mengedit foto terkadang kita melakukannya dengan fitur hue/saturation pada photoshop sehingga warna foto menjadi terlalu nge-jreng, over saturasi.\nBisa dibilang warna-warna yang norak.\nKali ini ada cara untuk meningkatkan saturasi warna tersebut tanpa harus merusak warna yang lain.\nYaitu dengan cara main di selective color.\nLihat contoh di bawah\nsebelum\nsesudah\nSaturasi warna naik namun tetap kelihatan normal kan?\nCara mendapatkan / edit warna saturasi foto yang baik Konsepnya adalah dengan memahami warna CMY dan RGB\nWarna cmy adalah cyan, magenta, yellow sedangkan rgb adalah red, green, blue.\nCyan lawan dari Red Magenta lawan dari Green Yellow lawan dari Blue\n1. Pada slider selective color 3 warna yang akan kita ubah, yaitu cyan, magenta dan yellow.\nselective color\nSedangkan pada bagian colors-nya terdapat semua warna yaitu red, yellow, green, cyan, magenta, dan blue.\nKita akan menggeser slider tersebut satu persatu sesuai kebalikan warna yang ada, dengan membawanya ke 100 persen maka akan didapatkan saturasi warna yang maksimal.\n2. Coba setting setiap slider seperti gambar di bawah.\ncheat shet setting selective color normal saturation di photoshop\n3. Setelah itu save pengaturannya\n4. Maka ketika ingin mengedit foto dengan menaikkan saturasinya kamu tinggal melakukannya hanya dengan sekali tekan saja.\nCara ini akan memudahkan kamu yang menyukai warna-warna yang saturasi tinggi, namun tetap terlihat normal.\nTutorial ini bisa diaplikasikan ke hampir semua foto termasuk foto model, potrait, landscape, dan lain sebagainya.\nSemoga artikel ini bermanfaat bagi kamu. Selamat mencoba.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/meningkatkan-saturasi-dengan-selective-color/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e -  Saat melakukan edit foto terkadang kita ingin meningkatkan saturasi dari warna tersebut. Mungkin karena warnanya yang kurang ngejreng, atau ingin agar warna tersebut benar-benar stand out.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSaturasi foto adalah intensitas warna. Semakin tinggi nilai saturasi, maka warna foto akan cenderung semakin kelihatan ngejreng.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMisalnya, warna merah jika dinaikkan saturasinya akan menjadi terlalu terang dan bikin sakit mata, sebaliknya jika saturasi diturunkan maka warnanya akan memudar.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePada saat mengedit foto terkadang kita melakukannya dengan fitur hue/saturation pada photoshop sehingga warna foto menjadi terlalu nge-jreng, over saturasi.\u003c/p\u003e","title":"Cara Meningkatkan Saturasi Foto Tanpa Merusak Warna dengan Selective Color"},{"content":"JagoFoto.com - Noise merupakan salah satu hal yang sering dipermasalahkan orang. Ada yang bilang kalau foto mengandung noise itu fotonya rusak.\nPadahal preferensi orang mungkin beda-beda. Ada yang sengaja membuat fotonya noisy karena memang konsep fotonya seperti itu.\nJika hal teknis yang menjadi perdebatan, itu tidak akan ada habisnya.\nAlangkah baiknya kita terus saja berusaha memotret dan menghasilkan gambar yang bagus-bagus.\nKali ini saya ingin membagikan tips dan cara membuat foto keren tanpa noise meskipun kita menggunakan iso tinggi langsung dari kamera.\nTanpa menggunakan software dari komputer, anda bisa menghasilkan foto yang tanpa noise di ruangan minim cahaya meski anda menggunakan iso yang tinggi di kamera.\nDi sini saya menggunakan kamera sony a7 dengan lensa manual.\nPernahkah anda menggunakan fitur multi frame noise reduction? Fitur ini ada di kamera a7, saya belum tahu kalau kamera a6000 punya fitur ini.\nFitur ini akan menjadikan foto kita lebih halus, tanpa noise meski dipush ke iso tinggi sekitar 2000an ke atas.\ncontoh hasil menggunakan setting iso multi frame nr\nKelebihan dan kekurangan menggunakan multi frame noise reduction di kamera sony A7 Perlu anda catat beberapa fitur kamera yang berlaku dan tidak akan berlaku saat menggunakan mode ini\nMode ini hanya bisa digunakan saat menggunakan file quality jpg only. Untuk memaksimalkannya gunakan kualitas extra fine. Jika anda menggunakan raw maka mode multi frame noise reduction tidak akan aktif.\nDynamic range optimization tidak akan aktif jika menggunakan mode ini. Pastikan anda mendapatkan pencahayaan yang baik di objek foto anda.\nJika perlu gunakan tripod saat memotret. Karena kamera akan mengambil gambar yang sama sebanyak 3 kali. Ini untuk menhindari tangan yang shake, sehingga membuat foto ikutan shake. Dengan tripod maka foto akan tampak lebih jernih.\nBagaimana cara menggunakannya? Gunakan mode kamera M, S, atau A Setting iso, arahkan dial iso mentok ke kiri sampai menemukan tulisan iso dalam kotak Saat anda menekan shutter setengah, anda akan melihat pada bagian iso akan bertuliskan nilai iso yang secara otomatis disetting kamera.\nNilai iso tertinggi yang ingin dipakai bisa disesuaikan dengan kemauan kita. Misalnya kita hanya ingin iso tertinggi kamera maksimal 3200 saja. Maka sistem kamera tidak akan melebihi dari itu saat memotret.\nSaat menekan tombol shutter kamera akan mengambil 3 gambar sekaligus. Ini disesuaikan dengan setting kecepatan atau shutter speed yang anda pakai. Usahakan menggunakan shutter speed yang cepat supaya gambar tidak goyan/shake.\nPro kontra Ada yang bilang kalau pakai teknik ini boros shutter count.\nEntahlah, saya juga tidak terlalu memusingkan tentang shutter count.\nAda juga yang bilang pakai kalau pakai mode ini malah bikin boros baterai karena penggunaan noise reductionnya aktif.\nYang penting bagi saya adalah bagaimana kamera saya bisa menghasilkan foto yang bagus.\nAkhir kata Multi frame noise reduction sangat bermanfaat untuk membuat foto dengan file jpg yang bersih dari noise. Ini bagus dilakukkan saat mengambil moment dalam keadaan minim cahaya.\nJika anda menggunakan kamera sony a7 silahkan dicoba dan lihat sendiri hasilnya. Foto dengan iso tinggi di tempat minim cahaya akan bersih dari noise.\nBaca juga :: Panduan memilih kamera untuk pemula\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/membuat-foto-keren-iso-tinggi-tanpa-noise/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e -  Noise merupakan salah satu hal yang sering dipermasalahkan orang. Ada yang bilang kalau foto mengandung noise itu fotonya rusak.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePadahal preferensi orang mungkin beda-beda. Ada yang sengaja membuat fotonya noisy karena memang konsep fotonya seperti itu.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eJika hal teknis yang menjadi perdebatan, itu tidak akan ada habisnya.\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eAlangkah baiknya kita terus saja berusaha memotret dan menghasilkan gambar yang bagus-bagus.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKali ini saya ingin membagikan tips dan cara membuat foto keren tanpa noise meskipun kita menggunakan iso tinggi langsung dari kamera.\u003c/p\u003e","title":"Tips Membuat Foto Keren dengan ISO Tinggi Tanpa Noise dengan Multi Frame NR Sony A7"},{"content":"JagoFoto.com - Apakah anda hobi foto landscape? Sering hunting foto pemandangan tetapi hasilnya biasa-biasa saja.\nAnda ingin foto landscape anda lebih keren, lebih dramatis seperti foto-foto landscape Ansel Adam ?\nPada artikel ini saya akan memberikan tips memaksimalkan komposisi foto landscape yang paling gampang untuk dipraktekkan saat hunting foto di lokasi.\nDengan mengikuti beberapa tips di bawah semoga bisa membuat landscape photography anda jadi lebih baik.\nKomposisi dalam landscape fotografi merupakan hal dasar dan sangat fundamental yang tertuang dalam setiap frame gambar. Setiap pemandangan yang kita lihat di depan kita dan di dalam frame itu, susunan antara elemen-elemen dari aspek yang berbeda untuk membuat objek yang powerful dan menarik.\nSehingga nanti ketika seorang melihat foto yang telah kita buat, mereka bisa melihat, merasakan emosi saat kita mengambil gambar itu.\nMereka tidak hanya berdiri di depan foto kita dan menatapnya, tetapi mereka merasa berada di sana, di tempat dimana kita mengambil gambar itu, keadaan waktu itu, dan lain lain.\nNah dari hal kecil tadi cobalah pahami apa yang membuat foto landscape itu menarik. Mereka berhasil membuat sebuah komposisi yang begitu menarik dan membuat orang yang melihatnya merasakan sesuatu.\nBagi sebagian orang mengajarkan komposisi tidak semudah yang dikira.\nMengajarkan komposisi pada foto landscape butuh trik khusus sebab komposisi adalah suatu yang abstrak, tidak seperti iso, diafragma, atau speed.\nMerekam foto dengan file gambar RAW, lalu edit di photoshop atau lightroom.\nAlih-alih mendapat foto dengan Dynamic Range yang tinggi, lantas mengesampingkan komposisi foto, itu merupakan kekeliruan.\nPunya foto dengan HDR memang bagus, tetapi tanpa komposisi yang mantap, jadinya juga tidak maksimal.\nAda juga yang bilang, foto lanscape itu perlu lensa yang super lebar / ultra wide agar fotonya makin keren, nyatanya tidak juga.\nSebab dengan lensa yang kita punyai sekarang pun bisa kamu gunakan untuk foto landscape, bahkan sekalipun itu lensa kit.\nSekarang apa yang akan saya bagikan dalam tulisan ini saya coba untuk menjelaskan apa yang saya maksud dengan menjelaskan tentang bagaimana proses saya dalam membuat foto landscape.\nDan yang hal pertama yang harus diingat adalah kamera melihat sesuatu dengan sisi yang berbeda dari pada apa yang mata kita lihat.\nKetika kita berdiri di depan pemandangan apa yang kita lihat, mata kita mengabadikannya dengan yang sangat baik, tetapi kamera belum tentu.\nKita bahkan sudah bisa menebak bakalan diapakan foto kita nantinya melalui mata kita, namun kamera belum tentu merealisasikannya\nSilahkan perhatikan beberapa hal berikut.\n1. Memaksimalkan komposisi foto leading lines Yang pertama adalah perhatikan leading lines, saya selalu menggunakan leading lines untuk membawa mata saya menuju ke satu titik.\nKetika memasukkan leading lines ke dalam foto kamu bisa memberikan dampak yang sangat besar, kamu bisa membawa orang yang melihat foto kamu merasa berada di sana.\nLeading lines biasanya dimulai dari satu titik di sudut frame menuju ke satu titik ke tengah foto kamu yang menjadi objek utama atau focal poin dalam foto kamu.\nHal ini akan memberikan kedalaman yang sangat baik terhadap foto kamu.Jadi kamu bisa menemukan leading line dengan mengganti angle kamera lebih rendah ke daratan.\nLeading lines terbaik adalah leading lines curve. Seperti biasa ditemukan pada foto-foto air terjun.\nDimana air yang mengalir di bawahmu, kamu jadikan sebagai leading lines menuju ke ujung munculnya air terjun yang berada jauh di depan kamu.\nSecara natural mata akan mengikuti hal-hal yang berbentuk curve.\nBaca juga :: Komposisi foto landscape yang harus dicoba\n2. Penempatan objek yang kurang tepat Penempatan objek pada foto di atas sedikit tidak rapih karena posisi mercusuar tersebut tidak diarahkan oleh garis dermaga yang menuju ke arah itu. Jika saja mercusuar itu tepat berada pada bagian tengah ujung dermaga maka foto ini akan lebih bagus.\nHal kedua yang jarang diperhatikan adalah penempatan objek. Dimana objek itu bisa menjadi pemanis dalam pembuatan leading lines kamu.\nTerkadang leading lines sudah bagus, tetapi malah tidak menuju ke satu titik yang menjadi poin of interest objek yang dimasukkan.\nSehingga terkesan objek yang sesungguhnya ingin diceritakan dalam sebuah frame itu hanya bersifat sebagai pemanis saja, sebab posisinya tidak begitu kuat.Coba temukan objek yang memiliki koneksi terhadap objek yang menjadi objek utama dalam foto yang akan dibuat.\n3. Isolasi Objek utama Isolasi objek dari sebuah pulau yang berada di tengah-tengah cuaca dingin, dengan menampilkan refleksi. Hanya itu saja, tetapi kesan yang diberikan sangat kuat.\nAda kalanya leading lines tidak perlu digunakan, dalam suatu kondisi kamu menemukan sebuah objek yang memiliki karakter begitu kuat, kamu tinggal memainkan komposisi frontal dan menekan shutter.\nTempatkan objek itu tepat di tengah-tengah frame kamu. Yang seperti itu tidak memerlukan lagi leading lines sebab memiliki karakter yang kuat.\nIni yang saya sebut sebagai isolasi objek. Objek utama tidak memerlukan pendukung untuk menjelaskan keberadaannya, dia sudah menjelaskan dirinya secara sangat kuat.Tidak perlu ada foreground, atau elemen pemanis lainnya, sebab focal point tidak memiliki konteks, objek itu cukup mengisolasi dirinya sendiri saja.\n4. Temukan Focal Point pada foto landscape anda Tidak terdapat focal point, yang ada hanya leading line menuju pantai itu. Andai saja di sini terdapat satu objek yang kontras yang bisa menggambarkan focal point, misalnya orang yang berdiri, dan sebagainya. Foto ini tidak sepenuhnya jelek, hanya kurang sempurna sedikit saja.\nFocal point memiliki fungsi sebagai penyebab mengapa mata kita harus tertuju pada sebuah foto itu.\nTerkadang melihat sebuah foto yang memiliki semua objek di dalamnya tetapi mata masih terus menemukan objek yang sama, mata ini lelah mencari apa yang ingin fotografer sampaikan dalam foto itu. Penyebabnya adalah tidak hadirnya sebuah focal point dalam foto yang dipresentasikan.\nAda juga foto yang dibuat dengan leading lines yang sangat bagus, tetapi kehilangan focal point, ini malah menjadi nilai kurang dalam foto itu. Seperti contoh foto di atas ada leading line nya cuma kurang focal point nya.Penonton ingin tetap ingin melihat foto itu sebab hadirnya sebuah focal point. Itulah pentingnya sebuah focal point.\n5. Hal Kecil dalam Frame yang Mengganggu komposisi foto landscape Kamu sudah menemukan komposisi yang tepat, lalu mendapatkan leading lines yang bagus, juga focal point yang jelas, tetapi setelah kamu memotret, kamu melihat ada objek dalam frame kamu yang membuatmu merasa tidak perlu objek itu ada dalam frame mu, itu yang saya maksud.\nTerkadang hal kecil dalam frame mengganggu mata untuk berfokus pada leading lines dan focal point dalam foto yang telah kita foto.\nHal demikian sejatinya untuk seorang fotorafer landscape adalah dengan menunggu waktu yang tepat untuk memotret dengan baik atau dengan mencari komposisi yang lain, atau dengan memperbaiki foto itu dengan menggunakan program editor foto seperti Photoshop atau Lightroom.\nHal kecil yang mengganggu penglihatan bukan saja dari hadirnya objek kecil yang tanggung untuk diinginkan, tetapi bisa disebabkan oleh karena kurangnya porsi terhadap objek yang sudah kamu masukkan ke dalam komposisi foto mu yang terasa pada bagian tepi frame, entah itu di tepi atas, bawah, kiri atau kanan, sehingga untuk mengakalinya kamu harus melakukan rekomposisi.\n6. Buat foto landscape yang minimalis Untuk mendapatkan sebuah komposisi yang bagus, usahakan keseluruhan objek yang kamu ambil adalah pendukung dari satu focal point yang kamu ceritakan dalam foto kamu.\nObjek yang tidak ada hubunganya dalam foto hanya akan menggangu mata.\nKomposisi yang jernih itu tersusun dari elemen-elemen objek yang dimasukkan dalam frame yang tidak saling bertabrakan satu sama lain, melainkan saling mendukung.Dari sini juga bisa disebut minimalisasi, dimana semakin sedikit objek, maka semakin fokus foto itu pada satu focal point.\nUsahakan untuk menunjukkan apa yang sedang kamu fokus perlihatkan dalam foto yang kamu ambil itu. Cerita apa yang ingin kamu sampaikan dalam foto itu.\nBaca juga :: Teknik foto landscape untuk pemula\nKesimpulan Jadi itulah kekuatan dari sebuah komposisi foto, anda bisa memikirkan untuk mengkomposisikan sebuah foto landscape dengan menemukan focal point.\nMelihat ke sekitar dan menemukan leading lines.\nMenemukan dan menempatkan sebuah objek yang akan membuat mata fokus untuk melihatnya sebagai sebuah focal point.\nAtau menemukan objek yang hanya bisa diiosolasi, yang tidak butuh objek pemanis apapun, sebab objek itu sendiri sudah sangat kuat.\nLalu melihat kembali foto apakah tidak ada lagi objek yang mengganggu foto terutama di bagian tepinya.\nMemastikan tidak ada lagi objek yang tidak seharusnya ada di sana.\nKemudian yang terakhir minimalism, meniadakan objek yang tidak seharusnya ada hubungannya dengan komposisi.\nLalu memastikan foto sebersih mungkin, itulah yang akan membuat foto landscape kamu menjadi lebih baik dari segala hal.\nSemoga tulisan ini bermanfaat. Dan semoga menginspirasi kamu untuk membuat foto lebih baik lagi. Kalau kamu ada pertanyaan atau masukan, silahkan berikan komentar di bawah.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/memaksimalkan-komposisi-foto-landscape/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Apakah anda hobi foto landscape? Sering hunting foto pemandangan tetapi hasilnya biasa-biasa saja.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAnda ingin foto landscape anda lebih keren, lebih dramatis seperti \u003ca href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Ansel_Adams\"\u003efoto-foto landscape Ansel Adam\u003c/a\u003e ?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePada artikel ini saya akan memberikan tips memaksimalkan komposisi foto landscape yang paling gampang untuk dipraktekkan saat hunting foto di lokasi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDengan mengikuti beberapa tips di bawah semoga bisa membuat landscape photography anda jadi lebih baik.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"memaksimalkan komposisi foto lanscape\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/memaksimalkan-komposisi-fotografi-landscape.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKomposisi dalam landscape fotografi merupakan hal dasar dan sangat fundamental yang tertuang dalam setiap frame gambar. Setiap pemandangan yang kita lihat di depan kita dan di dalam frame itu, susunan antara elemen-elemen dari aspek yang berbeda untuk membuat objek yang powerful dan menarik.\u003c/p\u003e","title":"6 Cara Memaksimalkan Komposisi Foto Landscape"},{"content":"JagoFoto.com - Kalau artikel sebelumnya membahas tentang kelebihan dan kekurangan menggunakan kamera dslr. Ada baiknya saya membuat juga artikel tentang kamera mirrorless.\nKamera sekarang sudah bukan lagi menjadi barang langka.\nKalo dulu, kan orang kalau mau foto harus capek capek pergi beli roll dulu, terus kutip nya hanya 36 saja, abis itu ke lab foto buat dicuci fotonya.\nSekarang rasanya lebih mudah, semua foto bisa disimpan dalam bentuk file digital. Kapanpun dan dinamapun foto-foto bisa diakses, melalui komputer maupun smartphone.\nNah seiring waktu, kamera juga mengalami evolusi. Sekarang menjamur produsen kamera membuat kamera dengan tanpa penggunaan cermin pantul pada body nya. Sebagaimana kita tahu bahwa cermin pantul gunanya untuk membantu kita melihat gambar di balik viewfinder.\nSekarang kamera dibuat dengan memangkas fitur itu. Hasilnya terciptalah kamera mirrorless digital.\nCara kerjanya cahaya masuk dalam body melalui lensa, kemudian diteruskan ke sensor.\nSensor akan menampilkan gambar ke layar lcd kamera mirrorless kemudian setiap waktu fotografer bisa menekan tombol shutter kapanpun dia mau.\nApa yang terlihat di layar lcd maka itu yang akan tampil sebagai hasil akhir dari foto yang akan kita dapatkan.\nAnda sedang pakai kamera dslr atau mirrorless. Jika belum menggunakan kamera mirrorless, berikut penjelasan saya tentang kelebihan dan kekurangan kamera mirrorless.\n1. Kelebihan kamera mirrorless - Kamera mirrorless enteng. Sangat mudah dibawa ke mana-mana. Banyak yang memilih kamera mirrorless untuk keperluan foto sehari-hari, atau jalan-jalan.\nBagi anda yang suka jalan-jalan tanpa mesti ribet, saya menyarankan membeli kamera mirrorless.\nSalah satu rekomendasi saya adalah Sony A6000. Ini sudah lebih dari cukup. Sebuah kamera buatan sony bisa diandalkan di segala kondisi. Anda bisa mencobanya sendiri.\n- Kamera mirrorless kompatibel dengan banyak lensa dan aksesoris. Baik dari lensa dari merek yang sama dengan body kamera, juga lensa-lensa yang tidak sama.\nSeperti misalnya anda ingin menggunakan lensa canon anda di body kamera sony mirrorless.\nAnda tinggal membeli sebuah adapter lalu lensa canon anda bisa ditancapkan dan berfungsi layaknya kamera canon.\nAdapter lain yang bisa anda pilih adalah adapter yang namanya lens turbo. Lens turbo biasanya disandingkan dengan lensa manual dan body mirrorless apsc.\nKarena tipe body apsc yang kecil dengan lens turbo akan menjadikan foto menjadi terlihat seperti kamera full frame. Saya menggunakan lens turbo pada body kamera sony a3000 saya. :)\n- Kamera mirrorless bisa dicharge di mana saja. Ini hal yang sangat saya sukai dari kamera mirrorless. Ketika saya hendak bepergian hunting, baterai kadang drop.\nDengan fitur ini, baterai kamera mirrorless saya bisa charge di mobil hanya dengan menggunakan colokan micro usb yang terdapat pada body, sama seperti port micro usb handphone android saya.\nJadinya baterai jadi terisi penuh kembali.\n- Ukuran kecil dan modelnya yang unik. Menjadikan kamera mirrorless trendy dan mudah dibawa ke mana saja.\n- Hasil foto tidak kalah bagusnya dengan kamera DSLR. Sebab, sekarang kamera mirrorless sudah tidak lagi APSC, tetapi sudah ada yang full frame, contohnya Sony A7 series.\nCara setting kamera mirrorless pun tidak susah. Hanya butuh pembiasaan saja.\n2. Kekurangan kamera mirrorless - Baterai cepat lowbat. Yap tidak bisa dipungkiri, memotret dengan kamera mirrorless lebih boros dibandingkan kamera dslr. Pasalnya sensor terus menyala untuk merekam gambar lalu menampilkannya pada layar lcd. Kalau anda senang memotret dalam waktu yang lama, hendaknya membeli baterai cadangan.\n- Butuh perawatan khusus. Maksudnya meskipun kamera jenis ini kecil dan sangat ringan, berhati-hatilah ketika menggunakannya. Usahakan jangan terlalu banyak mendapatkan goncangan, karena ini akan berpengaruh terhadap kamera itu sendiri. Selalu gunakan tas kamera untuk menyimpan kamera.\n- Aksesoris dan lensa standarnya masih sedikit dan harganya mahal. Namun jika anda mau murah, silahkan gunakan lensa manual, tinggal membelikan adapter untuk menggunakan lensa manual yang dimiliki.\nAkhir kata Itu dia kelebihan dan kekurangan kamera mirrorless. Semoga artikel ini bermanfaat baik bagi yang sudah pengalaman pakai kamera, maupun yang baru ingin membeli kamera.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/kelebihan-dan-kekurangan-kamera-mirrorless/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Kalau artikel sebelumnya membahas tentang \u003ca href=\"https://jagofoto.com/kelebihan-dan-kekurangan-kamera-dslr/\"\u003ekelebihan dan kekurangan menggunakan kamera dslr\u003c/a\u003e. Ada baiknya saya membuat juga artikel tentang kamera mirrorless.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKamera sekarang sudah bukan lagi menjadi barang langka.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKalo dulu, kan orang kalau mau foto harus capek capek pergi beli roll dulu, terus kutip nya hanya 36 saja, abis itu ke lab foto buat dicuci fotonya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSekarang rasanya lebih mudah, semua foto bisa disimpan dalam bentuk file digital. Kapanpun dan dinamapun foto-foto bisa diakses, melalui komputer maupun smartphone.\u003c/p\u003e","title":"Kelebihan dan Kekurangan Kamera Mirrorless"},{"content":"JagoFoto.com - Kamera dslr didesain untuk kebutuhan pekerjaan profesional. Jaman sekarang dengan semakin canggihnya teknologi, dan semakin banyaknya pula orang yang ingin ber-dslr, produsen kamera membuat beberapa tipe kamera dslr. Mulai yang tipe apsc dengan low end camera, semi pro, sampai level profesional.\nSemakin tinggi level kamera dslr, semakin mahal pula harganya.\nBagi pemula yang baru ingin menggunakan dslr, saya pribadi menyarankan membeli yang tipe biasa saja. Kalau ada duit banyak sih beli yang tipe semi pro.\nApa saja fitur-fitur kamera DSLR? Berikut adalah beberapa fitur umum yang sering ditemukan pada kamera DSLR.\nSensor Gambar Sistem Autofokus (AF) Mode Pemotretan Pengaturan ISO Kualitas foto dan video LCD dan Viewfinder Konektivitas Pemotretan Cepat Dukungan Lensa Interchangeable Pemrosesan Gambar Baterai yang Tahan Lama Kelebihan kamera DSLR - Kamera dslr bisa menghasilkan gambar yang lebih tajam daripada kamera prosumer atau kamera digital biasa, atau kamera handphone. Mengapa? Karena selain sensor yang digunakan lebih besar, juga dukungan lensa yang bagus, pasti akan menghasilkan foto yang lebih bagus pula..\n- Kamera dslr lebih tahan lama daripada kamera lainnya. Baik dari segi ketahanan baterai sampai pada ketahanan performa di lapangan. Itu sebabnya kamera dslr digunakan oleh para jurnalis untuk meliput berita. Dengan kamera dslr yang bagus, kita bisa melihat hasil foto yang mengagumkan dari majalan atau koran yang terbit setiap harinya.\n- Kamera dslr memiliki banyak pilihan lensa dan aksesoris kamera. Anda tidak perlu khawatir jika ingin gonta ganti lensa. Kamera dslr dari dulu sampai sekarang terkenal dengan banyaknya pilihan lensa. Contohnya, kamera Nikon yang mounting lensanya bisa digunakan di hampir semua jajaran kamera nikon, baik yang lama maupun kamera terbarunya. Nikon masih belum mengubah mounting lensanya dengan mount f. Sehingga lensa manual jaman dulu masih bisa digunakan pada kamera nikon terbaru.\n- Menggunakan kamera dslr sensasinya berbeda dengan ketika menggunakan kamera mirrorless. Dimana pada kamera mirrorless kita terus melihat gambar melalui layar lcd. Pada kamera dslr, foto dibidik dengan melihat langsung ke viewfinder yang dibuat dari cermin prisma. Sehingga sensasinya amat berbeda, lebih asyik.\n- Kamera dslr bisa menjadikan anda lebih ganteng. Ketika membawanya jalan-jalan. Anda seperti seorang yang keren, menenteng kamera. Hehehe.. Ada semacam aksesoris yang dipakai sehingga sedikit mengangkat rasa percaya diri. Hehehe..\nKekurangan kamera DSLR - Kamera dslr berat. Tidak bisa dipungkiri bahwa kamera dslr memiliki bobot sedikit lebih berat daripada kamera mirrorless, prosumer, atau kamera digital lainnya. Terlebih kamera yang digunakan oleh para jurnalis foto. Wah, beratnya minta ampun. Jika anda tidak suka mengangkat benda yang berat-berat mendingan tidak usah membeli kamera dslr.\n- Kamera dslr ribet ketika dibawa ke mana-mana. Dengan ukuran body yang lebih besar daripada kamera mirrorless, kamera dslr sedikit memakan tempat. Terlebih jika ditambah dengan pemakaian lensa yang besar dan panjang, maka hasilnya akan sangat berat dan ribet membawanya ke mana-mana.\n- Kamera dslr berisik. Jika anda memotret di tempat yang harus tenang, menggunakan kamera dslr pastilah sangat mengganggu. Dengan suara jepretan yang lebih besar membuat orang langsung melihat anda dengan sinis. Tapi kalau anda tidak masalah dengan ini, ya lanjut saja.\n- Kamera dslr butuh perawatan lebih. Dengan lebih seringnya dipakai di lapangan, maka perhatikan kebersihan dari lensa dan kamera anda. Selalu perhatikan hal ini sebab terkadang debu dan kotoran masuk ke sensor dan membuat gambar jadi kotor.\nAkhir kata Demikian artikel ini, jadi anda bisa melihat ternyata terdapat lebih banyak kelebihan daripada kekurangannya.\nJika anda hendak membeli kamera dslr, semoga poin-poin di atas bisa sedikit membantu anda.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/kelebihan-dan-kekurangan-kamera-dslr/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Kamera dslr didesain untuk kebutuhan pekerjaan profesional. Jaman sekarang dengan semakin canggihnya teknologi, dan semakin banyaknya pula orang yang ingin ber-dslr, produsen kamera membuat beberapa tipe kamera dslr. Mulai yang tipe apsc dengan low end camera, semi pro, sampai level profesional.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSemakin tinggi level kamera dslr, semakin mahal pula harganya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBagi \u003ca href=\"https://jagofoto.com/belajar-fotografi/\"\u003epemula yang baru ingin menggunakan dslr\u003c/a\u003e, saya pribadi menyarankan membeli yang tipe biasa saja. Kalau ada duit banyak sih beli yang tipe semi pro.\u003c/p\u003e","title":"Kelebihan dan Kekurangan Kamera DSLR"},{"content":"JagoFoto.com - Tidak biasanya pelabuhan Paotere di Makassar ramai. Kalau biasanya pelabuhan ini ramai karena aktivitas angkutan bongkar muat barang yang naik turun ke kapal. Kali ini pelabuhan ramai dengan aktivitas para fotografer.\nSebuah event fotografi sedang diadakan di sana. Ada puluhan orang mayoritas laki-laki sedang memegang kamera di tangannya. Mereka sedang asyik memotret mba model yang sedang berpose di sekitaran kapal yang sedang bersandar.\nInilah event fotografi yang diadakan oleh komunitas fotografi Lensa Manual Makassar, yang akrab disebut dengan \u0026ldquo;LEMAK\u0026rdquo;.\nSedikit perkenalan tentang lemak Lemak adalah salah satu komunitas fotografi yang berada di kota Makassar.\nTerbentuk pada tahun 2011, para anggota yang tergabung di sana mayoritas menggunakan lensa manual sebagai gear kameranya.\nLensa manual Makassar sendiri merupakan regional, sedangkan pusatnya berada di Jakarta.\nLanjut\u0026hellip;\nregistrasi event LEMAK\nInilah trik fotografi untuk membuat foto model lebih keren Konsep yang dibuat oleh teman-teman lemak adalah konsep foto model dengan cerita pelaut, bajak laut, dan ada kesan beauty juga (Pirates and Sailor).\nKonsep ini dibuat secara matang, semua tim yang tergabung dalam lemak bekerja aktif dan profesional untuk menjadikan event ini berjalan lancar.\nSelama memotret, fotografer yang sedang asyik memotret kadang berhenti untuk mereview gambar yang diambilnya. Di situ mereka kadang saling bertanya bagaimana sebaiknya menghasilkan foto yang bagus untuk konsep foto model ini.\nMeskipun tidak semua handal dalam memotret, mereka yang bersedia membagikan ilmunya tidak pelit untuk membagikan trik fotografi yang dimilikinya.\nAda beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan untuk memotret model. Seperti ekspresi, pose yang termasuk gestur dan gerak si model, pencahayaan yang digunakan dan pemilihan tempat yang pas untuk model. Untuk menghasilkan foto model yang bagus seorang model harus pandai dalam mendapatkan berpose.\nPeran seorang fotografer model dalam modelling photography Untuk mendapatkan hasil foto yang sesuai dengan keinginan, fotografer harus pandai berkomunikasi dengan model.\nJangan jadikan model itu tidak dipedulikan sama sekali. Seorang fotografer yang baik sebaiknya mengajak untuk berbicara, memberikan sedikit candaan ketika memotret, sebab ini akan mempengaruhi mood modelnya.\nEkspresi yang sesuai konsep yang dibuat pun akan tercapai.\nMemang tidak mudah untuk membuat foto model dalam sekali jepret. Butuh kesabaran untuk mendapatkan foto sesuai keinginan. Maka dari itu seorang fotografer sebaiknya memiliki ikatan emosi dengan model yang difotonya.\nFotografer adalah mereka yang mampu memaksimalkan apa yang dilihatnya. Maksud saya adalah bagaimana anda menandai dan memperhatikan dari sudut mana anda sebaiknya mengambil gambar model itu.\nKalau perlu tanyakan ke modelnya dari sudut mana biasanya dia terlihat bagus? Apakah dari sisi kiri atau kanan. Ini tidak masalah sama sekali.\nDalam memotret model, pemilihan lokasi sangat penting. Untuk memaksimalkan konsep yang dibuat, lokasi yang dipilh sebaiknya sesuai dengan pakaian yang dipakai oleh model.\nSeperti kali ini, modelnya memakai kostum ala bajak laut, maka dia akan naik ke atas kapal lalu kemudian berpose layaknya seorang bajak laut yang mengitai kapal sasarannya.\nKemudian dalam foto modelling, pencahayaan sangatlah penting. Tempatkan model pada posisi yang pas.\nJika pencahayaan mencukupi untuk memotret wajah model, maka silahkan difoto, namun kadang cahaya yang didapatkan kurang mantap.\nMaka dari itu, biasanya digunakan bantuan cahaya seperti reflektor atau flash external dengan berbagai modifier.\nTips memaksimalkan foto model Untuk mendapatkan hasil foto yang keren, fotografer harus memiliki ide di dalam pikirannya. Ide itu berupa gambaran tentang bagaimana selanjutnya foto yang akan dibuat.\nSeperti kata pak Darwis Triadi, bahwa fotografer itu harus selangkah lebih maju, artinya ketika sedang memotret di pikirannya haruslah sudah memikirkan foto apa selanjutnya yang akan dibuatnya.\nDengan memanfaatkan area pelabuhan ini beberapa area atau lokasi foto yang menarik bisa dijadikan spot foto.\nSeorang fotografer harus pandai dalam memposisikan modelnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kalau perlu, jika memang modelnya belum mampu berpose dengan baik coba peragakan pose yang anda inginkan di hadapannya.\nSelain itu dalam membuat sebuah konsep foto model yang menarik, kostum dan makeup model haruslah juga bagus.\nPemilihan lokasi dan waktu memotret juga tidak kalah pentingnya. Jika memotret di luar ruangan, pilihlah pemotretan berada sekitar pukul 6 sampai jam 9 pagi, dan pukul 4 sampai jam 6 sore. Jika memotret di luar waktu itu, lebih baik memotret di dalam ruangan / studio saja.\nSeperti konsep foto kali ini, waktu yang dipilih adalah pada pukul 4 sampai jam 5:30 saja. Cuaca juga sangat mendukung, cahaya agak flat karena awan sedang mendung, tetapi tetap bagus kok. Banyak fotografer mendapatkan hasil foto yang bagus-bagus.\nBaca juga :: Manfaat hunting foto bareng\nAkhir kata Sepertinya waktu memotret sudah selesai, setelah melakukan foto bersama, fotografer pun berpamitan pulang ke rumah masing-masing dengan membawa file foto yang dibuatnya. Pengalaman dalam mengelola satu konsep foto menjadi pelajaran bagi teman-teman Lensa Manual Makassar.\nDemikianlah tips rahasia untuk membuat foto model lebih keren. Hal yang paling penting untuk dapat menghasilkan foto yang lebih menarik adalah dengan menguasai teknik fotografi dasar seperti komposisi, pencahayaan, angle, pose dan ekspresi model.\nJika trik di atas masih kurang silahkan anda tambahkan pada kolom komentar di bawah ini.\nBaca juga :: Tips foto menggunakan lensa 50mm\nSemoga artikel ini bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/tips-trik-tutorial-foto-model-keren/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Tidak biasanya pelabuhan Paotere di Makassar ramai. Kalau biasanya pelabuhan ini ramai karena aktivitas angkutan bongkar muat barang yang naik turun ke kapal. Kali ini pelabuhan ramai dengan aktivitas para fotografer.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSebuah event fotografi sedang diadakan di sana. Ada puluhan orang mayoritas laki-laki sedang memegang kamera di tangannya. Mereka sedang asyik memotret mba model yang sedang berpose di sekitaran kapal yang sedang bersandar.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"rahasia trik fotografi untuk membuat foto model lebih keren\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/senia-green-rahasia-trik-fotografi-untuk-membuat-foto-model-lebih-keren.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e","title":"Tips dan Teknik Fotografi Model yang Keren"},{"content":"JagoFoto.com - Apakah anda pernah mengalami hasil foto tidak tajam, atau kurang tajam?\nKemudian berpikiran bahwa setting lensa yang digunakan tidak fokus, dan lain sebagainya.\nTunggu dulu, mungkin saja itu berasal dari teknik anda dalam memotret.\nBerikut ada 7 tips dalam menghasilkan foto yang tajam untuk semua kamera. Mungkin bisa anda praktekkan saat ini.\n1. Set kamera ke 1 focus poin saja Mungkin di kamera anda terdapat puluhan atau ratusan titik fokus. Tapi untuk mendapatkan hasil foto yang benar-benar tajam di satu titik, anda harus menyetel nya dengan 1 titik fokus saja.\nBaca juga POI (point of interest)\n2. Gunakan tripod Bagi beberapa orang, membawa tripod merupakan hal yang merepotkan. Apakah kamu juga demikian? Kita hanya ingin fleksibel dalam memotret.\nTapi, dengan menggunakan tripod foto kita bisa menjadi lebih tajam.\nMengapa?\nKarena kita bisa meredam getaran saat menekan shutter, atau saat maju atau mundur mendekati subjek.\nMenggunakan tripod bukan hanya bagi anda yang suka memotret landscape, untuk foto model, produk, dan lain-lain pun begitu.\nDengan menggunakan tripod maka anda akan mendapatkan hasil foto yang jauh lebih tajam daripada memegang menggunakan tangan saja.\n3. Pegang kamera dengan stabil Jika anda tidak memiliki tripod, maka anda harus memegang kamera dengan baik.\nPosisi memegang kamera jika sedang berdiri Berdiri dengan tegak, bisa dengan membuka sedikit kaki lebih lebar Saat memotret, siku harus menyentuh badan Dekatkan kamera dengan wajah Posisi memegang kamera yang baik jika sedang duduk/jongkok Gunakan lutut sebagai tumpuan Letakkan siku pada lutut anda Semakin rendah, maka kamu akan jadi lebih stabil dalam menggenggam kamera untuk mendapatkan foto yang lebih tajam.\nDengan memiliki posisi seperti itu, maka kamera akan jauh lebih stabil untuk digenggam. Ini berpengaruh terlebih jika anda menggunakan shutter speed yang lambat.\n4. Gunakan lensa fix Penjelasannya seperti ini\nDi dalam lensa fix terdapat hanya sedikit elemen lensa yang bergerak untuk mendapatkan fokus. Sedangkan jika anda menggunakan lensa zoom, seperti 18-55, 18-200, atau 70-200, dan lain sebagainya, elemen di dalam lensa itu lebih banyak. Sehingga kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan foto tidak tajam lebih tinggi.\nMaka dari itu dengan memakai lensa fix akan mengurangi efek getar pada lensa.\nfoto tajam menggunakan lensa 50mm\nSelain itu, lensa fix juga bisa digunakan pada 2 stop lebih kecil dari bukaan terbesarnya. Misalnya anda menggunakan lensa fix 50mm f/1.4. Maka ketika menggunakan diafragma tersebut, setel ke f/2.8, atau f/4. Kamu bisa mendapatkan foto yang lebih tajam dari f/1.4, namun dengan ruang ketajaman (dof) yang lebih lebar.\nIni dikenal dengan istilah sweet spot.\n5. Kalibrasi lensa Ada alat yang bermana spider calibrate. Yaitu sebuah kartu yang berisi garis dan penggaris.\nCara menggunakannya, letakkan kartu tersebut di meja. Kemudian letakkan kamera sejajar dengan kartu lalu foto tepat di tengah. Sehingga membentuk satu frame dari kartu tersebut.\nLihat hasilnya di komputer. Lalu perhatikan apakah fokus kamu tepat di angka 0, jika iya, maka kamera kamu sudah tajam, namun jika tidak, artinya lensa perlu dikalibrasi.\n6. Gunakan shutter speed 2 kali daripada focal lenght lensa Misalnya anda punya lensa 50mm, maka gunakan shutter speed minimal 1/100 atau lebih cepat, atau anda punya lensa tele 135mm, maka gunakan shutter speed minimal 1/250 second atau lebih cepat.\nIni adalah teori yang lama, namun akan selalu berhasil dalam situasi apapun. Dan kalau kamu tidak mengandalkan image stabilization yang ada di kamera atau lensa, maka cara ini akan lebih ampuh untuk mendapatkan foto lebih tajam.\n7. Gunakan lensa yang tajam Pastikan anda membeli lensa yang tajam. Lensa terbaik akan memberikan anda hasil foto yang lebih tajam.\nKetika hendak memilih lensa, gunakan situs dxomark, bhphoto, lenstip. Di sana anda bisa melihat berbagai macam jenis lensa, dan spesifikasinya.\nGunakan chart yang telah dibuat di sana, lalu pilih lensa sesuai kebutuhan anda. Semakin tinggi score lensa tersebut artinya lebih baik lensa tersebut secara keseluruhan. Bukan hanya dari ketajamannya, tetapi juga bagaimana warna yang dihasilkannya.\nKesimpulan Demikian 7 tips untuk menghasilkan foto yang tajam.\nSemoga bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/membuat-foto-taja/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Apakah anda pernah mengalami hasil foto tidak tajam, atau kurang tajam?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKemudian berpikiran bahwa setting lensa yang digunakan tidak fokus, dan lain sebagainya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTunggu dulu, mungkin saja itu berasal dari teknik anda dalam memotret.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBerikut ada 7 tips dalam menghasilkan foto yang tajam untuk semua kamera. Mungkin bisa anda praktekkan saat ini.\u003c/p\u003e\n\u003ch3 id=\"1-set-kamera-ke-1-focus-poin-saja\"\u003e1. Set kamera ke 1 focus poin saja\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"Tips membuat foto tajam\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/t0ofqzb33sa.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMungkin di kamera anda terdapat puluhan atau ratusan titik fokus. Tapi untuk mendapatkan hasil foto yang benar-benar tajam di satu titik, anda harus menyetel nya dengan 1 titik fokus saja.\u003c/p\u003e","title":"7 Tips dan Cara Membuat Foto Lebih Tajam Langsung dari Kamera"},{"content":"Apakah benar-benar butuh kamera DSLR baru? JagoFoto.com - Mungkin sebagian orang berpikir bahwa kamera DSLR buatan terbaru yang dikeluarkan tahun tahun belakangan ini akan menjamin hasil foto yang semakin bagus. Hal tersebut benar namun tidak sepenuhnya juga bisa dipercaya.\nMengapa saya katakan demikian?\nAda beberapa faktor yang memungkinkan hal itu terjadi\n1. Pentingnya mempelajari komposisi foto Pertama, selama tidak mempelajari komposisi foto maka percuma memiliki kamera bagus. Orang tidak melihat kamera apa yang anda gunakan, peralatan mahal apa yang anda pakai, orang hanya melihat hasil foto anda.\nFotografer yang mampu menghasilkan foto dari peralatan kamera yang murah atau sudah ketinggalan jaman itu lebih baik daripada mereka yang sekedar mengandalkan kamera mahal yang dimiliki.\nSeorang yang mampu memaksimalkan kamera yang dimiliki akan tahu bagaimana membuat foto lebih baik. Membuat foto dari kamera DSLR murah saja bisa bagus, apalagi jika menggunakan peralatan kamera yang lebih mahal! Pasti hasilnya lebih bagus.\nPengalaman dari teman-teman yang sehobi foto, ada yang baru, ada yang sudah lama. Mereka yang baru yang sedang semangat-semangatnya memotret, biasanya dengan bekal kamera terbaru jaman sekarang sudah berada di tangannya, tetapi belum mampu menghasilkan foto yang bagus.\nKomposisi ini sangat penting, komposisi tidak ada dalam bundle ketika kita membeli kamera. Dengan menguasai penggunaan komposisi foto yang benar, maka hasil foto anda dijamin tidak akan kalah dari mereka yang menggunakan kamera mahal.\nNah, kita kembali lagi kepada pernyataan sebelumnya bahwa peralatan mahal apapun yang dipakai, belum tentu membuat kita mampu menghasilkan foto yang bagus. Semua seberapa sering kita belajar, dan terus latihan memotret.\nMaka dari itu sangat disarankan bagi fotografer pemula untuk mempelajari komposisi foto dengan benar, sambil memperbanyak referensi foto yang dimiliki.\nMemperbanyak referensi foto bisa dengan memfollow akun instagram luar yang memiliki genre foto yang sesuai minat kita. Jika kita minat foto landscape, maka follow lah akun-akun instagram yang memiliki puluhan ribu followers.\nAtau bisa juga membuka situs-situs seperti 1x .com, behance .net. Terakhir carilah teman sehobi di kota anda tinggal, ajak hunting bersama. Anda akan belajar banyak tentang fotografi bersama-sama.\n2. Jangan lupakan teknik fotografi Teknik fotogafi di sini maksudnya bagaimana kita sebaiknya mengambil gambar tersebut. Berbeda dengan komposisi, teknik fotografi yakni mengenai pemahaman kita dalam menguasai kamera yang kita miliki.\nBagaimana kemampuan kita sebagai fotografer memaksimalkan alat yang dimiliki untuk membuat foto yang menarik. Ingat bahwa kamera hanyalah alat untuk merekam, itulah fungsi utama yang dimilki oleh semua kamera DSLR.\nDengan menguasai teknik fotografi dengan benar, maka hasil foto anda tidak akan kalah dari mereka yang hanya berbekal kamera mahal.\nJadi mereka yang mampu menghasilkan gambar bagus dari kamera yang dimiliki pastilah mereka paham cara menggunakan kameranya.\nKomentar saya adalah begitu banyak orang yang mengiming-imingkan kamera DSLR mahal tetapi yang dihasilkan hanyalah seperti foto-foto standar pada umumnya. Mungkin saya haus akan melihat hasil dari kamera tersebut, namun tidak tersampaikan. Hehe..\nSaya tidak menganggap bahwa foto sayalah yang paling bagus, tidak. Saya hanya menyayangkan hal demikian terjadi. Sayang sekali jika kamera yang sudah dibeli mahal-mahal tetapi hasilnya sama saja seperti kamera yang murah.\nJadi langkah selanjutnya setelah memiliki kamera baru adalah mempelajari teknis fotografi. Caranya, mulailah menentukan anda mau membuat foto seperti apa? Misalnya anda anda ingin membuat foto landscape dengan efek awan bergerak. Maka secara teknis anda mesti mempelajari cara kerja segitiga exposure, lalu membeli peralatan tambahan seperti filter ND, GND, dan tripod kamera.\n3. Finishing foto dengan mempelajari software foto Yang terakhir ini adalah opsional saja. Fungsinya hanyalah untuk mempermantap foto anda saja. Titik. Jangan terlalu banyak dalam mengedit foto.\nAnda mungkin sering melihat foto yang over editing. Seperti foto tersebut dibuat terlalu kontras, terlalu saturasi, dan macam-macam. Dalam hati saya hanya berkata mungkin fotografernya belum tahu menggunakan software foto seperti photoshop atau lightroom.\nPadahal kedua software tersebut dibuat sekedar untuk memaksimalkan foto anda saja. Tidak lebih.\nOrang seperti saya mungkin sangat ingin dipuaskan matanya untuk melihat foto-foto yang bagus-bagus saja. Hhehe..\nBagaimana tidak?\nHal ini hanya muncul kalau kita sering melihat foto-foto bagus. Dengan sering melihat referensi foto bagus, maka di otak kita akan tertanam kesan bahwa foto bagus itu seperti ini, dan itu. Kita mampu melihat foto bagus itu seperti ini, dan paham cara mengambilnya.\nSekali lagi di sini saya tidak mengatakan bahwa foto sayalah yang paling bagus, tidak sama sekali.\nDengan mempelajari photoshop dan lightroom setidaknya anda mampu menghasilkan foto anda lebih baik, sesuai keinginan anda, yang tidak mampu dilakukan oleh kamera anda saat melakukan pemotretan.\nBanyak orang dengan kamera murah mampu menghasilkan foto yang hasilnya tidak kalah jauh dengan hasil kamera mahal.\nSaran saya adalah jangan berpikir hanya ingin terlihat keren menenteng kamera mahal lantas mengabaikan ketiga hal di atas.\nJika hasil foto anda tidak semahal kamera anda, maka akan muncul banyak pendapat orang kepada anda, pertama yang berkata bahwa percuma kamera mahal tapi hasilnya tidak mahal, kedua yang melihat hasil foto anda dengan keheranan, tidak percaya akan hasil foto dari kamera seperti itu, dan masih banyak lagi.\nHal ini sudah beberapa kali saya temukan di lapangan ketika memotret.\nSampai di sini, masihkah anda mau membeli kamera DSLR baru?\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/beli-kamera-dslr-mahal-kalau/","summary":"\u003ch2 id=\"apakah-benar-benar-butuh-kamera-dslr-baru\"\u003eApakah benar-benar butuh kamera DSLR baru?\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Mungkin sebagian orang berpikir bahwa kamera DSLR buatan terbaru yang dikeluarkan tahun tahun belakangan ini akan menjamin hasil foto yang semakin bagus. Hal tersebut benar namun tidak sepenuhnya juga bisa dipercaya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMengapa saya katakan demikian?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAda beberapa faktor yang memungkinkan hal itu terjadi\u003c/p\u003e\n\u003ch3 id=\"1-pentingnya-mempelajari-komposisi-foto\"\u003e1. Pentingnya mempelajari komposisi foto\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003ePertama, selama tidak mempelajari komposisi foto maka percuma memiliki kamera bagus. Orang tidak melihat kamera apa yang anda gunakan, peralatan mahal apa yang anda pakai, orang hanya melihat hasil foto anda.\u003c/p\u003e","title":"Percuma Beli Kamera DSLR Mahal Kalau"},{"content":"JagoFoto.com - Lensa merupakan salah satu komponen kamera yang berfungsi untuk merekam gambar. Melalui lensa, cahaya masuk ke dalamnya kemudian dipantulkan ke dalam body kamera.\nTahukah anda bahwa berbeda lensa, maka berbeda pula hasilnya.\nFaktor pembeda lensa satu dengan yang lain terdapat pada ::\nKemampuan mengambil gambar yang jarak dekat dan jauh Kemampuan merekam gambar yang lebar dan sempit Kemampuan menghasilkan efek blur yang berbeda Kemampuan menghasilkan gambar yang tajam Kemudahan dalam menggunakan (lensa auto dan lensa manual) Lensa kemudian pula dibagi lagi menjadi lensa jenis lensa standar dan lensa premium. Lensa standar biasanya terdapat pada bawaan saat membeli kamera seperti lensa 18-55 atau 18-105, biasa juga disebut lensa kit.\nSaya tidak menyebut hasil dari lensa kit tidaklah jelek. Namum untuk mendapatkan hasil gambar yang lebih bagus cobalah menggunakan lensa premium.\nLensa premium biasanya memiliki harga yang lebih mahal daripada lensa standar.\nTidak salah memang sebab lensa-lensa tersebut memiliki kemampuan membuat hasil gambar lebih baik dan tajam.\nSelain itu bahan pembuatan lensa itu tentunya merupakan bahan yang lebih bagus daripada lensa standar.\nLensa premium merek Carl Zeiss.\nHampir setiap merek kamera memiliki produk lensa yang dibuat secara premium. Misalnya, Nikon dengan lensa premium jenis Nano yang biasa disebut gelang emas, Canon dengan jenis lensa seri L atau biasa disebut gelang merah.\nTips memilih lensa kedua untuk membuat foto sesuai keinginan Bagi fotografer, rasanya belum cukup kalau memiliki hanya satu lensa. Keterbatasan dalam menghasilkan gambar masih terasa kalau hanya satu lensa. Makanya tidak jarang seorang fotografer memiliki beberapa lensa. Saya sendiri memiliki 5 buah lensa.\nKeinginan menambah lensa bukanlah hal yang dilakukan untuk pamer semata. Tetapi setiap lensa memiliki fungsi dan karakter yang berbeda-beda.\nUntuk memilih lensa kedua sebagai peralatan kamera anda, cobalah tanyakan kepada diri sendiri dahulu, foto seperti apa yang anda ingin buat?\nKalau jawabannya anda ingin membuat foto pemandangan yang lebih baik dengan sudut pengambilan (angle) yang lebih lebar, maka sebaiknya anda memilih lensa wide atau ultra wide.\nKalau anda ingin membuat foto model dengan efek blur yang lebih mantap, alangkah baiknya membeli lensa fix, dengan bukaan lensa (f/) yang lebih besar (f/ angka kecil).\nNamun biasanya pada umumnya orang menyukai lensa yang bisa membuat hasil foto dengan efek blur. Maka orang kebanyakan membeli lensa kedua dengan lensa fix 50mm dengan bukaan f/1.4. Ini sudah menjadi bekalnya membuat foto lebih menarik.\nfoto model menggunakan lensa 50mm f/1.4\nBukan sekedar beli saja, tetapi memang kegunaan lensa fix lebih banyak daripada lensa-lensa lainnya. Misalnya, anda dihadapkan situasi memotret keluarga atau teman dengan suasana santai, maka lensa fix adalah senjata terbaik untuk memperlihatkan bahwa anda bisa membuat foto yang bagus.\nSelain itu efek bokeh atau blur yang dihasilkan dari lensa 50mm bisa membuat hasil foto anda terlihat lebih premium, lebih indah. Saya rasa tidak ada yang membenci hasil foto dengan efek blur pada fotonya.\nJangan asal membeli lensa kedua Ini berlaku bagi anda yang terbatas dana untuk membeli lensa. Namun jika anda memiliki cukup dana silahkan membeli lensa dengan focal lenght (panjang), dan bukaan yang berbeda-beda.\nMisalnya anda ingin menambah lensa untuk kebutuhan foto landscape silahkan membeli lensa dengan focal lenght mulai dari 10mm untuk kamera apsc, dan 16mm untuk kamera full frame.\nLalu anda sekalian membeli lensa fix 135mm untuk memotret model atau foto candid dari jarak jauh.\nPerhatikan focal length dan bukaan lensa yang akan dibeli Ini sangat penting. Perbandingan antara panjang lensa dengan bukaannya sangatlah krusial. Jangan sampai anda salah memilih. Misalnya, anda ingin membeli 50mm, jika anda menggunakan kamera apsc, maka lebih baik anda mengurungkan niat untuk membeli lensa 50mm.\nBukannya tidak bagus tetapi sayang sekali kemampuannya dalam menghasilkan gambar tidak akan maksimal.\nKok bisa?\nMenurut saya dengan focal lengt 50mm hasilnya tidak sebanding ketika menggunakannya pada kamera full frame. Sejatinya lensa full frame akan terasa sekali efeknya ketika digunakan pada kamera full frame. Dimensinya terasa lebih hidup.\nSaya pernah memiliki lensa 50mm yang saya pasang pada kamera apsc saya tetapi jarang puas ketika melihat hasilnya untuk foto orang.\nSaran saya adalah lebih baik anda membeli lensa 35mm dengan bukaan minimal 1.8. Dengan panjang lensa 35mm hasil foto akan terasa lebih enak. Dimensi foto akan lebih kelihatan bagus.\nSatu contoh lagi, misalnya anda memiliki pilihan antara lensa 135mm f/2.8 atau lensa zoom 70-135mm f/3.5 Maka lebih baik anda mengambil yang lensa fix 135mm f/2.8 saja. Karena selain memiliki bukaan yang lebih besar, juga akan lebih tajam hasil dari lensa fix tersebut.\nFoto menggunakan lensa 135mm f/2.8 menggunakan kamera apsc\nBagi anda yang ingin memiliki lensa kedua dengan fokus fotografi landscape maka sebaiknya anda memulai memilih lensa dengan focal lenght terpendek sekitar 10 atau 12 mm dengan bukaan besar seperti f/2.8.\nLensa wide dengan bukaan besar seperti itu akan membantu anda dalam menghasilkan foto landscape yang menarik di malam hari, terutama jika anda membidik foto bintang.\nAkhir kata Suatu hal yang terpenting harus diingat adalah bahwa janganlah kita sebagi fotografer terpenjara atau merasa kekurangan hanya karena permasalahan alat. Ingatlah bahwa kamera hanyalah alat untuk merekam gambar.\nHasil foto yang didapatkan akan lebih bermakna jika anda mengetahui, menguasai dan memaksimalkan alat yang anda miliki.\nBanyak orang yang membeli kamera mahal, aksesoris yang mahal tetapi belum mampu menghasilkan gambar yang bagus. Itu merupakan sesuatu yang miris.\nJika anda berpikiran bahwa kamera dan lensa yang anda miliki bisa anda gunakan untuk menciptakan gambar yang bagus, kenapa tidak mulai memaksimalkan alat yang anda miliki saat ini. Itu lebih baik.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/tips-memilih-lensa-kamera-dslr/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Lensa merupakan salah satu komponen kamera yang berfungsi untuk merekam gambar. Melalui lensa, cahaya masuk ke dalamnya kemudian dipantulkan ke dalam body kamera.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eTahukah anda bahwa berbeda lensa, maka berbeda pula hasilnya.\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eFaktor pembeda lensa satu dengan yang lain terdapat pada ::\u003c/p\u003e\n\u003col\u003e\n\u003cli\u003eKemampuan mengambil gambar yang jarak dekat dan jauh\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eKemampuan merekam gambar yang lebar dan sempit\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eKemampuan menghasilkan efek blur yang berbeda\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eKemampuan menghasilkan gambar yang tajam\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eKemudahan dalam menggunakan (lensa auto dan lensa manual)\u003c/li\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003cp\u003eLensa kemudian pula dibagi lagi menjadi lensa jenis lensa standar dan lensa premium. Lensa standar biasanya terdapat pada bawaan saat membeli kamera seperti lensa 18-55 atau 18-105, biasa juga disebut lensa kit.\u003c/p\u003e","title":"Tips Memilih Lensa Kamera DSLR"},{"content":"JagoFoto.com - Tahun 2022 kamera dslr dan mirrorless sepertinya sudah tidak begitu diminati.\nKenapa saya bilang begitu?\nKarena sekarang teknologi yang ada di hp sudah sangat bagus. Lihat saja kamera seperti huawei P30 yang bisa menghasilkan gambar dengan kualitas yang sangat bagus.\nUntuk belajar fotografi pun sepertinya kurang begitu diminati lagi. Yang ada malah orang banyak pamer hasil foto di instagram dan facebook. It\u0026rsquo;s okay. Hanya saja masih ada orang yang ingin beli kamera. Entah itu karena kebutuhan profesional, atau sekedar ingin mencoba masuk ke dunia fotografi.\nPemula hanya butuh kamera untuk belajar fotografi. Latihan komposisi fotografi, memilih angle foto, dan mengetahui settingan dan fungsi dasar kamera seperti setting exposure.\nUntuk itu saya akan memberikan tips memilih kamera untuk pemula.\n1. Sesuaikan budget yang dimiliki Kalau kamu punya uang maksimal 5 juta, mungkin kamu hanya akan mendapatkan kamera apsc dslr.\nKalau budget maksimal 10 juta, kamu bisa memilih mirrorless atau dslr.\n2. DSLR vs Mirrorless Kamera dslr ada banyak macamnya, dan yang terkenal di indonesia hanya nikon dan canon. Memilih kamera dslr akan membuat kamu untuk explore banyak fitur kamera daripada gaya-gayaan. Kamu juga tampil lebih profesional karena ukurannya yang sedikit lebih besar daripada kamera mirrorless.\nKamera mirrorless ukuranya cukup kecil. Alasan memilih kamera mirrorless untuk pertama kali adalah karena kamu tidak suka ribet.\nBanyak fitur dari kamera mirrorless yang memudahkan bagi pengguna. Contohnya seperti fitur exposure yang ada di viewfinder. Kamu bisa langsung melihat exposure foto yang akan dihasilkan melalui view finder sebelum menekan tombol shutter.\nRekomendasi kamera mirrorless untuk pemula berdasarkan budget dan fitur yang cukup lengkap seperti:\n1. Sony A6000 2. Eos M50 3. Fujifilm x-t100\n3. Full frame vs APSC Memilih kamera full frame untuk pemula juga merupakan langkah yang bagus. Tapi butuh budget yang cukup extra. Untuk mendapatkan kamera full frame, mungkin kamu harus punya dana di atas 10 juta.\nJika memang berniat untuk memiliki kamera full frame dengan budget terbatas, boleh memilih kamera bekas / second hand.\nContohnya 5d mark 2 atau sony a7 mark 1.\nKelebihan full frame terletak dari besar sensornya. Kamera full frame punya ukuran sensor yang lebih besar daripada kamera apsc. Sehingga lebar gambar/foto yang dihasilkan lebih besar.\nRekomendasi kamera apsc untuk pemula yang ingin menggunakan DSLR seperti:\n1. Nikon D3400 2. Canon 1500D\nAkhir kata Demikian tips memilih kamera untuk pemula. Sebenarnya apapun kamera yang kamu miliki baik itu apsc, full frame, mirrorless, yang menentukan adalah hasilnya.\nSemakin sering latihan untuk membuat foto maka kamu pasti akan mudah menghasilkan foto yang keren-keren.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/kamera-untuk-pemula-fotografi/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Tahun 2022 kamera dslr dan mirrorless sepertinya sudah tidak begitu diminati.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKenapa saya bilang begitu?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cem\u003eKarena sekarang teknologi yang ada di hp sudah sangat bagus\u003c/em\u003e. Lihat saja kamera seperti huawei P30 yang bisa menghasilkan gambar dengan kualitas yang sangat bagus.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eUntuk belajar fotografi pun sepertinya kurang begitu diminati lagi. Yang ada malah orang banyak pamer hasil foto di instagram dan facebook. It\u0026rsquo;s okay. Hanya saja masih ada orang yang ingin beli kamera. Entah itu karena kebutuhan profesional, atau sekedar ingin mencoba masuk ke dunia fotografi.\u003c/p\u003e","title":"Panduan Membeli Kamera untuk Pemula"},{"content":"JagoFoto.com - Komposisi fotografi merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan untuk menciptakan karya yang baik.\nDalam menentukan komposisi pada sebuah foto, seorang fotografer tentu punya aturan main berdasarkan pengalamannya.\ncontoh komposisi foto dengan golden ratio\nMereka yang sudah sering memotret pasti memiliki komposisi andalan setiap kali melakukan shot.\nDalam fotografi sebenarnya tidak ada aturan yang baku dalam komposisi foto ini. Aturan yang baku hanya akan membuat orang menjadi terkotak-kotak. Namun dari semua itu dikenal juga dengan aturan awal.\nJika seorang fotografer amatir atau pemula yang baru belajar fotografi, tidak ada salahnya untuk mengetahui terlebih dahulu macam-macam komposisi dalam photography.\nSetelah mengetahui itu semua maka seorang akan mengetahui kapan harus menggunakan komposisi terbaik ketika memotret, entah itu rule of third, golden ratio, atau komposisi lainnya.\nAnda mungkin sudah pernah mendengar istilah komposisi rule of third. Yakni dimana objek yang menjadi point of interest ditempatkan di sepertiga bagian frame foto. Komposisi ini terlalu umum dan paling sering digunakan dalam fotografi.\nNamun kali ini anda akan mengetahui sebuah komposisi yang bisa dibilang sebuah hitungan matematis dalam menentukan letak titik yang menjadi point utama dalam suatu karya foto.\nKomposisi tersebut dikenal dengan istilah komposisi golden ratio (rasio emas)\nDalam komposisi golden ratio sebuah objek dalam suatu frame foto akan dibagi menjadi beberapa kotak. Kemudian dari satu kotak ditarik satu garis melengkung menuju ke satu sudut lain secara diagonal.\nKemudian berlanjut lagi ke sudut yang lain sehingga menjadi semakin kecil.\nUntuk memudahkan anda dalam memahami berikut contoh foto dari komposisi golden ratio.\nApa yang istimewa dari komposisi golden ratio? Golden ratio sejatinya terbentuk dari alam. Dahulu pada abad 12 seorang seniman bernama leonardo davinci memperkenalkan komposisi ini.\nDimana dia melihat alam dan menemukan bentuk ulir yang dimiliki oleh rumah siput, kemudian dia menggambarnya dan nememukan hal yang sama terhadap telinga manusia. Bentuknya melingkar menuju ke satu titik.\nLeonardo pun menerapkan komposisi ini dalam sebuah karya lukisannya yang disebut dengan monalisa.\nJika kita menarik suatu komposisi golden ratio terhadap lukisan monalisa maka akan ditemukan garis yang serupa dengan golden ratio.\nGaris tersebut bisa dijadikan sebagai penuntun orang dalam melihat arah suatu karya/foto.\nSecara matematis untuk menghitung komposisi ini akan didapat letak frame tersebut menjadi 1:1.618. Agak ribet, sehingga jarang orang ingin mengetahuinya secara detail.\nKapan menggunakan komposisi golden ratio untuk menciptakan foto yang bagus Untuk bisa menggunakan komposisi ini anda bisa menebak-nebak dulu selama anda melakukan pemotretan. Sebab setahu saya belum ada kamera yang menyematkan garis bantu komposisi golden ratio di layar lcdnya.\nNamun anda tidak perlu khawatir\nAnda bisa membuka Lightroom di komputer anda untuk melihat preview komposisi golden ratio. Kemudian tekan tombol crop. Di dalam pilihan cropping foto terdapat rule of third dan golden ratio.\nAnda bisa mencocokkan poin utama anda dalam foto terhadap titik temu dari komposisi golden ratio tersebut.\nfoto by @rafi_45\nKemudian anda akan mendapatkan hal yang menarik. Kadang komposisi rule of third tidak berpapasan dengan titik golden ratio.\nBaca juga :: Tips komposisi foto landscape\nLalu kalau demikian apakah foto menjadi tidak bagus? TIDAK JUGA.\nSebagaimana yang saya katakan di atas bahwa kita jangan terkotak-kotakkan dalam hal komposisi seperti itu. Kita harus bebas dalam berkarya.\nFotografi itu kebebasan. Jika anda masih selalu terpaku terhadap ini maka anda sebenarnya berada dalam belenggu. Anda tidak seutuhnya bebas dalam berkarya.\nGaris bantu golden ratio hanya salah satu sebagai pembantu saja dalam nenentukan komposisi.\nNamun tidak sedikit yang percaya bahwa dengan komposisi golden ratio maka karya fotografi yang dihasilkan akan lebih menyatu dengan alam.\nApakah anda setuju?\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/komposisi-golden-ratio-fotografi/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - \u003ca href=\"https://jagofoto.com/komposisi-foto-mudah-untuk-pemula/\"\u003eKomposisi fotografi\u003c/a\u003e merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan untuk menciptakan karya yang baik.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam menentukan komposisi pada sebuah foto, seorang fotografer tentu punya aturan main berdasarkan pengalamannya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"komposisi fotografi   golden ratio adalah   pengertian golden section   cara membuat golden ratio   komposisi fibonacci     komposisi rules of third dan golden ratio \" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/golden-rafi.jpg\" title=\"Menggunakan komposisi golden ratio pada fotografi\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003econtoh komposisi foto dengan golden ratio\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMereka yang sudah sering memotret pasti memiliki komposisi andalan setiap kali melakukan shot.\u003c/p\u003e","title":"Apa itu Komposisi Golden Ratio dalam Fotografi"},{"content":"JagoFoto.com - Seorang pemula dalam fotografi akan terasah kemampuannya dalam fotografi jika sering melakukan praktek foto.\nApa yang dibaca melalui buku panduan, atau dilihat melalui youtube hendaknya segera dipraktekkan.\nIni akan membuat kita langsung mengetahuinya.\nSesuatu akan langsung berkesan jika dilakukan daripada dibaca saja.\nUntuk mendukung hal itu terkadang orang mencari komunitas atau informasi tentang hunting foto bareng. Dengan mengikuti hunting bareng orang dapat mempraktekkan pengetahuan fotografinya.\nPada umumnya hunting foto diadakan pada akhir pekan sehingga orang bisa melepas penat selama bekerja. Dan ikut event hunting foto bareng adalah salah satu hal yang menarik dalam fotografi. Berikut hal-hal yang bisa kamu temui selama hunting foto.\n1. Hunting bareng mengasah kemampuan fotografi Hunting bareng sangat berguna bagi pemula. Selain menyenangkan juga bisa mengasah kemampuan berpikir untuk menentukan dan mengambil gambar.\n2. Hunting bareng genre foto apa saja Hunting bareng dilakukan menurut apa saja. Ada yang hobi foto model maka dibuatlah hunting foto model, yang suka foto landscape maka akan ikut hunting foto pemandangan, dan lain sebagainya.\n3. Hunting foto biasa dikemas dengan konsep tertentu Ini merangsang ketertarikan seorang untuk ikut hunting foto. Foto yang berkonsep akan berkesan bagi semua peserta. Sedangkan yang tidak akan terasa biasa-biasa saja.\nSaya tidak menganggap konsep yang biasa-biasa tidak usah diikuti loh ya. ini juga bermanfaat. Hanya beda konsep saja.\n4. Hunting foto menjadi ajang kenalan dan silaturahmi Bagi pemula hunting bareng juga bermanfaat sebagai sarana untuk melakukan silaturahmi dan kenalan dengan sesama pehobi fotografi. Yang sudah lama di bidang fotografi biasanya menonjol ketika melakukan hunting foto. Sedang yang baru-baru akan malu-malu mengambil gambar.\nmenyendiri-ketika-hunting-foto-bareng\nJangan merasa malu atau minder sama orang yang sudah lama di dunia fotografi.\n5. Gear yang dibawa orang dalam hunting foto adalah alat terbaik yang dimiliki Dalam hunting bareng kamu juga bisa melihat berbagai macam peralatan fotografi. Ada yang biasa-biasa saja dan sampai alat yang jarang ditemui. Semua untuk menciptakan foto yang sebagus mungkin.\nKalau di foto model orang biasa membawa peralatan lighting seperti speedlight, reflektor, lightstand, bahkan seorang asisten akan diminta untuk membantu mendapatkan lighting yang bagus terhadap model.\nSedangkan fotografer landscape biasanya membawa alat seperti tripod, filter, dan lain-lain.\npernah-lihat-lensa-seperti-ini\nIntinya seorang akan membawa gear foto terbaiknya.\nSeorang fotografer pemula biasanya masih cari-cari jadi dirinya sebagai fotografer.\nDengan hunting bareng mereka bisa menentukan lebih suka mana. Dan akan menginvestasikan waktu dan uang untuk membeli gear fotografi apa saja.\n6. Keceriaan dalam hunting bareng memang bisa membawa suasana senang Dalam hunting bareng kita akan saling menghormati sesama fotografer. Keinginan sama-sama mau punya foto bagus. Orang yang sudah mendapat foto bagus, akan gantian untuk mengambil gambar. Tetapi yang terjadi yang sering saya temui adalah orang kadang lupa diri.\nsuasana-hunting-foto-bareng\nMisalnya dalam hunting foto model, dengan modal lensa wide seorang akan berada di depan dekat dengan model. Mengambil gambar sebanyak yang diinginkan, tetapi lupa bahwa di belakangnya ada orang yang menggunakan lensa panjang.\nMereka akan terhalangi untuk mengkomposisikan foto jika ada yang mengganggu di depan. Maka dari itu harus diingat selama hunting bareng bahwa yang mau mengambil foto bukan cuma hanya kita.\n7. Suasana hunting bareng kadang serius kadang jadi kocak Ketika seorang memperhatikan dengan fokus apa yang difotonya terkadang suasana hunting menjadi sangat serius. Namun kadang juga suasana berubah menjadi kocak, ketika seorang membuat hal-hal lucu dan aneh selama motret. Peserta hunting akan tertawa bareng. Moment seperti ini yang kadang dirindukan seorang fotografer.\n8. Pada akhir sesi hunting foto bareng biasa dilakukan foto keluarga Apa lagi moment yang bisa diabadikan selain kebersamaan itu sendiri. Sebuah event hunting foto bareng mejadi ajang silaturahmi. Pada akhir sesi biasanya dilakukan foto bersama sesama sesama fotografer dan model yang ikut. Dengan berfoto keluarga rasanya membuat moment hunting foto menjadi sangat erat. Suatu hari akan dikenang oleh para pesertanya.\nfoto-keluarga-event-hunting-bareng-lensa-manual-makasar-lemak-tahun-2012\nAkhir kata Hunting foto bareng sangat bermanfaat. Terlebih bagi yang masih pemula dalam fotografi. Banyak kisah yang bisa kamu ceritakan kepada orang lain, atau sesama teman di masa yang akan datang.\nHunting foto bareng juga tidak melulu soal event.\nKamu bisa membuat hunting bareng sesama teman pehobi fotografi.\nKadang teman mengajak hunting tetapi saya tidak sempat. Moment kebersamaan dalam hunting bareng itu yang sebenarnya yang sangat saya rindukan. Kegiatan belajar fotografi pun menjadi lebih menyenangkan.\nKamu sendiri bagaimana guys? Pernahkah ikut hunting foto bareng? Tell me please.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/manfaat-hunting-foto-bareng/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Seorang pemula dalam fotografi akan terasah kemampuannya dalam fotografi jika sering melakukan praktek foto.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"hunting foto keren hunting foto model hunting fotografer tips hunting foto cara hunting foto hunting hunting foto landscape tempat hunting foto manfaat hunting foto hunting foto seru\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/manfaat-hunting-foto-bareng.jpg\" title=\"hunting sendiri\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eApa yang dibaca melalui buku panduan, atau dilihat melalui youtube hendaknya segera dipraktekkan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eIni akan membuat kita langsung mengetahuinya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSesuatu akan langsung berkesan jika dilakukan daripada dibaca saja.\u003c/p\u003e","title":"8 Manfaat Hunting Foto Bareng Bagi Fotografer Pemula"},{"content":"JagoFoto.com - Kamu punya lensa 50mm? Pasti beli buat bisa motret mba model kan? Biar bisa bokeh-bokeh-an.. Udah mengaku saja.. heheh..\nMembuat foto dengan menggunakan lensa 50mm itu cukup mudah kok. Kalau mau dapat hasil yang lebih baik, kamu harus tahu trik-trik menggunakannya.\nNah kali ini saya mau coba share bagaimana sih cara memaksimalkan foto model kamu biar lebih bagus hasilnya dan instagramable.\nDengan alasan memotret menggunakan lensa kit 18-55 sudah membosankan, maka pada umumnya untuk melakukan foto model murah meriah kita bisa menggunakan lensa fix, seperti fix 50mm, fix 85mm, atau fix 135mm.\nNah ketiga lensa itu disebut lensa untuk foto model sebab memiliki karakter bokeh dan dof yang berbeda-beda.\nBuat kamu yang memiliki lensa 50mm, ini beberapa poin yang harus kamu perhatikan sebelum memotret model menggunakan lensa 50mm.\n1. Selalu gunakan bukaan terbesar pada lensa fix 50mm yang anda pakai sumber foto :: google.com\nHal pertama adalah kamu harus selalu menggunakan bukaan terbesar. Kemampuan maksimal lensa fix sebenarnya ada pada bukaan terbesarnya.\nMisalnya kamu punya lensa fix 50mm dengan f/1.4, maka gunakan selalu f/1.4 nya. Itu akan membuat foto kamu memiliki dimensi yang sangat bagus, selain itu dof yang didapat juga sempit tapi memimliki bokeh yang bagus.\n2. Ketahui dof dari lensa kamu Berhubungan dengan yang di atas, dof sangat berkaitan dengan berapa f yang digunakan. Semakin besar bukaan kamu, semakin sempit dof yang dihasilkan fotomu.\nMisalnya. Kamu memotret model di depan kamu dengan f/1.4, yang muncul di kamera kamu wajah model sampai ke dada misalnya, maka dof yang kamu dapat mungkin antara matanya sampai ke belakang rambutnya.\nMaka di bagian belakang nya sudah tidak fokus lagi.\nJika kamu memotret model dengan pose yang extreme, maka kamu mesti memperhatikan hal ini dengan baik.\n3. Ketahui karakter bokeh lensa kamu sumber foto :: google.com\nHal yang menarik dari lensa fix adalah karakter bokehnya. Berbagai lensa fix yang dijual di pasaran memiliki karekter bokeh yang berbeda-beda.\nAda yang bokeh hancur, ada yang bokeh bulat-bulat, ada yang bokeh memutar/swirly, dan masih banyak lagi.\nDengan memiliki lensa bokeh yang bagus maka foto kamu akan unik, model yang kamu foto pasti suka banget sama hasil foto kamu itu.\nSebenarnya foto bokeh dengan lensa kit 18-55 juga bisa kamu lakukan, tapi untuk foto model hasilnya kurang maksimal.\n4. Atur jarak kamu dengan model jangan terlalu dekat, jangan terlalu jauh sumber foto :: google.com\nNah jarak kita dengan model juga sangat mempengaruhi.\nJika memang kamu mengejar bokeh, maka tidak ada salahnya kamu sedikit mendekat ke model, tapi jika tidak terlalu mengejar bokeh maka sebaiknya kamu bisa mundur sehingga keseluruhan tubuh model kelihatan.\nTapi jangan melupakan tentang komposisi foto ya.\n5. Selalu shot dengan angel yang lain dari yang lain sumber foto :: google.com\nYup, demi kreatifitas, seorang fotografer harus memiliki angle foto yang menarik. Jangan terpaku sama angle yang itu itu saja yang paling sering digunakan teman-teman kalian saat memotret.\nUsahakan untuk mengexplore angle foto sendiri.\nKamu juga harus melihat si model itu lebih bagus dishot dari sisi mana, sebab model pasti punya angle foto favorit mereka, kamu juga bisa tanyakan ke mereka dari mana angle foto favorit mereka.\n6. Shot dengan mode high/fine .jpg sumber foto :: google.com\nUntuk hasil yang maksimal sebaiknya gunakan file raw pada kamera kamu.\nNamun jika kamu tidak menggunakan file raw karena memakan memori terlalu besar, sebaiknya gunakan resolusi tertinggi kamera kamu.\nBiasanya ditandai dengan file fine/high jpg.\n7. Gunakan pencahayaan available, dan tambahkan sedikit artificial light sumber foto :: google.com\nJaman sekarang mengkombinasikan available dengan sedikit semburan flash sebagai artificial light dapat membuat foto makin berdimensi.\nJika kamu punya flash dengan hss, maksimalkan itu, kamu bisa menggunakan f stop terbesar kamu sehingga mendapatkan dof yang menarik dan highlight sebagai fill in foto mu.\n8. Jangan takut crop foto sumber foto :: google.com\nJika kamu punya ukuran foto yang besar, dan tidak suka dengan crop yang kamu ambil langsung dari kamera kamu, kamu bisa melakukan crop.\nBebas saja, kamu bisa crop square, 2x3, 16x9, dan costum. Terserah kreativitas kamu.\n9. Maksimalkan edit foto di photoshop atau lightroom. sumber foto :: google.com\nDan hal yang paling terakhir untuk memaksimalkan foto model dengan menggunakan lensa 50mm adalah gunakan tool software edit foto seperti photoshop atau lightroom.\nKamu bisa menggunakan dodge dan burn, mengatur kotras dan mengkoreksi warna atau menambahkan filter pada foto model mu.\nAkhir kata Demikian tips memaksimalkan foto model dengan menggunakan lensa 50mm.\nKesembilan tips di atas bisa kamu pakai bukan hanya untuk foto model, tapi untuk foto apapun. Dengan memahami alat yang kita punya maka hasil foto akan jauh lebih baik.\nSemoga tips ini bisa membuat foto kamu lebih bagus.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/memotret-model-lensa-fix-50/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Kamu punya lensa 50mm? Pasti beli buat bisa motret mba model kan? Biar bisa bokeh-bokeh-an.. Udah mengaku saja.. heheh..\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMembuat foto dengan menggunakan lensa 50mm itu cukup mudah kok. Kalau mau dapat hasil yang lebih baik, kamu harus tahu trik-trik menggunakannya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eNah kali ini saya mau coba share bagaimana sih cara memaksimalkan foto model kamu biar lebih bagus hasilnya dan instagramable.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDengan alasan \u003ca href=\"https://jagofoto.com/tips-fotografi-kamera-standar\"\u003ememotret menggunakan lensa kit\u003c/a\u003e 18-55 sudah membosankan, maka pada umumnya untuk melakukan foto model murah meriah kita bisa menggunakan lensa fix, seperti fix 50mm, fix 85mm, atau fix 135mm.\u003c/p\u003e","title":"Tips Membuat Foto Keren Menggunakan Lensa 50mm"},{"content":"Memahami foto High Key, Normal Key dan Low Key untuk menciptakan karya fotografi JagoFoto.com - Kali ini saya akan mencatat hal penting mengenai kecerahan foto.\nApa saja sih yang berpengaruh dengan kecerahan foto kita?\nApa saja hal yang sebaiknya diketahui dalam hal kecerahan ini?\nKapan untuk membuat foto dengan kecerahan tertentu, dan apa pula kesan yang diberikan?\nBaiklah langsung saja.\nDalam fotografi kecerahan dikenal juga dengan istilah brightness.\nBrightness itu tentang seberapa banyak cahaya yang diberikan kepada foto yang akan kita ambil. Kecerahan pada foto berasal dari berapa besar nilai exposure yang diberikan, dan seberapa besar cahaya yang kita dapatkan untuk memotret objek foto kita.\nAnda pasti sudah mengerti cara memainkan exposure untuk membuat cahaya menjadi terang atau gelap.\nBrightness itu memiliki 3 jenis, antara lain ::\n1. High key Yang pertama yaitu high key.\nFoto yang bisa dikatakan high key adalah foto yang memiliki bagian cerah/putih yang dominan.\nNamun cerah di sini tidak mesti selalu berwarna putih, bisa saja warna lain, tetapi warna itu harus cerah. Foto high key biasanya memiliki kontras yang rendah, sebab warna yang ditampilkan adalah dominan putih.\nUntuk pemotretan model, high key berguna untuk menghilangkan bagian kulit model yang terlihat kasar. Sehingga orang tidak melihat detail dari model itu. Untuk hasil foto high key yang lebih bagus, gunakan artificial light (cahaya buatan) seperti dengan menggunakan flash external.\nKesan yang ditampilkan pada foto high key adalah terang, ceria, bersih. Sehingga foto high key ini sangat cocok untuk foto prewedding, atau foto produk.\n2. Normal key Aspek kedua yakni normal key, dimana cahaya yang dibuat itu seimbang antara bagian gelap dan terangnya.\nNormal key cocok untuk semua genre foto, atau kebutuhan foto lainnya. Tidak bisa kita berharap banyak untuk foto high key.\nUntuk mempermantap foto nya haruslah diimbangi dengan permainan komposisi yang lebih bagus. Meskipun, harus tetap dicatat bahwa pada foto high key dan low key kita tidak boleh melupakan komposisi juga.\nUntuk membuat normal key, kita cukup mencari objek lalu memotretnya dengan normal. Objek itu bisa berupa objek apa saja. Intinya cahaya yang dihasilkan itu harus selalu seimbang. Itu saja. Normal key biasanya dilakukan untuk orang yang belajar memotret, mencari objek lalu mempraktekkan untuk menormalkan exposure.\n3. Low key Foto low key yakni foto-foto yang memberikan kesan dramatis.\nWarna foto yang dihasilkan pada foto low key cenderung memiliki brightness yang redut/gelap/hitam.\nMembuat foto low key itu biasanya diperuntukkan untuk membuat foto dramatis seperti landscape.\nFoto potrait atau model yang dibuat dengan low key akan menambah efek dramatis dari model tersebut. Sesuaikan juga dengan ekspresi wajah model, jangan membuat wajah yang ceria sedangkan kita membuatnya dengan brightness yang low key.\nUntuk membuat efek low key bisa menggunakan satu artificial lighting, atau available light saja dengan menurunkan exposure value nya.\nAkhir kata Itulah catatan saya tentang brightnes foto.\nJadi ada 3 jenis brighness yang bisa kita mainkan dalam fotografi yakni, high key, normal key, dan low key.\nSemoga bermanfaat bagi kita semua. Terutama buat yang sedang belajar fotografi.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/apa-itu-high-low-normal-key-fotografi/","summary":"\u003ch2 id=\"memahami-foto-high-key-normal-key-dan-low-key-untuk-menciptakan-karya-fotografi\"\u003eMemahami foto High Key, Normal Key dan Low Key untuk menciptakan karya fotografi\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Kali ini saya akan mencatat hal penting mengenai kecerahan foto.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eApa saja sih yang berpengaruh dengan kecerahan foto kita?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eApa saja hal yang sebaiknya diketahui dalam hal kecerahan ini?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKapan untuk membuat foto dengan kecerahan tertentu, dan apa pula kesan yang diberikan?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBaiklah langsung saja.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eDalam fotografi kecerahan dikenal juga dengan istilah brightness.\u003c/strong\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBrightness itu tentang seberapa banyak cahaya yang diberikan kepada foto yang akan kita ambil. Kecerahan \u003ca href=\"https://jagofoto.com/dimensi-pada-fotografi/\"\u003epada foto\u003c/a\u003e berasal dari berapa besar nilai exposure yang diberikan, dan seberapa besar cahaya yang kita dapatkan untuk memotret objek foto kita.\u003c/p\u003e","title":"Apa Itu High Key, Low Key dan Normal Key dalam Fotografi?"},{"content":"JagoFoto.com - Berbicara mengenai warna foto terlebih fotografi digital, ini sangat dipengaruhi oleh white balance.\nWhite balance dalam bahasa indonesia diartikan sebagai keseimbangan putih.\nHal ini sangat menarik, yuk kita bahas lebih lanjut mengenai ini.\nApa itu white balance? White balance terdapat pada kamera digital. Setiap pengaturan kamera dslr atau mirrorless memiliki pengaturan white balance.\nWhite balance digunakan untuk mendapatkan warna pada foto yang lebih natural, atau yang sesuai keinginan.\nwhite balance yang sebelah kiri agak kuning, sengaja untuk mendapatkan efek sunset, sedangkan yang sebelah kanan agak biru, tapi lebih normal karena saya ingin mendaparkan efek biru di air laut.\nPada umumnya terdapat 9 pengaturan white balance yang terdapat pada kamera digital. Seperti\n1. AWB (auto white balance) Wb ini paling sering digunakan pada kamera. Dalam keadaan apapun gunakan awb saja, dan biarkan kamera bekerja untuk menjadikan warna foto anda lebih baik. Awb juga berfungsi pada settingan kamera auto, dengan awb anda tidak perlu repot mencari white balance yang tepat.\n2. Daylight Wb satu ini biasa digunakan pada keadaan matahari cerah mulai dari pukul 8 pagi sampai 4 sore. Warna akan terasa segar, dan ini harus dilakukan di luar ruangan. Misalnya anda memotret landscape, atau memotret tempat-tempat di sekitaran anda.\n3. Shade Ketika menempatkan objek yang difoto berada pada area bayangan. Misalnya anda memotret di siang hari di samping bangunan yang terhindar dari sinar matahari, maka wb ini mungkin bisa digunakan. Seperti namanya shade/ bayangan. Lihat sendiri hasilnya, jika anda puas, maka lanjutkan, tetapi jika tidak puas, maka sebaiknya anda set saja ke auto wb.\n4. Cloudy Cloudy digunakan untuk memotret di luar ruangan dalam keadaan mendung. Warna foto akan kelihatan sedikit coklat. Cloudy juga biasa saya gunakan saat memotret landscape di pinggir pantai.\n5. Incandescent (lampu balon) Saya jarang menggunakan ini, karena saya jarang memotret di malam hari. Anda bisa menset wb ini jika menggunakan lampu balon pada ruangan tempat anda memotret, jika hasilnya kurang memuaskan kembalikan saja settingan ke awb.\n6. Flour (lampu neon) Sama seperti indandescent, wb flourscent ini jarang saya gunakan. Kadang hasilnya aneh. Tidak sesuai keinginan saya.\n7. Flash Gunakan wb ini jika anda menggunakan flash dari body kamera anda. Jika menggunakan flash external maka sebaiknya gunakan saja awb.\n8. Kelvin Ini wb favorit saya. Di sini saya bebas menset suhu mana yang ingin saya gunakan, mulai dari suhu yang hangat 10.000 k, sampai suhu yang dingin 3.000 kelvin.\n9. Custom Memotret dengan wb custom bisa dilakukan dengan mengambil kertas putih lalu memotretnya. Setelah itu gunakan file foto kertas yang anda foto tadi menjadi white balance pada kamera yang anda gunakan. Ini biasa dilakukan oleh fotografer yang profesional, yang tidak ingin banyak mengubah warna foto mereka lebih banyak.\nUntuk mendapat wb ini setiap kamera memiliki cara yang berbeda-beda. Tetapi prinsipnya seperti yang saya jelaskan di atas. (load file yang berwarna putih, lalu gunakan sebagai settingan white balance kamera secara costum). Silahkan baca kembali buku petunjuk kamera anda. :)\nKesembilan menu white balance tersebut sangat mempengaruhi terhadap hasil foto kita nanti. Jika salah memilih white balance maka hasil foto akan menjadi rusak jika memotret dengan format .jpg.\nTetapi jika anda menggunakan file gambar .raw maka white balance bisa diatur sesuka hati. Karena sebagaimana kita ketahui format .raw menyimpan semua data pemotretan, termasuk white balance. Sehingga bisa diset sesuai keinginan.\nCara menggunakan / setting white balance yang benar sesuai kondisi pencahayaan Ketika saya memotret landscape, saya biasanya menggunakan file .raw. Sehingga saya mensetting kamera dengan white balance auto, atau kelvin.\nKalau hari sudah agak sore, saya biasa mengubah ke kelvin untuk mengatur white balance yang saya inginkan. Meskipun bisa di komputer nantinya, tetapi saya senang berkesperiment dengan white balance untuk melihat hasil yang bagus dari layar kamera saya.\nJika di kamera tidak terdapat wb kelvin maka kita bisa menggunakan auto saja.\nSaya sangat jarang menggunakan white balance selain dua itu, selain ribet, saya mempercayakan pada settingan auto pada kamera saja.\nCara lain setting white balance foto Dengan menggunakan white balance card, anda bisa mensetting warna foto sesuai keiginan. White balance card ini adalah selembar kartu yang memiliki warna beraneka ragam.\nWb card biasanya digunakan untuk memotret di ruangan dengan setup lampu atau foto studio. Ini akan membantu fotografer nantinya dalam mengedit fotonya.\nContoh white balance card, saya mencoba mencetaknya sendiri.\nPertama tama fotografer akan memotret si wb card tadi lalu menyimpannya di komputer.\nKemudian melakukan foto shoot. Setelah prosesi foto shot selesai maka di komputer akan diload semua file foto yang diinginkan, lalu file foto dari wb card tadi dijadikan sebagai referensi untuk menentukan white balance mana yang tepat. (dengan catatan memotret ini harus menggunakan file raw, dan editing dilakukan di lightroom). Maka hasilnya akan lebih bagus.\nSekian penjelasan tentang white balance. Semoga bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/setting-white-balance-kamera-fotografi/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Berbicara mengenai warna foto terlebih fotografi digital, ini sangat dipengaruhi oleh white balance.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eWhite balance dalam bahasa indonesia diartikan sebagai keseimbangan putih.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eHal ini sangat menarik, yuk kita bahas lebih lanjut mengenai ini.\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"apa-itu-white-balance\"\u003e\u003cstrong\u003eApa itu white balance?\u003c/strong\u003e\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eWhite balance terdapat pada kamera digital. Setiap pengaturan kamera dslr atau mirrorless memiliki pengaturan white balance.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eWhite balance digunakan untuk mendapatkan warna \u003ca href=\"https://jagofoto.com/dimensi-pada-fotografi/\"\u003epada foto\u003c/a\u003e yang lebih natural, atau yang sesuai keinginan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/apa-itu-white-balance-fotografi.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e","title":"Cara Setting White Balance pada Kamera untuk Mendapatkan Warna Foto yang Normal"},{"content":"Mengenal istilah dimensi dalam fotografi untuk membuat foto lebih keren JagoFoto.com - Halo selamat datang di blog saya, kali ini yuk kita bahas tentang dimensi dalam fotografi.\nKalau pemahaman awam saya, dimensi foto itu adalah ketika kita melihat foto terasa foto itu seperti tiga dimensi.\nApa yang membuat foto tampak seperti tiga dimensi? Ada tiga faktor\n1. Sudut pengambilan gambar 2. Arah cahaya 3. Kualitas lensa\nMari kita bahas satu per satu secara singkat. Sebab saya yakin anda yang membaca tidak suka membaca tulis blog yang terlalu bertele-tele. Okey..\n1. Sudut pengambilan gambar Selanjutnya cobalah mengambil dari angle yang berbeda.\nUntuk foto model cobalah komposisikan foto dengan memberikan ruang kosong. Anda bisa mundur sedikit ke belakang seperti memotret satu badan model itu. Dengan begitu anda akan mendapatkan banyak ruang kosong. Nah manfaatkan ruang kosong itu dengan memberikan efek blur dengan lensa yang anda gunakan.\nSudut pengambilan mempengaruhi dimensi foto.\nLalu gunakan background yang tidak flat, bukan merupakan tembok, tetapi tempat yang luas, sehingga efek dimensi yang dihasilkan lebih terasa.\nJika memotret landscape, manfaatkan leading lines. Dengan leading lines, ini akan memberikan kesan dalam terhadap foto anda. Ambil posisi sedikit lebih rendah dari biasanya untuk membuat foreground lebih dekat dengan anda, sehingga background anda akan terlihat lebih kecil.\nDengan menempatkan objek sepeda di depan, dengan latar belakang dermaga yang membentuk perspektif bisa menambah kesan dimensi pada foto landscape\nKemudian anda juga bisa memanfaatkan perspektif.\nAnda bisa mengambil gambar dari satu sudut bangunan dengan memanfaatkan perspektif dari bangunan tersebut. Sehingga membentuk satu titik temu.\nIni akan memberikan efek dimensi yang bagus terhadap foto yang anda buat.\n2. Arah cahaya Dalam menentukan komposisi foto, untuk mendapatkan efek dimensi foto yang bagus, atur pencahayahaan yang tepat. Kalau anda memotret model, berikan efek rim light pada model. Efek rim light yakni cahaya yang mengenai objek pada sisi pinggirnya. Misalnya seperti di bawah ini.\nDengan memanfaatkan cahaya matahari di belakang, model kelihatan lebih berdimensi.\nKalau anda memotret landscape pada pagi atau sore hari, arahkan kamera ke samping kiri atau kanan.\nJangan memotret langsung mengarah ke matahari.\nDengan begitu cahaya akan mengenai objek yang terkena sinar matahari dari sisi samping. Ini akan menambah dimensi dari foto anda.\nDibandingkan foto model, foto landscape agak susah dilakukan untuk dibuat lebih berdimensi, sebab mungkin tidak semua objek bagus berada pada sisi kiri atau kanan dari arah matahari.\nMungkin saja di tempat kita memotret pada bagian sampingnya kurang menarik daripada bagian depannya. Kita mesti pintar-pintar memilih lokasi foto yang bagus.\n3. Kualitas lensa Lensa yang bagus untuk menghasilkan efek dimensi pada foto anda adalah lensa yang memiliki bukaan yang besar.\nMisalnya lensa 35mm f/1.4, atau lensa 50mm f/1.4 yang dipasang pada kamera full frame. Karena bukaannya yang besar tersebut maka kita bisa menghasilkan efek blur atau bokeh yang menarik.\nKetika melihat foto objek manusia di dalamnya seakan-akan terlihat tiga dimensi, tidak lepas dari faktor lensa yang dipakai.\nLihat saja lensa-lensa mahal seperti noctilux 50mm f/1.0, atau lensa 35mm f/1.2, ketika dipasangkan pada kamera maka hasil foto dengan objek orang akan terlihat seperti tiga dimensi pada gambar.\nFoto dari google, menggunakan lensa Noctilux 50mm. Dimensinya keren abis.\nLensa mahal memang menang di segala kualitas.\nJika anda masih belum bisa membeli lensa yang mahal-mahal, silahkan memaksimalkan alat yang anda miliki dengan opsi pertama dan opsi kedua di atas.\nAkhir kata Demikianlah tips yang bisa dilakukan untuk memberikan dimensi pada foto anda. Semoga anda bisa mengerti lebih dalam mengenai dimensi pada foto.\nArti lain dari dimensi pada fotografi Sebenarnya dimensi foto bukan hanya mengenai kedalaman pada foto atau efek tiga dimensi yang dihasilkan, tetapi dimensi pada fotografi juga mengenai panjang dan lebar frame foto yang digunakan.\nMisalnya frame standar pada kamera dslr itu 2:3 (dua banding tiga), sedangkan pada kamera medium format ada yang memiliki dimensi 1:1 (satu banding satu). Tetapi itu kita bisa kita bahas lebih lanjut pada artikel yang lain.\nSemoga artikel ini bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/dimensi-pada-fotografi/","summary":"\u003ch2 id=\"mengenal-istilah-dimensi-dalam-fotografi-untuk-membuat-foto-lebih-keren\"\u003eMengenal istilah dimensi dalam fotografi untuk membuat foto lebih keren\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e -  Halo selamat datang di blog saya, kali ini yuk kita bahas tentang dimensi dalam fotografi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKalau pemahaman awam saya, dimensi foto itu adalah ketika kita melihat foto terasa foto itu seperti tiga dimensi.\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"apa-yang-membuat-foto-tampak-seperti-tiga-dimensi\"\u003eApa yang membuat foto tampak seperti tiga dimensi?\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eAda tiga faktor\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e1. Sudut pengambilan gambar 2. Arah cahaya 3. Kualitas lensa\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMari kita bahas satu per satu secara singkat. Sebab saya yakin anda yang membaca tidak suka membaca tulis blog yang terlalu bertele-tele. Okey..\u003c/p\u003e","title":"Apa itu Dimensi pada Fotografi?"},{"content":"Penjelasan istilah foto bocor dalam fotografi JagoFoto.com - Anda hobi fotografi? Atau baru belajar foto? Biasa motret model, atau landscape? Terus pernah dengar kata \u0026ldquo;bocor\u0026rdquo;?\nYap, mungkin di kalangan teman-teman yang bergelut di dunia fotografi sudah tahu apa sih arti dari \u0026ldquo;bocor\u0026rdquo;.\nIstilah bocor adalah makna kiasan atau ungkapan yang tidak baku yang menandakan bahwa pada bidikan komposisi foto si fotografer sedang ada sesuatu yang \u0026ldquo;mengganggu\u0026rdquo;. Benda/sesuatu yang mengganggu tersebut dinamakan bocor.\nEntah, dari mana awalnya istilah ini muncul, dan digunakan.\nDimana istilah foto bocor ini biada ditemui?\nBocor dalam fotografi model Istilah bocor sangat sering kita dengar saat mengikuti hunting bareng dengan rekan-rekan fotografer. Misalnya dalam melakukan hunting foto model, ada seorang fotografer yang tidak sengaja masuk ke dalam frame si fotografer yang membidik seorang model.\nDalam modelling fotografi, mba model ketika posing, mungkin paling sering mendengarkan istilah ini terlontar dari mulut para fotografer yang memotretnya.\nMaka dengan segera si fotografer itu mengatakan \u0026ldquo;bocor om\u0026rdquo;. Sehingga si fotografer yang masuk ke frame nya tadi bisa berpindah posisi.\nBocor dalam fotografi pemandangan Bukan hanya model, dalam foto landscape pun tidak jarang kita menemukan bocor. Misalnya, ketika si fotografer nememukan objek berupa tangkai atau dauh yang tidak diinginkan, masuk ke dalam frame. Maka si fotografer membersihkan dahulu tempat tersebut.\nFotografer landscape itu sayang lingkungan banget kan? Heheh..\nBocor di studio foto Ada lagi bocor yang terjadi pada foto studio. Istilah bocor di sini kadang disamakan artinya dengan modifier dari lampu flash yang digunakan masuk ke dalam frame. Misalnya, si fotografer menggunakan lampu flash dengan aksesoris soft box, dan tidak sengaja pada frame nya ternyata modifier tersebut masuk ke frame.\nSebenarnya dalam hal ini, kadang si fotografer sengaja memasukkan bocor dalam fotonya. Dengan sengaja memasukkan modifier yang digunakan dalam frame nya bisa membuat foto menjadi unik.\nBocor ketika street fotografi Bocor pada foto street fotografi. Di sini mungkin sesuatu yang bocor itu sesuatu yang ditunggu. Pasalnya, fotografer street kadang menginginkan sesuatu yang unik untuk dibuat. Dalam street fotografi kadang si fotografer menunggu moment yang tepat untuk menekan shutter pada kameranya.\nMeskipun lelah menunggu moment tersebut, tetapi di situlah tantangannya dalam fotografi street ini.\nBocor saat job dokumentasi foto penting Yap, sesuatu yang sangat tidak diinginkan oleh fotografer adalah ketika mendapatkan bocor dalam foto ini.\nBagaimana tidak, si fotografer sudah dibayar maka haruslah menghasilkan foto yang bagus-bagus.\nSebisa mungkin foto-foto yang dihasilkan tidak ada yang bocor, karena kalau terlalu banyak yang bocor, hasilnya akan sangat tidak memuaskan.\nKlien bisa-bisa tidak puas karena mendapatkan hasil foto yang tidak bagus.\nAnda pasti tidak mau mengecewakan klien anda bukan!\nMaka dari itu kita harus berusaha untuk mengaturnya sebaik mungkin.\nMengatasi bocor dalam foto Jika anda menemukan frame foto anda bocor, maka tindakan pertama yang setidaknya dilakukan adalah dengan mengulang kembali foto, jika hal itu masih memungkinkan untuk diulang. Cari angle foto yang lebih baik.\nNamun jika bocor yang dihasilkan masih bisa dimaklumi, maka anda bisa mensiasatinya\ndengan melakukan cropping ketat atau clone and stamp pada photoshop.\nDengan mengedit foto anda di photoshop anda bisa menghilangkan bocor yang terdapat pada foto anda.\nnah foto ini sudah keren kan, tidak bocor lagi\nAkhir kata Dalam fotografi, \u0026ldquo;bocor\u0026rdquo; itu sesuatu yang tidak diinginkan oleh si fotografer.\nKetika si fotografer berkata bocor, artinya ada sesuatu yang tidak diinginkan masuk ke dalam frame nya.\nMungkin suatu hari ketika anda jalan-jalan lalu melihat beberapa orang sedang hunting foto model, anda lalu ditegur oleh si fotografer, maka berpindahlah.\nSebab dia sedang berkonsentrasi dalam membidik satu foto dan keberadaan anda di sana merusak foto yang akan dibuatnya.\nHehehe.. Peace.. :)\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/foto-bocor-dalam-fotografi/","summary":"\u003ch2 id=\"penjelasan-istilah-foto-bocor-dalam-fotografi\"\u003ePenjelasan istilah foto bocor dalam fotografi\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Anda hobi fotografi? Atau baru \u003ca href=\"https://jagofoto.com/belajar-fotografi/\"\u003ebelajar foto\u003c/a\u003e? Biasa motret model, atau landscape? Terus pernah dengar kata \u0026ldquo;bocor\u0026rdquo;?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eYap, mungkin di kalangan teman-teman yang bergelut di dunia fotografi sudah tahu apa sih arti dari \u0026ldquo;bocor\u0026rdquo;.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"apa itu foto bocor dalam fotografi\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/foto-bocor-dalam-fotografi.jpg\" title=\"foto bocor\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eIstilah bocor adalah makna kiasan atau ungkapan yang tidak baku yang menandakan bahwa pada bidikan komposisi foto si fotografer sedang ada sesuatu yang \u0026ldquo;mengganggu\u0026rdquo;. Benda/sesuatu yang mengganggu tersebut dinamakan bocor.\u003c/p\u003e","title":"Apa Itu Foto Bocor dalam Fotografi?"},{"content":"Cara Menentukan Angle yang Pas untuk Membuat Foto Keren JagoFoto.com - Untuk membuat foto yang keren tentunya pengalaman memotret dibutuhkan. Semakin sering anda melakukan hunting foto, maka semakin peka pula mata anda dalam melihat objek yang ingin difoto.\nFoto yang bagus bisa tercipta dari kemampuan kita mengkomposisikan gambar. Ketika kita sudah mahir di komposisi foto maka dengan mudah foto itu akan tercipta.\nDalam komposisi foto juga dikenal dengan angle foto. Apa itu?\nAngle atau sudut pengambilan gambar adalah sebuah titik di mana kita mengkomposisikan foto kita.\nMisalnya, saya ingin memotret pemandangan yang ada di depan saya, maka saya bisa menggunakan berbagai macam angle foto.\nMulai dari menempatkan kamera di bawah atau sejajar dengan lutut atau di bawah lutut saya.\nAtau sejajar dengan kepala saya ketika saya berdiri, atau di atas kepala saya, saya bisa bergeser ke kanan atau ke kiri untuk mencari angle yang pas.\n1. Temukan POI Poi atau point of interest sebagaimana telah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya. Merupakan objek yang utama yang difoto pada foto kita.\n2. Tentukan foreground yang menarik Untuk fotografer landscape, foreground adalah sesuatu yang sangat penting. Terlebih ketika mengkomposisikan gambar dengan angle sedikit lebih di bawah. Maka maksudnya adalah pasti ingin mengambil foreground dari tempat dia memoret.\nUntuk mendapatkan foreground yang marik anda harus pandai melihat objek mana yang terlihat unik.\nForeground yang unik akan membuat foto pemandangan menjadi lebih baik.\n3. Lihat backgroundnya Background pada foto landscape juga sangat penting. Jangan asal memilih background. Kalau masih bisa kita mencari angle yang bagus, maka carilah dahulu, jangan terlalu terburu-buru mengambil gambar.\nKita biasanya terlalu nafsu ketika memotret. Ketika melihat sebuah objek yang menarik, tanpa pikir panjang kamera segera diambil lalu jepret-jepret.\nIni tidak salah, tetapi alangkah bagusnya ketika memotret itu kita pikirkan segala halnya, mulai dari teknis sampai pada pengeksekusiannya.\nMunculkan pertanyaan-pertanyaan untuk diri sendiri. Seperti mengapa diambil dari sudut ini? Mengapa mennggunakan teknik a, atau teknik b? Dan lain sebagainya.\nJenis dan pengaruh angle foto terhadap foto yang dibuat Ternyata tidak semudah dibayangkan dalam membuat foto. Kita bisa menentukan hal berikut berdasarkan kesan apa yang ingin anda buat.\n1. Angle foto mata elang / high angle Ketika kita mengambil foto seorang dari arah atas, dan orang yang difoto berada di bawah kita, ini kesannya seperti mengintimidasi. Angle foto seperti ini banyak ditemukan pada foto-foto yang menggambarkan keterbelakangan, seperti foto pengemis, yang sedang meminta belas kasihan.\nf/2.8, 1/125 sec, ISO 200\nfoto :: google.com\n2. Angle foto mata monyet / eye view Angle seperti ini mungkin yang paling sering kita dapatkan di tiap-tiap foto. Foto orang yang diambil sejajar dengan lensa kamera foto si fotografer. Kesannya kita seperti dengan subjek foto kita.\neye level angle 1/4000 sec, F/1.4, ISO 100\n1/500 sec, f/2.8, ISO 200\n3. Angle foto mata cacing / low angle Saat memotret orang yang ada di atas kita, kita bisa membuatnya lebih tinggi, bukan hanya butuhnya menjadi lebih tinggi, tetapi kesannya secara psikologis orang itu derajatnya lebih tinggi.\nmata cacing angle f/4, ISO 100, 30 sec\nfoto :: google\nMisalnya, ketika memotret pejabat, ketika difoto dari bawah dia akan terlihat lebih gagah dan memiliki wibawa lebih tinggi sebagai seorang pejabat. Maka dari itu disebut dengan angle foto mata cacing.\nAkhir kata Foto yang baik akan terlihat baik ketika kita mampu menentukan angle foto yang baik.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/angle-foto-keren/","summary":"\u003ch2 id=\"cara-menentukan-angle-yang-pas-untuk-membuat-foto-keren\"\u003eCara Menentukan Angle yang Pas untuk Membuat Foto Keren\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Untuk membuat foto yang keren tentunya pengalaman memotret dibutuhkan. Semakin sering anda melakukan \u003ca href=\"https://jagofoto.com/manfaat-hunting-foto-bareng/\"\u003ehunting foto\u003c/a\u003e, maka semakin peka pula mata anda dalam melihat objek yang ingin difoto.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eFoto yang bagus bisa tercipta dari kemampuan kita mengkomposisikan gambar. Ketika kita sudah mahir di \u003ca href=\"https://jagofoto.com/komposisi-foto-mudah-untuk-pemula/\"\u003ekomposisi foto\u003c/a\u003e maka dengan mudah foto itu akan tercipta.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"trik angle foto yang keren\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/lkhmcllqcnu.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam komposisi foto juga dikenal dengan angle foto. Apa itu?\u003c/p\u003e","title":"3 Trik Memotret dengan Angle Foto yang Keren"},{"content":"JagoFoto.com - Terkadang orang bertanya bagaimana membuat foto yang bagus menggunakan alat seadanya seperti saat menggunakan kamera handphone.\nUntuk menjawab pertanyaan itu fotografer harus memperhatikan 3 hal berikut dalam belajar fotografi yaitu perhatikan arah cahaya, komposisi foto dan kemampuan editing foto.\nDengan menguasai ketiga hal ini maka foto kamu setingkat akan lebih baik.\n1. Arah cahaya Jika kamu ingin mendapatkan foto yang bagus menggunakan alat yang tidak canggih, maka kamu harus memaksimalkan dari mata kamu sendiri terlebih dahulu.\nKamu harus pandai melihat moment dan arah cahaya. Penentuan arah cahaya yang benar akan memberikan dimensi pada foto kamu.\nJika kamu tidak memperhatikan arah cahaya, maka hasil foto menjadi biasa-biasa saja.\nArah cahaya yang tepat akan membuat subjek foto menjadi dramatis sehingga hasil foto menjadi memukau.\nfoto by @rafi_45\nContoh :: pada foto ini di atas saya memperlihatkan kapal-kapal yang sedang menepi.Saya mengambilnya dari arah samping, sebab arah cahaya datang dari belakang kapal. Sehingga cahaya matahari dapat mengenai sisi kapal di sisi sampingnya.\nJika saya mengambilnya dari depan kalan itu mungkin yang nampak adalah siluet dari kapal itu, maka saya memilih untuk mengambil gambarnya dari samping saja.\n2. Objek Foto Kamu mesti pandai-pandai melihat objek. Jika kamu memotret sampah, maka yang terlihat adalah sampah.\nLihat objek itu sebagai sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan. Sekali lagi mata kita dilatih disini.\nUntuk itu latihlah mata untuk mengkomposisikan gambar dengan baik. Dengan komposisi foto yang baik maka orang pun akan melihat foto kamu sebagai sebuah foto yang memiliki cerita.\nPerhatikan mulai dari foreground sampai backgroundnya. Jika objek itu menarik maka mainkanlah komposisi dengan baik. Kamu bisa memulai dengan komposisi rule of third.\nPentingnya komposisi ini sangat menentukan terlebih jika kamera kamu tidak canggih-canggih amat. Maka perkuatlah foto dari segi komposisinya.\nfoto by @rafi_45\nContoh :: pada foto sederhana di atas, saya mengkomposisikan sebuah kapal yang tengah sandar di sebuah dermaga di kala pagi hari.Pada bagian depan sana nampak juga beberapa kapal yang masih bersandar. Sedang cahaya matahari baru muncul dengan lembut dari sebelah timur.\nIni menunjukkan bahwa saya ingin bercerita tentang keadaan pelabuhan yang masih tenang di pagi hari. Saking tenangnya sampai laut itu memantulkan refleksi dari kapal-kapal itu.\n3. Maksimalkan dengan edit foto Terakhir untuk memaksimalkan foto dari alat seadanya yang kamu miliki, kamu mesti belajar edit foto.\nSebab terkadang hasil kamera dari handphone terasa masih ada kurangnya, maka setidaknya kamu harus belajar edit foto.\nEditing foto yang saya maksud adalah dengan meningkatkan ketajaman gambar, memperbaiki kontras, saturasi warna, distorsi pada foto dan lain-lain.\nDengan demikian hasil foto yang didapatkan akan setingkat lebih baik. Bahkan kalau kamu bisa bisa menjadi advance kamu bisa menggunakan tool software editing foto dengan melakukan editing foto secara composite/menggabungkan banyak foto sehingga membentuk satu cerita.\nPada umumnya orang bisa mengedit foto dengan menggunakan software seperti photoshop atau lightroom.\nSoftware itu sangat powerful untuk membuat foto kamu menjadi lebih baik, kamu bisa mempelajarinya dengan mudah menggunakan tutorial dari youtube.\nfoto by @rafi_45\nContoh :: pada foto di atas saya melakukan edit foto sederhana. Pertama saya melakukan perbaikan terhadap flare yang muncul di dalam foto.Kemudian saya menggangkat shadow yang ada di bagian foreground, sehingga menjadi sedikit lebih terang.\nLalu saya menurunkan harsh dari cahaya matahari yang terlalu terang sehingga langit kuning bisa saya dapatkan.\nTerakhir saya melakukan cropping terhadap foto sehingga foto ini menjadi nampak seperti foto panorama yang memberikan efek lebar.\nKesimpulan Nah itu dia guys 3 hal penting yang harus diperhatikan untuk menjadikan foto lebih baik dengan menggunakan alat seadanya.\nDengan melatih ketiga hal di atas saya jamin foto kamu tidak kalah sama orang-orang yang menggunakan kamera canggih sekalipun.\nKalau artikel ini bagus buat kamu, silahkan bagikan juga ke teman-teman kamu. Semoga bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/tips-fotografi-kamera-standar/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Terkadang orang bertanya bagaimana membuat foto yang bagus menggunakan alat seadanya seperti saat menggunakan kamera handphone.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eUntuk menjawab pertanyaan itu fotografer harus memperhatikan 3 hal berikut dalam \u003ca href=\"https://jagofoto.com/belajar-fotografi/\"\u003ebelajar fotografi\u003c/a\u003e yaitu perhatikan \u003cem\u003earah cahaya, komposisi foto\u003c/em\u003e dan \u003cem\u003ekemampuan editing foto\u003c/em\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDengan menguasai ketiga hal ini maka foto kamu setingkat akan lebih baik.\u003c/p\u003e\n\u003ch3 id=\"1-arah-cahaya\"\u003e1. Arah cahaya\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eJika kamu ingin mendapatkan foto yang bagus menggunakan alat yang tidak canggih, maka kamu harus memaksimalkan dari mata kamu sendiri terlebih dahulu.\u003c/p\u003e","title":"3 Tips Fotografi dengan Menggunakan Kamera Standar"},{"content":"JagoFoto.com - Fotografi adalah hobi yang tidak semua orang sukai, tetapi hampir semua orang suka melihat foto.\nSebagian orang memilih untuk membuat foto, sebagian lagi ada yang hanya menikmati foto.\nJika anda sebagian orang yang menyukai membuat foto, saya yakin sekarang anda memiliki foto yang banyak sekali.\n.\nEntah itu foto keluarga, foto selfie, atau foto hasil karya anda sendiri misalnya foto pemandangan yang bisa dibilang foto keindahan.\nDi jaman sekarang ini fotografi sudah menjadi barang yang tidak langka.\nHampir setiap orang di kota bahkan di desa memiliki kamera. Entah itu kamera mirorless, dslr, slr, poket, ataupun sekedar kamera handphone saja.\nHasil foto pun biasanya dibagikan dalam bentuk format digital seperti foto-foto di instagram atau flickr. Dengan hastag tertentu foto yang memiliki tema yang sama bisa ditemukan.\nAda juga orang yang gemar membuat blog pribadi.\nMengisi foto-fotonya dengan blog yang dimiliki. Kemudian menceritakan tentang foto tersebut. Macam-macam deh..\nDi website anda bisa menjual karya foto-foto anda secara eksklusif dan profesional.\nJika anda memiliki tim dalam fotografi misalnya tim foto wedding, maka klien anda bisa melihat karya-karya anda dan melakukan pemesanan untuk melakukan photoshot.\nNah, yang unik adalah ada fotografer yang nge-blog juga Manfaat ngeblog sangat bagus bagi fotografer.\nMasih banyak dari kita (pehobi foto/fotografer) yang tidak membuat blog untuk diri sendiri. Dengan alasan ribet atau tidak tahu cara bikinnya.\nJika itu yang menjadi alasannya, berikut alasan kenapa fotografer mesti punya blog / website pribadi.\nDengan blog pribadi kita bisa mempublikasikan tulisan yang kita buat. Bisa berbentuk cerita, berita, opini, diari, maupun karya-karya foto kita (portofolio). Sebagai media ekspresi diri. Sharing pengetahuan dan pengalaman yang anda miliki seputar fotografi. Berikan tips dan teknik fotografi andalan anda. Blog mampu mempertemukan orang yang memiliki hobi atau minat yang sama. Sebagai media promosi, kita bisa membangun brand sendiri Dengan website sendiri anda tidak perlu nebeng di website lain untuk mempublikasikan karya anda. Orang bisa lebih gampang menemukan anda. Jika blog anda berkembang anda bisa menghasilkan uang. Cara membuat blog fotografi dengan mudah Membuat website / blog pun tidak sesulit yang anda bayangkan.\nAnda bisa memulai dengan platform Blogger, dengan bekal email gmail yang anda miliki, anda bisa membuat blog sendiri.\nAtau jika ingin lebih advance silahkan gunakan Wordpress.\nIsi blog tersebut dengan foto-foto hasil jepretan mu. Entah itu foto model, landscape, street dan lain-lain.\nKita tidak tahu orang di internet mencari informasi tentang apa. Mungkin saja blog / website kita akan jadi rujukan orang.\nDan jika sudah ramai nanti blog itu bisa dimonetisasi untuk mendapatkan uang.\nAkhir kata Jika anda serius di dunia fotografi, buatlah website foto anda sendiri hari ini!\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/website-fotografer/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Fotografi adalah hobi yang tidak semua orang sukai, tetapi hampir semua orang suka melihat foto.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSebagian orang memilih untuk membuat foto, sebagian lagi ada yang hanya menikmati foto.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJika anda sebagian orang yang menyukai membuat foto, saya yakin sekarang anda memiliki foto yang banyak sekali.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"kamera laptop website fotografi\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/membuat-website-fotografi.jpg\"\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eEntah itu foto keluarga, foto selfie, atau foto hasil karya anda sendiri misalnya foto pemandangan yang bisa dibilang foto keindahan.\u003c/p\u003e","title":"Pentingnya Website Fotografer untuk Mengembangkan Usaha dan Skill"},{"content":"JagoFoto.com - Saat saya belajar fotografi, saya perlahan mengenal artificial light dan available light. Ini tentang bagaimana pencahayaan pada foto yang ingin kita ciptakan.\nKarena salah satu faktor foto yang bagus itu adalah karena memiliki pencahayaan yang baik.\nKalau berbicara menenai foto model, rasanya belum cukup kalau belum mengenal artificial light dan availabel light.\nBerikut penjelasannya.\nApa itu artificial light? Artificial light secara singkat bisa diartikan sebagai cahaya buatan yang digunakan untuk menyinari objek. Contohnya, untuk menggunakan artificial light kita bisa menggunakan lampu flash untuk memotret orang.\nSetup foto strobis, saya menjadikan garpu sebagi objek foto, lalu mengatur pencahayaannya dengan flash external untuk membuat semacam foto dengan artifial light.\nKalau anda pernah berfoto di studio foto, itu adalah contoh kompleks artificial light yang digunakan oleh si fotografer.\nSumber cahaya artificial light Bisa kita dapatkan melalui cahaya lampu seperti cahaya lampu yang ada di dalam ruangan, lampu flash, dan lampu-lampu lain yang kesemuanya memancarkan cahaya.\nFoto artis Syahrini waktu konser di Makassar. Cahaya panggung sebagai artifial ligting nya.\nDengan menggunakan artificial light maka kita bisa mengatur apa saja dan bagaimana pencahayaan yang diinginkan. Kita bisa mengatur dari mana arah cahaya, terang gelapnya cahaya yang diinginkan dengan mudah.\nFoto di studio foto dengan lampu studio. Semua setup dilakukan dengan setup artifial light.\nDengan artifial light kita bisa bereksperiment lebih banyak tentang cahaya. Membuat foto-foto kreatif, seperti portrait, modeling, food, product, dan lain-lain.\nMateri lanjutan tentang artificial light yang bisa dipelajari Jenis Pencahayaan Buatan:\nLampu Fluorescent Lampu LED Lampu Incandescent Lampu Studio Lampu Strobe Lampu Tungsten Lampu Ring Light Lampu Softbox Teknik Pencahayaan Buatan:\nLighting Setup Three-Point Lighting Rembrandt Lighting Split Lighting High Key Lighting Low Key Lighting Rim Lighting Backlighting Pengaturan Pencahayaan Buatan:\nIntensitas Cahaya Suhu Warna Modifiers (pengubah cahaya) Diffuser (penghambat cahaya) Reflector (pemantul cahaya) Light Metering (pengukuran cahaya) Aplikasi Pencahayaan Buatan:\nFotografi Studio Fotografi Produk Fotografi Potret Fotografi Fashion Fotografi Food Fotografi Interior Fotografi Arsitektur Fotografi Event Pengaturan Kualitas Pencahayaan Buatan:\nSoft Light Hard Light Diffused Light Directional Light Natural-Looking Light Dramatic Light Moody Light Colored Light Pengaturan Warna Pencahayaan Buatan:\nColor Temperature White Balance Gel Filters Color Mixing Color Effects Peralatan Pencahayaan Buatan:\nLampu Studio Softbox Umbrella Snoot Grid Beauty Dish Strip Light Octabox Pengaturan Pencahayaan Buatan untuk Video:\nContinuous Lighting Ring Light Key Light Fill Light Backlight Edge Light Practical Light Pengaturan Pencahayaan Buatan untuk Fotografi Outdoor:\nFlash Photography Off-Camera Flash Portable Lighting Kit Flash Sync Speed High-Speed Sync Flash Modifiers Pemotretan Malam dengan Pencahayaan Buatan:\nNight Photography Lighting Light Painting Long Exposure Light Trails Astrophotography Lighting Apa itu availabel light? Berbeda dengan artificial light, kalau available light, kita benar-benar bergantung pada cahaya di sekitar. Dalam hal ini cahaya availabel juga biasa dikenal dengan istilah natural light.\nSumber cahaya availabel light terdapat pada cahaya matahari, atau di luar ruangan. Cahaya matahari yang mengenai subjek foto kita tidak bisa atur besar kecilnya kan!\nFoto model outdoor, menanfaatkan cahaya yang ada saja. Model berada di sisi bangunan Benteng Fort Rotterdam.\nMemotret availabel light biasanya dilakukan oleh fotografer yang melakukan foto pemandangan. Pemandangan yang difoto sangat dipengaruhi dari cuaca di sekitar, akan berbeda hasilnya ketika memotret dengan cuaca cerah dibandingkan ketika cuaca mendung.\nBagaimana membuat foto lebih baik dengan available atau natural light? Karena cahaya availabel ini tidak bisa kita atur semua kita, kita yang harus berkompromi. Fotografer yang harus mengatur subjeknya untuk mendapatkan pencahayaan yang lebih baik, sebab tidak mungkin matahari bisa dipindahkan. Misalnya, memotret model, dari satu arah tertentu, dimana membelakangi cahaya matahari, maka otomatis model akan terlihat gelap (backlight).\nJadi, untuk mendapatkan foto yang lebih baik, kita yang harus berpindah tempat. Dengan mengarahkan model menghadap ke samping maka cahaya matahari akan mengenai bagian wajah dan tubuh model dari samping, terlihat lebih baik dan lebih berdimensi.\nFoto model cantik dengan availabel light. Cahaya kelihatan lebih natural. Memotret dengan natural light, foto tetap kelihatan bagus kan meskipun tidak menggunakan pencahayaan flash atau artifial ligting.\nOke sampai di sini sudah paham kan perbedaannya?\nMateri lanjutan tentang available light Natural Light (Cahaya Alam) Ambient Light (Cahaya Lingkungan) Daylight (Cahaya Matahari) Sunlight (Cahaya Matahari) Golden Hour (Waktu Emas) Blue Hour (Waktu Biru) Twilight (Senja) Sunrise (Matahari Terbit) Sunset (Matahari Terbenam) Low-Light Photography (Fotografi Cahaya Rendah) Indoor Lighting (Pencahayaan dalam Ruangan) Window Light (Cahaya Jendela) Candlelight (Cahaya Lilin) Firelight (Cahaya Api) Moonlight (Cahaya Bulan) Streetlight (Cahaya Lampu Jalan) Backlighting (Pencahayaan Dari Belakang) Silhouette Photography (Fotografi Siluet) Rim Lighting (Pencahayaan Pinggiran) High-Contrast Lighting (Pencahayaan Kontras Tinggi) Penggunaan artifial light dan availabel light dalam fotografi Kedua jenis cahaya ini bisa dilakukan secara bersamaan. Penggunaan keduanya akan menghasilkan foto yang benar-benar unik dan lebih berdimensi. Untuk itu fotografer harus benar-benar mengukur berapa besar kualitas cahaya availabel yang tersedia, dan berapa besar cahaya artifial yang ingin ditembakkan.\nKetika foto prewedding outdoor, memanfaatkan availabel light dengan tambahan flash external sebagai artifial light nya.\nFoto model outdoor di Unhas Makassar. Dengan kombinasi availabel light dan artificial light.\nMisalnya memotret model di luar ruangan, background nya memanfaatkan availabel light sedangkan subjek foto (model) dibantu dengan lampu flash sebagai artifial lighting nya.\nPertama fotografer harus mengukur dahulu berapa exposure cahaya availabel dengan mengambil normal shot. Kemudian setelah menempatkan model pada posisi yang diinginkan, barulah diset berapa kekuatan lampu flash yang ingin digunakan untuk foto model itu.\nAkhir kata Jika saat ini anda belum memiliki flash light untuk membuat foto ala-ala artifial light, tidak usah terlalu dipikirkan, cahaya hanyalah cahaya. Masih banyak yang bisa kita lakukan tanpa membutuhkan artifial light. Hanya pandai-pandainya kita dalam mengatur arah dan besarnya cahaya terhadap objek yang kita foto.\nTidak usah pusing membanding-bandingkan antara artifial dengan availabel light. Gunakan saja yang mana yang terbaik untuk anda. Dengan begitu anda akan fokus untuk membuat foto yang lebih baik tanpa harus memikirkan kekurangan peralatan yang anda miliki.\nSemoga bermanfaat. :)\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/artificial-light-available-light-fotografi/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Saat saya belajar fotografi, saya perlahan mengenal artificial light dan available light. Ini tentang bagaimana pencahayaan pada foto yang ingin kita ciptakan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKarena salah satu faktor foto yang bagus itu adalah karena memiliki pencahayaan yang baik.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKalau berbicara menenai \u003ca href=\"https://jagofoto.com/tips-trik-tutorial-foto-model-keren/\"\u003efoto model\u003c/a\u003e, rasanya belum cukup kalau belum mengenal artificial light dan availabel light.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"available light dan artificial light fotografi\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/wwq760meywi.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBerikut penjelasannya.\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"apa-itu-artificial-light\"\u003eApa itu artificial light?\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eArtificial light secara singkat bisa diartikan sebagai cahaya buatan yang digunakan untuk menyinari objek. Contohnya, untuk menggunakan artificial light kita bisa menggunakan lampu flash untuk \u003ca href=\"https://jagofoto.com/tips-membuat-foto-portrait-keren/\"\u003ememotret orang\u003c/a\u003e.\u003c/p\u003e","title":"Apa itu Artificial dan Available Light Dalam Fotografi"},{"content":"JagoFoto.com - Untuk belajar fotografi mulai dari dasar anda tentu ada langkah-langkah yang harus dijalani. Salah satunya dengan mengikuti arahan dan aturan dalam fotografi itu sendiri.\nSebagai contoh, untuk membuat sebuah komposisi foto, biasanya kita mengikuti aturan rule of third. Dimana objek yang menjadi point of interest diletakkan di sepertiga bagian foto.\nAda kalanya anda pasti berpikir mengapa selalu mengikuti aturan tersebut? Mengapa tidak keluar dari situ? Kalau pertanyaan itu sudah sampai di benak anda artinya anda sudah mengetahui gaya anda, dan fotografi secara teknis.\nSejatinya aturan dibuat untuk diikuti. Ini adalah dasar sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.\nKetika aturan diabaikan tanpa mengetahui tentang adanya aturan itu, anda mungkin tidak akan menghasilkan foto yang bagus.\nAda yang biasa bilang, mau bikin sesuatu yang out of the box, atau mau break the rule. Lah, sedangkan rule nya aja belum diketahui, box nya saja belum dimasuki. Gimana ceritanya!\nMaka dari itulah, saat yang tepat untuk meninggalkan aturan adalah pada saat anda sudah mengerti dengan baik aturan tersebut.\nAnda mengetahui bahwa ada aturan seperti itu, kemudian anda praktekkan lalu menemukan hal-hal baru. Setelah itu anda ingin mencoba hal lain daripada itu. Ini yang disebut break the rule.\nPeraturan dalam fotografi itu gunanya untuk membuat anda kreatif. Jangan juga terlalu terpaku pada satu aturan saja. Jika anda begitu anda tidak akan berkembang/kreatif.\nSeiring waktu anda berfotografi, tetaplah memotret/belajar. Temukan hal-hal yang menurut anda menarik. Lalu jadikan itu style anda. Jika saat ini anda masih belajar fotografi, sebaiknya anda mengikuti saja aturan fotografi yang ada.\nBelajar bisa dilakukan dengan meniru karya orang lain. Tetapi mengenai ini saya pikir anda tidak bisa seratus persen bisa melakukannya. Jika meniru adalah hal yang anda lakukan saya rasa itu tidak mungkin, sebab pasti anda punya selera foto anda sendiri. Anda pasti mau dikenal sebagai fotografer original kan!\nAnda tidak bisa membiarkan diri anda menciptakan sesuatu yang persis dengan milik orang lain. Anda punya ego di dalam karya anda, meskipun hal itu hanya anda yang mampu bedakan.\nNah, aturan sejatinya akan membuat orang lebih kreatif. Jika anda menganggap aturan tidak mesti diikuti, kemudian ciptakanlah aturan anda sendiri. Sederhananya, bereksperimenlah!\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/melanggar-aturan-fotografi/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Untuk belajar fotografi mulai dari dasar anda tentu ada langkah-langkah yang harus dijalani. Salah satunya dengan mengikuti arahan dan aturan dalam fotografi itu sendiri.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSebagai contoh, untuk membuat sebuah komposisi foto, biasanya kita mengikuti aturan \u003ca href=\"https://jagofoto.com/komposisi-foto-mudah-untuk-pemula\"\u003erule of third\u003c/a\u003e. Dimana objek yang menjadi \u003ca href=\"https://jagofoto.com/mengenal-dan-menentukan-poi-pada-foto/\"\u003epoint of interest\u003c/a\u003e diletakkan di sepertiga bagian foto.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"melanggar-aturan-fotografi-break-the-rule-photography\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/referee-1149014_640.jpg\" title=\"Kapan Harus Meninggalkan Aturan Dalam Fotografi\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAda kalanya anda pasti berpikir mengapa selalu mengikuti aturan tersebut? Mengapa tidak keluar dari situ? Kalau pertanyaan itu sudah sampai di benak anda artinya anda sudah mengetahui gaya anda, dan fotografi secara teknis.\u003c/p\u003e","title":"Kapan Harus Melanggar Aturan Dalam Fotografi?"},{"content":"JagoFoto.com - Tahukah anda spasi negatif dalam foto yang anda buat? Kalau belum mungkin artikel ini bisa sedikit membantu anda dalam memahami komposisi foto.\nGunakanlah spasi negatif untuk melihat bentuk dan ukuran objek dengan lebih efektif. Selain itu manfaat dari negatif spasi adalah kita bisa menghasilkan komposisi foto yang lebih baik.\ncontoh penggunaan negative space photography\nPertama tama, mari kita ketahui dulu apa itu \u0026ldquo;spasi negatif\u0026rdquo; Spasi negatif pada foto adalah bagian dari foto yang terlihat kosong, sehingga objek foto akan terlihat lebih fokus.\nSayangnya hal ini tidak begitu dipahami orang-orang dalam penggunaannya. Kebanyakan dari kita hanya terpaku untuk mengambil satu gambar dengan fokus ke objeknya saja.\nSingkatnya spasi negatif adalah bagian dari foto yang mengelilingi subjek foto, sedangkan subjek utama pada foto disebut dengan spasi positif.\nkuning :: negatif spasi, biru :: positif spasi (poi)\nCoba lihat foto di atas, negatif spasi saya tandai dengan warna kuning, sedangkan spasi positif ditandai dengan warna biru. Spasi positif merupakan subjek yang menjadi point of interest atau poi pada foto ini. Dengan memanfaatkan negatif spasi, kita bisa mengistirahatkan mata untuk menjelajahi foto.\nSebenarnya spasi negatif foto di atas berisi bagian foto yang merupakan leading line, yang menuntut mata ke poi / pusat perhatiannya yaitu bayangan orang.\nBagaimana mengaplikasikan teknik negative space photography pada foto anda? Otak kita sebenarnya sudah terlalu familiar dengan berbagai bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan sebagainya. Jadi, kita hanya tidak terbiasa untuk melihat sebuah objek itu bisa direkam melalui lensa kamera kita dengan memiki spasi negatif. Memang terasa agak sulit.\nUntuk itu cobalah trik ini.\nCoba lihat area dinding polos di tempat sekitar anda berada. Apakah anda menemukannya kosong atau berisi beberapa benda yang menempel di sana. Coba lihat, lagi apakah pada bagian kiri dan kanannya terlalu ramai akan benda-benda? Jika tidak, anda berhasil menemukan spasi negatif dari dinding tersebut.\nKalau di sana tergantung satu lukisan, cobalah mengambil satu atau dua frame. Gunakan kamera handphone anda, lalu tempatkan objek nya di mana saja anda inginkan, tidak usah melakukan zoom, biarkan benda itu berada di sana dalam bidikan komposisi yang anda buat. Lalu anda pun berhasil membuat komposisi foto dengan memiliki spasi negatif.\nCoba anda tentukan bagian mana dari foto di atas yang memiliki negatif spasi dan positif spasi\nBagaimana? Anda suka atau tidak?\nSekilas mengenai fill the frame Selanjutnya, lawan hal yang berlawanan sebaliknya dilakukan ketika kita mengkomposisikan gambar dengan teknik fill the frame. Dimana dalam hal ini kita mengisi seluruh frame gambar kita dengan objek utama yang kita bidik.\nfoto dengan fill the frame. saya mengisi bagian foto di sebelah kiri dengan menjadikan pohon yang lebih dekat jaraknya dengan saya menjadi pengisi bagian kosong sekaligus sebagai framing terhadap subjek utama foto saya. Subjek utama atau poi (point of interest) utama pada foto ini tentunya adalah pohon kedua yang anda lihat pada sebelah kanan.\nFill the frame biasanya dilakukan pada foto bersama atau foto keluarga. Dimana hasil foto anda akan nampak anda sebagai objek foto saja, tidak ada bagian kosong dari foto itu yang tidak terisi dengan subjek foto.\nAkhir kata Seberapa sering anda memotret dengan memperhatikan negatif spasi?\nKalau anda jarang melakukannya, silahkan dipraktekkan dengan menggunakan smartphone. Sering-seringlah latihan memotret objek sederhana di sekeliling anda.\nNegative space photography akan membuat kesan foto lebih menonjol. Selain itu juga memberi kesan minimalis pada foto tersebut.\nSemoga artikel ini bermanfaat. :)\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/negative-space-photography/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Tahukah anda spasi negatif dalam foto yang anda buat? Kalau belum mungkin artikel ini bisa sedikit membantu anda dalam memahami \u003ca href=\"https://jagofoto.com/komposisi-foto-mudah-untuk-pemula\"\u003ekomposisi foto\u003c/a\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eGunakanlah spasi negatif untuk melihat bentuk dan ukuran objek dengan lebih efektif. Selain itu manfaat dari negatif spasi adalah kita bisa menghasilkan komposisi foto yang lebih baik.\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"komposisi-foto-negative-space\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/negatif-spasi-pada-fotografi.jpg\" title=\"negative-space-photography-composition\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003econtoh penggunaan negative space photography\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"pertama-tama-mari-kita-ketahui-dulu-apa-itu-spasi-negatif\"\u003ePertama tama, mari kita ketahui dulu apa itu \u0026ldquo;spasi negatif\u0026rdquo;\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eSpasi negatif \u003ca href=\"https://jagofoto.com/dimensi-pada-fotografi/\"\u003epada foto\u003c/a\u003e adalah bagian dari foto yang terlihat kosong, sehingga objek foto akan terlihat lebih fokus.\u003c/p\u003e","title":"Cara Menggunakan Negative Space Dalam Fotografi"},{"content":"JagoFoto.com - Anda ingin membuat karya fotografi yang bagus? Mau pintar memotret, mengambil gambar apa saja dan di mana saja keren?\nMungkin Anda merasa dalam membuat karya fotografi masih begitu-begitu saja. Belum ada perkembangan.\nMungkin bukan karena kamera atau alat yang Anda gunakan itu tidak bagus, mungkin saja ada beberapa hal yang Anda kurang pahami dalam fotografi.\nKalau Anda mendapatkan artikel ini, ada beberapa hal yang bisa Anda pelajari dari awal belajar fotografi. Mulai dari pengenalan teknis sampai pada menciptakan foto yang keren.\nbelajar fotografi bersama-sama\nBerdasarkan pengalaman saya terdapat beberapa hal yang bisa kita pelajari terlebih dahulu dalam dunia fotografi.\nDalam artikel ini akan membahas tentang :\nMengenal dan memahami kamera serta fungsi bagian-bagiannya.\nMulai memotret dengan memahami komposisi foto dasar.\nHal yang perlu diketahu dalam menciptakan foto yang bagus dan keren.\nYuk kita bahas satu per satu\u0026hellip;\nDaftar Isi 1. Mengenal kamera dan fungsinya 2. Komponen kamera 2. 1. Pengertian lensa kamera 3. Jenis-jenis lensa kamera 3.1 Lensa fix 3.3 Lensa tilt shift / TS Lens 4. Body kamera 5. Jenis-jenis body kamera 5.1 Body kamera SLR dan DSLR 5.2 Kamera Mirrorless 5.3 Kamera Prosumer 5.4 Kamera Medium format 5.5 Kamera Large Format 5.6 Kamera Range Finder 5.7 Kamera Lomo 5.8 Kamera Pinhole / lubang jarum 6. Prinsip kerja kamera (segitiga exposure) 7. Belajar komposisi fotografi untuk fotografer pemula 7.1 Komposisi fotografi rule of third 7.2 Komposisi leading line 7.3 Komposisi fill the frame 7.4 Komposisi framing 7.5 Komposisi dead center 8. Mengenal jenis-jenis fotografi 8.1 Landscape photography 8.2 Modelling/fashion photography 8.3 Street photography 8.4 Human interest photography 8.5 Macro photography 8.6 Wild photography 8.7 Sport photography 8.8 Stage photography 9. Menciptakan karya fotografi 9.1 Berimajinasi dalam menciptakan karya 9,2 Tentukan konsep foto anda 9.3 Proses pemotretan / eksekusi foto 9.4 Finishing foto \u0026gt; edit / upload / print 10. Tips penting dalam fotografi untuk menciptakan foto keren Akhir kata 1. Mengenal kamera dan fungsinya Ada satu pepatah yang harus diingat bahwa\nKamera yang bagus adalah kamera yang Anda miliki saat ini\nKamera adalah sebuah \u0026ldquo;kotak hitam\u0026rdquo; yang berfungsi untuk merekam objek yang ada di depannya\nItu adalah konsep pertama saat kamera diciptakan, yang disebut juga dengan nama kamera obscura.\nKotak hitam pada kamera merupakan area dimana pada ruang tersebut berfungsi sebagai sebagai ruang exposure, dimana ruang masuknya cahaya lalu ditangkap oleh media perekam yang ada di dalamnya.\nMedia perekam tersebut dulunya disebut dengan istilah film / klise sekarang menjadi sensor digital.\nJangan asal beli kamera, baca beberapa tips cara memilih kamera yang tepat supaya tidak menyesal nantinya\n2. Komponen kamera Komponen kamera yang utama hanya ada 2, yaitu lensa dan body kamera.\n2. 1. Pengertian lensa kamera jenis-jenis lensa kamera\nLensa merupakan komponen kamera yang selalu menempel di depan kamera yang berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya.\nLensa memiliki element penting untuk membuat gambar lebih fokus yang disebut dengan diafragma yang ditandai dengan **F/ ** (bacanya F stop)\nDiafragma atau yang disebut juga dengan istilah bukaan memiliki komponen penyusun yang disebut dengan IRIS.\niris di dalam lensa\nIris terdiri dari susunan lempengen tipis yang berbentuk bulat yang berada di dalam lensa yang ukurannya bisa berubah-ubah sesuai dengan besar kecilnya angka F/ yang ditentukan.\njagofoto.com\nIntinya Diafragma bisa diatur besar kecilnya, sesuai kebutuhan, dan teknik fotografi yang ingin digunakan. Jika anda belum paham ini, tenang, di website ini akan dibahas secara singkat dan padat.\nPrinsip kerja diafragma pada lensa adalah semakin besar bukaan maka cahaya yang masuk ke dalam body kamera akan semakin banyak.\njagofoto.com\nDiafragma / bukaan besar ditandai dengan angka kecil. Sedangkan bukaan kecil ditandai dengan angka besar.\nContohnya lensa dengan bukaan f/1.4 memiliki bukaan yang lebih besar daripada f/11.\n3. Jenis-jenis lensa kamera @canonphotogear\nAda berbagai jenis lensa yang bisa dipakai pada kamera, fungsinya tidak semua sama. Terlebih untuk mendapatkan efek fotografi khusus, maka sebelum membeli lensa, anda harus ketahui fungsi masing-masing jenis lensa tersebut.\nPanjang lensa, dikenal dengan istilah focal length. Semakin panjang maka objek yang berada jauh bisa terlihat dengan jelas. Semakin pendek focal length lensa maka benda yang ada di sekitar akan ikut terekam.\nDan tidak selamanya lensa panjang selalu memiliki efek foto yang bagus, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan.\nPada umumnya lensa kamera ada beberapa jenis seperti\nLensa Fix Lensa Vario Lensa Tilt Shift Dan buat anda yang bingung ingin membeli lensa tambahan, silahkan baca artikel tentang tips memilih lensa untuk DSLR berikut ini.\n3.1 Lensa fix contoh lensa fix\nLensa fix yaitu lensa yang memiliki panjang focal yang konstant, fix, tidak berubah.\nIstilah lainnya adalah lensa yang tidak bisa zoom.\nUntuk bisa memotret objek yang jauh dengan lensa ini, Anda harus bergerak lebih dekat ke objek.\nMacam-macam lensa fix seperti fix wide 17mm, fix normal 50mm, fix tele 135mm dan lain-lain.\nJika anda memiliki lensa fix 50mm, baca tips ini untuk membuat foto keren dengan hanya menggunakan lensa fix.\n3.2 Lensa vario Lensa vario atau biasa disebut lensa zoom, yaitu lensa yang meiliki panjang focal yang bisa berubah dari panjang ke pendek.\nSetiap anda memeli kemera baru biasanya anda menemukan lensa kit berukuran 18-55 yang artinya focal lenght nya dari 18mm sampai 55mm saja.\nDimana jika saat digunakan di focal length 18mm, maka foto akan terlihat lebar, sedangkan saat diset ke 55mm, maka sudut pengambilan gambar jadi sempit, tetapi objek yang berada agak jauh di depan menjadi lebih dekat.\nMacam-macam lensa vario atau lensa zoom seperti lensa kit 18-55, lensa sapu jagad 18-200, lensa ultra wide 10-22, lensa tele zoom 70-200, dan lain-lain.\n3.3 Lensa tilt shift / TS Lens lensa tilt shift / lensa ts / lensa khusus\nLensa ini biasa juga disebut sebagai lensa spesial / lensa khusus.\nKenapa?\nKarena penggunaannya tidak sama seperti lensa lain. Kalau lensa pada umumnya kita hanya memutar ring fokus dan ring aperture/diafragma.\nPada lensa ts ini kita bisa memutar body lensa tersebut.\nEfeknya adalah distorsi pada lensa jadi berkurang.\nDistorsi adalah area pada foto yang menjadi melengkung.\nPenggunaan lensa Tilt shift biasa dipakai untuk pekerjaan profesional seperti memotret bangunan/gedung. Supaya bentuk artistektur dari gedung tersebut tidak miring.\nLensa Tilt shift memiliki harga yang sedikit lebih mahal daripada lensa pada umumnya. Dan tidak semua orang menggunakan lensa ini.\n4. Body kamera Body kamera berfungsi untuk menangkap dan memproses cahaya sehingga menjadi gambar. Inilah yang disebut sebagai kotak hitam tersebut.\nbody kamera dslr\nUntuk kamera digital jaman sekarang komponen yang berfungsi untuk menangkap gambar adalah sensor kamera. Sedangkan untuk kamera jaman dahulu disebut film/roll/klise.\nSensor kamera tidak boleh disentuh sembarangan. karena jika disentuh maka hasil foto akan menjadi kotor.\nPada sensor tersebut terdapat komponen digital yang bernamaISO, iso bekerja sebagai komponen yang bekerja untuk menangkap cahaya.\nIso bisa diatur insentasnya. Seperti iso 100, iso 200, dan seterusnya.\nSemakin tinggi iso maka efeknya gambar akan menjadi noise.\n5. Jenis-jenis body kamera Body kamera dibedakan menjadi berbagai macam berdasarkan tipe kamera, besar kecilnya, jenis sensor yang digunakan, dan bentuknya.\nBeberapa yang tidak asing di telinga di antaranya seperti dslr, mirrorless, medium format, rangefinder, large format, lomo, pinhole, dan lain sebagainya.\n5.1 Body kamera SLR dan DSLR body SLR kamera jadul\nKedua tipe kamera ini merupakan yang paling banyak didapatkan di pasaran. Karena penggunanya yang banyak, juga terlihat lebih profesional ketika menggunakan kamera dslr.\nDSLR sendiri merupakan kepanjangan dari digital single lens reflection. Sedangkan SLR merupakan versi jadul dari dslr yang memiliki media rekam menggunakan film negatif/roll film.\nPrinsip kerja kamera SLR dan DSLR adalah dengan menggunakan cermin pantul berbentuk prisma untuk merefleksikan objek yang ingin difoto. Objek foto tersebut dapat dilihat terlebih dahulu pada view finder (jendela bidik) sebelum difoto.\n5.2 Kamera Mirrorless @jaybee_sa\nKamera jenis mirrorless merupakan teknologi baru dalam dunia kamera digital. Dengan memangkas komponen cermin prisma yang memantulkan cahaya.\nSebenarnya konsepnya mencomot dari kamera dslr yang mana lensa dari kamera tersebut bisa diganti-ganti.\n5.3 Kamera Prosumer Mungkin pernah lihat tukang listrik yang keliling ke rumah-rumah untuk memfoto meteran listrik. Biasanya mereka menggunakan kamera prosumer.\nKamera prosumer ini lensa dan bodynya menyatu. Tetapi lensanya bisa di zoom. Jadi objek yang jauh bisa kelihatan lebih detail.\n5.4 Kamera Medium format @coyullfilms\nPernah dengar merek kamera phase one, hasselblad, atau mamiya? Jejeran merek tersebut terkenal karena produk kameranya yang berjenis medium format.\nMedium format sudah ada sejak dahulu. Di mana ukuran sensornya lebih besar daripada kamera dslr. Sensor medium format biasanya berdimensi 1:1, 5:7, 6:7 dan lain-lain.\nKamera medium format ada yang digital dan film. Untuk kebutuhan komersil seperti foto billboard yang mana dibutuhkan untuk cetakan besar biasanya menggunakan kamera jenis ini. Hasilnya tidak main-main. Tajam. Wajar kalau harganya juga bisa dipake beli 1 mobil avanza.\n5.5 Kamera Large Format @shurca.spb\nOrang dulu pakainya kamera ini. Kamera yang ukuran sensor atau media rekamnya lebih besar daripada medium format.\nBiasanya yang menggunakan kamera ini hanya untuk kebutuhan hobi saja. Ukurannya yang super besar bikin susah untuk dibawa ke mana-mana.\nAnsel adam menggunakan kamera large format untuk menciptakan karya fotografinya.\n5.6 Kamera Range Finder @coyullfilms\nKamera jenis ini bisa dibilang versi mahal dari kamera mirorless.\nUntuk membedakan kamera ini dengan kamera mirrorless, intip bagian view findernya. Kalau viewfindernya tidak digital, artinya itu adalah kamera rangefinder.\nMungkin Anda pernah dengar kamera merek leica seperti leica m8, m9, atau m10. Nah itu adalah contoh kamera rangefinder.\n5.7 Kamera Lomo @garvin_toys\nKamera lomo merupakan jenis kamera yang sangat unik. Kenapa unik? Karena kamera ini punya hasil yang tidak sama dengan hasil kamera pada umumnya.\nPada umumnya kamera lomo memiliki bentuk yang unik. Kamera lomo kebanyakan memiliki format medium format dengan emedia rekam film.\n5.8 Kamera Pinhole / lubang jarum @camerapreta\nPernah bikin kamera sendiri?\nSaya pernah, bikin saja kamera pinhole.\nBahanya dari kertas kardus. Lensanya terbuat dari lempengan kaleng minuman soda yang diberi lubang jarum.\nNamanya juga kamera lubang jarum. Media rekamnya adalah rol film.\nHasil kamera ini termasuk yang unik. Saya percaya dengan memahami konsep kamera lubang jarum. Kita bisa lebih paham mengenai apa itu exposure pada kamera.\nKamera lubang jarum adalah konsep awal dari fotografi sebagai media rekam. Komunitasnya terkenal sangat banyak di luar negeri.\n6. Prinsip kerja kamera (segitiga exposure) Setelah membahas tentang macam-macam komopnen kamera, sampai kita pada prinsip kerja atau cara kerja kamera.\nDi dalam kamera ada istilah segitiga exposure. Segitiga exposure merupakan saat dimana bertemunya ketiga komponen utama kamera yakni\n- bukaan diafragma yang ditandai dengan (f) - kecepatan rana yang ditandai dengan (s / second / detik) - media rekam cahaya yang ditandai dengan (asa / iso)\nKetiga komponen tersebutlah yang bekerja bersamaan untuk menciptakan satu gambar foto,\nYang disebut dengan exposure.\nHasilnya, Anda bisa mendapatkan foto yang gelap, terang, atau normal.\nDengan memahami settingan exposure dengan baik, Anda akan bisa menciptakan foto yang bagus, sesuai keinginan Anda.\nCara kerja kamera dalam merekam gambar adalah pertama cahaya masuk melalui lensa yang sudah diatur besar kecil bukaannya (f/) nya. Kemudian cahaya dipantulkan ke cermin prisma sehingga Anda bisa melihatnya di viewfinder. Lalu saat Anda menekan tombol shutter, rana yang berada di dalam body kamera membuka dan cahaya akan masuk mengenai sensor yang sudah diatur besar kecil intensitasnya (iso). Seberapa lama Anda membuka rana, selama itu exposure akan terus berlangsung.\nSampai di sini apakah Anda sudah bisa mengetahui kamera apa yang sedang Anda pakai sekarang? Apakah Anda sudah paham sedikit mengenai konsep kerja sebuah kamera tersebut?\nDalam proses kerja kamera untuk mendapatkan hasil foto yang normal, sangat penting untuk mempelajari metering kamera.\nSingkatnya, metering merupakan teknik untuk mengukur seberapa besar intensitas cahaya yang akan masuk dan ditangkat oleh kamera.\nBaca selengkapnya tentang Metering pada kamera digital\nYuk lanjut membahas mengenai komposisi foto. Mengapa ini sangat penting untuk diketahui.\n7. Belajar komposisi fotografi untuk fotografer pemula @comp_cam\nPada saat Anda membeli kamera, hal yang tidak pernah ada pada setiap bundle kamera adalah komposisi foto.\njagofoto.com\nKalau saja di semua kamera ada fitur komposisi foto maka mungkin hasil foto setiap orang bisa terlihat bagus.\nHal ini menarik sekali karena kita sebagai pengguna kamera bisa bebas untuk explorasi apa yang ingin kita foto.\nIngat satu hal dalam komposisi foto itu kita harus tahu aturannya dahulu, kalau sudah tahu barulah kita bisa keluar dari aturan.\nIstilahnya break the rule.\nSampai pada akhirnya komposisi pada fotografi itu tidak ada aturannya lagi bagi anda, bebas.\nMenurut saya komposisi foto adalah cara fotografer dalam mengatur letak objek, yang ingin difoto dari kamera sehingga foto terlihat lebih enak dipandang.\nSetiap foto sebaiknya memiliki POI, atau Point of Interest karena ini sangat berkaitan dengan komposisi foto yang ingin dibuat.\nBerikut penjelasan lengkap tentang apa itu POI dalam fotografi.\nTerdapat berbagai macam komposisi foto, seperti rule of third, leading line, simetris, asimetris, fill the frame, framing, negative space, dan lain sebagainya.\nBaca juga :: Jenis komposisi fotografi lengkap dengan contoh foto\nMari kita bahas beberapa di antaranya yang mudah-mudah dulu.\n7.1 Komposisi fotografi rule of third Merupakan komposisi yang harus dipahami oleh setiap fotografer. Caranya dengan menempatkan objek pada sepertiga bagian bingkai Anda.\nKomposisi rule of third (rot) banyak diaplikasikan pada hampir semua genre foto, entah itu potrait, fashion, modelling, landscape, street dan lain-lain. Karena ini adalah pengetahuan paling dasar.\n7.2 Komposisi leading line Aturan komposisi leading line adalah kita menarik garis dari salah satu sudut pada frame. Garis tersebut akan menuntun kita untuk menjelajahi bagian foto tersebut.\nLeading line banyak diaplikasikan pada foto landscape/pemandangan.\n7.3 Komposisi fill the frame @trithemus\nAturan komposisi ini kita memenuni frame dengan semua objek utama yang difoto.\nPengaplikasiannya banyak dilakukan untuk foto produk, foto makanan, foto macro, dan lain sebagainya.\n7.4 Komposisi framing @rafi_45\nPada komposisi framing kita menempatkan objek di dalam bingkai. Bingkai di sini bisa berupa objek apa saja yang bisa didapatkan.\nUntuk membuat foto lebih kreatif biasanya fotografer melakukan framing terhadap objek utama. Misalnya pada foto potrait/foto orang di sebuah bangunan tua, Anda bisa menempatkan orang yang Anda foto pada di bawah salah satu pintu. Sehingga pintu tersebut seperti membingkai si orang tersebut.\nKomposisi fotografi lainnya akan dibahas lebih lanjut pada artikel yang berbeda pada website ini.\n7.5 Komposisi dead center Ada kalanya kita harus menempatkan objek tepat di tengah-tengah bingkai foto. Dengan menempatkan objek tepat di tengah, kita akan lebih fokus pada apa yang ingin ditampilkan.\nObjek yang berada di sekitar subjek utama pada foto kita seharusnya tidak mengganggu subjek, sehingga subjek menjadi lebih stand out.\n8. Mengenal jenis-jenis fotografi Kalau Anda membaca artikel ini sampai di sini, Anda pasti sudah punya gambaran bakalan membuat foto berjenis apa.\nAda beberapa genre atau jenis foto yang menjadi titik pertama seorang untuk masuk ke dunia fotografi. Di antara genre tersebut seperti landscape, model/fashion, human, street, macro, wild, sport, underwater, dan lain sebagainya.\n8.1 Landscape photography fotografer landscape memotret pemandangan sunset dan mesjid terapung di Makassar\nMerupakan genre photography yang banyak diminati. Orang-orang menyebutnya dengan istilah landscaper. Yakni fotografer yang senang memotret keindahan alam.\nUntuk membuat foto landscape Anda harus rajin keluar rumah. Mencari tempat/spot foto yang menarik. Melatih diri dalam mengkomposisikan objek alam.\nMenciptakan foto landscape yang bagus bukan sekedar indah itu merupakan hasrat tertinggi bagi fotografer landscape.\nSaya juga senang sekali melakukan fotografi landscape. Saya senang melakukan teknik foto yang bernama long exposure.\n8.2 Modelling/fashion photography hunting model bareng\nSebenarnya ada beberapa yang menyamakan istilah antara model photography dan fashion photography.\nSebenarnya tidak salah juga karena objek yang difoto adalah orang dengan pakaian yang menarik.\nJangan lewatkan Tips dan trik foto model yang keren\nMemotret model sangatlah menyenangkan. Bagi sebagian orang pemula mengikuti event foto model bersama orang yang tidak dikenal, dapat membuat Anda jadi punya banyak teman.\nBukan hanya kenalan teman, kenalan mbak model juga tambah banyak loh. Hehe..\nTernyata ada loh manfaat hunting bareng bagi fotografer\n8.3 Street photography @womeninstreet\nMerupakan salah satu genre fotografi yang diminati hampir semua kalangan. Baik tua maupun muda, kaya dan miskin.\nMemotret street menurut saya ada 2 yang biasa dikejar, pertama moment, dan kedua komposisi.\nAda fotografer street yang suka jalan-jalan sambil mencari angle foto untuk menciptakan komposisi yang unik. Ada juga fotografer yang kalau lagi nyetrit sukanya ngejar moment.\nBagi saya street photography bisa menjadi refreshing dikala saya sedang jenuh memotret landscape atau model.\n8.4 Human interest photography @rarindra_prakarsa\nSaya senang melihat karya foto human interest. Kalau di indonesia istilahnya human interest atau (hi). Kalau orang luar negeri biasa menyebutnya dengan istilah \u0026ldquo;human photography\u0026rdquo; saja.\nPada umumnya untuk membuat foto human interest dengan mengeksplore kehidupan manusia. Anak-anak, dewasa, orang tua semua bisa dijadikan foto hi.\nTantangannya adalah apa yang menjadi ide si fotografer untuk membuat foto hi jadi lebih bagus dilihat. Tidak hanya berbicara komposisi foto lagi, tetapi masuk kepada konsep foto yang akan dibuat.\n8.5 Macro photography @gallerymyphotos\nAda juga orang yang suka memotret benda-benda kecil. Benda yang tidak kasat mata. Macro photography hadir untuk memenuhi hasrat orang yang senang melihat detail pada sebuah foto.\nMembuat foto macro tidak semudah yang dibayangkan. Terdapat teknik khusus dan dengan menggunakan lensa khusus untuk macro.\nSpesifikasi lensanya yakni harus memiliki close fokus yang dekat. Jadi jarak objek dengan lensa bisa menjadi lebih dekat. Sehingga hasil foto pun bisa terlihat sangat besar.\nMungkin Anda pernah melihat foto mata belalang. Itu merupakan hasil karya fotografi macro.\nBelum lagi ketika hunting, memburu obyek macro membuat orang harus memikirkan matang-matang apa yang akan difotonya.\n8.6 Wild photography @alfonsodlt_photo\nBagi Anda yang senang melihat hewan buas. Atau senang mendatangi tempat-tempat yang banyak hewan liarnya. Mungkin Anda cocok untuk mengikuti genre foto ini.\nBawa kamera terbaikmu, dan juga lensa tele. Di sini lensa wide tidak disarankan untuk digunakan.\nResikonya adalah memburu foto hewan liar atau malah kita yang diburu olehnya. Jangan sampai deh..\n8.7 Sport photography @pnpmedia\nBagi Anda penyuka pertandingan olah raga, bisa mempertimbangkan untuk mempelajari sport photography.\nAnda bisa mempraktekkan banyak tenik fotografi yang unik untuk menciptakan foto bergenre sport ini. Seperti contohnya teknik slow speed untuk mengambil motion dari orang yang sedang bertarung pencak silat di panggung.\nTetapi menurut saya untuk bisa lebih ekspert pada sport fotografi, Anda sebaiknya menjadi jurnalis foto saja.\n8.8 Stage photography @scruffynerfphotographer\nSalah satu yang menantang untuk dibuatkan foto adalah para pemain pentas di panggung. Stage photography berusaha untuk mencari moment terbaik pada sebuah pertunjukan.\nMeskipun Anda bukan seorang jurnalis, Anda bisa mencoba menciptakan foto stage yang keren.\nHal yang perlu diingat adalah jangan sekali-kali menggunakan flash body kamera. Atau flash apapun saat memotret stage.\nKenapa?\nAnda bisa mengganggu orang yang sedang tampil di atas panggung.\nPencahayaan di atas panggung itu sudah diatur sebaik mungkin. Tinggal Anda mencari angle yang bagus supaya bisa mendapatkan foto terbaik dari moment terbaik.\nNah itulah beberapa preview genre fotografi yang bisa dijadikan referensi membuat karya fotografi.\nSampai di sini apakah muncul pertanyaan di benak Anda? Tuliskan saja kolom komentar di bawah.\n9. Menciptakan karya fotografi @thecameragears\nTibalah saatnya kita membahas apa yang akan kita bikin. Pembahasan di sini sedikit serius.\nCoba bayangkan, terkadang ketika memegang kamera, tanpa sadar kita melihat objek yang menarik lantas kita memotretnya.\nTetapi apakah hasilnya sudah bagus? Mungkin saja bagus, atau mungkin saja belum sesuai harapan.\nBaca juga : Membuat foto aesthetic\nNah, saat itu kadang kita pikir mengapa hasilnya tidak bagus. Sehingga jawaban yang muncul bisa saja karena lensa yang dipakai kurang bagus, atau kamera yang belum canggih.\nKalau jawaban tersebut yang muncul, tidak ada salahnya, tetapi bagi Anda yang sangat pemula, jawaban tersebut sebaiknya ditiadakan dari kamus Anda.\nMenganggap kamera harus bagus dahulu sebelum menciptakan sebuah karya fotografi adalah sebuah kekeliruan.\nBuat yang tertarik main landscape, inilah saran terbaik untuk memulai motret Landscape\nHal yang perlu dicatat adalah bagaimana fotografer bisa menciptakan karya yang baik, pelajari exposure, dan komposisi foto.\nBerhubung di atas kita sudah punya gambaran mengenai exposure dan komposisi, Anda harus tanya kepada diri sendiri.\nApa yang ingin Anda bikin? Apa yang ada di imajinasi Anda? Konsep foto apa yang akan Anda angkat? Bagaimana cara eksekusinya? Sampai bagaimana finishing nya, bagaimana foto tersebut dipresentasikan?\nMari kita bahas satu per satu.\n9.1 Berimajinasi dalam menciptakan karya @photoshopvikings\nKetika kita melihat sebuah objek yang ada di sekitar kita. Secara tidak sadar kita menangkap visual dari objek tersebut.\nLalu kita tanpa sadar otak kanan yang merupakan bagian yang merancang proses kreativitas bekerja. Sehingga kita bisa memiliki sebuah imajinasi, berupa konsep sebuah foto.\nMendapatkan imajinasi bisa dari mana saja. Saat jalan-jalan, saat membaca buku, menonton film, dengar musik, dan lain-lain.\nTahukah Anda proses ini adalah proses awal dari penciptaan karya yang original.\n9,2 Tentukan konsep foto anda Setelah Anda punya sebuah imajinasi, selanjutnya Anda perlu melakukan persiapan berupa konsep foto. Konsep di sini bukan hanya apa yang ada di pikiran si fotografer. Tetapi lebih luas sampai cara eksekusi gambarnya nanti.\nKonsep foto bisa muncul begitu saja, karena ini adalah proses imajinasi dan kreativitas.\nContohnya, mungkin Anda pernah mendengar istilah konsep foto model hijab. Konsep tersebut bisa saja diangkat oleh si fotografer untuk membuat foto model hijab. Untuk menunjang konsep fotonya beberapa properti dipelukan.\nProperti dalam pembuatan konsep foto model hijab bisa dimulai dari Model hijab apa yang akan dipakai? Siapa model yang dipakai? Bagaimana make up yang akan digunakan? Bagaimana lighting foto model yang akan dipakai? Dimana lokasi pemotretannya? Siapa yang akan membantu fotografer dalam memotret? Apa yang ingin ditonjolkan dari konsep foto tersebut? Dan lain-lain sebagainya..\nSepertinya terdengar ribet.. Tetapi Anda jangan ambil pusing semua ini.\nKarena proses kreatifitas itu menyenangkan.\nSedikit bocoran bahwa mungkin Anda bisa pikirkan betapa murahnya bayaran fotografer untuk membuatkan kita sebuah konsep foto sehingga hasilnya akan jadi bagus. Ya khan..\n9.3 Proses pemotretan / eksekusi foto @adelaidechantilly\nSetelah semua konsep foto disiapkan, saatnya mengambil foto. Fotografer seharusnya sudah bisa membayangkan akan bagaimana hasil fotonya.\nJika melanjutkan konsep foto di atas, fotografer mungkin bisa melihat bagaimana pose model tersebut, bagaimana pencahayaannya, dan beberapa hal teknis lainnya.\nDalam proses eksekusi ini yang menentukan apa yang akan diwujudkan pada imajinasi kita sebagai fotografer.\nKadang hasilnya tidak sesuai, kadang juga hasilnya lebih bagus dari yang kita bayangkan.\nYang terpenting dalam proses eksekusi foto adalah pengetahuan fotografer terhadap hal teknis fotografi.\n9.4 Finishing foto \u0026gt; edit / upload / print Proses selanjutnya yang terakhir adalah bagaimana foto tersebut diedit, dicetak, dipresentasekan, diperlihatkan kepada orang lain.\nFoto bisa dilihat dari media cetak dan media digital.\nKalau sekarang media digital sepertinya yang sangat marak.\nAnda bisa mengupload foto keren Anda di instagram, facebook, atau media online lainnya.\nAnda juga bisa mengikut sertakan karya foto Anda pada sebuah kompetisi foto, dan masih banyak lagi.\nUntuk kebutuhan media cetak foto pun masih sangat diperlukan. Foto-foto keren yang Anda lihat di majalah, koran, baliho, atau media cetak lainnya.\n9.4.1 Edit foto Ada dua alasan orang melakukan editing foto\n1. Untuk memaksimalkan apa yang menjadi kekurangan dari kamera 2. Mewujudkan apa yang menjadi imajinasi kita\nUntuk mengedit foto Anda harus menggunakan software khusus yang telah diinstal di komputer pc/laptop atau di hp android/iphone Anda.\n9.4.2 Software edit foto yang digunakan Jika Anda menggunakan komputer pc/laptop Anda wajib tahu cara menggunakan photoshop dan lightroom. Kedua software ini adalah software yang sangat powerful untuk mengedit foto.\nFiturnya lengkap, hampir semua file foto dari kamera bisa Anda edit menggunakan software tersebut. File yang saya maksud bukan hanya file jpg, tetapi file raw (mentah) dari kamera.\nJika Anda menggunakan hp android / iphone Anda bisa menggunakan software edit foto seperti snapseed, pics art, dan lain-lain.\nCara editnya tentu berbeda. Tetapi konsepnya sama. Dimana Anda bisa melakukan cropping, selection, sampai masking dan lain sebagainya.\n10. Tips penting dalam fotografi untuk menciptakan foto keren Ambil foto yang bagus / matang dari kamera terlebih dahulu. Lupakan prinsip \u0026ldquo;nanti edit di komputer\u0026rdquo;. Karena kalau Anda beranggapan demikian, Anda tidak akan bisa memotret dengan baik.\nMaksimalkan alat yang Anda miliki. Jangan terburu-buru mengganti alat. Kuasai terlebih dahulu peralatan kemera Anda sebelum melakukan upgrade.\nTeruslah cari referensi foto-foto bagus. Ada banyak sekali media untuk mendapatkan referensi foto keren. Di instagram, google, maupun web fotografi, baik dari luar maupun dalam negeri sendiri.\nJoin dalam komunitas fotografi. Ini akan meningkatkan pengalaman fotografi Anda. Anda bisa melakukan hunting foto bersama teman-teman di dalam komunitas.\nAkhir kata Demikian artikel ini saya akhiri.\nKesimpulan akhir dari artikel ini adalah dalam membuat karya fotografi kita harus ketahui dulu prinsip kerja kamera kita, kenali komponen dan aksesoris kamera Anda.\nKemudian belajar mengenai kompisisi fotografi.\nTeruslah latihan sampai dapat foto yang bagus, baik dari segi exposure nya sampai pada komposisinya. Karena sesuatu yang bagus itu tidak tercipta secara instant.\nSetelah itu jika Anda ingin memaksimalkan hasil foto Anda, Anda bisa belajar editing foto.\nJika semua hal tersebut Anda kuasai, saya harap Anda akan senang dengan hasil foto yang Anda ciptakan sendiri.\nArtikel ini hanyalah tulisan berdasarkan pemahaman dan pengalaman pribadi saya. Admin bukanlah orang yang lulus di sekolah fotografi. Jadi kalau artikel ini anda gunakan sebagai rujukan, pikir-pikir dahulu.\nJika dirasa bermanfaat silahkan bagikan artikel ini kepada teman-teman anda yang baru belajar fotografi.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/belajar-fotografi/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Anda ingin membuat karya fotografi yang bagus? Mau pintar memotret, mengambil gambar apa saja dan di mana saja keren?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMungkin Anda merasa dalam membuat karya fotografi masih begitu-begitu saja. Belum ada perkembangan.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMungkin bukan karena kamera atau alat yang Anda gunakan itu tidak bagus, mungkin saja ada beberapa hal yang Anda kurang pahami dalam fotografi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKalau Anda mendapatkan artikel ini, ada beberapa hal yang bisa Anda pelajari dari awal belajar fotografi. Mulai dari pengenalan teknis sampai pada menciptakan foto yang keren.\u003c/p\u003e","title":"10 Langkah Belajar Fotografi Basic untuk Pemula - Step by step"},{"content":"JagoFoto.com - Long exposure photography sejatinya hanyalah salah satu teknik dasar dalam fotografi.\nDimana kamera diletakkan di atas tripod kemudian melakukan exposure yang lambat seperti 10 detik, 30 detik, 1 menit, 4 menit, atau lebih lama.\nPenggunaan teknik long exposure biasanya diterapkan ketika mengambil foto pemandangan atau landscape.\nMengambil foto long expousure membutuhkan beberapa alat utama yaitu filter nd (neutral density). Filter tersebut fungsinya untuk menurunkan beberapa stop cahaya yang masuk dalam kamera.\nMengapa menggunakan long exposure? Menurut saya\nDengan teknik ini anda bisa mempelajari stop-stop pada kamera. Dengan memahami stop pada sistem kamera maka anda akan sangat menghargai betapa pentingnya 1 stop dalam exposure setiap kali anda melakukan pemotretan. Bayangkan saja jika anda anda harus menambah 1 stop dari exosure 2 menit, maka hasilnya akan 4 menit. Betapa lama waktu tersebut untuk menghasilkan 1 frame foto yang kita akan dikerjakan oleh kamera kita.\nDengan memahami teknik long exposure anda akan menjadi lebih kreatif untuk membuat foto menarik. Foto long exposure bisa menambah mood pada foto anda. Cara mengambil foto long exposure Sebelum mengambil foto dengan exposure yang lama perhatikan hal berikut : 1. Subjek utama foto harus steady Maksudnya tentukan subjek utama tetap freeze/tidak bergerak sama sekali. Sedangkan objek lainnya tetap bergerak secara natural.\n2. Lakukan di alam terbuka dan komposisikan foto dengan memperlihatkan objek pendukung sebagai bukti bahwa teknik yang digunakan adalah teknik long exposure.\nMaksudnya ketika anda mengambil foto di pinggir pantai, ombak yang bergerak adalah sebagai objek pendukung. Dan ombak tersebut akan menjadi terlihat halus ketika menggunakan teknik long exposure ini.\nBerbeda ketika kita menggunakan teknik biasa dimana ombak akan terlihat freeze. Selain ombak, awan juga menjadi objek pendukung yang pas untuk foto long exposure.\n3. Gunakan filter nd yang memiliki kualitas yang bagus untuk mendapatkan hasil warna foto yang normal. Warna foto yang tidak normal oleh penggunaan filter nd yang memiliki kualitas kurang baik disebut dengan color cast.\n4. Gunakan tripod yang kokoh\nSekarang cara setting kamera untuk mode long exposure 1. Gunakan iso terendah yang ada di kamera anda. Umumnya kamera memiliki iso 100.\n2. Gunakan bukaaan diafragma dengan bukaan kecil mulai dari f/11, f/16, mentok di f/22. Favorit saya di f/11 karena rata-rata lensa memiliki ketajaman yang maksimal pada bukaan ini.\n3. Gunakan file raw, dengan opsi tambahan jpg fine, atau high.\n4. Matikan mode long exposure noise reduction pada kamera anda.\n5. Sekarang komposisikan foto anda. Tentukan subjek utama. Subjek utama harus terlihat stand out. Jangan biarkan objek lain mendominasi di foto anda.\n6. Lakukan 1 shot normal. Ini sebagai acuan anda dalam menentukan speed yang akan digunakan nantinya. Misalnya anda mendapatkan exposure 1/60, f/11, dan iso 100\n7. Pasang filter nd yang anda miliki. Filter nd dengan tipe square akan lebih memudahkan daripada filter nd ulir. Misalnya anda menggunakan filter nd 1000 yang bisa menurunkan exposure sampai 10 stop.\n8. Hitung speed yang digunakan. Dengan data exposure yang didapatkan dia atas, mari kita hitung speed yang akan digunakan pada setting kamera mode long exposure. Dengan speed 1/60, anda memiliki nd dengan penurunan 10 stop maka cara menghitung kecepatannya adalah seperti ini. Setiap penurunan satu stop angkanya tinggal dikali 2 atau setengah dari angka sebelumnya.\n1/60, 1/30, 1/15, 1/8, 1/4, 1/2, 1\u0026quot;, 2\u0026quot;, 4\u0026quot;, 8\u0026quot;, 15\u0026quot;.\nSpeed yang digunakan dari data exposure awal tadi adalah 15 detik. Hhmm.. Nampaknya masih kurang lama. Jika anda menginginkan exposure 30 detik, maka anda bisa menurunkan satu stop dari bukaan lebih kecil, yaitu di f/16.\nJika masih kurang lama, anda cukup mengganti filter nd anda dengan filter nd yang memiliki kepekatan lebih, misalnya nd 13 stop.\nAtau memasangkan filter nd lain di depan filter nd 1000 tadi. Misalnya dengan nd little stop yang memiliki kepekatan 6 stop. Maka anda pun bisa menurunkan stop menjadi 16 stop.\n9. Tekan tombol rana, gunakan remote shutter untuk menahan getaran.\nAkhir kata Setelah anda memotret review hasilnya pada komputer anda.\nLalu lakukan editing sesuai keinginan anda.\nSemoga artikel teknik long exposure siksa kamera ini bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/cara-membuat-foto-long-exposure/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Long exposure photography sejatinya hanyalah salah satu teknik dasar dalam fotografi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDimana kamera diletakkan di atas tripod kemudian melakukan exposure yang lambat seperti 10 detik, 30 detik, 1 menit, 4 menit, atau lebih lama.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003ePenggunaan teknik long exposure biasanya diterapkan ketika mengambil \u003ca href=\"https://jagofoto.com/apa-itu-foto-landscape/\"\u003efoto pemandangan atau landscape\u003c/a\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"teknik foto long exposure photography ala siksa kamera\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/phdm-txzqeo.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMengambil foto long expousure membutuhkan beberapa alat utama yaitu filter nd (neutral density). Filter tersebut fungsinya untuk menurunkan beberapa stop cahaya yang masuk dalam kamera.\u003c/p\u003e","title":"Teknik Foto Long Exposure Step by Step ala Siksa Kamera"},{"content":"JagoFoto.com - Anda ingin membuat foto landscape anda lebih keren? Sebenarnya gampang saja, anda bisa terus latihan dan latihan saja. Melakukan eksplorasi beberapa teknik dan angle dari tempat yang anda kunjungi.\nUntuk memaksimalkan itu semua ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya hasil foto pemandangan anda lebih baik. Berikut tips yang perlu diperhatikan untuk membuat foto landscape lebih keren.\n1. Kebersihan kamera dan lensa Jika kamera bersih foto akan terlihat bersih dan tajam juga. Begitu pula lensa, jangan biarkan lensa kotor, atau kena debu. Sebelum memotret bersihkan dahulu lensa dan body kamera kita.\n2. Kebersihan filter Saat menggunakan filter dalam membuat foto landscape anda harus menjaga kebersihannya juga. Jika filter kotor, hasil foto landscape juga akan menjadi tidak tajam.\nIngat juga bahwa filter itu bisa tergores (filter gnd square). Simpan di tempat yang aman sehingga tetap terawat.\n3. Buat foto yang lurus Foto landscape biasa erat kaitannya dengan objek yang memiliki horizontal. Seperti garis pantai, usahakan selalu terlihat lurus. Kalau pada saat memotret hasilnya tidak lurus, periksa kembali melalui layar komputer anda.\nGaris horizon yang tidak lurus akan mengganggu penglihatan kita.\n4. Komposisikan foto landscape dengan baik Pentingnya mengkomposisikan foto landscape lebih baik agar hasilnya lebih baik. Tempatkan objek dengan baik.\nJika ingin dapat hasil yang lain dari yang lain, eksplore angle yang berbeda.\nBisa juga dengan mengganti lensa dari ultra wide ke lensa tele misalnya.\n5. Manfaatkan foreground yang menarik Foreground pada sebuah foto landscape bisa berupa point of interest, bisa juga sebagai garis penuntun saja. Jika objek tersebut menarik, silahkan gunakan sebagai foreground foto anda.\n6. Awali dengan menggunakan iso yang rendah Agar foto landscape terhindar dari efek noise, gunakan iso yang rendah. Iso yang rendah antara iso 50 sampai iso 200. Dengan begitu foto akan kurang dari noise. Tetapi dengan perkembangan teknologi kamera sekarang iso kamera 2000 pun sudah bisa dihandle tergantung kamera yang digunakan.\n7. Memotret dengan RAW Penting sekali bagi anda untuk memiliki hasil foto landscape yang baik. Setting kamera untuk mengambil file gambar dengan mode raw.\nNanti anda akan bisa melakukan develop di komputer anda. Foto landscape anda pun jadi lebih berkualitas.\n8. Objek pembanding Kadang dalam memotret landscape kita butuh pembanding. Seperti contohnya anda memotret sebuah pemandangan air terjun. Anda ingin memperlihatkan seberapa tinggi atau seberapa besar air terjun tersebut.\nCaranya, anda bisa memasukkan objek manusia ke dalam foto landscape anda. Hasilnya anda akan melihat perbandingan besar atau luas objek landscape yang kita foto.\n9. Pilih waktu yang tepat Terakhir anda harus tahu kapan waktu yang tepat untuk memotret landscape. Biasanya landscape senang memotret pada pagi hari atau sore hari. Di mana matahari berada pada goden hour dan blue hour.\nSaya senang memotret landscape pada pagi dan sore hari. Dengan menggunakan filter gnd saya mengabadikan matahari terbit dan terbenam.\nKalau sedang berada di daerah pantai, saya menggunakan filter nd untuk menciptakan efek slow speed.\nAkhir kata Demikian tips dalam menghasilkan foto landscape yang baik dan benar. Jika anda memanfaatkan tips foto dasar ini, anda akan bisa menciptakan foto pemandangan yang keren.\nKalau anda punya tambahan, silahkan tambahkan pada bagian komentar di bawah ini. :)\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/tips-foto-landscape-keren/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Anda ingin membuat \u003ca href=\"https://jagofoto.com/apa-itu-foto-landscape\"\u003efoto landscape\u003c/a\u003e anda lebih keren? Sebenarnya gampang saja, anda bisa terus latihan dan latihan saja. Melakukan eksplorasi beberapa teknik dan angle dari tempat yang anda kunjungi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"tips-foto-landscape\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/PhotobyDavidMarcuonUnsplash.png\" title=\"fotografer-landscape\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eUntuk memaksimalkan itu semua ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya hasil foto pemandangan anda lebih baik. Berikut tips yang perlu diperhatikan untuk membuat foto landscape lebih keren.\u003c/p\u003e\n\u003ch3 id=\"1-kebersihan-kamera-dan-lensa\"\u003e1. Kebersihan kamera dan lensa\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eJika kamera bersih foto akan terlihat bersih dan tajam juga. Begitu pula lensa, jangan biarkan lensa kotor, atau kena debu. Sebelum memotret bersihkan dahulu lensa dan body kamera kita.\u003c/p\u003e","title":"9 Tips Membuat Foto Landscape Jadi Lebih Keren"},{"content":"JagoFoto.com - Dalam menciptakan foto landscape, tentunya dibutuhkan beberapa pemahaman tentang teknik fotografi. Tidak seperti dalam membuat foto model atau foto street, membuat foto landscape kita bisa melakukan beberapa teknik fotografi supaya hasilnya tampak lebih keren.\nDalam artikel ini yuk mengenal beberapa teknik foto landscape. Bagaimana membuat foto pemandangan dengan lebih baik.\nBerikut beberapa tips dan trik yang bisa anda coba untuk memaksimalkan komposisi foto landscape anda.\nDaftar Isi 1. Teknik foto Long exposure photography 2. Teknik foto Slow speed 3. Teknik foto Panorama 4. Black and white 5. Teknik foto Milky way 6. Teknik foto Star trail 7. Teknik foto HDR dan Luminosity mask Akhir kata 1. Teknik foto Long exposure photography Anda mungkin pernah melihat foto pemandangan yang mana air atau awannya kelihatan bergerak membentuk motion. Ini yang disebut dengan long exposure. Dengan mengatur shutter speed/rana lebih lama.\nFoto long exposure itu sekitar 30 detik atau lebih lama.\nUntuk membuat foto dengan teknik long exposure anda membutuhkan filter nd untuk menurunkan besarnya cahaya yang masuk ke kamera.\nlong exposure photography\nBaca :: Cara membuat foto long exposure\n2. Teknik foto Slow speed Berbeda dengan foto long exposure. Membuat foto slow speed hanya perlu mengatur speed kamera di bawah 30 detik sampai 1 detik.\nBiasanya membuat foto slow speed dilakukan untuk menangkap motion pada air laut.\nMeskipun terlihat mudah, anda butuh kesabaran dalam membuat foto slow speed. Anda harus mengatur speed yang tepat untuk motion yang anda kejar.\n3. Teknik foto Panorama Seperti namanya, membuat foto panorama ini salah satu teknik yang mana kita mengambil foto pemandangan dari kiri ke kanan kemudian menggabungnya menjadi sebuah foto.\nFoto akan terlihat memanjang. Lebih panoramic untuk menciptakan efek pemandangan yang luas.\nPastikan anda memilih komposisi foto yang menarik.\n4. Black and white Foto pemandangan tidak selamanya harus berwarna. Anda bisa membuatnya menjadi hitam putih.\nAnsel adam merupakan salah satu master foto landscape yang pernah hidup. Meskipun fotonya dibuat dalam hitam putih tetapi hasilnya sangat keren.\nHal penting dalam membuat foto landscape adalah perhatikan kontras foto. Terlalu kontras akan membuat detail hilang. Hasilnya tidak akan bagus.\nSekarang sudah jarang fotografer landscape membuat fotonya dalam mode hitam putih. Anda bisa mencobanya.\n5. Teknik foto Milky way Syaratnya lakukan pada malam hari. Membuat foto milky way anda tidak butuh filter. Cukup membawa kamera dan tripod saja.\nKomposisikan foto, lalu berikan porsi lebih banyak pada bagian langit. Sebab anda akan merekam bintang.\nSebelumnya anda perlu tahu dimana letak bintang yang bernama milky way itu. Bentuknya memanjang, berisi susunan bintang yang paling padat.\nGunakan aplikasi yang bisa diinstall di smartphone untuk mengetahui letak rasi bintang milky way tersebut.\n6. Teknik foto Star trail Berbeda dengan milky way. Membuat foto star trail kita harus memasang kamera lebih lama untuk mengambil gambar berturut-turut.\nAnda bisa mengambil sampai ratusan frame dengan speed di atas 10 detik per frame nya. Tergantung iso dan bukaan yang digunakan.\nDibutuhkan banyak penggunaan memori foto untuk membuat foto star trail.\n7. Teknik foto HDR dan Luminosity mask HDR adalah singkatan dari High Dynamic Range.\nKalau anda pernah mendengar istilah ini anda sudah lama memegang kamera. Kalau belum, tidak ada salahnya dicoba.\nPrinsipnya adalah kita membuat beberapa gambar dari frame yang sama tapi dengan exposure yang berbeda. Mulai dari exposure gelap, sedang dan terang. Biasanya antara satu frame dan lainnya berbeda satu stop.\nUntuk memaksimalkan foto hdr dan luminosity mask ini kita butuh komputer untuk memproses frame-frame yang diambil.\nHdr itu kita memanfaatkan saturasi warna yang kuat dan detail yang diangkat dari sebuah foto. Foto akan terlihat tidak realistis.\nUntuk itu ada teknik yang lebih membuat foto tampak lebih realistis, yaitu luminosity mask. Pada luminosity mask pengeditan dilakukan lebih detail. Sehingga nanti hasilnya foto landscape tampak lebih realistik.\nLebih lanjut akan saya bahas pada artikel di blog ini.\nAkhir kata Demikian tips teknik foto landscape. Meskipun saya tidak menjelaskan lebih rinci mengenai tips ini, anda bisa baca pada artikel di pada tag landscape.\nNice to share.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/teknik-foto-landscape-untuk-pemula/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Dalam menciptakan foto landscape, tentunya dibutuhkan beberapa pemahaman tentang teknik fotografi. Tidak seperti dalam membuat \u003ca href=\"https://jagofoto.com/tips-trik-tutorial-foto-model-keren/\"\u003efoto model\u003c/a\u003e atau foto street, membuat foto landscape kita bisa melakukan beberapa teknik fotografi supaya hasilnya tampak lebih keren.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDalam artikel ini yuk mengenal beberapa teknik foto landscape. Bagaimana membuat foto pemandangan dengan lebih baik.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBerikut beberapa tips dan trik yang bisa anda coba untuk memaksimalkan \u003ca href=\"https://jagofoto.com/komposisi-foto-mudah-untuk-pemula/\"\u003ekomposisi foto\u003c/a\u003e landscape anda.\u003c/p\u003e\n\u003cdiv\u003e\n  \u003ch2\u003eDaftar Isi\u003c/h2\u003e\n  \u003cnav id=\"TableOfContents\"\u003e\n  \u003cul\u003e\n    \u003cli\u003e\n      \u003cul\u003e\n        \u003cli\u003e\u003ca href=\"#1-teknik-foto-long-exposure-photography\"\u003e1. Teknik foto Long exposure photography\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n        \u003cli\u003e\u003ca href=\"#2-teknik-foto-slow-speed\"\u003e2. Teknik foto Slow speed\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n        \u003cli\u003e\u003ca href=\"#3-teknik-foto-panorama\"\u003e3. Teknik foto Panorama\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n        \u003cli\u003e\u003ca href=\"#4-black-and-white\"\u003e4. Black and white\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n        \u003cli\u003e\u003ca href=\"#5-teknik-foto-milky-way\"\u003e5. Teknik foto Milky way\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n        \u003cli\u003e\u003ca href=\"#6-teknik-foto-star-trail\"\u003e6. Teknik foto Star trail\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n        \u003cli\u003e\u003ca href=\"#7-teknik-foto-hdr-dan-luminosity-mask\"\u003e7. Teknik foto HDR dan Luminosity mask\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n      \u003c/ul\u003e\n    \u003c/li\u003e\n    \u003cli\u003e\u003ca href=\"#akhir-kata\"\u003eAkhir kata\u003c/a\u003e\u003c/li\u003e\n  \u003c/ul\u003e\n\u003c/nav\u003e\n\u003c/div\u003e\n\n\u003ch3 id=\"1-teknik-foto-long-exposure-photography\"\u003e1. Teknik foto Long exposure photography\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003eAnda mungkin pernah melihat foto pemandangan yang mana air atau awannya kelihatan bergerak membentuk motion. Ini yang disebut dengan long exposure. Dengan mengatur shutter speed/rana lebih lama.\u003c/p\u003e","title":"7 Teknik Foto Landscape Keren untuk Pemula"},{"content":"Belajar komposisi foto landscape JagoFoto.com - Mari belajar cara membuat foto landscape. Pertama-tama, setelah anda mengetahui apa itu foto landscape. Sekarang kita coba membuat komposisi foto landscape.\nUntuk membuat foto landscape yang keren, sebenarnya tidak begitu sulit. Pemahaman mengenai komposisi merupakan hal yang penting. Karena alam di sekitar kita yang akan dijadikan subjek dan objek dalam foto kita.\nTerdapat berbagai macam komposisi foto sebagaimana yang sudah pernah dijelaskan. Namun untuk penggunaannya pada foto landscape terdapat komposisi yang paling sering digunakan.\nApa sajakah komposisi foto landscape tersebut?\n1. Komposisi foto leading line Ketika memasukkan leading lines ke dalam foto anda bisa memberikan dampak yang sangat besar, anda bisa membawa orang yang melihat foto anda merasa berada di sana.\nleading line dari sudut kiri bawah menuju ke pohon.\nLeading lines biasanya dimulai dari satu titik di sudut frame menuju ke satu titik ke tengah foto anda yang menjadi objek utama atau focal poin dalam foto anda. Hal ini akan memberikan kedalaman yang sangat baik terhadap foto anda.\nJadi anda bisa menemukan leading line dengan mengganti angle kamera lebih rendah ke daratan.\nLeading lines terbaik adalah leading lines curve. Seperti biasa ditemukan pada foto-foto air terjun. Dimana air yang mengalir di bawahmu, anda jadikan sebagai leading lines menuju ke ujung munculnya air terjun yang berada jauh di depan anda.\nSecara natural mata akan mengikuti hal-hal yang berbentuk curve.\n2. Komposisi rule of third Merupakan komposisi yang paling sering digunakan. Pasalnya mata kita sudah sering melihat objek yang menarik. Lantas saat mencari lokasi untuk menempatkan tripod, kita begitu saja menempatkan objek pada sepertiga bagian frame foto kita.\n3. Komposisi negative space Ada kalanya leading lines tidak perlu digunakan, dalam suatu kondisi anda menemukan sebuah objek yang memiliki karakter begitu kuat, anda tinggal memainkan komposisi frontal dan menekan shutter.\nTempatkan objek itu tepat di tengah-tengah frame anda. Yang seperti itu tidak memerlukan lagi leading lines sebab memiliki karakter yang kuat\narea kosong di sebelah kanan memberikan kesan sendiri pada pohon tersebut. area tersebut dinamakan negative space.\nIsolasi objek dari sebuah pulau yang berada di tengah-tengah cuaca dingin, dengan menampilkan refleksi. Hanya itu saja, tetapi kesan yang diberikan sangat kuat.\nIni yang saya sebut sebagai isolasi objek. Objek utama tidak memerlukan pendukung untuk menjelaskan keberadaannya, dia sudah menjelaskan dirinya secara sangat kuat.\nTidak perlu ada foreground, atau elemen pemanis lainnya, sebab focal point tidak memiliki konteks, objek itu cukup mengisolasi dirinya sendiri saja.\nNegative space itu berbicara mengenai pemanfaatan ruang kosong dalam komposisi foto. Ruang kosong tersebut bisa membuat objek utama lebih terisolasi, dan stand out.\n4. Komposisi dead center Caranya dengan menempatkan objek di tengah bagian foto. Syaratnya tidak ada objek lain yang mengganggu objek foto kita. Pastikan objek yang ingin difoto stand out daripada objek lainnya.\nkomposisi dead center\nAnda bisa mengkomposisikan objek apa saja, entah itu matahari, pohon, batu, rumah, dan lain-lain.\n5. Komposisi kedalaman (depth) Anda bisa membuat foto terlihat tiga dimensi dengan memanfaatkan depth of field. Caranya tunjukkan objek yang ada paling dekat dengan kita, lalu tunjukkan juga objek yang berada jauh di depan kita.\nDengan begitu akan didapatkan efek kedalaman / kejauhan dari foto kita.\n6. Komposisi framing Anda juga bisa memanfaatkan teknik framing. Objek alam yang begitu banyak yang bisa dieksplore. Namun kadang tidak terlihat oleh mata dan tidak terpikirkan untuk membuat komposisi dengan framing.\nAnda bisa menggunakan framing dari pohon dengan objek yang ada di bawahnya. Atau dari dalam goa, dengan objek yang di luarnya, dan lain-lain sebagainya.\nTips membuat komposisi foto landscape keren Berikut tips dalam mengkomposisikan sebuah foto landscape supaya hasilnya lebih keren.\n1. Cari objek menurut anda menarik\nTanya ke diri sendiri mengapa anda ingin memotret objek tersebut? Apakah objek tersebut benar-benar menarik?\n2. Cari posisi yang tepat sebelum memotret\nJangan langsung mengambil gambar pada satu posisi. Lakukan beberapa eksplorasi tempat di sekitar sampai didapatkan tempat untuk mengambil gambar yang enak dilihat dan tentunya aman bagi anda sendiri.\n3. Manfaatkan garis\nTarik garis dari salah satu sudut foto. Garis tersebut bisa menuntun objek yang anda foto ke satu titik. Istilahnya leading line.\n4. Lebih dekat dengan foreground\nJika anda menggunakan lensa ultra wide, anda bisa lebih dekat dengan foreground. Manfaatkan objek yang berada di depan sebagai foreground. Itu akan menjadi cerita dalam foto anda.\nBiasanya foreground juga digunakan sebagai point of intereset dalam sebuah foto.\n5. Membuat foto landscape tidak melulu harus pakai lensa ultra wide\nJangan batasi diri untuk tidak membuat foto landscape hanya karena anda hanya punya lensa kit. Lensa kit itu bagus. Anda hanya perlu berlatih untuk komposisi foto. Banyak fotografer yang menggunakan lensa tele 70-200 untuk membuat foto landscape yang keren dan hasilnya benar-benar keren.\nAkhir kata Demikian tips membuat komposisi untuk foto landscape.\nHal yang lebih penting dari semua di atas adalah terus berlatih. Dengan begitu anda bisa eksplore lebih jauh mengenai komposisi.\nPoin-poin di atas hanyalah sebagian kecil dari banyak hal yang bisa didapatkan dari belajar foto landscape. Semoga bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/belajar-komposisi-foto-landscape/","summary":"\u003ch2 id=\"belajar-komposisi-foto-landscape\"\u003eBelajar komposisi foto landscape\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Mari belajar cara membuat foto landscape. Pertama-tama, setelah anda mengetahui apa itu \u003ca href=\"https://jagofoto.com/apa-itu-foto-landscape\"\u003efoto landscape\u003c/a\u003e. Sekarang kita coba membuat komposisi foto landscape.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eUntuk membuat foto landscape yang keren, sebenarnya tidak begitu sulit. Pemahaman mengenai komposisi merupakan hal yang penting. Karena alam di sekitar kita yang akan dijadikan subjek dan objek dalam foto kita.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTerdapat \u003ca href=\"https://jagofoto.com/komposisi-foto-mudah-untuk-pemula/\"\u003eberbagai macam komposisi foto\u003c/a\u003e sebagaimana yang sudah pernah dijelaskan. Namun untuk penggunaannya \u003ca href=\"https://jagofoto.com/dimensi-pada-fotografi/\"\u003epada foto\u003c/a\u003e landscape terdapat komposisi yang paling sering digunakan.\u003c/p\u003e","title":"6 Komposisi Foto Landscape Keren yang Harus Dicoba"},{"content":"Belajar membuat foto landscape yang keren JagoFoto.com - Sebelumnya, saya ingin memberitahukan bahwa saya tidak menggunakan buku fotografi untuk membuat artikel ini. Ini hanya sharing pendapat saya saja, jadi kalau mungkin anda lebih tahu mengenai foto landscape silahkan komentar pada di bawah. Mari sama-sama belajar.\nJadi apa sih foto landscape itu? Mengapa fotografi landscape bisa terlihat begitu indah? Dan bagaimana setting kamera untuk mendapatkan foto landscape terbaik?\nFoto landscape atau pemandangan hanya istilah saja Di Indonesia, dulu waktu fotografi belum seramai sekarang. Orang yang hanya memegang kamera yang bisa disebut fotografer. Sedangkan orang yang hanya melihat foto landscape menyebutnya dengan foto pemandangan.\nTetapi sekarang seiring perkembangan jaman. Kita menyerap dari bahasa asing, sehingga terlihat lebih keren ketika menyebutnya dengan foto landscape. Padahal sama saja maksudnya dengan foto pemandangan.\nTidak usah ambil pusing dengan dua istilah tersebut. Kalau saya sebut foto pemandangan sama saja dengan fotografi landscape. Lanjut pembahasan.\nPernahkah anda datang ke satu tempat yang indah sendirian? Di sana anda melihat betapa indahnya pemandangan alam saat itu. Nah, itu adalah bagian dari foto landscape.\nFoto landscape itu tentang bagaimana cara fotografer menghidupkan suatu tempat.\nFotografer membuat orang yang melihat sebuah foto landscape merasa seperti berada di sana. Ada emosi yang membuat orang merasakan tempat tersebut. Pernahkah anda merasa demikian?\nObjek foto landscape Berbicara mengenai objek, ini erat kaitannya dengan komposisi foto.\nEra modern hari ini orang bisa membuat foto landscape bukan hanya dari pemandangan alam, hutan, pegunungan, sungai, pantai, laut. Tapi kita bisa membuatnya dari perkotaan/urban, arsitektur.\nJaman sekarang, kita jangan selalu terpaku lagi harus ke luar kota, harus ke tempat yang hijau supaya fotonya terlihat sangat landscape. Tidak demikian sob.\nFoto yang membuat orang juga merasakan tempat tersebut itulah foto landscape.\nFoto landscape bukan hanya objek yang indah yang menjadikan orang ingin terus ke sana. Foto landscape itu mengenai bagaimana si fotografer menangkap moment alam di sekitarnya.\nContohnya kita pergi ke satu dermaga yang ada di sekitar tempat anda tinggal, di sana anda melihat pemandangan sunset yang sangat indah. Maka anda fotolah dermaga itu. That\u0026rsquo;s it, anda sudah membuat foto landscape. Tidak perlu jauh-jauh harus ke luar kota, ke tempat yang sudah umum dibilang orang untuk membuat foto landscape.\nKalau anda mampu mengkomposisikan sebuah foto objek foto dengan baik maka selangkah anda sudah bisa membuat foto landscape.\nLihat tips objek foto ala Natgeo\nAturan membuat foto landscape Nah, mungkin ada yang bertanya-tanya bagaimana aturan membuat foto landscape.\nJawabannya adalah tidak ada. Tidak ada aturan yang membuat fotografer susah dalam menciptakan foto landscape. Membuat foto landscape bisa kapan saja, pagi, siang, sore, malam.\nDalam hal komposisi foto, selama pemandangan itu bagus dilihat oleh si fotografer. Fotografer hanya perlu tahu kapan mengambil foto tersebut, dan bagaimana mengkomposisikan objek yang ada di depan mata. Sehingga nanti orang yang melihat fotonya akan terkesan.\nHal yang perlu diperhatikan dalam membuat foto landscape Cahaya Arah jatuh cahaya akan mempengaruhi dimensi pada sebuah foto.\nWaktu Fotografer harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengambil foto di satu tempat. Tahu kan kalau fotografer landscape itu rajin bangun pagi loh. Hanya karena ingin mengambil moment matahari terbit yang durasinya hanya 15 menit.\nMoment Fotografer harus jeli melihat objek yang menarik untuk dibuat menjadi foto landscape. Anda harus merasakan tempat tersebut lalu buat orang juga merasa berada di tempat tersebut.\nKomposisi foto landscape Untuk menunjang terciptanya foto yang menarik ikuti aturan dasar komposisi foto dulu. Pada umumnya membuat foto landscape paling mudah dengan membuat komposisi rule of third.\nTetapi bisa diimprove dengan menggunakan komposisi fotografi apa saja seperti dead center, diagonal, simetry, leading lines, dan sebagainya.\nTeknik foto landscape Dalam membuat foto landscape kita bisa memakai banyak teknik foto, seperti teknik slow speed yang biasa digunakan untuk menangkap gerakan / motion air, dan teknik foto long exposure untuk membuat gerakan air menjadi terlihat lembut seperti kapas, dan beberapa teknik foto yang lain.\nBaca lebih lanjut teknik foto landscape.\nSetting kamera untuk fotografi landscape Dalam membuat foto landscape, settingan kamera dalam setiap kondisi pemotretan bisa berbeda-beda.\nJika anda memotret di pagi hari, maka bisa jadi akan beda settingannya saat memotret sore hari, atau siang hari. atau saat blue hour.\nBanyak tutorial di Youtube, tetapi kita tidak bisa mencontek settingan foto landscape orang di barat secara mentah-mentah, karena kita berada di negara tropis yang mana kelembaban udaranya tinggi.\nSelain itu yang saya lihat adalah warna. Warna foto-foto landscape orang luar biasanya jernih. Itu bukan faktor lensa yang bagus yang digunakan, tetapi bisa jadi karena lensanya yang digunakan cocok dengan suhu udaranya.\nTahukah anda bahwa ada lensa yang jika dipakai di Indonesia, warna foto akan jadi kuning lebih kuning (misalnya). Saya pernah menggunakan lensa seperti itu. Lensa manual yang berasal dari Jerman, yang mana negaranya dingin. Jika suhu dingin, maka warna foto cenderung kebiruan, nah lensa tersebut dibuat karakternya agak kekuningan. Sehingga warna foto akan jadi lebih normal. Namun ketika digunakan di Indonesia yang mana suhu udaranya panas, ditambah lagi lensa yang kuning tadi, pasti hasil foto akan kekuningan jadinya.\nAda cara supaya settingan warna foto landscape lebih natural, yaitu dengan mempelajari white balance.\nSaya biasanya memulai dengan settingan white balance kamera landscape saya pada posisi Kelvin 5000.\nKemudian wb nya saya sesuaikan lagi jika terlalu biru atau terlalu kuning.\nMasalah biasa timbul ketika menggunakan filter. Seperti saat melakukan foto long exposure. Filter ND yang kurang baik akan membuat warna foto jadi kacau.\nMaka dengan memahami penggunaan white balance kamera dslr atau mirrorless kita akan mendapatkan foto landscape yang bagus.\nAkhir kata Saya suka mengambil foto landscape. Meskipun harus bangun pagi, merasa mengantuk di perjalanan. Tidak apalah, kalau sudah hobi orang bisa rela melakukan apa saja demi membuat hal yang lebih baik.\nPeralatan kamera selalu siap sedia. Kemana-mana bawa tripod yang selalu disimpan di dalam mobil. Sehingga kalau kebetulan lewat di satu tempat yang menarik bisa langsung tancap dan pakai saja.\nSederhananya landscape itu sama halnya ketika memotret orang. Goal kita adalah memperlihatkan apa dan bagaimana kondisi tempat tersebut kepada orang lain melalui karya fotografi.\nPada foto landscape bagaimana kita membawa orang merasa berada di tempat itu pada saat kita memotret di tempat itu dulu.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/apa-itu-foto-landscape/","summary":"\u003ch2 id=\"belajar-membuat-foto-landscape-yang-keren\"\u003eBelajar membuat foto landscape yang keren\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Sebelumnya, saya ingin memberitahukan bahwa saya tidak menggunakan buku fotografi untuk membuat artikel ini. Ini hanya sharing pendapat saya saja, jadi kalau mungkin anda lebih tahu mengenai foto landscape silahkan komentar pada di bawah. Mari sama-sama belajar.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eJadi apa sih foto landscape itu? Mengapa fotografi landscape bisa terlihat begitu indah? Dan bagaimana setting kamera untuk mendapatkan foto landscape terbaik?\u003c/p\u003e\n\u003ch3 id=\"foto-landscape-atau-pemandangan-hanya-istilah-saja\"\u003eFoto landscape atau pemandangan hanya istilah saja\u003c/h3\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"photo landscape keren\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/01_igfr7hd4.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e","title":"Belajar Membuat Foto Landscape yang Keren"},{"content":"JagoFoto.com - Saat memotret, mungkin anda pernah mendengar teman anda bertanya pada anda, mana poi dari foto kamu? Atau anda yang bertanya apa sih poi itu?\nPoi adalah singkatan dari point of interest.\nBerasal dari bahasa inggris yang artinya bagian yang menarik perhatian. Di dunia fotografi Indonesia fotografer sering menyebutnya saja dengan istilah poi, tidak menyebut lagi poin of interest karena terlalu panjang dan susah untuk disebut. Di sini kita sepakat ya istilahnya poi saja. yes.\nMungkin pengertian pendek diatas masih belum jelas. Terlebih bagi pemula yang belajar fotografi. Dalam artikel ini saya akan mencoba menjelaskan lebih rinci mengenai apa sih poi itu dan bagaimana aturannya dalam fotografi. Baiklah langsung saja ya.\nPoint of Interest erat hubungannya dengan komposisi foto Ketika kita mengkomposisikan gambar, kita pasti memilih bagian mana yang kita jadikan objek utama dari foto kita tersebut.\nMisalnya kita ingin memotret foto landscape/pemandangan. Poi menjadi satu titik mulai atau berhenti bagi mata kita untuk melihat satu foto. Objek itu bisa berupa batu, perahu, rumah, matahari, dan lain-lain.\nIstilah lainnya adalah apa yang ingin kita fokuskan pada foto tersebut.\nPada saat melakukan foto potrait, dimana orang yang menjadi objek fotonya, menentukan poi biasanya langsung pada mata orang yang ada dalam foto.\nPOI bisa juga dilihat/ditentukan pada objek yang pertama kali dilihat di dalam sebuah foto yang pertama kali dilihat.\nCara menentukan POI pada sebuah foto Seperti yang telah saya sebutkan di atas bahwa poi itu erat sekali hubungannya dengan cara kita mengkomposisikan gambar.\nKita bisa menentukan poi dengan menggunakan komposisi rule of third, di tengah (dead center) dan lain sebagainya.\nFoto dengan penempatan poi dead center\nBagian fokus atau ketajaman pada foto juga bisa dijadikan sebagai poi di mana orang tidak mungkin melihat benda yang lain karena efek dof/blur yang diakibatkan oleh penggunaan bukaan lensa yang besar.\nIntinya, dalam sebuah foto harus ada sebuah poi. Kecuali anda ingin membuat foto yang berbeda dari yang lain, mungkin anda punya pemikiran lain terhadap poi, silahkan tulis komentar anda di bawah.\nPoi biasanya mendukung cerita dari sebuah foto. Misalnya anda membuat foto landscape.\nDi mana pada pagi hari anda memotret kapal yang sedang bersandar di sebuah pelabuhan.\nfoto landscape dengan poi kapal\nDi antara jejeran kapal yang bersandar, anda menjadikan satu kapal sebagai titik fokus dengan memberikan membuat komposisi yang terlihat menarik sehingga kapal tersebut stand out. Maka terciptalah foto landscape anda di pagi hari.\nJangan lupakan angle foto Jika anda suka memotret landscape, anda bisa melakukan low angle untuk membuat poi anda terlihat lebih besar dari biasanya atau malah terlihat lebih kecil.\nTerlihat besar jika poi nya ada dekat dengan kamera kita, dan terlihat kecil jika berada jauh dari kamera. Tetapi untuk mendapatkan poi yang demikian kita harus menggunakan lensa lebar.\nSetelah melihat-lihat kembali, foto saya ini masih kurang dari segi komposisi dan poi nya terlihat sangat kecil. Awalnya saya ingin menceritakan bahwa poi nya adalah air terjun, tetapi sepertinya kurang. Saya menggunakan lensa yang terlalu lebar untuk foto ini. Jadinya foto ini bisa dibilang tidak punya poi sama sekali. Tidak ada juga hal menarik di dalamnya.\nMenurut saya poi pada foto bliss yang sangat terkenal ini ada pada padang rumputnya. Si fotografer ingin menunjukkan bahwa betapa hijau padang rumput di lokasi itu.\nTips membuat poi foto yang lebih menarik 1. Less is more Ada istilah less is more. Lebih sedikit maka lebih baik. Prinsip ini bisa anda terapkan pada saat membuat foto.\nCaranya jangan masukkan terlalu banyak objek di dalam frame bidikan anda. Misalnya anda memotret pemandangan, lalu di dalamnya anda punya banyak sekali elemen yang tidak mendukung komposisi foto anda. Sehingga foto anda terlihat tidak karuan.\nKetika anda jalan-jalan lalu menemukan awan berbentuk unik di langit kemudian anda memotretnya dengan kamera hp, maka poi nya adalah awan itu. Tetapi ingat, jangan masukkan objek lain yang bisa membuat awan cantik itu hilang kesannya. Atau berkurang kesan cantiknya karena punya saingan dengan objek yang lain.\nOrang yang melihat foto anda mungkin tidak bisa fokus melihat /mengetahui apa yang ingin anda ceritakan pada foto landscape tersebut. Apakah awannya ataukah benda yang di bawahnya. Ini berlaku bukan hanya untuk foto landscape, foto apapun itu. Less is more.\nLess is more membuat foto lebih stand out. Poi akan terlihat lebih mencolok.\n2. Gunakan warna yang mencolok pada objek poi Misalnya anda memotret teman anda di sebuah kebun teh, mungkin sebelumnya anda bisa memberitahunya untuk memakai baju yang berwarna merah, atau lebih mencolok daripada warna hijau dauh kebun teh.\nBukan hanya untuk foto orang, foto apapun, ketika dibuat lebih mencolok maka poi dari foto tersebut seketika akan langsung terasa oleh orang yang melihatnya.\nAkhir kata Demikian penjelasan mengenai poi (point of interest) pada sebuah foto.\nSemoga artikel ini bermanfaat, terutama bagi anda yang baru belajar fotografi.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/mengenal-dan-menentukan-poi-pada-foto/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Saat memotret, mungkin anda pernah mendengar teman anda bertanya pada anda, mana poi dari foto kamu? Atau anda yang bertanya apa sih poi itu?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003cimg alt=\"menentukan poi point of interest untuk foto keren\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/osmyeeq6ypo.jpg\"\u003e\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003ePoi adalah singkatan dari point of interest.\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eBerasal dari bahasa inggris yang artinya bagian yang menarik perhatian. Di dunia fotografi Indonesia fotografer sering menyebutnya saja dengan istilah poi, tidak menyebut lagi poin of interest karena terlalu panjang dan susah untuk disebut. Di sini kita sepakat ya istilahnya poi saja. yes.\u003c/p\u003e","title":"Cara Menentukan POI (Point of Interest) pada Foto"},{"content":"JagoFoto.com - Orang selalu menjadi objek yang menarik untuk difoto. Tidak sedikit orang yang suka difoto, terutama cewek-cewek. Pasti senang kalau punya foto yang cantik dan keren.\nMungkin di antara anda ingin punya foto yang bagus. Baik itu dari hasil foto sendiri maupun difoto sama teman atau orang lain. Lalu tidak sedikit yang sengaja datang ke studio foto hanya untuk mendapatkan foto yang menarik.\nDengan memanfaatkan kamera hp pun anda bisa membuat foto portrait anda sendiri dengan bagus. Anda hanya butuh triknya supaya foto itu dapat terlihat lebih keren.\nSebelum masuk jauh, yuk cari tahu dulu apa sih foto potrait itu.\nApa itu foto portrait Menurut wikipedia fotografi potrait itu adalah foto seseorang atau sekelompok orang yang menangkap kepribadian subjek dengan menggunakan pencahayaan, latar belakang, dan pose yang efektif.\nMembuat foto potrait itu tidak sama seperti foto 3x4 yang ditempel di ijazah. pada foto potrait yang kita bicarakan di sini orang yang ada di dalamnya tampak lebih artistik, lebih modis, lebih cantik, enak dipandanglah.\nFoto potrait biasanya dipajang di rumah, di kantor, dijadikan foto profile facebook, atau diberikan kepada sang kekasih. Karena hasilnya terlihat lebih elegan.\nCara membuat foto portrait yang keren Berikut tips singkat cara membuat foto potrait supaya tampak lebih keren.\n1. Komposisi Dalam mengkomposisikan foto potrait perhatikan mata. Anda bisa pakai komposisi yang padat atau lebih lebar. Gunakan komposisi rule of third.\nJika komposisi yang anda gunakan padat, tempatkan mata tepat di atas garis pemutus rule of third. 1/3 bagian atas garis.\n2. Foto potrait biasanya dibuat dalam mode vertikal/portrait Namanya juga foto potrait. Pasang kamera tegak lurus, jangan dibuat miring. Tetapi tidak menutup kemungkinan anda membuatnya menjadi landscape. Untuk menyesuaikan dengan benda yang menjadi karakter si orang tersebut.\n3. Manfaatkaan gestur tubuh Selama pemotretan anda bisa meminta orang yang difoto untuk menunjukkan hal apa yang menjadi kesehariannya. Misalnya dia adalah berprofesi sebagai pembawa berita, mintalah berpose yang gagah, dan tegas sebagaimana dalam pembawaannya.\nAtau anda menemukan orang tua, biarkan saja apa adanya, mungkin saja orang tua tersebut bisa memberikan mood yang lebih natural. Secara kebanyakan orang tua sudah tidak bisa aktif lagi dalam beraktivitas.\n4. Manfaatkan ekspresi Model atau orang yang difoto bisa duduk diam atau berekspresi yang senang atau ceria. Tapi pastikan matanya selalu fokus. Meskipun tidak melihat langsung ke kamera.\n5. Pilih pencahayaan yang tepat Pencahayaan yang tepat bukan berarti harus dilakukan di dalam studio dengan lighting yang banyak. Dengan menggunakan cahaya dari jendela di kamar juga bisa. Istilahnya side light. Cahaya dari samping. Ini akan memberikan efek yang lebih dramatis terhadap foto potrait anda.\n6. Pilih lokasi background yang tidak ramai Ini sangat penting. Jangan biarkan objek lain mengganggu abjek orang yang difoto. Jangan masukkan benda-benda yang tidak ada kaitannya.\n7. Pada umumnya foto potrait diambil dari atas kepala sampai ke dada atau di pinggang saja. Akhir kata Akhirnya anda sudah mendapatkan tips membuat foto potrait. Hal di atas bisa anda praktekkan jika ada yang meminta untuk difoto.\nYang perlu diingat adalah dengan membuat foto potrait kita tidak hanya mengambil moment orang pada saat itu juga, tetapi kelak foto yang dihasilkan akan menceritakan tentang apa yang pernah diakukan / dialami oleh orang yang ada dalam foto tersebut. Foto potrait pun menjadi abadi.\nAnda bisa latihan sendiri di kamar, cukup gunakan kamera hp lalu bikin foto potrait anda sendiri.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/tips-membuat-foto-portrait-keren/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Orang selalu menjadi objek yang menarik untuk difoto. Tidak sedikit orang yang suka difoto, terutama cewek-cewek. Pasti senang kalau punya foto yang cantik dan keren.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMungkin di antara anda ingin punya foto yang bagus. Baik itu dari hasil foto sendiri maupun difoto sama teman atau orang lain. Lalu tidak sedikit yang sengaja datang ke studio foto hanya untuk mendapatkan foto yang menarik.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/uploads/tips-membuat-foto-potrait.jpg\"\u003e\u003cimg alt=\"tips-membuat-foto-potrait-keren cewek cantik dan dibelakangnya ada matahari\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/tips-membuat-foto-potrait.jpg\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e","title":"Tips Membuat Foto Portrait yang Keren"},{"content":"JagoFoto.com - Jika kita sedang jalan-jalan. Entah itu di luar kota, atau di sekitar rumah sendiri, kadang banyak hal-hal menarik dan unik di sekitar. Di saat itu juga kita dibuat ingin memotretnya.\nMisalnya aktivitas orang yang sedang lari pagi atau jogging, atau memotret orang yang sedang bonceng 3 tanpa menggunakan helm. Hal unik seperti itu yang biasa bikin tangan ingin memencet shutter. Kali saja berhasil menangkap moment yang unik.\nNah pada artikel ini saya ingin memberikan sedikit tips dan trik untuk membuat foto keren dari objek yang sedang bergerak.\nMemotret objek bergerak itu tidak mudah, namun juga tidak susah. Hanya saja kita perlu memperhatikan beberapa hal. Supaya hasilnya terlihat lebih keren baik secara estetika maupun secara logika.\nAturan dalam memotret objek bergerak 1. Carilah posisi yang bagus Lihat di sekeliling, dari mana objek yang ingin kita foto mulai bergerak dan berhentinya di mana. Setelah anda tahu objek akan berjalan dari arah mana aturlah anda akan mengambil komposisi foto yang seperti apa.\n2. Komposisikan objek Dalam menangkap objek yang bergerak kita bisa mempraktekkan beberapa komposisi, seperti rule of third, atau komposisi diagonal.\nMisalnya komposisi rule of third, di sini kita bisa menempatkan objek pada salah satu titik fokus.\n3. Berikan spasi yang kosong Saat anda memotret, tadi anda sudah tahu arah objek foto kita. Kemudian berikan spasi yang kosong lebih banyak ke arah mana si objek akan bergerak.\nSpasi yang kosong gunanya untuk menuntun mata orang yang melihat foto kita mengenai apa yang ingin kita ceritakan, apa yang terjadi pada gambar yang diam tersebut.\nAkhir kata Belajar memotret objek yang sedang bergerak tidaklah sulit, hanya perlu kejelian dalam melihat objek.\nTips di atas bukan hanya berlaku pada objek yang memperlihatkan orang. Benda mati juga bisa.\nMisalnya anda memotret lift yang sedang bergerak dari bawah ke atas, atau dari atas ke bawah, mobil yang melaju dari dekat anda menuju ke jalanan jauh di depan anda, pesawat yang sedang terbang, dan lain sebagainya.\nPada intinya menurut saya untuk membuat foto yang lebih keren mengenai objek yang bergerak hanya perlu memperhatikan \u0026ldquo;spase kosong\u0026rdquo; sebagai area kemana arah yang dituju oleh si objek foto.\nSehingga anda tidak perlu bercerita panjang lebar mengenai apa apa yang sedang terjadi. Kata orang dulu foto itu akan bercerita.\nSekian.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/memotret-objek-bergerak-cepat/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Jika kita sedang jalan-jalan. Entah itu di luar kota, atau di sekitar rumah sendiri, kadang banyak hal-hal menarik dan unik di sekitar. Di saat itu juga kita dibuat ingin memotretnya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMisalnya aktivitas orang yang sedang lari pagi atau jogging, atau memotret orang yang sedang bonceng 3 tanpa menggunakan helm. Hal unik seperti itu yang biasa bikin tangan ingin memencet shutter. Kali saja berhasil menangkap moment yang unik.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/uploads/memotretkendaraanyangsedangmelaju.jpg\"\u003e\u003cimg alt=\"tips memotret benda bergerak\" loading=\"lazy\" src=\"https://jagofoto.com/uploads/memotretkendaraanyangsedangmelaju.jpg\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e","title":"Tips Memotret Objek Bergerak dengan Kamera Apapun"},{"content":" JagoFoto.com - Fotografi sebagai hobi bisa anda pelajari sendiri di rumah. Kalau memang anda masih pemula dalam fotografi, baru pegang kamera, alangkah baiknya mempelajari dulu tentang komposisi foto.\nApa itu komposisi fotografi? Komposisi foto yakni tentang bagaimana kita sebagai fotografer menempatkan objek yang ingin difoto sehingga hasilnya terlihat lebih baik. Komposisi itu ada aturannya. Tidak asal jepret saja.\nSilahkan baca lebih lanjut di wikipedia photography composition.\nMaka dari itu biasanya fotografer sebelum memotret harus melihat-lihat dahulu kondisi di sekitar. Memikirkan dimana harus menempatkan objek, apa saja objek yang boleh dan tidak boleh masuk dalam foto, dan bagaimana cara membuat foto sehingga hasilnya tampak keren.\nBerikut ada beberapa komposisi foto yang setidaknya harus diketahui oleh fotografer untuk membuat foto yang bagus.\n1. Komposisi foto Rule of third Ini adalah komposisi yang paling umum. Paling sering disebutkan oleh orang-orang di mana pun.\nTeorinya kita punya 2 garis vertikal dan 2 garis horizontal yang besarnya sama. Kemudian kita meletakkan objek pada salah satu objek tersebut.\nKomposisi rule of third ini wajib diketahui oleh semua fotografer\n2. Komposisi foto Pattern and repetition Nama lainnya adalah pola dan pengulangan. Dengan memanfaatkan bentuk-bentuk yang serupa dan seukuran untuk dijadikan sebagai komposisi foto. Untuk mengambil komposisi seperti ini, objek yang difoto harus punya jumlah yang banyak.\nMisalnya kita bisa memotret genteng, batu-bata, ubin, tangga, dan lain sebagainya.\n3. Komposisi foto Framing Framing di sini bukan berarti sebuah bingkai foto, tetapi sebagai fotografer harus jeli dalam melihat benda-benda apa saja yang ada di sekitar yang bisa digunakan sebagai elemen yang dapat membingkai objek foto kita.\nMisalnya anda bisa membingkai objek dengan memanfaatkan pohon, pintu, dan lain sebagainya.\nJadi model berada di dalam bingkai tersebut sebelum kita foto.\n4. Komposisi foto Leading lines Dengan memaanfaatkan garis-garis yang ada di sekitar kita untuk membuat komposisi foto.\nMisalnya dengan menempatkan garis pada satu foto, kemudian menempatkan objek utama kita pada titik di mana garis tersebut berakhir.\n5. Komposisi foto Diagonal Komposisi foto diagonal yakni dengan memanfaatkan garis diagonal yang ada di lingkungan sekitar kemudian menempatkan objek pada salah satu garis tersebut.\n6. Komposisi foto Simetry Pada komposisi ini kita membayangkan di tengah frame kita ada garis yang memotong antara sisi kiri dan kanan, atau atas dan bawah.\nSelanjutnya objek diletakkan di tengah, sehingga pada sisi kiri dan kanan hasilnya sama/sejajar/simetris/seimbang.\n7. Komposisi foto Asimetry Berbeda halnya dengan komposisi simetry.\nPada komposisi asimetry kita menarik garis lurus di tengah. Kemudian objek yang ada pada sisi kiri dan kanan memiliki proporsi yang berbeda.\n8. Komposisi foto Fill the frame Kita mendekatkan kamera dengan objek yang difoto. Sehingga objek akan terlihat memenuhi komposisi foto kita.\nKomposisi ini biasa dilakukan pada foto macro, potrait, dan food.\n9. Komposisi foto Dead center composition Komposisi foto ini biasa juga disebut komposisi foto egois. Komposisi dead center ini memberikan impact yang lebih terhadap objek.\nObjek foto mungkin akan terlihat kecil, karena di sekitarnya tidak ada benda lain yang mempengaruhi pandangan orang untuk melihat selain si objek tersebut.\nKesimpulan Itulah 9 komposisi foto yang mudah untuk dipelajari dan bisa langsung anda praktekkan dari sekitar anda.\nSebenarnya komposisi foto itu banyak sekali macamnya, pada saat anda sudah mahir dalam mengkomposisikan foto anda akan menemukan komposisi mana yang akan sukai untuk style foto anda.\nSelamat berkarya.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/komposisi-foto-mudah-untuk-pemula/","summary":"\u003chr\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Fotografi sebagai hobi bisa anda pelajari sendiri di rumah. Kalau memang anda masih \u003ca href=\"https://jagofoto.com/belajar-fotografi\"\u003epemula dalam fotografi\u003c/a\u003e, baru pegang kamera, alangkah baiknya mempelajari dulu tentang komposisi foto.\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"apa-itu-komposisi-fotografi\"\u003eApa itu komposisi fotografi?\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKomposisi foto yakni tentang bagaimana kita sebagai fotografer menempatkan objek yang ingin difoto sehingga hasilnya terlihat lebih baik. Komposisi itu ada aturannya. Tidak asal jepret saja.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSilahkan baca lebih lanjut di \u003ca href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Composition_(visual_arts)\"\u003ewikipedia photography composition\u003c/a\u003e.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMaka dari itu biasanya fotografer sebelum memotret harus melihat-lihat dahulu kondisi di sekitar. Memikirkan dimana harus menempatkan objek, apa saja objek yang boleh dan tidak boleh masuk dalam foto, dan bagaimana cara membuat foto sehingga hasilnya tampak keren.\u003c/p\u003e","title":"9 Komposisi Foto yang Mudah Untuk Pemula"},{"content":"JagoFoto.com - Apakah anda sering melakukan edit foto melalui pc atau laptop anda?\nKemudian anda hendak menguploadnya ke media sosial anda?\nTentu dengan cara mengirim atau memindahkan file ke smartphone anda akan menjadi pekerjaan tambahan lagi. Ya kan?\nLalu pernahkah anda berpikir kenapa tidak upload foto langsung dari pc atau laptop saja?\nMasalah pun datang ketika membuka situs instagram, dan hanya menemukan tampilan halaman portofolio saja. Tidak terdapat menu upload sama sekali setelah login.\nYah, begitulah yang dulu saya pikir waktu awal-awal menggunakan aplikasi instagram.\nSaya senang mengupload foto di instagram saya setelah saya melakukan edit foto dari photoshop melalui komputer pc saya. Sampai saya mendapatkan cara untuk menampilkan menu upload foto langsung dari browser saja.\nCara upload foto ke instagram langsung dari browser komputer pc atau laptop dengan benar 1. Buka instagram dari browser anda. Saya menyarankan menggunakan google chrome saja. Kalau anda menggunakan mozilla firefox atau opera sebenarnya juga bisa saja. Di sini saya menggunakan chrome ya. :) 2. Masukkan username dan password anda.\nhalaman login instagram di browser chrome pc\n3. Di keyboard tekan ctrl + shirt + c atau klik kanan pada tempat kosong dan pilih inspect. 4. Pada bagian atas terdapat tulisan responsive klik lalu pilih model hp yang diinginkan, misalnya di sini saya ingin tampil seperti hp iphone 6.\ninspect element\n5. Nah di sini sudah tampil seperti phone 6, tapi belum muncul tombol uploadnya.\ntombol upload belum muncul\n6. Tekan f5 pada keyboard atau refresh halaman browser sekali. Tampilan akan berubah seperti ini.\nDi sini anda sudah bisa browse foto-foto teman anda, melihat komentar, like, di foto anda, memberikan komentar dan like ke foto teman-teman anda.\nsetelah refresh halaman (tekan f5 di keyboard)\nbrowse explore instagram dari komputer pc\nputar video dari instagram pc / laptop\nmemberikan like foto teman di instagram dari pc tanpa aplikasi\nmelihat notifikasi, followers, likes, dan komentar instagram langsung di pc sendiri\nmelihat story teman di instagram dari browser pc\nmembuka profil instagram sendiri dari pc atau laptop\n7. Untuk mengupload foto dan video, seperti biasa ketika tekan tombol [+]. Window akan muncul, lalu pilih foto yang akan anda upload. 8. Setelah foto muncul, di sini kekurangannya, tidak ada menu edit seperti, sharpen, straighten, contrast, highligt, shadow, dan lain-lain. Yang ada hanya bagian filter seperti clarendon, gingham, ludwig dan lain-lain.\nbisa menambahkan filter setelah upload foto\ntapi tidak ada pilihan untuk melakukan edit foto di instagram\nTetapi kalau itu tidak memusingkan anda, anda lanjut saja tekan next.\n8. Masukkan keterangan dan tags bila perlu. Anda juga bisa melakukan tag kepada teman anda.\nmenambahkan keterangan foto yang ingin diupload dan melakukan tag ke akun instagram teman terdekat.\n9. Terakhir tekan share. Maka foto anda akan muncul di halaman profil anda.\nBerikut rangkuman kelebihan dan kekurangan mengakses instagram dari pc\nKelebihan mengakses instagram dari pc atau laptop 1. Tidak perlu lagi capek-capek memindahkan file dari pc ke hp, tinggal edit lalu upload 2. Hampir semua fitur inti instagram bisa dibuka dengan mudah langsung dari browser di komputer atau laptop. Seperti melihat story teman, menjelajahi/explore akun instagram, mengupload dan menghapus foto dan video, memberikan like dan komentar, mengedit profile anda sendiri. 3. Bisa mengupload foto story secara normal\nKekurangan mengakses instagram dari pc atau laptop 1. Tidak bisa mengupload multiple atau banyak foto sekaligus. 2. Tidak bisa melakukan edit foto pada saat melakukan upload foto. 3. Tidak bisa melakukan live instagram 4. Foto yang sudah diupload tidak tersimpan di PC (kalau di hp ada opsi untuk menyimpannya atau tidak)\nNah, demikian cara mengakses instagram dari pc atau laptop.\nAkhir kata Jadi hal yang menarik di sini adalah kita bisa menyimpulkan bahwa instagram itu hanyalah seperti situs saja yang bisa diakses secara bebas, bukan merupakan aplikasi yang harus dibuka melalui smartphone android atau iphone saja.\nBagi fotografer tentu hal ini sangat memudahkan, bukan!\nNice to share. :)\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/cara-upload-foto-video-instagram-dari-pc/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Apakah anda sering melakukan edit foto melalui pc atau laptop anda?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKemudian anda hendak menguploadnya ke media sosial anda?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTentu dengan cara mengirim atau memindahkan file ke smartphone anda akan menjadi pekerjaan tambahan lagi. Ya kan?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eLalu pernahkah anda berpikir kenapa tidak upload foto langsung dari pc atau laptop saja?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMasalah pun datang ketika membuka situs instagram, dan hanya menemukan tampilan halaman portofolio saja. Tidak terdapat menu upload sama sekali setelah login.\u003c/p\u003e","title":"Cara Mudah Upload Foto ke Instagram dari Komputer PC"},{"content":"JagoFoto.com - Ketika kita melakukan kegiatan fotografi, lakukanlah sepenuh hati. Jangan ada perasaan terpaksa atau tuntutan akan sesuatu, apalagi buru-buru. Ini hanya akan membuat hasil foto menjadi tidak karuan.\nKegiatan memotret adalah kegiatan fun, tidak usah dibuat serius untuk mendapatkan foto yang bagus\nFotografi bisa mengajar kita berpikir secara jernih. Tahukan anda bahwa di otak kanan kita mengasah kemampuan untuk berkreasi sedangkan otak kiri berfungsi untuk berpikir bagaimana mengeksekusinya.\nDisinilah perlu dipahami bahwa ketika foto itu dibuat secara biasa-biasa saja maka hasilnya juga tidak akan maksimal. Terkadang fotogrfer butuh refreshing. Lantas bagaimana caranya?\nKegiatan fotografi yang dilakukan dengan santai akan menjadikan kita lebih terarah. Hasil foto akan sesuai keinginan, dan kita pun merasa puas karenanya.\nIngatlah bahwa berfotografi dibuat fun saja.\nAnggap sebagai kegiatan rekreasi. Melakukan apa saja sesuka kita. Maka hasilnya pun akan mengasyikkan. Meksipun tidak bagus-bagus amat.\nHal ini bisa dilakukan misalnya, ketika anda seorang pekerja kantoran yang hobi memotret. Maka lakukanlah kegiatan memotret dengan suka cita. Anda menyenangi memotret landscape, maka pergilah ke tempat-tempat menarik lalu abadikan pemandangan menarik dari tempat itu.\nAtau kalau anda seorang pelajar/mahasiswa yang baru saja menyelesaikan ujian. Tidak ada salahnya melakukan jalan-jalan ke sekitar kota anda untuk melakukan street hunting. Bertemu dan berkenalan dengan orang baru. Bukankah ini hal yang menarik.\nDan lagi ketika anda sedang stuck dengan style foto itu-itu saja. Cobalah lakukan edit foto yang berbeda. Inspirasi bisa datang dari mana saja. Dan itu juga merupakan kegiatan refreshing.\nKetika fotografi sudah dilakukan dengan demikian fun-nya maka anda sudah berhasil melakukan rekreasi. Hasil foto kembali akan fresh, ide-ide untuk menciptakan karya akan lebih baik lagi.\nSemoga bermanfaat and happy hunting guys. :)\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/hobi-fotografi-lebih-menyenangkan/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Ketika kita melakukan kegiatan fotografi, lakukanlah sepenuh hati. Jangan ada perasaan terpaksa atau tuntutan akan sesuatu, apalagi buru-buru. Ini hanya akan membuat hasil foto menjadi tidak karuan.\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003eKegiatan memotret adalah kegiatan fun, tidak usah dibuat serius untuk mendapatkan foto yang bagus\u003c/p\u003e\n\u003c/blockquote\u003e\n\u003cp\u003eFotografi bisa mengajar kita berpikir secara jernih. Tahukan anda bahwa di otak kanan kita mengasah kemampuan untuk berkreasi sedangkan otak kiri berfungsi untuk berpikir bagaimana mengeksekusinya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eDisinilah perlu dipahami bahwa ketika foto itu dibuat secara biasa-biasa saja maka hasilnya juga tidak akan maksimal. Terkadang fotogrfer butuh refreshing. Lantas bagaimana caranya?\u003c/p\u003e","title":"Cara Membuat Hobi Fotografi Menjadi Lebih Menyenangkan"},{"content":"Begini cara menyusun dan mengatur file foto secara profesional supaya gampang ditemukan dan digunakan kembali JagoFoto.com - Setiap sehabis hunting foto, kita pasti memiliki beberapa file hasil jepretan. Terkadang setelah kita mendapatkan hasil foto, kita pasti menyimpannya di dalam hardisk atau storage lainnya.\nSetiap orang pasti punya cara menyimpan file nya. Sebab hal itu merupakan hal yang cukup privat bagi seseorang. Terkadang juga kita dibuat pusing harus mencari foto karena lupa menyimpan di mana file foto-foto tersebut.\nTips ini cocok bagi anda yang ingin mengetahui tentang bagaimana cara mengatur file dan folder foto ala fotografer profesional. Ternyata begini mereka menyimpan dan merawat file fotonya.\nBaca juga : Belajar fotografi untuk pemula\nTips mengatur file foto dan folder foto setelah hunting foto landscape, model, street, macro, dan lain-lain 1. Buatlah satu folder hunting bulanan. Setelah sehabis hunting tempatkan foto berdasarkan bulan berapa anda memotret. Bagi orang yang huntingnya seminggu sekali pasti file fotonya juga tidak terlalu banyak. Pastekan saja ke dalam satu folder. Misalnya anda membuat folder bernama hunting bulan januari 2019, nah di sana anda simpan semua file foto anda selama bulan januari 2019.\n2. Setelah anda mempaste file hasil hunting anda ke satu folder bulanan, mulai memilih foto-foto yang anda sukai, foto yang paling kuat, foto yang enak dilihat, foto yang asyik untuk diedit.\n3. Kemudian copy file tersebut lalu pastekan ke sebuah folder baru yang bernama \u0026ldquo;folder terbaik\u0026rdquo;.\n4. Di dalam folder terbaik, buatlah sub-sub folder berdasarkan genre yang anda inginkan. Misalnya, folder landscape maka semua file foto landscape terbaik anda simpan di sana, di dalamnya anda bisa memberikan folder lagi berdasarkan tempat hunting anda.\nKemudian folder manusia, maka tempatkan foto terbaik anda berdasarkan kategori manusia di sana, begitupun untuk file-file foto model atau fashion, hitam putih, mesjid, dan lain sebagainya.\nFungsi dari dibuatnya sub-sub folder ini adalah untuk memudahkan anda nantinya dalam memilih dan mencari foto.\nMisalnya, anda ingin mengikuti sebuah pameran foto, atau ingin mengikuti sebuah lomba foto. Anda tinggal membuka folder terbaik lalu cari foto berdasarkan kategori yang diperlombakan itu. Ini akan sangat efisien dan anda tidak perlu pusing untuk mencari-cari foto terbaik yang anda miliki di satu folder yang isinya banyak foto.\nSelain itu, dalam hal mengedit foto, tidak akan memakan waktu yang lama untuk mencari foto yang mana yang akan anda edit.\nSedangkan untuk foto yang kurang anda sukai atau tidak begitu kuat. Anda bisa menghapusnya saja atau menyimpannya kalau ruang penyimpanan anda cukup banyak.\nUntuk pekerjaan profesional atau komersil seperti job wedding dan prewedding Dalam hal ini anda dituntut untuk membuat foto berdasarkan keinginan klien anda. Foto yang menarik pasti akan dipilih oleh klien. Maka dari itu sebelum memilih foto, anda coba tanyakan kepada klien anda yang mana yang akan digunakan atau dicetak.\nSetelah klien memilih di sana anda tinggal menyimpannya ke folder cetak. Sedangkan seluruh file yang tidak dipilih klien, anda berikan kepada klien anda saja dalam bentuk soft copy.\nCara mengatur file dan folder foto setelah job wedding atau prewedding 1. Buatlah folder job foto anda berdasarkan bulan. Misalnya anda mendapat job bulan Januari dengan klien bernama Rafi dan Nagita, buatlah folder Rafi dan Nagita di dalam folder Januari.\n2. Di dalam folder januari tempatkan foto berdasarkan moment atau acara. Misalnya, Rafi dan Nagita meminta untuk difoto mulai prewed sampai resepsi wedding. Di dalamnya pasti banyak sekali rentetan moment pernikahan seperti akad, siraman, dan lain-lain. Buatlah folder tersebut berdasarkan moment moment itu lalu tempatkan foto-foto anda di sana.\n#kalau anda bekerja dengan tim, pasti tim anda akan memberikan file foto yang mereka dapatkan kepada anda.\nMaka sebaiknya pisahkan foto-foto berdasarkan nama fotografer atau kamera yang digunakan oleh tim anda. Ini untuk membuat anda tidak bingung dalam memilh foto nantinya.\nMengapa?\nSebab dalam bekerja tim, kita dibekali oleh satu gear masing-masing dengan tugas masing-masing. Dan hasilnya pasti akan berbeda. Misalnya, tim anda dibagi menjadi 2 fotografer. Satu fotografer menggunakan lensa lebar untuk mengambil moment acara. Sedangkan satu fotografer memakai lensa tele untuk mengambil detail atau candid dari moment tersebut.\nDengan memisahkan folder antara fotografer akan memudahkan klien maupun anda nanti dalam membuat album foto.\n3. Setelah foto-foto dipilih oleh klien buatlah \u0026ldquo;folder pilihan\u0026rdquo; dengan memasukkan semua foto terbaik yang dipilih oleh klien.\n4. Buatlah jangka waktu seperti 3 sampai 6 bulan. Setelah job anda selesai, dan semua file hard copy maupun soft copy sudah diterima klien, hapus saja foto-foto klien yang sudah lama tersebut. Tidak usah menyimpan terlalu banyak foto orang di dalam hardisk anda. Sayang kan storage nya jadi cepat penuh.\nMengatur file foto untuk job foto wedding dan prewedding.\nAkhir kata Demikianlah tips dan cara menyimpan file foto dengan baik secara profesional. Dengan mengikuti cara di atas anda akan lebih mudah mengatur foto-foto yang ada di hardisk anda. Dan tidak menjadi stres harus mencari-cari foto-foto lagi.\nSemoga bermanfaat.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/cara-mengatur-file-foto/","summary":"\u003ch2 id=\"begini-cara-menyusun-dan-mengatur-file-foto-secara-profesional-supaya-gampang-ditemukan-dan-digunakan-kembali\"\u003eBegini cara menyusun dan mengatur file foto secara profesional supaya gampang ditemukan dan digunakan kembali\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Setiap sehabis hunting foto, kita pasti memiliki beberapa file hasil jepretan. Terkadang setelah kita mendapatkan hasil foto, kita pasti menyimpannya di dalam hardisk atau storage lainnya.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSetiap orang pasti punya cara menyimpan file nya. Sebab hal itu merupakan hal yang cukup privat bagi seseorang. Terkadang juga kita dibuat pusing harus mencari foto karena lupa menyimpan di mana file foto-foto tersebut.\u003c/p\u003e","title":"Tips dan Cara Fotografer Profesional Mengatur File Foto"},{"content":"JagoFoto.com - Membahas foto bagi orang awam tidak ada habisnya. Mereka yang ingin benar-benar memahami fotografi akan terus belajar dan belajar.\nAda hal yang menarik mengenai photo dan image.\nSuatu hari saya berbincang dengan teman saya yang kebetulan lebih paham mengenai fotografi. Dia menanyakan kepada saya apa perbedaan antara photo dan image?\nSpontan saya menjawab sama saja. Foto itu image.\nKemudian dia memberikan pendapatnya, katanya seperti ini\nFoto itu yang kita ambil pertama kali di kamera. Sedangkan image yang kita ingin tampilkan.\nMaksudnya, jika foto yang sudah kita ambil kemudian diedit lagi, itu hasilnya adalah bukan foto lagi, tetapi merupakan sebuah image.\nApakah anda percaya? awalnya saya juga tidak percaya.\nPengertian photo dan image menurut wikipedia Mari simak pengertian dari wikipedia, katanya\nPhoto (juga dikenal sebagai foto) adalah image/gambar yang dibuat oleh cahaya yang jatuh pada permukaan yang peka terhadap cahaya, biasanya film fotografi atau sensor gambar elektronik, seperti CCD atau chip CMOS. Sebagian besar foto dibuat menggunakan kamera, yang menggunakan lensa untuk memfokuskan panjang gelombang cahaya pemandangan ke dalam reproduksi apa yang akan dilihat mata manusia. Proses dan praktik pembuatan gambar semacam itu disebut fotografi.\nImage/gambar (dari bahasa latin: imago) adalah artefak yang menggambarkan persepsi visual, seperti foto atau gambar dua dimensi lainnya, yang menyerupai subjek — biasanya objek fisik — dan dengan demikian memberikan penggambarannya. Dalam konteks pemrosesan sinyal, gambar adalah amplitudo warna yang didistribusikan.\nBisa dilihat Perbedaan dari kedua hal di atas.\nJadi benar saja kata teman saya, photo dan image itu berbeda. Foto itu apa yang kita potret dari pertama kali, sedangkan image adalah hasil visualisasi tentang apa yang ingin kita sampaikan dalam bentuk foto.\nDi dalam image, terdapat semua konsep foto kita yang sudah terealisasi.\nPada saat sebelum membuat foto, kita tentu memikirkan apa yang ingin kita buat. Kemudian dilakukan eksekusi, nanti final image yang sudah sesuai dengan keinginan kita dinamakan sebuah image.\nKita tentu jarang atau tidak pernah mendengar istilah final photo kan, yang ada final image.\nKetika mengikuti lomba foto seperti lomba foto on the spot, yang tidak memperbolehkan pesertanya melakukan editing foto apapun, itu bisa dikatakan final photo. Sedangkan ketika lomba foto dilakukan dengan ada unsur editing nya maka bisa dikatakan yang diperlombakan adalah final image.\nTetapi, jujur bagi saya ini merupakan hal yang masih dilematis. Karena begitu tipis perbedaan antara keduanya yang bisa diberikan toleransi terhadap itu. Ketika foto diedit, maka hasilnya masih bisa dikatakan sebuah foto, kita tidak mengatakan itu adalah image.\nContoh photo dan image Contoh photo. Foto ini saya ambil saat hunting foto street.\nFoto ini kemudian menjadi final image saya. Di visualisasi saya memikirkan untuk membuat foto seperti ini. Jadi foto tersebut saya putar 180 derajat lalu melakukan sedikit crop.\nTulisan ini hanya untuk mengingatkan saya bahwa photo dan image itu berbeda. Tidak ada dikte kepada anda untuk mengikuti hal ini. Suatu hari ketika saya sudah memahami hal ini lebih lanjut maka pasti tulisan ini akan lebih baik.\nDan jika anda mengerti mengenai foto tolong beritahu saya perbedaannya melalui kolom komentar di bawah.\nMari lanjut berkarya saja.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/perbedaan-photo-dan-image/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Membahas foto bagi orang awam tidak ada habisnya. Mereka yang ingin benar-benar memahami fotografi akan terus belajar dan belajar.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eAda hal yang menarik mengenai photo dan image.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSuatu hari saya berbincang dengan teman saya yang kebetulan lebih paham mengenai fotografi. Dia menanyakan kepada saya apa perbedaan antara photo dan image?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSpontan saya menjawab sama saja. Foto itu image.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKemudian dia memberikan pendapatnya, katanya seperti ini\u003c/p\u003e\n\u003cblockquote\u003e\n\u003cp\u003e\u003cstrong\u003eFoto itu yang kita ambil pertama kali di kamera. Sedangkan image yang kita ingin tampilkan.\u003c/strong\u003e\u003c/p\u003e","title":"Perbedaan Photo dan Image"},{"content":"JagoFoto.com - Memotret merupakan hobi yang menyenangkan. Terkadang ketika menemukan sesuatu yang menarik, tiba-tiba saja tangan merogoh kantong untuk mengambil handphone lalu jepret, jepret.\nSadarkah anda bahwa foto tersebut sengaja atau tidak sengaja anda ambil?\nMungkin sebagian besar orang mengatakan tidak sengaja, namun hal yang menarik adalah bahwa objek yang kita foto tersebut apakah benar-benar kita mengambilnya dengan baik.\nKetika sebuah foto diambil dengan baik, dengan kata lain diperhatikan komposisi nya, angle nya, arah cahayanya.. Itu merupakan foto yang sengaja kita ambil..\nBerbeda halnya dengan foto yang tidak sengaja kita bikin, foto dibuat tanpa dipikir-pikir dahulu. Ketika menemukan suatu objek, seketika saja diabadikan. Ada kan orang yang demikian!\nYah, mungkin mereka bukan ahli dalam memotret. Atau mungkin saja mereka memang ingin memotret objek tersebut tetapi tidak tahu komposisi, angle, arah cahaya dan sebagainya.\nSehingga pesan yang ingin disampaikan tidak dapat diterima dengan baik oleh orang.\nContohnya, anda baru membeli sebuah kamera. Kemudian mengetesnya, jepret sana sini.\nAnda hanya ingin melihat bagaimana hasil dari kamera tersebut. Ketika melihat di layar, anda pun puas melihat hasilnya.\nApakah foto tersebut bisa dikatakan foto yang anda sengaja? Anda bisa menjawabnya sendiri.\ntidak sengaja mengambil foto karena hanya mengetes kamera\nDengan demikian, disini kita bisa melihat bahwa ada perbedaan dari foto yang disengaja dengan foto yang tidak disengaja. Perbedaannya antara lain yaitu ::\nFoto yang disengaja komposisi nya diatur dengan baik sehingga kelihatan rapih, sedangkan foto tidak disengaja hanya diambil seadanya saja. Foto yang disengaja memberikan suatu pesan, sedangkan foto tidak disengaja belum tentu memberikan pesan apa-apa. Sengaja atau tidaknya sebuah foto, itu yang tahu sebagian besar oleh si fotografer sendiri. Sedangkan orang yang melihat foto tersebut belum tentu mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh si fotografer. Coba ingat kapan terakhir anda mengambil foto secara sengaja? Apakah foto yang anda buat tersebut benar-benar berarti buat anda atau orang lain?\nKetika sebuah objek dikomposisikan dengan baik, berarti objek tersebut berada dalam kuasa seorang fotografer. Dia akan menuruti apa saja yang diinginkan oleh fotografer.\nfoto yang disengaja\nKetika manusia dijadikan objek fotografi, maka benarlah kalimat di atas. Foto yang sengaja dibuat memang dibuat untuk menyampaikan suatu makna atau sebuah maksud.\nIni hanya opini saya pribadi.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/foto-disengaja-dan-tidak/","summary":"\u003cp\u003e\u003cstrong\u003e\u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e\u003c/strong\u003e - Memotret merupakan hobi yang menyenangkan. Terkadang ketika menemukan sesuatu yang menarik, tiba-tiba saja tangan merogoh kantong untuk mengambil handphone lalu jepret, jepret.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSadarkah anda bahwa foto tersebut sengaja atau tidak sengaja anda ambil?\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eMungkin sebagian besar orang mengatakan tidak sengaja, namun hal yang menarik adalah bahwa objek yang kita foto tersebut apakah benar-benar kita mengambilnya dengan baik.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eKetika sebuah foto diambil dengan baik, dengan kata lain diperhatikan komposisi nya, angle nya, arah cahayanya.. Itu merupakan foto yang sengaja kita ambil..\u003c/p\u003e","title":"Perbedaan Foto yang Disengaja dengan Tidak Disengaja"},{"content":"Situs JagoFoto.com merupakan media sharing dan informasi mengenai fotografi. Terdapat berbagai macam tips dan trik fotografi, seperti komposisi, foto model, landscape, street, dan masih banyak lagi.\nSeluruh artikel kemungkinan telah dikaji oleh orang lain, tetapi artikel yang ditampilkan pada situs ini merupakan pandangan penulis tentang topik-topik yang terpilih dan diulas dari sudut pandang yang bersifat pribadi.\nTambahan berupa pendapat ahli dan juga hasil penelitian yang dimasukkan dalam situs merupakan bagian untuk memberikan keyakinan mengenai pandangan yang telah disusun sebelumnya.\nHarapan penulis tidak lebih hanyalah untuk memperkaya pengetahuan pembaca. Semoga situs ini dapat menjadi referensi bagi Anda semua. Selamat membaca. :)\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/about/","summary":"\u003cp\u003eSitus \u003ca href=\"https://jagofoto.com/\"\u003eJagoFoto.com\u003c/a\u003e merupakan media sharing dan informasi mengenai fotografi. Terdapat berbagai macam tips dan trik fotografi, seperti komposisi, foto model, landscape, street, dan masih banyak lagi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eSeluruh artikel kemungkinan telah dikaji oleh orang lain, tetapi artikel yang ditampilkan pada situs ini merupakan pandangan penulis tentang topik-topik yang terpilih dan diulas dari sudut pandang yang bersifat pribadi.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eTambahan berupa pendapat ahli dan juga hasil penelitian yang dimasukkan dalam situs merupakan bagian untuk memberikan keyakinan mengenai pandangan yang telah disusun sebelumnya.\u003c/p\u003e","title":"About"},{"content":"Semua materi atau artikel yang ada pada blog jagofoto.com ini, secara keseluruhan telah di lindungi oleh undang-undang tentang hak cipta. Seluruh materi ini bisa anda menfaatkan secara gratis untuk keperluan referensi, akan tetapi dilarang di pergunakan untuk kebutuhan komersil. Jika anda bermaksud memanfaatkan artikel yang ada pada jagofoto.com, seperti misalkan mencopy artikel, menyadur, mengutip, memperbanyak dan bahkan menyebarluaskan artikel dari jagofoto.com, ada beberapa ketentuan yang harus anda penuhi.\nPemanfaatan artikel seperti untuk keperluan penelitian, pendidikan, kajian non-komersial atau untuk konsumsi secara individual misalkan saja blog, mailling list, forum harus menyampaikan pada admin jagofoto.com untuk menghidari penyalahgunaan artikel. Dalam memanfaatkan artikel yang di ambil sumbernya dari jagofoto.com, setidaknya harus mencantumkan atau mengandung sumber link atau text “jagofoto.com”. Apa bila pemanfaatan artikel selain aturan yang tertera seperti di atas maka wajib untuk mendapatkan ijin dari jagofoto.com. Apabila hal-hal di atas tidak di indahkan, maka akan mendapatkan teguran sampai tututan hukum atas dasar pelanggaran hak cipta. Jika anda masih kurang jelas mengenai peraturan-peraturan di atas, silahkan anda masuk ke link Hubungi Kami. Telah diperbaharui pada tanggal 10 April 2019.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/disclaimer/","summary":"\u003cp\u003eSemua materi atau artikel yang ada pada blog \u003cstrong\u003ejagofoto.com\u003c/strong\u003e ini, secara keseluruhan telah di lindungi oleh undang-undang tentang hak cipta. Seluruh materi ini bisa anda menfaatkan secara gratis untuk keperluan referensi, akan tetapi dilarang di pergunakan untuk kebutuhan komersil. Jika anda bermaksud memanfaatkan artikel yang ada pada jagofoto.com, seperti misalkan mencopy artikel, menyadur, mengutip, memperbanyak dan bahkan menyebarluaskan artikel dari jagofoto.com, ada beberapa ketentuan yang harus anda penuhi.\u003c/p\u003e\n\u003col\u003e\n\u003cli\u003ePemanfaatan artikel seperti untuk keperluan penelitian, pendidikan, kajian non-komersial atau untuk konsumsi secara individual misalkan saja blog, mailling list, forum harus menyampaikan pada admin jagofoto.com untuk menghidari penyalahgunaan artikel.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eDalam memanfaatkan artikel yang di ambil sumbernya dari jagofoto.com, setidaknya harus mencantumkan atau mengandung sumber link atau text “jagofoto.com”.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eApa bila pemanfaatan artikel selain aturan yang tertera seperti di atas maka wajib untuk mendapatkan ijin dari jagofoto.com.\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eApabila hal-hal di atas tidak di indahkan, maka akan mendapatkan teguran sampai tututan hukum atas dasar pelanggaran hak cipta.\u003c/li\u003e\n\u003c/ol\u003e\n\u003cp\u003eJika anda masih kurang jelas mengenai peraturan-peraturan di atas, silahkan anda masuk ke link \u003ca href=\"https://jagofoto.com/about/\"\u003eHubungi Kami\u003c/a\u003e. \u003cem\u003eTelah diperbaharui pada tanggal 10 April 2019.\u003c/em\u003e\u003c/p\u003e","title":"Disclaimer"},{"content":"Materi komposisi fotografi Klik untuk membaca lengkap\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/ebook-photography/","summary":"\u003ch2 id=\"materi-komposisi-fotografi\"\u003eMateri komposisi fotografi\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKlik untuk membaca lengkap\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003e\u003ca href=\"https://issuu.com/muhammadrafiuddin/docs/komposisi_fotografi_by_jagofoto\"\u003e\u003cimg alt=\"https://issuu.com/muhammadrafiuddin/docs/komposisi_fotografi_by_jagofoto\" loading=\"lazy\" src=\"/uploads/komposisi-fotografi-jagofoto.com_.jpg\"\u003e\u003c/a\u003e\u003c/p\u003e","title":"Ebook"},{"content":"Kamera Sony ZV-E10 mark I Kamera hybrid APSC yang cukup untuk kebutuhan foto saat ini. Fungsi yang paling berguna adalah layar bisa dilipat/flip.\nLensa Nikon 180mm f/2.8 ED (manual) Lens adapter Nikon to Sony (manual) Lensa tele paling legend yang pernah dibuat oleh Nikon. Hasilnya tajam. Warna sangat matang khas nikon.\nMemory Lexar Profesional 128 GB Editing Tools Darktable GIMP Darktable memiliki fungsi untuk edit foto yang lebih advance dari pada Lightroom. GRATIS.\nAksesoris Handstrap ","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/gears/","summary":"\u003ch2 id=\"kamera\"\u003eKamera\u003c/h2\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eSony ZV-E10 mark I\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eKamera hybrid APSC yang cukup untuk kebutuhan foto saat ini. Fungsi yang paling berguna adalah layar bisa dilipat/flip.\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"lensa\"\u003eLensa\u003c/h2\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eNikon 180mm f/2.8 ED (manual)\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eLens adapter Nikon to Sony (manual)\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eLensa tele paling legend yang pernah dibuat oleh Nikon. Hasilnya tajam. Warna sangat matang khas nikon.\u003c/p\u003e\n\u003ch2 id=\"memory\"\u003eMemory\u003c/h2\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eLexar Profesional 128 GB\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003ch2 id=\"editing-tools\"\u003eEditing Tools\u003c/h2\u003e\n\u003cul\u003e\n\u003cli\u003eDarktable\u003c/li\u003e\n\u003cli\u003eGIMP\u003c/li\u003e\n\u003c/ul\u003e\n\u003cp\u003eDarktable memiliki fungsi untuk edit foto yang lebih advance dari pada Lightroom. GRATIS.\u003c/p\u003e","title":"Gears"},{"content":"Kebijakan Situs jagofoto.com Kebijakan Privasi ini berlaku untuk situs-situs di dalam jagofoto.com Mohon diperhatikan, di dalam situs kami atau artikel yang anda baca mungkin terdapat berbagai link ke banyak situs lain yang disediakan untuk kenyamanan Anda.\nBagaimanapun kami tidak bertanggung jawab terhadap kebijakan penanganan informasi pribadi di situs-situs tersebut. Kami sangat menganjurkan bagi Anda untuk selalu melihat dan memelajari kebijakan penanganan informasi pribadi di situs-situs tersebut sebelum memberikan informasi pribadi.\nJika Anda memerlukan informasi lebih lanjut atau memiliki pertanyaan tentang kebijakan privasi kami, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email di langsung pada bagian kontak situs ini.\njagofoto.com menjunjung tinggi privasi dan kerahasiaan pengunjung. Laman ini memberikan penjelasan mengenai kebijakan Privasi dari pengunjung yang diterima dan dikumpulkan oleh jagofoto.com.\nFile Log Seperti banyak situs web lain, jagofoto.commemanfaatkan file-file log. Informasi di dalam file log termasuk alamat protokol internet (IP), jenis browser, Penyedia Layanan Internet (ISP), cap tanggal / waktu, halaman pengubahan / keluar, dan jumlah klik untuk menganalisis tren, mengelola situs, melacak pergerakan pengguna di sekitar situs, dan mengumpulkan informasi demografis. Alamat IP, dan informasi lain semacam itu tidak terkait dengan informasi apa pun yang dapat diidentifikasi secara pribadi.\nInformasi digunakan sebagaimana kebijakan yang diterapkan oleh google.com sebagai tempat Hosting dari jagofoto.com dengan tujuan memberikan pengalaman (User Experience) yang baik kepada seluruh pembaca.\nCookie dan Web Beacon Cookie adalah satu bagian data yang disimpan di komputer pengguna yang berkaitan dengan informasi tentang pengguna tersebut. Kami menggunakan session ID cookie, yang berarti ketika pengguna menutup browser, cookie tersebut dihapus. Cookie juga digunakan untuk manajemen session di situs web kami. Pengguna harus mengaktifkan cookie untuk menggunakan situs web kami.\nPengguna juga dapat menggunakan cookie untuk mengingat password mereka agar secara otomatis bisa log in pada situs kami. Kami tidak dan tidak akan menggunakan cookie untuk mengumpulkan informasi pribadi dari pengguna mana pun yang tidak dimaksudkan untuk disampaikan pada kami.\nIP Addresses jagofoto.com menyimpan IP - Internet Protocol address - atau lokasi komputer Anda di Internet, untuk keperluan administrasi sistem dan troubleshooting. Kami menggunakan IP address secara keseluruhan (agregat) untuk mengetahui lokasi-lokasi yang mengakses situs kami serta dengan guna keperluan pengembangan kenyamanan penggunaan situs kami.\nCookie DART DoubleClick jagofoto.com menggunakan Vendor Pihak ketiga sebagai pelayanan penerbitan Iklan. Dalam hal ini Google.com merupakan Vendor pihak yang digunakan oleh jagofoto yang menyimpan cookies untuk memberikan informasi dalam bentuk iklan sesuai dengan ketertarikan anda.\nPenggunaan Google atas cookie DART memungkinkannya untuk menayangkan iklan kepada pengguna berdasarkan kunjungan mereka ke jagofoto.com dan situs lain di Internet.\nPengguna dapat memilih keluar dari penggunaan cookie DART dengan mengunjungi iklan Google dan kebijakan privasi jaringan konten di URL berikut - http://www.google.com/privacy_ads.html\nBeberapa mitra iklan kami mungkin menggunakan cookies dan web beacon di situs kami. Mitra iklan kami meliputi \u0026hellip;\nGoogle Adsense Server iklan atau jaringan iklan pihak ketiga ini menggunakan teknologi untuk iklan dan tautan yang muncul di jagofoto.com kirim langsung ke browser Anda. Mereka secara otomatis menerima alamat IP Anda saat ini terjadi. Teknologi lain (seperti cookie, JavaScript, atau Beacon Web) juga dapat digunakan oleh jaringan iklan pihak ketiga untuk mengukur keefektifan iklan mereka dan / atau mempersonalisasi konten iklan yang Anda lihat.\n**\nJagofoto.com** tidak memiliki akses ke atau kontrol atas cookies yang digunakan oleh pengiklan pihak ketiga.\nAnda harus berkonsultasi dengan kebijakan privasi masing-masing dari server iklan pihak ketiga ini untuk informasi lebih rinci tentang praktik mereka serta untuk petunjuk tentang cara memilih keluar dari praktik-praktik tertentu. Kebijakan privasi jagofoto.com tidak berlaku untuk, dan kami tidak dapat mengontrol aktivitas, seperti pengiklan atau situs web lainnya.\nJika Anda ingin menonaktifkan cookie, Anda dapat melakukannya melalui opsi peramban individual Anda. Informasi lebih rinci tentang manajemen cookie dengan browser web tertentu dapat ditemukan di situs web masing-masing browser.\nTelah diperbaharui pada tanggal 07 April 2019.\n","permalink":"https://jagofoto.netlify.app/privacy-policy/","summary":"\u003ch2 id=\"kebijakan-situs-jagofotocom\"\u003eKebijakan Situs jagofoto.com\u003c/h2\u003e\n\u003cp\u003eKebijakan Privasi ini berlaku untuk situs-situs di dalam \u003cstrong\u003ejagofoto.com\u003c/strong\u003e Mohon diperhatikan, di dalam situs kami atau artikel yang anda baca mungkin terdapat berbagai link ke banyak situs lain yang disediakan untuk kenyamanan Anda.\u003c/p\u003e\n\u003cp\u003eBagaimanapun kami tidak bertanggung jawab terhadap kebijakan penanganan informasi pribadi di situs-situs tersebut. Kami sangat menganjurkan bagi Anda untuk selalu melihat dan memelajari kebijakan penanganan informasi pribadi di situs-situs tersebut sebelum memberikan informasi pribadi.\u003c/p\u003e","title":"Privacy Policy"}]